DSC_0011

Lunas PBB P2 Tercepat, Selenggarakan Undian Berhadiah

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan sambutan di pengundian PBB P2, Selasa (29/12), di Kecamatan Jumantono

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan sambutan di pengundian PBB P2, Selasa (29/12), di Kecamatan Jumantono

Karanganyar, Kamis (31/12/2015)
Setiap tahun, bagi kecamatan yang paling cepat lunas pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan di Kabupaten Karanganyar, berhak menyelenggarakan pengundian berhadiah bagi pembayar pajak.

Hadiah yang diberikan cukup menarik, terdapat 1 unit sepeda motor, meja kursi ukir, sepeda gunung, dan kulkas.

Untuk tahun 2014, Kecamatan yang paling cepat lunas awal PBB P2 yakni Kecamatan Jumantono, sehingga berhak menyelanggarakan pengundian tahun 2015. Kemudian untuk tahun 2015, Kecamatan Jatipuro akan menyelenggarakan di tahun 2016.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Karanganyar Sumarno mengatakan tahun 2014 dari 162 Desa, 15 Kelurahan terdapat 70 desa/kelurahan yang lunas.

“Tahun ini meningkat menjadi 75 desa dan 7 Kecamatan,” kata Sumarno, Selasa (29/12), saat pengundian hadiah di Kecamatan Jumantono.

Sumarno menambahkan, target perolehan PBB sebanyak Rp. 21 Miliar, sedangkan tahun ini meningkat menjadi Rp. 25 Miliar. “Semuanya kita sudah bisa mencapai realisasi 100 persen,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat kepada Pemerintah, kembali untuk di masyarakat digunakan untuk pembangunan.
“Bagi yang belum membayar pajak, kita minta untuk segera membayar. Ketua RT, Kades, Lurah meminta bagi yang belum membayar,” kata Bupati. pd

Read More
IMG_4562

Pelatihan Teknologi Informasi di Broadband Learning Center (BLC)

IMG_4562

Pelatihan Internet dasar untuk siswa SD di BLC Kabupaten Karanganyar

Dalam rangka meningkatkan kemampuan SDM di bidang teknologi informasi, Broadband Learning Center (BLC) Pemerintah Kabupaten Karanganyar kembali menyelenggarakan “Pelatihan Teknologi Informasi Gratis” untuk Tahun Anggaran 2015.

BLC sendiri merupakan Program pelatihan teknologi informasi yang terbuka bagi seluruh warga masyarakat di Kabupaten Karanganyar, dikelola oleh Bagian PDE Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini secara rutin dilaksanakan setiap tahun.

Materi pelatihan yang diberikan di BLC adalah terkait teknologi Informasi seperti : Pengenalan Internet, pembuatan website, pembuatan blog dan materi TI lainnya sesuai dengan kebutuhan.

“Untuk bulan Februari ini pelatihan diikuti oleh siswa-siswa Sekolah Dasar di lingkungan UPT PUD NFI dan SD Kecamatan Jumantono, dan akan diteruskan di bulan berikutnya sesuai dengan jadwal yang telah disusun”, demikian dikemukakan oleh Sekretaris Daerah Drs. Samsi, M.Si, pada hari kamis, 12 Februari 2015 di sela-sela pelaksanaan pelatihan yang diikuti oleh siswa-siswa SDN Tugu 01, Kecamatan Jumantono.

Ditambahkan, beliau mempersilahkan bagi kelompok masyarakat di Kabupaten Karanganyar yang ingin diberikan pelatihan, bisa mengajukan permintaan atau berkoordinasi dengan Bagian PDE Setda Kabupaten Karanganyar selaku pengelola kegiatan pelatihan di BLC. pde

Read More
DSC_8257

Kabupaten Karanganyar Adakan Festival Durian

DSC_8257

Bupati Karanganyar, Kapolres Karanganyar dan Dandim 0727 Karanganyar saat hadiri Festival Durian di Lapangan Tugu, Genengan, Jumantono, Minggu Pagi (23/02)

Buah durian dengan ciri dan bau khasnya telah menjadi daya tarik bagi para penikmat durian. Tak hanya itu, rasa yang manis dengan sedikit pahit merupakan rasa durian yang kerap dicari masyarakat.  Dari hal tersebut Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan Festival Durian untuk tingkat Kecamatan dilapangan Tugu, Dusun Genengan, Kecamatan Jumantono. Minggu (23/02).

Kegiatan yang melibatkan petani durian se-Kecamatan Jumantono ini diikuti sebanyak 58 peserta perlombaan difestival durian dimana acara ini cukup menarik perhatian masyarakat. Selain perlombaan, Kardi selaku ketua panitia pelaksana mengatakan dalam festival ini diharapkan Pemerintah Kab. Karanganyar dapat meresmikan daerah dari pemenang lomba buah durian sebagai Desa wisata buah durian di Kecamatan Jumantono.

“Kriteria penilaian berdasarkan dari ketebalan, kekenyalan dan warna dari daging durian serta dari besarnya ukuran buah durian.” Terang Wiji Suparmanto perwakilan Disperindagkop Kab. Karanganyar yang menjadi salah satu juri dalam festival durian tersebut.

Darmi warga Dusun Genengan Kecamatan Jumantono akhirnya menjadi pemenang perlombaan dengan perolehan skor 285 dan berhak atas hadiah LCD TV 21 inc + Sertifikat + Uang Tunai dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan Karanganyar. “Setelah bu Darmi keluar menjadi pemenang perlombaan, maka saya resmikan Dusun Genengan sebagai Desa wisata buah durian di tingkat Kecamatan serta Bu Darmi akan mendapatkan pembinaan dari Dinas Pertanian untuk penanaman bibit unggul tersebut”. Lengkap Juliyatmono. ch/ds

Read More

Sekda : Perangkat Desa Ke Kantor Jangan Telat

Sekretaris Daerah, Samsi sidak di Kantor Desa Sringin, Kecamatan Jumantono, Selasa (13/08)

Sekretaris Daerah, Samsi sidak di Kantor Desa Sringin, Kecamatan Jumantono, Selasa (13/08)

Karanganyar, Selasa (13/08/2013)

Sekretaris Daerah, Samsi, mengadakan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa Kantor Desa di wilayah Kecamatan Jumantono, Selasa (13/08) pagi.

Di Kantor Desa Blorong, Samsi, tidak menemukan perangkat desa yang membolos ataupun telat masuk, akan tetapi meminta dalam melayani masyarakat jangan telat ke kantor.

“Semestinya kalau ke kantor jangan sampai telat, layani masyarakat dengan baik, biar keperluan mereka bisa dilayani dan tidak lambat,” kata Samsi disela-sela sidak.

Hal yang sama juga di katakan Bupati Karanganyar, Rina Iriani, saat sidak PNS, kemarin, Senin (12/08).

“Melayani masyarakat di desa jangan sampai lelet, harusnya aparat desa datang lebih pagi, kasihan apabila ada masyarakat yang datang tapi belum ada yang datang” ujar dia.

Kemudian di tempat yang lain, yakni Kantor Desa Sringin, juga tidak mendapati adanya perangkat desa yang membolos, tetapi ada yang dinas luar.

Terkait dengan sangsi yang akan diberikan apabila ada yang membolos dia menjelaskan jenis indisipliner apa yang dilakukan maka disesuaikan dengan jenis hukuman disiplin.

Selain di Kantopr Desa, Samsi, juga mendatangi Kecamatan Jumantono, Puskesmas Jumantono, dan UPT Disdikpora Kecamatan Jumantono, di tempat tersebut juga tidak ditemukan PNS yang membolos.  pd

Read More

DKP Usulkan Tambah Lampu Tenaga Surya di 20 Titik

Pemasangan lampu tenaga surya untuk penerangan jalan di 20 titik di sejumlah kecamatan digagas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar. Rencana tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Kami sebenarnya mengusulkan program penambahan penerangan jalan kepada Pemprov sejak tahun 2009 lalu,” ujar Kepala DKP Karanganyar, Maulan, Jumat (5/10).
Penambahan penerangan lampu jalan dengan tenaga surya tersebut, menurutnya, menjadi prioritas karena banyaknya aspirasi dari masyarakat. Wilayah yang nantinya akan mendapatkan penambahan penerangan jalan di antaranya ruas jalan di wilayah Kecamatan Jumantono, Jumapolo, Jatiyoso, Jatipuro (4J), Karangpandan, dan Tawangmangu.
Maulan menjelaskan lampu tersebut rencananya juga akan dipasang di jembatan-jembatan yang ada di beberapa ruas jalan. Untuk wilayah 4J rencananya ada lima titik yang akan dipasangi lampu tersebut. Sedangkan untuk Tawangmangu, pemasangan lampu akan dilakukan di daerah Kali Samin dan daerah Gumeng menuju Candi Cetho.
Maulan berharap usulan penambahan penerangan jalan tersebut bisa masuk dalam APBD 2013 mendatang. Sehingga jika disetujui bisa dipastikan angka kecelakaan lalu lintas di daerah tersebut di malam hari akan berkurang. “Harapannya angka kecelakaan bisa berkurang,” kata Maulan.
Sementara itu, Kanit Laka Sat Lantas Polres Karanganyar, Iptu Andi Kadesma, menyambut baik program DKP tersebut. Menurutnya, penambahan penerangan jalan di daerah-daerah tersebut sangat membantu para pengguna jalan khususnya di malam hari. “Di daerah tersebut seperti wilayah 4J, Karangpandan, dan Tawangmangu diketahui sangat minim penerangan jalan sehingga rawan kecelakaan,” ujar Andi.
Andi menambahkan selain minimnya penerangan, jalan yang berkelok-kelok dan curam juga berbahaya bagi pengguna jalan. “Walaupun penerangan jalan nanti telah ditambah, kami harap masyarakat juga tetap disiplin dalam berlalu lintas,” imbaunya.

Read More

Jembatan Mbeyan Nyaris Putus

Seringnya tergerus arus dan umur jembatan yang sudah mulai uzur, membuat Jembatan Mbeyan yang menghubungkan Desa Sringin Kecamatan Jumantono dan Desa Dawung Kecamatan Matesih nyaris putus.
Warga Dusun Ngemping Desa Sringin, Sapto (52) mengatakan kondisi jembatan Mbeyan semakin hari semakin kritis. Sebagai jembatan penghubung sejumlah dusun dan desa di dua kecamatan keberadaan jembatan tersebut tidak berfungsi secara maksimal. “Dilihat saja sendiri mas, separuh jembatan tersebut sudah ambrol,” ucapnya Minggu, (29/4).
Agar tetap bisa dilalui oleh warga setempat, sambungnya di sebagian badan jembatan yang tidak amblek dipasangi dan ditopang dengan jembatan bambu sebagai jembatan sementara sembari menunggu diperbaiki oleh Pemkab.
“Jika dibiarkan saja, kondisi ini tentu berbahaya bagi warga yang melintas, apalagi umur bambu juga tidak seberapa,” tandasnya.
Perlu diketahui, saat Joglosemar mencoba melihat jembatan tersebut terdapat lubang yang cukup besar di badan jembatan dengan diameter sekitar 3-4 meter.
Kondisi arus sungai cukup deras dan misalkan dibiarkan saja lambat-laun akan tergerus dan memperparah kondisi jembatan. “Kalau siang hari masih mending mas, coba kalau keadaan malam hari,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sringin, Heru Langgeng Purnomo menuturkan Jembatan Mbeyan tersebut mulai mengalami kerusakan beberapa bulan terakhir. Karena fondasi yang sudah mulai tua dan terus digerus dengan derasnya arus membuat sebagian jembatan tersebut amblek.
“Waktu itu hujan cukup deras, dan air meluap hingga ke badan jembatan. Karena terus dihajar arus akhirnya jembatan itu bolong di bagian tengahnya karena tak kuasa menahan beban,” terangnya Minggu, (29/4).
Selain merepotkan warga, tentunya dengan rusaknya jembatan tersebut membuat aktivitas anak-anak sekolah terganggu. Dan sejak jembatan itu bolong otomatis tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat. “Jadi mau tidak mau harus memutar arah atau mencari alternatif jalan lainnya,” kata dia.
Pihaknya sebenarnya telah  melaporkan keberadaan jembatan Mbeyan tersebut, namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya sama sekali.

Read More

Cari Formula sejak 10 Tahun Lalu

Siapa yang tidak mengenal buah durian? Selain kulitnya yang menyerupai kumpulan duri, baunya yang sangat menyengat mudah untuk dikenali oleh siapa pun. Jika buah ini begitu digemari oleh masyarakat Indonesia lain ceritanya bagi para bule yang menganggap buah durian ini sebagai buah tropis yang menjijikkan karena baunya yang menusuk hidung.
Di Karanganyar, setelah dibudidayakan buah semangka yang beratnya mencapai 30 kilogram dan masuk dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) beberapa waktu lalu, kini giliran seorang pembibit sekaligus petani di Dusun Badran Tawun Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono berhasil membudidayakan buah durian montong yang rata-rata mencapai delapan kilogram per buah.
Bahkan dari 179 pohon yang ditanam di kebun tersebut, lima persen produksi buah durian itu dapat mencapai ukuran hingga 10 kilogram. Penanam pohon durian montong itu dirintisnya sejak tahun 2000 silam, dengan sistem trial and error, namun lama kelamaan ketemulah sebuah formula bagaimana durian montong tersebut dapat berbuah secara maksimal dan besar yakni dari teknik penanaman dan pupuk khusus.
“Setelah ketemu caranya, akhirnya mulai kita budidayakan dengan serius. Dan hasilnya bisa dilihat sendiri,” ujarnya. Di lahan seluas 1, 5 hektare tersebut, dengan 179 pohon dirinya mampu menghasilkan durian hingga 1.900 buah kendati pohon duriannya tersebut tidak begitu tinggi dan begitu besar.
Kebunnya tersebut dia membudidayakan dua macam jenis durian yakni durian montong yang dagingnya tebal dan durian kani yang berwarna oranye. Buah itu dijual dengan sistem per kilo yakni satu kilogram durian montong dihargai Rp 24.000 sedangkan untuk durian kani seharga Rp 20.000.

Read More

Ratusan Rumah Diterjang Puting Beliung

Ratusan rumah di tiga Desa Kecamatan Jumantono rusak parah akibat terjangan angin puting beliung yang disertai hujan gerimis, Rabu (11/1) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Akibatnya puluhan pohon tumbang dan langsung menimpa sebuha rumah di Desa Genengan, Desa Ngunut dan Desa Tugu di Kecamatan Jumantono Karanganyar.
Dari data yang dikumpulkan Joglosemar di lokasi kejadian ada sekitar sembilan rumah yang rusak parah tertimpa pohon dan sebuah masjid, sementara 91 rumah lainnya genteng dan atapnya dibawa terbang oleh angin puting beliung yang datang bersama dengan hujan gerimis.
Enam rumah rusak parah di antaranya berada di Dusun Kakum Desa Genengan, dua rumah dan sebuah masjid di Dusun Ngadirejo Desa Ngunut, sebuah rumah di Dusun Sugat Desa Ngunut sementara 91 lainnya berada di Desa Tugu. Kendati tidak mengalami rusak berat namun sebagian besar genteng dan atapnya terbawa oleh angin sejauh beberapa ratus meter.
Salah satu warga sekitar, Owin (28) mengaku terhenyak dan kaget dengan adanya angin puting beliung yang merusak sebagian besar rumah di kampungnya itu. Pasalnya saat itu dirinya baru sampai di rumah dan mendapati hujan disertai angin kencang telah menerbangkan atap rumah ibunya. “Sontak, saya langsung masuk dan mengajak ibu saya untuk keluar dari rumah mencari tempat yang aman,” ujarnya, Rabu (11/1).
Camat Jumantono, Timotius Suryadi mengatakan saat angin puting beliung terjadi dirinya beserta sejumlah staf masih berada di kantor kecamatan. Saat mendengar suara bergemuruh di luar kantor, otomatis saya langsung melihat keluar. “Ternyata genteng dan atap kantor sudah mulai beterbangan diterjangan angin itu,” ucap dia.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto mengungkapkan kerugian yang ditimbulkan dari angin puting beliung itu jelas banyak, tetapi dirinya belum bisa menaksir semuanya karena masih dalam tahap perhitungan.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/ratusan-rumah-diterjang-puting-beliung-64917.html

Read More

Musim Hujan, Petani Durian Untung Besar

Kendati intensitas hujan semakin meninggi, namun justru membuat petani durian di Kecamatan Jumantono Karanganyar untung besar. Pasalnya musim penghujan yang datang terlambat di tahun 2011 membuat bunga buah durian berkembang dengan pesat tanpa dirusak oleh curah hujan.
Akibatnya panen buah durian kali ini terbilang berlimpah. Dengan kualitas bagus harga jual per buahnya bisa mencapai Rp 60.000 sementara standar harga durian berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 40.000.
Salah satu penjual durian di Dukuh Tugu Desa Genengan Kecamatan Jumantono, Rahino (43) mengaku dapat meraup keuntungan hingga jutaan rupiah dalam setiap musim durian. Selain sudah mendapatkan pelanggan dirinya pun mengaku tidak terpengaruh dengan datangnya musim penghujan. “Sama saja mas, kalau hujan biasanya pembeli langsung mampir ke rumah dan bisa langsung memetik di kebun,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Senin (28/11).
Hal senada juga dikatakan oleh Larmi Sugeng (35) semenjak datangnya musim penghujan ini, dirinya mengaku di warung duriannya yang berada di jalan Desa Genengan tersebut tak pernah sepi dari pembeli. Setiap harinya dia mampu menjual buah durian sekitar dua puluhan buah. “Kalau hujan deras, memang sepi. Tapi setelahnya pasti ada saja yang datang dan mencari durian,” jelasnya saat ditemui di warungnya, Senin (28/11).
Sementara itu, salah satu pembeli Andreas Sunanto (65) mengatakan durian lokal Karanganyar mempunyai ciri khas tersendiri. Selain rasanya yang manis dan legit, daging durian lokal Karanganyar menurutnya lebih tebal dibandingkan dari daerah lain.

Read More

Janda veteran diberi bantuan

Sebanyak 10 orang janda pejuang veteran di Kecamatan Jumantono dan Gondangrejo diberi bantuan oleh Pemkab Karanganyar, Sabtu 23 juli lalu. Pemberian bantuan itu yakni dalam rangka memperingati HUT ke-66 Kemerdekaan RI.

Di Gondangrejo, bantuan tersebut diberikan dengan mendatangi masing-masing rumah janda veteran. Sedangkan di Jumantono, para janda itu dikumpulkan di salah satu warga Desa Blorong.
Masing-masing janda diberikan bantuan uang tunai senilai Rp 200.000, pakaian pantas pakai dan sejumlah bahan makanan pokok. Panitia HUT ke-66 Kemerdekaan RI Karanganyar, Musri Rejeki mengatakan, bantuan tali asih itu diberikan sekaligus untuk mengenang perjuangan para veteran perang yang kala itu gigih merebut kemerdekaan dari cengkeraman penjajah. “Tanpa beliau-beliau, mungkin Negara ini tidak akan seperti sekarang,

Read More