DSC_0019 – Copy

Napak Tilas Perjuangan Raden Mas Said

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengibaskan bendera start Napak Tilas Perjuangan Raden Mas Said

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengibaskan bendera start Napak Tilas Perjuangan Raden Mas Said

Karanganyar, Minggu (01/11/2015)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengadakan Napak Tilas Perjuangan Raden Mas (RM) Said yang dimulai dari Lapangan Mojoroto, Kecamatan Mojogedang hingga finis di Sapta Tirta Pablengan, Kecamatan Matesih.

Jarak yang ditempuh sekitar 18 kilometer dan dengan berjalan kaki, terbagi dalam tiga Pos, yakni Pos 1 di Kecamatan Mojogedang, Pos 2 di hutan karet Dengkeng, Pos 3 di Kantor Kepala Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan.

Bupati Karanganyar Juliyatmono tepat pukul 07.30 WIB memberangkatkan sekitar 550 orang peserta dari pelajar, ormas, maupun PNS terbagi sebanyak 78 kelompok.

“Dihayati nilai-nilai perjaungan, betapa sungguh-sungguh Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa ikut menjadikan Indonesia dan melahirkan Kabupaten Karanganyar ini,” kata Juliyatmono, Minggu (01/11).

Dengan napak tilas ini, seluruh generasi bersama-sama meneguhkan sikap untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan untuk membangun cita-cita yang diinginkan.

“Dengan adanya napak tilas ini diharapkan semakin mencintai Kabupaten Karanganyar,” katanya.

Ditempat yang sama, diceritakan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar Iskandar di Desa Mojoroto, RM Said menempa diri lahir dan batin dan para pengikutnya berlatih olah kanuragan dan pengembangan jiwa kawijayan.

“Suatu ketika, Kanjeng Sinuhun Susuhunan Pakubuwana II dan dibantu pasukan Belanda, menyerang dan menghancurkan markas tersebut hingga bangunan menyerupai Kraton di hancurkan,” kata Iskandar.

RM Said dan pengikutnya kemudian memindahkan markasnya kearah selatan, yaitu dusun Segawe, Wilayah Jatiyoso. Melalui perjuangan yang panjang, akhirnya memperoleh kemenangan dan menjadi Raja dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara I. pd

Read More
DSC_0180

Peringatan Hari Tani Di Mojogedang Kab Karanganyar

kominfo

Salah satu pertunjukan seni tradisional Desa Pereng Mojogedang yang ditampilkan pada peringatan Hari Tani Desa Pereng Mojogedang, Senin Malam (29/09)

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Sampaikan Sambutan Di Hadapan warga Desa Pereng

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memotong Tumpeng untuk kemudian diserahkan kepada perwakilan petani

Hari Tani Nasional yang diperingati tiap tanggal 24 September telah berlalu, namun semangat warga di Mojogedang Karanganyar tidak pernah surut untuk merayakannya. Hal ini terbukti dengan diselenggarakannya Peringatan Hari Tani di Lapangan Desa Dani Desa Pereng Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar, pada Senin Malam (29/09). Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar Juliyatmono yang didampingi oleh Kepala SKPD terkait di liingkup Pemerintahan Kabupaten Karanganyar, para Camat di 17 Kecamatan yang ada di Kab. Karanganyar,  Kades / Kadus se Kecamatan Mojogedang, serta warga desa Pereng.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam awal sambutannya mengapresiasi atas terselenggaranya acara pada malam hari ini dan diharapkan peringatan Hari Tani Nasional mampu menyemangati para Petani terkhusus yang ada di Kecamatan Mojogedang. Dikatakan pula bahwa kedepan usaha dibidang pertanian dan pangan mampu mensejahterakan petani, dengan kebijakan pemerintah di tingkat pusat akan larangan impor beras menjadikan petani organik desa Pereng terkhusus varietas beras hitam berpeluang untuk merambah pasar ekspor.

“beras hitam di Singapura dihargai 35.000/Kg, untuk itu Pemerintah Kab. Karanganyar akan berupaya untuk mencarikan peluang bagi petani untuk menjual hasil taninya ke pasar ekspor”, jelas Juliyatmono

Juliyatmono juga menyinggung dengan adanya pohon jati yang berusia 400 tahun di desa Pereng, Mojogedang yang akan memancing animo masyarakat luar untuk melihatnya. Untuk itu Pemerintah Karanganyar akan membangun objek wisata yang disitu yang bertujuan  menumbuhkan geliat ekonomi masyarakat sekitarnya.

Sementara itu Camat Mojogedang Tyas Ngambar Widyowati saat ditemui disela acara menceritakan bahwa kegiatan ini harusnya dilaksanakan tepat tanggal 24 September lalu, namun karena hari tersebut berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha 1436H maka baru sekarang diadakan.

“Dengan adanya Peringatan Hari Tani malam ini, petani diharapkan termotivasi untuk lebih memaksimalkan potensi yang ada”, terang Tyas Ngambar. ad

Read More
DSC_0045 copy

Seru, Sepakbola Antar Perangkat Desa

Karanganyar, Senin (03/11/2014)

Pertandingan sepakbola antara Tim Kecamatan Tawangmangu (kaos oranye) melawan Tim Kecamatan Mojogedang (kaos putih) dengan hasil 2-0, Senin (03/11) di Stadion 45.

Pertandingan sepakbola antara Tim Kecamatan Tawangmangu (kaos oranye) melawan Tim Kecamatan Mojogedang (kaos putih) dengan hasil 2-0, Senin (03/11) di Stadion 45.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan lomba sepakbola antar perangkat desa dan PNS Kecamatan. Kegiatan yang diikuti sebanyak 17 tim kecamatan berlangsung meriah. Ratusan penonton memadati stadion 45 yang terletak di pusat kota. Pada pertandingan pembukaan, dilangsungkan antara Tim Kecamatan Tawangmangu melawan Kecamatan Mojogedang.

Pertandingan tersebut dengan menggunakan waktu 2 x 45 menit berlangsung sengit. Kedua tim menggunakan strategi saling serang, Senin (03/11) sore. Namun pada menit ke 22, pemain Kecamatan Tawangmangu, Mustaji melesakkan tendangan bola ke gawang dan tak bisa ditangkap penjaga gawang Kecamatan Mojogedang. Kedudukan 1-0 sampai babak pertama.

Setelah babak kedua, dan tersisa tiga menit waktu normal pertandingan. Kedudukan gol menjadi 2-0, setelah Widodo menambah gol, dan bertahan sampai pertandingan selesai. Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat memberikan sambutan pembukaan meminta agar bermain fair play.

“Jaga sportivitas dan tidak boleh bermain curang. Apalagi sebagai contoh di masyarakat. Berikan pertandingan yang menarik dan menghibur,” ujar Bupati Juliyatmono.

Sebagai informasi, pertandingan di mulai dari 03-16 November 2014, di Stadion 45 Kabupaten Karanganyar yang merupakan rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 97. pd

Read More
aku1 copy

Wabup Rohadi Ciptakan Hattrick

BUpati Karanganyar Juliyatmono nomor punggung 15 mengejar bola dengan lawan, saat pertandingan laga persahabatan antara kesebelasan Pemkab Karanganyar dengan Pemerintah Kecamatan Mojogedang, di lapangan Desa Sewurejo, Kamis (06/02) sore.

Bupati Karanganyar Juliyatmono nomor punggung 15 mengejar bola dengan lawan, saat pertandingan laga persahabatan antara kesebelasan Pemkab Karanganyar dengan Pemerintah Kecamatan Mojogedang, di lapangan Desa Sewurejo, Kamis (06/02) sore.

aku1 copy

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, nomor punggung 3 (baju putih) merebut bola

Karanganyar, Jumat (07/02/2014)

Layaknya pemain sepak bola profesional, Wakil Bupati Karanganyar  Rohadi Widodo mampu menunjukkan kehebatannya.

Pertandingan sepak bola tersebut  merupakan laga persahabatan antara kesebelasan pejabat di Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang di motori Bupati Juliyatmono melawan pejabat di lingkungan Kecamatan Mojogedang , di lapangan Desa Sewurejo, Mojogedang, Kamis (06/02) sore.

Pertandingan yang berlangsung seru dan ditonton ratusan warga Desa Sewurejo. Sejak  kickoff dimulai, pada menit-menit awal, Pemkab Karanganyar mendapat serangan dari Kecamatan Mojogedang.

Akhirnya, Kecamatan Mojogedang mendapat gol pertama yang dilesakkan Narmo pada menit 7 setelah membangun serangan dari tengah.

Tak mau ketinggalan, Pemkab Karanganyar lewat kerjasama yang bagus terus menggempur benteng pertahanan lawan.

Umpan dari tengah akhirnya dapat menjebol gawang lawan oleh Rohadi Widodo pada menit ke 15.

Setelah berlangsung imbang, tak mengendorkan semangat kedua kesebelasan. Giliran Kecamatan Mojogedang pada menit ke 25 lewat tendangan dari sayap kiri menambah gol ke dua oleh Tarno.

Menjelang turun minum, kedudukan menjadi  2-1. Kerjasama antara Juliyatmono dengan Rohadi Widodo menambah pundi gol, setelah Wabup mendapat  umpan silang dari Bupati.  Kini,dua gol telah dimasukkan oleh Rohadi Widodo.

Sampai turun minum kedudukan menjadi imbang 2-2 oleh kedua kesebelasan.             

Memasuki babak kedua, kini giliran Pemkab Karanganyar mengambil alih permainan. Namun sampai menit ke 25 serangan demi serangan tak mampu menambah gol. Bahkan Juliyatmono dan Rohadi Widodo selalu berusaha menambah keunggulan sampai jatuh bangun.

Kemelut di depan gawang akhirnya menambah gol lewat sundulan Rohadi Widodo, penjaga gawang tak mampu menangkap bola.

Sampai pertandingan selesai, Pemkab Karanganyar tetap mempertahankan keunggulan 3-2.pd

 

Read More
DSC_0204 copy

Jamur Ajaib Jadi Tontonan Warga

Jamur  berukuran jumbo yang tumbuh di pekarangan belakang masjid Al Ikhsan RT 01 RW 05 Dusun Cilengan, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang menjadi tontonan warga.

Jamur berukuran jumbo yang tumbuh di pekarangan belakang masjid Al Ikhsan RT 01 RW 05 Dusun Cilengan, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang menjadi tontonan warga.

Karanganyar, Kamis (16/01/2014)

Fenomena alam berupa jamur berukuran jumbo menjadi daya tarik bagi warga. Jamur  dengan diameter sekitar 3,58 sentimeter tumbuh di pekarangan belakang Masjid Al-Ikhsan yang berada di RT 01 RW 05, Dusun Cilengan, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang.

Menurut penuturan warga setempat, Sri Suryanti, 34,  tumbuhan jamur itu pertama kali ditemukan oleh suaminya, Rabu kemarin (08/01). “Saat itu suami saya setelah membersihkan makam di belakang masjid dan hendak pulang ke rumah melihat tumbuhan jamur itu,” katanya, Rabu (15/01). Makam di belakang Masjid Al-Ikhsan tersebut dikenal warga sebagai pesarean salah seorang tokoh Islam yang masih memiliki garis keturunan Sunan Kalijaga.

Lantas ia bilang kepada istrinya  untuk melihat, siapa tahu jamurnya bisa dimasak. Tetapi saat didekati, tekstur dari jamur itu keras dan ulet sehingga tak bisa dipotong. Adapun perihal jamur raksasa yang tumbuh tak jauh di sekitar makam tersebut diketahui warga sebagai sebuah fenomena alam. “Baru sekali ini terjadi fenomena alam seperti ini, sebelumnya belum pernah ada,” ucap Suryanti.

Dua jamur itu sudah berukuran jumbo saat pertama kali ditemukan. Semula, jamur tersebut ukurannya memang sudah besar dan kini semakin membesar. Sebab di masa awal, terdapat beberapa anakan jamur yang kini juga menyatu antara satu dan lainnya. “Saat ditemukan kondisinya sudah cukup besar sekali, asal usulnya saya tidak tau,” imbuh warga lainnya Wardoyo, 40.

Atas fenomena alam yang terjadi ini, kini ramai dikunjungi warga. Selain warga sekitar juga banyak warga lainnya yang penasaran dan ingin melihat secara langsung jamur unik tersebut. “Hampir setiap harinya selalu ramai, apalagi saat hari libur pengunjungnya bisa mencapai ribuan orang. Pengunjung juga memberikan sumbangan seadanya yang nantinya dimasukkan untuk kegiatan masjid,” tuturnya.

Warga dari Kecamatan setempat bahkan luar Kabupaten Karanganyar seperti Sragen dan Ngawi, berduyun-duyun ingin melihat keajaiban jamur tersebut sejak ditemukan sepekan lalu.

Marjoko, 29, pengunjung dari Kecamatan Tasikmadu itu mengaku penasaran dengan adanya jamur raksasa tersebut. Kemarin ia bersama anak dan istrinya sengaja menyempatkan datang langsung ke tempat tumbuhnya jamur berukuran raksasa tersebut. “Saya taunya dari nenek yang sudah melihat lebih dulu, makanya ini mengajak anak dan istri untuk menyaksikannya langsung dari dekat,” ucapnya.pd

 

 

 

 

 

Read More
DSC_2723

Bhakti TMMD Desa Buntar, Kecamatan Mojogedang

DSC_2723

Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum Sedang Memberikan Sambutan Pengarahan

Pembukaan Bhakti TMMD di Desa Buntar, Kecamatan Mojogedang dilaksanakan pada hari Selasa, (16/4) bertempat di Aula Balai Desa Guntur. Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar, Dandim 0727 Karanganyar, Kapolres Karanganyar, PLH Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar, Perwakilan Pengadilan Agama,  sejumlah Anggota DPRD dan Kepala SKPD Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar dalam sambutan arahannya, antara lain pelaksanaan TMMD dimaksudkan untuk sasaran fisik maupun sasaran tambahan adalah untuk kesinambungan membangun desa  dalam rangka berkehidupan sebagai masyarakat ataupun berbangsa yang hasilnya untuk kemanfaatan orang banyak serta untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangkitkan rasa memiliki daerahnya.

Sementara itu Danramil Mojogedang , Kapten Inf Sukiman dalam laporannya mengatakan, panjang pengerjaan jalan 550m, waktu pelaksanaan selama 10 hari melibatkan TNI dan Warga.  Dengan anggaran dari APBD Kabupaten Karanganyar sebesar 125 juta rupiah dan dana swadaya masyarakat sebesar 40 juta rupiah. (dt/ad)

Read More

Pemkab Berikan Bantuan Kolam Ikan

Karanganyar, Selasa (19/03/2013).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) memberikan bantuan pembuatan kolam ikan pada 2013. Bantuan tersebut diberikan di 20 tempat yang berada di 12 kecamatan di Karanganyar.

12 kecamatan tersebut antara lain Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, Matesih, Karangpandan, Jenawi, dan Kerjo. Selain itu, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, Kebakkramat, Colomadu serta Tasikmadu juga mendapatkan bantuan yang sama. Tiap-tiap kecamatan mendapatkan Rp 50 juta dan disalurkan di masing-masing titik di daerahnya.

Plt Kepala Disnakan Karanganyar, Siti Maisyaroch menyebutkan, bantuan itu hanyalah stimulan. Nantinya, imbuh dia, warga juga akan mendapatkan bantuan benih ikan. “2012 ini, kami memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan kolam ikan. Selanjutnya, kami juga akan memberikan bantuan bibit ikan,” kata dia, di acara Pengukuhan Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan dan Pemberdayaan Warung/Kantin Sekolah, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (18/03)  .

Pihaknya berharap, masyarakat bisa mengembangkan bantuan itu secara swadana. dengan begitu, maka secara langsung bisa menaikkan kesejahteraan dalam sisi ekonomi warga. Selain itu, dengan pengembangan budidaya ikan bisa mengurangi angka pengangguran di Bumi Intanpari.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani meminta kepada semua pihak untuk mendukung budidaya ikan. Tidak hanya dengan memeliharanya saja, melainkan menaikkan konsumsi ikan. Seruan itu Rina tekankan kepada ibu rumah tangga. Dengan memberikan arahan kepada anggota keluarganya tentang nutrisi yang terkandung dalam ikan, pihaknya yakin tingkat konsumsi di Karanganyar akan jauh meningkat.

Dikatakan orang nomor satu di jajaran Pemkab Karanganyar  itu, kandungan Omega 3 dalam ikan sangat berguna untuk meningkatkan kecerdasan anak. “Awalnya memang enggan memakan ikan. Tapi kami yakin jika dibiasakan, anak-anak pasti akan menyukai ikan. Oleh karena itu, kami akan memberikan pelatihan ibu-ibu lewat PKK dalam hal memasak ikan,” katanya. pd

 

Read More

SEJUMLAH WARNET BELUM BERIZIN

Karanganyar, Senin (26/11/2012)

Jajaran Bidang Kominfo, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) melakukan monitoring ke sejumlah warung internet (Warnet) dan game online di Kecamatan Kerjo dan Mojogedang, Sabtu (24/11) siang. Monitoring tersebut dilakukan guna mengecek sisi perizinan, pelayanan konten/ isi layanan, setting tempat layanan.

Setidaknya ada lima Warnet dan game online yang menjadi  sasaran monitoring, di antaranya dua tempat di wilayah Kecamatan Mojogedang. Sedangkan sisanya sebanyak tiga tempat penyedia jasa informasi dan game lainnya berada di Kecamatan Kerjo.

Hasilnya, Pemkab dalam hal ini melalui bidang Kominfo masih menemukan Warnet dan game online yang belum berizin dan memberikan pelayanan yang belum bagus dalam hal setting tempat layanan atau ruangan. Bahkan, di salah satu Warnet di Kecamatan Mojogedang justru memiliki bilik yang terlalu tinggi dan dimungkinan besar bisa disalahgunakan oleh para pengguna jasa informasi tersebut.

Kecemasan tersebut terbukti dengan ditemukannya sepasang remaja yang sedang berpacaran di salah satu Warnet itu. Saat kepergok, salah seorang siswi SMP di Kabupaten Karanganyar dan temannya tersebut berdalih ingin mengerjakan tugas sekolah.

Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dishubkominfo Karanganyar, Sri Herlina mengatakan, hasil monitoring tersebut akan jadikan dasar pengambilan kebijakan ke depan. “Melihat temuan di lapangan, kami akan melakukan tindaklanjut. Konkretnya, data yang kami kumpulkan akan menjadi bahan pembuatan kajian aturan mengenai jasa informasi,” kata Lina di sela-sela monitoring.

Hal yang juga wajib dicermati oleh para pemilik Warnet yakni soal setting bilik yang dipasang dan dinilai terlalu tinggi. Hal ini ditekankan pasca penemuan sepasang remaja yang sedang berpacaran. “Ini akan menjadi bahan pencermatan dan pengawasan kami pada warnet di semua wilayah Kabupaten Karanganyar,” ujar dia.

 

.ek/pd

Read More

Jumlah Alat e-KTP Minim

Jumlah mesin untuk pendataan elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) wilayah Karanganyar masih minim. Untuk saat ini satu kecamatan hanya diberikan dua mesin, padahal jumlah warga yang wajib e-KTP lebih dari 35.000 jiwa. Mesin e-KTP sendiri sudah didatangkan sejak 23 Februari yang lalu, tetapi baru beberapa alat saja yang dikirimkan ke kecamatan.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Karanganyar Sucahyo mengatakan jumlah mesin untuk wilayah Karanganyar masih jauh dari kata ideal. “Dua alat itu hanya untuk 35.000 wajib e-KTP, dan setiap kelebihan 15.000 harusnya ada tambahan satu mesin lagi,” Dia mencontohkan untuk Kecamatan Karanganyar yang notabene merupakan kecamatan terbesar dengan jumlah wajib e-KTP mencapai 68.000 hanya mendapatkan dua mesin. “Idealnya di atas 65.000 mendapatkan empat mesin,” susulnya.
Terkait kondisi ini, pihaknya mengaku tidak dapat berbuat banyak karena kemungkinan adanya tambahan itu sangat kecil. “Biasanya yang dapat tambahan adalah kota-kota yang menyelenggarakan e-KTP pertama, sementara kami yang kedua,” tandasnya. Karanganyar sendiri mendapatkan 36 mesine-KTP yang di bagi untuk 17 Kecamatan. yang ada. Dari 17 Kecamatan, empat di antaranya sudah mendapatkan kiriman mesin. Antara lain Kecamatan Mojogedang, Kerjo, Jenawi dan Ngargoyoso. Sedangkan, mesin e-KTP sisanya akan dikirimkan secara berkala. Sementara di Dispendukcapil sendiri akan menyiagakan dua mesin untuk melayani jika sewaktu-waktu ada yang akan membuat e-KTP di kantor Dispendukcapil.
Sucahyo menambahkan sebelum pelaksanaan pencatatan data, para operator atau petugas e-KTP akan mendapatkan bimbingan teknis dari konsorsium.

Read More

Kurangi pengangguran, Pemkab gelar penyuluhan

Guna mengurangi angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggelar penyuluhan di sejumlah wilayah pedesaan di Karanganyar.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Martadi, mengatakan, sementara ini penyuluhan baru digelar di Kecamatan Mojogedang dan Kebakkramat.

Ke depan, pihaknya juga akan menyasar ke kecamatan yang lain. Dari penyuluhan itu, diketahui bahwa masyarakat sebetulnya sangat antusias untuk meminta bantuan dicarikan peluang kerja, baik di Karanganyar, Jateng maupun ke luar negeri.

“Penyuluhan ini untuk memberantas kemiskinan dan pengangguran bagi masyarakat yang masuk dalam usia produktif,” ungkapnya saat ditemui di Alun-alun Karanganyar, Jumat (18/11/2011).

Setidaknya, ungkap Martadi ada sekitar 20 persen dari total warga yang berusia produktif, masih menganggur. Di antara mereka ada yang lulusan SD, SMP dan SMA.  Salah satu penyebabnya, kata dia, yakni masih adanya pendapat mangan ora mangan waton kumpul (makan tak makan asal kumpul).

“Pendapat ini sedikit demi sedikit akan dikikis agar masyarakat banyak yang berkerja dan tida menggantungkan hidupnya dari orang lain, serta terbuka wacananya. Kami akan menginformasikan peluang kerja baik dalam maupun luar negeri. Bahkan untuk gaji yang akan mereka dapatkan, juga sudah kami sosialisaskikan,” jelasnya.

Sasaran dari penyuluhan itu memang ke desa-desa, agar informasi peluang usaha ini benar-benar sampai ke masyarakat.  Setelah penyuluhan, pihaknya akan menggelar evaluasi.

Pada tahap kedua, jika diperlukan, akan mendatangkan Perusahaan Penyedia Tenaga Kerja Indonesia-Swasta (PPTKIS) ke desa-desa.  Bila ada warga yang berminat kerja di luar negeri, bisa langsung menghubungi perusahaan yang bersangkutan.

Read More