WhatsApp Image 2020-01-06 at 08.37.44 (1)

Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam Di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso

Read More
WhatsApp Image 2019-09-03 at 10.17.49

Petani Bawang Putih Kembali Bangkit, Setelah Sempat Vakum 20 Tahun

KARANGANYAR-  3 September 2019

Bupati Karanganyar, Juliyatmono ikut membantu memisahkan daun bawang dengan bawangnya

Panen raya bawang putih di Desa Segoro Gunung, Kecamatan Ngargoyoso dan Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu membuktikan petani di lereng Gunung Lawu kembali bangkit. Pola kemitraan antarkelompok tani dengan swasta menjadi kunci sukses kebangkitannya. Pasalnya, petani di dua wilayah tersebut sempat vakum atau tidak menanam bawang putih selama 20 tahun.

“Budidaya bawang putih sudah 20 tahun vakum. Pasarannya enggak menjamin, karena harganya sering jatuh. Ongkos tanam dengan hasilnya timpang,” kata Kepala Desa Segoro Gunung, Tri Harjono saat memberikan sambutan pada panen raya di Lapangan Mini Desa Segoro Gunung, Kecamatan Ngargoyoso, Selasa (3/9).

Menurut Tri Harjono kondisi demikian berubah berkat ajakan bermitra dari perusahaan swasta. Para petani diberi secara cuma-cuma bibit bawang putih jenis Tawangmangu Baru dan beberapa jenis lokal lainnya. Lahan digarap 30 hektare dari total tersedia 115 hektare. Pada panen Juli-Agustus dan Agustus-September, dihasilkan rata-rata 18,4 ton per hektare. Sebagian hasil panen dibeli perusahaan dengan harga Rp 18 ribu perkilogram kondisi basah. Pola kemitrannya, yakni 70 persen hasil panen hak petani sedangkan 30 persen dibeli perusahaan. Nantinya, panenan yang dimiliki perusahaan untuk pembibitan. Lebih lanjut dikatakan, lahan potensial bercocok tanam bawang putih selain di desanya juga di Kecamatan Tawangmangu, Jenawi dan Jatiyoso. “Panenan di gudang ada 60 ton. Sudah dibeli semua oleh CV Berkat Putih Abad. Kita jadi bersemangat menanam lagii,” katanya.

Dalam membudidaya bawang putih, perusahaan itu menggandeng kelompok tani diantaranya Nyawiji Rejeki dan Rejeki Makmur. Anggota Poktan Nyawiji Rejeki, Jarwanto mengatakan keuntungannya maksimal. Di lahannya seluas 4 hektare, ia mampu memanen 45 ton. Keuntungan bersih sekitar Rp 7 juta per hektare. Dimulai menanam April, kelompok tani ini memanen pada Agustus. Ia mengatakan, waktu menanam tiap kelompok tani mitra tidak sama. Hal itu disebabkan dropping benih juga tak serentak. “Yang dibutuhkan petani kepastian. Pasti dibeli, pasti harganya dan jaminan keberlanjutan kerjasama dengan rekanan. Dulunya semua takut menanam bawang karena serba tidak pasti,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan panen melimpah bawang putih Karanganyar diharapkan mengurangi impor komoditas tersebut. Sebab hasil panen di Ngargoyoso dan Tawangmangu bagus dan melimpah. Sehingga ke depan, pihaknya berharap tanaman bawang putih bisa menjadi unggulan di Kecamatan Ngargoyoso dan Tawangmangu.  (hr/adt)

Read More
DSC_3613

Wayangan Semalam Suntuk Di Desa Jantirejo, Kecamatan Ngargoyoso

Read More
IMG-20181117-WA0004

Jumling Kecamatan Ngargoyoso

Diskominfo

Bupati Karanganyar Memberikan Bantuan Ke Masjid Al-Hikmah Ngargoyoso

Dalam kegiatan Jumat keliling kali ini Bupati Karanganyar mendatangi Kecamatan Ngargoyoso. Tepatnya di Masjid Al – Hikmah Desa Kemuning Ngargoyoso,Jumat (16/11).

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan arahan kepada masyarakat di Ngargoyoso Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakatnya yang telah terjaga dengan baik dan tetap guyup rukun sampai saat ini.
Bupati juga meminta agar tiap RT dalam memperingati HUT Karanganyar yang ke 101 untuk melakukan kegiatan tirakatan Sabtu besok pada tanggal 17 November 2018. Dan di dalam tirakatan tersebut di himbau bagi warga yang beragama Islam untuk membacakan doa Al-fatihah sebanyak 101 kali pada jam 8 malam tepat.
“Berdoa dalam waktu yang sama berbeda dengan berdoa sendiri-sendiri” kata bupati menegaskan hal itu.
Kenapa di bacakan sebanyak 101 kali, karena itu sebagai simbol dari umur Kabupaten Karanganyar dan supaya Karanganyar tetap tentram dan damai.
Jika doa Al-fatihah dibacakan perseribu RT insyaalloh Karanganyar akan berkah,
Karena doa itu inti dari pada ibadah.
Kita juga harus saling menghargai dan menghormati antar sesama umat manusia walau berbeda keyakinan.
Yang terakhir beliau menghimbau kepada masyarakat Ngargoyoso untuk menanam pepohonan. Mulai membendung bencana itu dengan berharmonisasilah dengan alam, berharmonisasilah dengan tumbuhan dan mahkluk hidup dan yang terpenting berharmonisasilah dengan Allah dan sesama.
Apapun yang kita tanam baik pastinya akan menuai baik pula.

Demikian Diskominfo (dn/adt)

Read More
DSC_0308

Tarawih Keliling (Tarling) di Kecamatan Ngargoyoso

Read More
IMG_1234

405 Ketua RT/RW di Kecamatan Ngargoyoso Terima Insentif

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono melakukan pembinaan saat memberikan insentif bagi Ketua RT/RW di Wilayah Kecamatan Ngargoyoso, Minggu Malam (07/05)

Karanganyar, Minggu 8/5/2017

Insentif diberikan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Karanganyar atas kerja keras dan peran penting Ketua RT/RW di wilayah Kecamatan Ngargoyoso dalam menjaga masyarakat Ngargoyoso yang kondusif. Insentif langsung disrahkan secara simbolis oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono di Aula Balai Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso, Minggu Malam (07/05). Turut hadir Sekretaris Daerah Samsi beserta Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait dan Forkompinca serta Kepala Desa yang ada di wilayah Kecamatan Ngargoyoso. Pemberian insentif ini diharapkan akan lebih memotivasi Ketua RT/RW untuk lebih melayani warganya dengan baik. Sebanyak 297 Ketua RT dan 108 Ketua RW akan menerima uang sejumlah Rp. 1.500.000,- dipotong pajak 6 %.

Bupati Karanganyar dalam sambutannya mengajak kepada warga Kecamatan Ngargoyoso memasuki bulan Mei sebagai bulan bhakti gotong royong untuk bersama-sama merawat dan membersihkan lingkungan sekitar. Kecamatan Ngargoyoso sebagai destinasi baru wisata di Kabupaten Karanganyar tentu saja akan menarik banyak wisatawan, faktor kebersihan diharapkan akan menambah kenyamanan wisatawan selama menikmati alam wisata di Ngargoyoso.

Terkait persoalan semakin ramainya wisatawan yang masuk di Wilayah Kecamatan Ngargoyoso, apalagi setiap Weekend dipastikan penuh sesak. Pemkab Karanganyar saat ini sedang melakukan penjajakan dengan Kodam IV Diponegoro terkait tanah di Kemuning Ngargoyoso yang akan dikerjasamakan untuk dibuat gardu pandang, sky bridge dan wisata alam lainnya.

“Diharapkan Ngargoyoso akan menjadi destinasi wisata tidak hanya domestik tapi juga mancanegara”, harap Juliyatmono

Lebih lanjut Juliyatmono mengatakan Ngargoyoso selama ini telah banyak memiliki wisata seperti agrowisata jambu, wisata alam kebun teh Kemuning, wisata air terjun, dan tubing. Potensi yang ada selama ini diharapkan dijaga dan dikembangkan agar kelestarian alamnya terjaga dan masyarakat sekitar sejahtera.

Sementara itu Camat Ngargoyoso Edi Sukiswandi melaporkan Kecamatan Ngargoyoso telah lunas PBB Maret 2017 ini. Dengan jumlah desa sebanyak 9 dan 50 dusun, Ngargoyoso mempunyai potensi wisata yang luar biasa, selain itu banyak potensi lain seperti di Desa Jatirejo sebagai pengrajin sangkar burung dimana tiap hari berhasil mengekspor 350 buah sangkar, Demikian Diskominfo (ad)

Read More
KOMINFO

Umat Hindu Ngargoyoso, Rayakan Dharma Santi Hari Suci Nyepi

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan sambutan an arahan pada acara Dharma Santi Nyepi dan Pelantikan Pengurus PHDI

Karanganyar, Rabu (18/04/2017)

Setelah selesai pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun 1939 Saka yang mulai dari upacara melasti, tawur agung dipusatkan di Candi  Prambanan, dan pelaksanaan catur brata pada  Hari Suci Nyepi,  kemudian umat Hindu di Ngargoyoso melaksanaan kegiatan Dharma Santi.

Umat Hindu di Kecamatan Ngargoyoso, tahun ini mengadakan Perayaan Dharma Santi dilaksanakan di Balai Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso, Selasa (18/04) siang. Bersamaan dengan acara itu juga diadakan pelantikan pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia(PHDI) Kecamatan Ngargoyoso periode 2017-2022.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono beserta jajaran Forkopimcam Kecamatan Ngargoyoso, dan Ketua PKUB Kecamatan Ngargoyoso.

Ketua Panitia ,Priyatno, dalam laporannya mengatakan bahwa umat Hindu turut mensukseskan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar tentang kerukunan umat beragama. Selain itu, umat Hindu juga ikut menjaga lingkungan sekitarnya.

“Perwujudan itu dengan adanya penghijauan di sekitar Tlaga Madirda dan wilayah Jenawi agar alam tetap hijau,” kata Priyanto.

Sementara itu dalam sambutan, Bupati Karanganyar menekankan pentingnya toleransi antar umat beragama karena keberagaman merupakan suatu keindahan.

“Pemkab Karanganyar juga sangat mengapresiasi masyarakat Hindu karena sudah turut serta menjunjung tinggi kebhinekaan,” katanya.

Selain itu Bupati juga berterimakasih atas dukungan umat Hindu,  Pemkab  Karanganyar mendapatkan penghargaan sebagai daerah yang mampu menjaga kerukunan umat beragama.

“Baru saja Kabupaten Karanganyar mendapatkan penghargaan dari Menteri Agama atas Partisipasi Aktif dalam Pembinaan Kerukunan Umat Beragama,” katanya. (yoga/pd/adt)

Read More
web

Melihat Matahari Terbit Dari Kaki Bukit Kemuning

Di lapangan Jimber, Desa Kemuning dapat melihat matahari terbit dan gunung Lawu

Di lapangan Jimber, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar  dapat melihat matahari terbit dan gunung Lawu

Karanganyar, Jumat (20/01/2017)

Bunyi ayam berkokok pagi itu menyambut kedatangan rombongan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar, Dusun  Gadungan, Desa Giri Mulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Jumat (20/01) pagi.

Deru mesin dan laju pelan mobil penggerak 4 roda berjumlah belasan membelah kampung di kaki bukit Kemuning itu. Satu persatu mobil memasuki jalan desa yang masih rabat beton.

Di sebelah kanan dan kiri dedaunan teh menyambut kedatangan rombongan itu, yang ingin melihat matahari terbit dari kaki bukit Kemuning. Jalanan sedikit berkelok memperlambat laju mobil-mobil itu. Kendaraan roda juga dapat melalui jalanan itu.

Pukul 05.30 WIB rombongan sudah tiba di lapangan Jimber, Desa Kemuning. Letaknya yang berada di kaki bukit dan di tengah hamparan kebun teh membuat suasana menyatu dengan alam.

Pandangan lepas ke arah timur terlihat Gunung Lawu. Perlahan-lahan sang mentari memancarkan sinarnya, udara dingin di tempat itu menemani rombongan. Hidangan sederhana teh hangat dan singkong rebus disajikan sekedar menghangatkan tubuh.

Bupati Juliyatmono pada saat itu mengatakan kehadiran kami ini disini menjadi awal kunjungan wisatawan spektakuler di Kemuning.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar sendiri mempunyai rencana dengan membangun kawasan kebun teh Kemuning dengan berbagai fasilitas dan daya tarik wisatawan, seperti akan membuat gardu pandang, paralayang untuk komersil dan jembatan kaca. Juga telah selesai pembangunan Terminal Wisata Karangpandan,” katanya.

Jarak tempuh dari pusat kota Karanganyar sekitar 20 kilometer dan memakan waktu 30 menit, dengan kecepatan 60 kilometer/jam.  Namun apabila wisatawan berangkat dari Tawangmangu dapat ditempuh dengan waktu 28 menit dan jarak 12 kilometer, dengan kondisi jalan berkelok-kelok.pd

Read More
DSC_0024 – Copy copy

Mahasiswa KKN Temukan Produk Unggulan

Mahasiswa KKN UNS saat memamerkan produk hasil bumi dari lokasi KKN, Kamis (18/02) di Pendopo Rumah DInas Bupati Karanganyar.

Mahasiswa KKN UNS saat memamerkan produk hasil bumi dari lokasi KKN, Kamis (18/02) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. foto : banu

Karanganyar, Kamis (18/02/2016)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Sebelas Maret (UNS) menemukan berbagai produk unggulan. Sebanyak 212 mahasiswa itu tersebar di Kecamatan Ngargoyoso, Tawangmangu, Jumantono, Jaten dan Tasikmadu selama 45 hari.

Yang menarik, di Desa Genengan, Kecamatan Jumantono menghasilkan produk unggulan yaitu pengolahan produk dari pongge (biji) durian, mengingat daerah tersebut merupakan penghasil durian, dan banyak sampah pongge yang di buang begitu saja oleh masyarakat. Ternyata pongge, oleh mahasiswa KKN UNS, bisa diubah menjadi produk yang lebih bermanfaatnya.

“Mereka mengolah pongge menjadi tepung, lalu tepung tersebut diolah menjadi browies pongge durian, nugget pongge durian, kripik pongge durian dan cumi-cumi pongge durian,” salah satu mahasiswa KKN Edwin Fakhrul Arifin, saat menyampaikan temuan tersebut di hadapan Bupati Karanganyar Juliyatmono, Kamis (18/02) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Setiap daerah memiliki kreatifitas dan hasil bumi yang dapat di manfaatkan diantarnya di Kecamatan Jumantono, tepatnya di Desa Blorong telah di budidayakan bibit alpukat Varietas Unggul,” katanya.

Beberapa daerah yang memiliki hasil bumi melimpah juga tidak luput ikut menghasilkan produk-produk baru. Seperti di Kecamatan Ngargoyoso yang merupakan penghasil tomat. Tomat diolah menjadi beberapa olahan seperti selai dan sirup tomat, jambu biji menghasilkan produk olahan diantaranya kripik, sari buah, dan keripik daun jambu biji.

Selanjutnya di wilayah Kecamatan Tawangmangu, terdapat pembuatan koya dari bawang putih, pembuatan rainbow cake singkong, ada donat ubi ungu, dan pemanfaatan tepung ubi ungu menjadi tepung.

Di tempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengucapkan terima kasih apa yang telah disampaikan, atas nama Pemkab Karanganyar tentunya akan menindak lanjuti hasil temuan tersebut oleh pihak terkait.

Bupati juga mengatakan, bahwa Pemkab Karanganyar akan membuat satu tempat terminal wisata. “Di Kecamatan Karangpandan akan dibuat terminal wisata. Yang akan mengisi bisa produk unggulan yang ditemukan mahasiswa tadi. Selain itu juga dijual sayur mayur yang dihasilkan dari Karanganyar,” kata Juliyatmono.mi

Read More
aku

Ngargoyoso Adakan Festival Tlaga Madirda

Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah, berjaket hitam) saat membaca puisi saat pentas kolaborasi kesenian,Sabtu (01/08) di Festival Tlaga Madirda.

Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah, berjaket hitam)  membaca puisi saat pentas kolaborasi kesenian,Sabtu (01/08) di Festival Tlaga Madirda.

Karanganyar, Minggu (02/08/2015)
Masyarakat Kecamatan Ngargoyoso kembali mengadakan gelar pertunjukan seni budaya yang diadakan setiap tahun. Tahun 2015 ini diberi nama Festival Tlaga Madirda, diadakan di Tlaga Madirda, Desa Berjo, dengan berbagai jenis pertunjukkan.

Festival Tlaga Madirda (FTM) itu berlangsung selama dua hari, dari Sabtu-Minggu (01-02/08) dan dibuka oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Untuk hari pertama pesta kuliner, pesta kesenian rakyat, pentas karawitan anak, pentas kolaborasi kesenian rakyat “Urup, Urip, Hanguripi”, dan pentas drama “Ande-Ande Luput”.

Sedangkan hari kedua, terdapat pentas kreativitas anak, pesta kuliner rakyat, pentas kesenian rakyat, pameran fotografi, dan pentas pertunjukan wayang kulit.

Di Kecamatan Ngargoyoso sudah tahun ketiga, sejak 2013, mengadakan festival seni budaya. Antusias masyarakat dalam seni budaya juga terlihat tinggi. Terdapat pula puluhan stand UKM dari warga setempat.

Pentas kolaborasi kesenian rakyat di Festival Tlaga Madirda, Sabtu (01/08)

Pentas kolaborasi kesenian rakyat di Festival Tlaga Madirda, Sabtu (01/08)

Rektor ISI Surakarta Prof.Dr.Sri Rochana Widyastutieningrum., S.Kar., M.Hum menuturkan festival ini merupakan implementasi kerjasama ISI Surakarta dengan Pemkab Karanganyar dengan masyarakat Ngargoyoso.

“Disini terdapat berbagai kegiatan seni, tidak hanya dapat hiburan, namun lebih mengakrabkan hubungan silaturahmi, pengembangan seni budaya,” katanya, saat memberikan sambutan, Sabtu (01/08) di lokasi.

Ditempat acara, Bupati Juliyatmono menuturkan Indonesia banyak seni budaya yang harus di lestarikan dengan mencintai seni budaya.

“Mari kita jaga dan lestarikan karena budaya adalah alat pemersatu, hidup rukun dan dapat gagasan baru,” katanya.

Juliyatmono juga mengatakan inilah yang disebut terori ekonomi kreatif, menciptakan gagasan baru yang akan menghasilkan nilai tambah baik dari ilmu penghetahuan, seni bduaya, dan menggerakkan sektor ekonomi.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan terus mengembangkan sektor seni budaya,” katanya.

Direncanakan, Bupati Juliyatmono akan menutup FTM tersebut nanti malam. pd

Read More