Pencanangan Kampung KB di Desa Kutho Kecamatan Kerjo
- Sambutan dari Bupati Karanganyar saat pencanangan Kampung KB di Desa Kutho Kecamatan Kerjo (25/9)
- Penandatanganan Pencanangan Kampung KB oleh Bupati Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan sambutan sekaligus mengisi pengajian di Kecamatan Kerjo, Rabu Siang (22/03)
Karanganyar, Senin 23-03-2017
Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Kepala OPD terkait dan Pengurus MTNI Karanganyar menghadiri pengajian dan pengukuhan Majelis Ta’lim Nurul Iman Kecamatan Kerjo di Aula Kecamatan Kerjo, Rabu Siang (22/3).
Dalam kesempatan ini Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengatakan MTNI merupakan Majelis yang telah dibentuk sejak 5 tahun lalu untuk mewadahi pengajian bagi ASN maupun non ASN termasuk perangkat desa diseluruh Perangkat Daerah dilingkup Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Pengajian ini wacananya akan dilaksanakan tiap 3 bulan sekali di masing-masing kecamatan.
“Apapun organisasi nya NU, Muhammadiyah, MTA dan LDII, silahkan berkumpul jadi satu di pengajian ini, guyup rukun perkuat Ukhuwah Islamiyah”, tegas Juliyatmono
Ditambahkan lebih lanjut oleh Juliyatmono bahwa Islam itu agama yang indah dan cocok diterapkan dimanapun karena menebarkan kebaikan akan tetapi tidak boleh bertentangan dengan budaya dan perilaku yang ada di Indonesia dengan Pancasilanya.
“Dalam dimensi kenegaraan pasti ada masalah dan masalah akan terselesaikan dengan baik manakala masing-masing punya nawaitu, niat untuk membangun negeri dengan baik”, ujar Juliyatmono
Dalam pengajian MTNI kali ini, dikukuhkan sebanyak 40 pengurus MTNI Kecamatan Kerjo yang mempunyai masa bakti 2016-2021 Demikian Diskominfo (ad)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berbincang dengan warga penerima ganti rugi pembangunan Waduk Gondang
Karanganyar, Rabu (14/10/2015)
Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta kepada ratusan warga Desa Ganten, Kecamatan Kerjo penerima ganti rugi tanah untuk pembangunan Waduk Gondang untuk berhati-hati.
“Jangan tergesa-gesa menggunakan uang itu, saya sarankan gunakan juga untuk bersedekah dengan iklhas,” kata Bupati Juliyatmono Selasa (13/10) di Balai Desa Ganten, Kecamatan Kerjo.
Terkait ganti rugi tanah itu, setelah ada persetujuan selama 14 hari sudah bisa masuk rekening masing-masing di bank.
Bupati juga menjelaskan, jika ada warga yang tidak cocok dengan harga ganti rugi tanah yang telah dihitung oleh tim penilai (appraisal) bisa mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri terhitung 14 hari sejak nilai ganti rugi diumumkan.
“Apabila kurang puas lagi, bisa mengajukan ke Mahkamah Agung RI,” kata dia.
Dari hasil penelusuran, warga penerima ganti rugi tanah ada yang mendapatkan Rp. 500 juta. Adapula Rp. 1,2 miliar terbagi untuk rumah tinggal dan lahan pekarangan yang terdapat berbagai pohon.
“Saya masih bingung untuk apa saja uang sebanyak itu,” kata salah satu warga. pd

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memberikan Sambutan Kepada Hadirin Penerima Bantuan Dana Hibah Absolut
Bertempat di Gedung KPRI Rumaket Kerjo, Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar didampingi SKPD terkait meresmikan Kantor Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MPd) Kecamatan Kerjo, Rabu Siang 27/05. Selain meresmikan kantor baru, juga disampaikan penyaluran bantuan dana hibah absolut tahun 2014 sebesar 174 juta yang diwujudkan dalam bantuan kambing sebanyak 42 ekor, Jambanisasi untuk 60 kartu keluarga, RTLH 7 rumah dan peralatan perbengkelan.
Buoati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengatakan bahwa Kecamatan Kerjo merupakan akses masuk ke Kabupaten Karanganyar dari arah Kabupaten Sragen, untuk itu sarana fisik seperti akses jalan akan dilebarkan. Terlebih dengan adanya pembangunan Waduk Gondang yang rencana tahun 2017 akan terselesaikan, diharapkan mampu meningkatkan gairah perekonomian sekitar. Dengan makin dikenalnya Kecamatan Kerjo sebagai penghasil alpukat, Juliyatmono juga berharap agar masyarakat memanfaatkan ladang kosong warga untuk dibudidayakan tanaman alpukat.
“PNPM MPd tetap akan diberdayakan oleh pemerintah daerah sebagai mitra kerja dalam rangka mensejahterakan masyarakat sekitar”, imbuh Juliyatmono. ad

Bupati Karanganyar Juliyatmono (bertopi, tengah) saat melihat kondisi di salah satu rumah penduduk, Dusun Sidomulyo, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Rabu (11/02)
Karanganyar, Jumat (13/02/2015)
Berdasarkan hasil koordinasi antara pihak perangkat desa (Perdes) Gempolan dan Kecamatan Kerjo, 16 kepala keluarga (KK) yang tinggal di lokasi rawan longsor bakal dipindahkan ke tanah kas desa setempat. Keputusan ini sehubungan dengan instruksi Bupati Karanganyar Juliyatmono untuk merelokasi warga yang berdomisili di area rawan longsor.
Kepala Desa (Kades) Gempolan, Sukiman mengatakan telah mencari lokasi yang cocok untuk 16 KK tersebut. Akhirnya, pihaknya mengajukan lahan milik kas desa sebagai pengganti lahan yang nantinya digunakan untuk membangun rumah mereka.
Dia menceritakan lokasi yang baru itu tidak jauh jaraknya dari rumah mereka yang rawan longsor yakni sekitar 200 meter. “Kalau dirata-rata per rumah nanti luasnya 200 meter persegi, paling total sekitar 3.600 meter persegi. Nanti bentuknya adalah swakelola. Warga mendapatkan hak pakai. Sedangkan untuk rumah sebelumnya tetap menjadi hak warga. Tapi semuanya terserah warga setuju atau tidak,” kata dia, Kamis (12/2).
Lokasi yang lama menurutnya memang sudah tidak layak. Pasalnya, sesekali ada getaran dan ditakutkan mengakibatkan adanya longsoran. Oleh karena itu, sebelum musibah terjadi, Pemkab melakukan langkah antisipatif.
Camat Kerjo, Tri Widoyo menegaskan penggunaan tanah kas desa untuk relokasi tersebut baru rencana. “Kalau warga yang bersangkutan setuju, maka saya akan segera melaporkannya ke Bupati,” katanya. pd
Karanganyar, Senin (15/12/2014)

Penebaran bibit ikan berbagai jenis untuk menjaga ekosistem sungai, Senin (15/12) di Sungai Mantenan, Dusun Bloran, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo
Ribuan ikan dari berbagai jenis ditebar di sungai-sungai di Kabupaten Karanganyar. Hal itu merupakan upaya untuk menjaga kelestarian ekosistem sungai dan upaya pelestarian alam.
Sungai Mantenan, Dusun Bloran, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo menjadi salah satu lokasi untuk kegiatan menebar benih ikan, yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Senin (15/14).
Sebanyak 15 ribu ikan nila, empat ribu ikan tawes, dan 15 ribu ikan lele disebar di sungai tersebut untuk pelestarian sumber hayati. Sedangkan untuk se Kabupaten Karanganyar di sebar di 16 titik lokasi, dengan jumlah total sebanyak 175 ribu ikan nila, 40 ribu ikan tawes, dan ikan lele sebanyak 40 ribu.
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan sungai jangan di cemari, atau menyetrum ikan. Karena dapat merusak ekosistem yang ada. Selain melestarikan sungai dan lingkungan. Sedekah alam ini juga bertujuan agar kita bisa lebih dekat dengan masyarakat secara langsung.
“Jadi kami berpesan agar masyarakat mampu menjaga sedekah alam ini dengan tidak mencemari sungai dalam bentuk apapun. Saya tegaskan untuk tidak merusaknya,” ujar Bupati Karanganyar Juliyatmono.
Selain Bupati, kegiatan menebar ribuan bibit ikan itu diikuti Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dan Muspida Karanganyar. pd
Karanganyar, Rabu (10/09/2014)

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat memberikan sambutan dalam acara groundbreaking bendungan Gondang, di Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Selasa (09/09).
Pemkab Karanganyar bakal memiliki sebuah waduk yang berada di Desa Ganten, Kerjo, Karanganyar. Waduk yang diberi nama Gondang itu rencananya mulai dibangun tahun 2014-2018 dan menelan biaya Rp 636 miliar.
Waduk Gondang sendiri memiliki luas 88,25 hektare dengan rincian lahan di warga Karanganyar 38,75 hektare lahan yakni 27 hektare milik warga Ganten dan Gempolan, 12 hektare milik warga Jatirejo, Ngargoyoso. Sisanya 43,8 hektare menggunakan lahan milik PTP IX Kerjoarum.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan saat ini masih proses negosisasi dengan warga pemegang sertifikat. Hanya saja, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) berjanji akan mempercepat proses pembebasan lahan warga tersebut sehingga pembangunan bisa segera dimulai.
“Untuk pembangunan waduk ini, kami mengalokasikan dana Rp 636 miliar. Sebenarnya target kami rampung pada 2018 tapi kami percepat menjadi 2017. Mengingat panjangnya pengerjaan, maka kami menggunakan sistem Multi Years Contract,” kata Menteri PU, Djoko Kirmanto saat acara groundbreaking waduk Gondang, di Desa Ganten, Kecamatan Kerjo, Selasa (09/09).
Dijelaskan Djoko, waduk tersebut mampu menampung 10 juta meter kubik air yang bisa didistribusikan ke 4.680 hektar lahan pertanian. Tidak hanya itu, waduk bisa dijadikan pasokan air baku ke industri dengan kemampuan 200 liter/detik.
Walaupun posisi waduk berada di Karanganyar, namun pemanfaatan airnya bisa sampai ke wilayah Kabupaten Sragen. Bahkan, pihaknya memprediksi air yang mengalir ke Sragen lebih besar dibandingkan Karanganyar yakni 2/3 bagian dari total air yang bisa ditampung di sana.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi upaya Pemkab Karanganyar dalam membujuk warga pemilik lahan untuk mengikhlaskan asetnya dibuat waduk. “Saya harus mengucapkan terima kasih secara khusus kepada warga Kerjo yang rela menyerahkan lahannya untuk digunakan waduk,” kata Ganjar.
Bupati Juliyatmono mengatakan, infrastruktur merupakan poin penting pengingkatan produksi pertanian dalam rangka program ketahanan pangan nasional. Dia meminta infrastruktur itu juga mengarah ke sekitar waduk. “Kalau tahun ini mendapatkan dana Rp 58 miliar dari Pemprov untuk infrastruktur. Di 2015, kami mohon sekitar Rp 70 miliar lagi agar infrastruktur bisa dituntaskan,” kata dia. pd

Bupati Karanganyar Rina Iriani (berjilbab) menyadap karet di Perkebunan Karet di Batu Jamus, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (28/06/2013) pagi
Karanganyar, Sabtu (29/06/2013)
Dalam rangkaian kunjungan Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Dahlan Iskan menyempatkan mengunjungi kawasan perkebunan karet di Batu Jamus, Kecamatan Kerjo, Karanganyar.
Setelah salat subuh, Dahlan bersama Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengunjungi perkebunan karet, Jumat (28/06) sekitar pukul 05.00 pagi. Di sana rombongan disambut dengan antusias oleh ratusan petani karet dan karyawan perkebunan.
“Sungguh luar biasa, berada di kawasan ini saat pagi buta. Jujur saja, ini merupakan pengalaman pertama bagi saya menyadap karet,” ungkap Dahlan Iskan.
Kemudian, Dahlan langsung meminta seorang mandor untuk diajari bagaimana cara menyadap karet. Merasa sudah bisa menyadap Dahlan langsung mengajak Bupati Karanganyar, Rina Iriani, berlomba menyadap karet dengan juri para mandor.
“Saya minta Bupati Rina untuk berlomba menyadap karet,” jelasnya.
Dahlan dan Bupati Rina pun berlomba menyadap karet. Sorak-sorai hadirin membahana menyemangati keduanya. Tak lama setelah selesai menyadap, akhirnya Dahlan pun kalah dalam lomba ini. Sadapan dia banyak melukai pohon dan tidak teratur.
Bupati Rina menyampaikan bahwa sebenarnya tidak ada kalah menang tapi semangat motivasi dan keteladanan seorang menteri seperti Dahlan Iskan inilah yang diperlukan rakyat.
“Menteri yang mau melihat langsung, apalagi turun langsung di pagi buta begini. Sepanjang sejarah baru sekali ini terjadi dalam pemerintahan yang saya alami,” ujar Rina.pd
Camat Kerjo, Bambang Djatmiko, mengatakan proses pihak Kementerian Pekerjaan Umum telah merampungkan proses pembebasan lahan milik warga. Kini, pihaknya masih menunggu realisasi proyek pembangunan Waduk Gondang. “Pembebasan lahan milik warga sudah selesai, sekarang tinggal menunggu realisasinya saja,”.
Proyek pembangunan Waduk Gondang dilaksanakan di Desa Ganten dan Gemolan, Kecamatan Kerjo. Lahan milik warga yang berdomisili di Kecamatan Kerjo yang terkena proyek pembangunan waduk itu seluas 37 m2. Rinciannya, 21 keluarga di Desa Gemolan dan satu keluarga di Desa Ganten. Sementara selebihnya lahan tanah milik warga Kecamatan Ngargoyoso.
Sebenarnya, beberapa lahan tanah milik desa setempat dan PTPN IX, Batu Jamus juga terkena proyek pembangunan waduk. Tanah milik desa yang terkena proyek pembangunan waduk seluas enam m2. Sementara lahan tanah milik PTPN IX seluas 33 m2.
“Tanah milik desa masih diurus karena harus mendapat persetujuan dari Gubernur Jateng,” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Priharyanto, menjelaskan Pembangunan Waduk Gondang diperkirakan dimulai pertengahan 2013. Waduk ini mampu mencukupi kebutuhan air bagi 4.630 hektare lahan pertanian di sekitar Kecamatan Kerjo, Ngargoyoso dan sebagian wilayah Kabupaten Sragen.
Saat ini, Detail Engineering Design (DED) tengah direvisi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Pihaknya menargetkan proyek pembangunan waduk dimulai pertengahan tahun ini. “Revisi DED sudah kelar, kami masih menunggu koordinasi dengan Kementerian [Kementerian Pekerjaan Umum],” jelasnya.
Seorang warga Karanganyar yang mengaku sebagai nabi palsu diketahui berdomisili di wilayah Kecamatan Matesih. Saat ini, Kementerian Negara (Kemenag) Karanganyar tengah meneliti ajaran yang disebarkan nabi palsu tersebut.
Informasi yang dihimpun, menyebutkan nabi palsu itu mempunyai pengikut yang tidak sedikit. Biasanya mereka mengikuti pengajian di suatu tempat tertentu secara bersama-sama. Berdasarkan laporan masyarakat sekitar, tata cara peribadatan aliran tersebut berbeda dengan ajaran agama Islam sehingga ditengarai sesat.
Kasi Penamas dan Pekapontren Kemenag Karanganyar, Nur Hadi, mengatakan pihaknya sedang meneliti dan mengkaji secara mendalam untuk menentukan apakah ajaran itu sesat atau tidak. Pihaknya mengaku telah mengantongi dokumen yang berisi data penyebaran ajaran tersebut. “Masih kami teliti, apakah ajaran itu benar-benar sesat atau tidak,”.
Sebenarnya, ajaran tersebut berkembang sejak puluhan tahun silam. Setelah pemimpinannya meninggal dunia, ajaran tersebut sempat vakum beberapa tahun. Kala itu, pemimpin aliran tersebut berdomisili di Kecamatan Kerjo. Selanjutnya, para pengikut aliran tersebut kembali menyebarkan ajarannya kepada warga sekitar.
Mayoritas pengikut aliran tersebut berdomisli di Matesih dan menyebarkan ajaran secara tertutup. Hanya para pengikut aliran itu yang diperbolehkan mengikuti pengajian setiap pekan. “Pengajiannya dilakukan tertutup, penelitian baru tahap awal jadi kemungkinan ada fakta yang lain,” ujarnya.
Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karanganyar, Zainuddin, menyatakan pihaknya telah mengundang para pengikut aliran itu untuk melakukan pertemuan hingga beberapa kali. Namun, para pengikut aliran tersebut tidak pernah mau mendatangi pertemuan itu.
Pihaknya bakal mengkaji kembali aliran tersebut dengan berdialog dengan para pengikut aliran tersebut. Dia juga berharap agar Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang dibentuk beberapa bulan silam mampu merampungkan permasalahan tersebut. Sebab, apabila dibiarkan maka berpotensi memicu konflik horizontal. “Mereka sudah kami undang berdialog namun tak pernah datang. Saya harap FKDM dapat menyelesaikan masalah ini karena terdapat unsur Muspida dan toga di Karanganyar,” tambahnya.
Sumber : http://www.solopos.com