DSC_0066

Turnamen U14, Unjuk Bakat Pesepakbola Muda

Karanganyar, Jumat (30/10/2015)
Turnamen sepak bola Usia 14 (U14) tahun diharapkan menjadi sarana unjuk bakat dan prestasi bagi pesepak bola muda dari Kabupaten Karanganyar.

Pertandingan yang diikuti 17 Kecamatan itu, merupakan rangkaian acara menyambut Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 98, dari 30 Oktober sampai 15 November 2015, di Stadion 45 Karanganyar.

Pada pertandingan pembukaan pertama, dilangsungkan antara kesebelasan Kecamatan Jenawi melawan Kecamatan Karanganyar dengan menyelesaikan 35 menit setiap babak, Jumat (30/10).

Turnamen sepakbola Usia 14 tahun antara kecamatan Jenawi (kaos hijau muda) dan Kecamatan Karanganyar (kaos hitam)

Turnamen sepakbola Usia 14 tahun antara kecamatan Jenawi (kaos hijau muda) dan Kecamatan Karanganyar (kaos hitam)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membuka turnamen mengatakan sepakbola ini bisa mencetak prestasi yang membanggakan.

“Sepakbola adalah olahraga yang merakyat, saya minta untuk berlangsung denga fair play pertandingan ini,” katanya. pd

Read More
au

Resmikan Huntap, Gubernur Ganjar Merasa Kagum

Gubernur Ganjar Pranowo saat melihat dari dekat Hunian Tetap relokasi warga, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi

Gubernur Ganjar Pranowo saat melihat dari dekat Hunian Tetap relokasi warga, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi

Karanganyar, Senin (12/10/2015)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa kagum begitu turun dari mobil melihat keberhasilan pembangunan rumah program relokasi tanah longsor, di Kecamatan Jenawi.

“Wah ini bangunan tertata rapi, bagus-bagus,” kata Gubernur Ganjar Pranowo, setelah peresmian di Hunian Tetap (Huntap) korban tanah longsor, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Minggu (11/10) siang.

Lantas, Ganjar bersama Deputi 1 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bernadus Wisnu Wijaya, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo melihat dari dekat sekitar 30 rumah warga itu yang berdiri di atas tanah seluas 12.900 meter persegi.

“Ini hebat, bisa menjadi contoh daerah lain. Mau pindah saja sudah dua jempol, karena ada orang yang terkena bencana pindah saja tidak mau,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi kepedulian Pemkab Karanganyar dalam menanggulangi bencana, dengan cara masyarakat diberi edukasi pengurangan risiko bencana bahwa tempatnya mempunyai potensi bencana sangat tinggi.

“Akan saya kampanyekan keberhasilan di Karanganyar ini. Mudah-mudahan menjadi contoh pengurangan risiko, karena Jawa Tengah ini supermarketnya bencana,” katanya.

Untuk diketahui biaya pembangunan setiap rumah mendapatkan bantuan dana Rp 20 juta dari APBN ditambah Rp 15 juta dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan Rp 10 juta dari APBD Kabupaten Karanganyar.

Program relokasi korban bencana alam di Kabupaten Karanganyar terealisasi dua tahapan. Tahap pertama, pembangunan 96 unit yang berada di Kecamatan Jenawi, Kerjo dan Tawangmangu dengan total biaya Rp. 1,92 miliar.

“Tahap dua mendanai pembangunan 65 unit rumah sebesar Rp. 1,3 miliar di Jenawi, Kerjo dan Colomadu,” katanya.

Bupati Juliyatmono menjelaskan pula pada kesempatan itu untuk salah satu wujud lain mengurangi risiko bencana, Pemkab Karanganyar akan mengiatkan kegiatan menanam pohon.

“Bulan November nanti akan ada aksi menanam pohon di lereng Gunung Lawu,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa lokasi huntap ini aman dan baik, jadi tidak perlu ada kekhawatiran.

Ditambahkan oleh Bernardus Wisnu Wijaya, pembangunan hunian relokasi tersebut menjadi contoh sinergitas masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana.

“Ini contoh masyarakat dan pemerintah yang tangguh dalam menghadapi bencana,” ujarnya. pd

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunting rangkaian bunga melati saat peresmian Hunian Tetap Relokasi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunting rangkaian bunga melati saat peresmian Hunian Tetap Relokasi

Read More
DSC_0026

Ribuan Orang Ikuti Napak Tilas Penyelamatan Pemancar RRI Surakarta

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menkobaskan bendera start

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menkobaskan bendera start

Karanganyar, Jumat (11/09/2015)
Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan RRI Surakarta mengadakan acara Napak Tilas Penyelamatan Pemancar RRI Surakarta, Jumat (11/09).

Napak tilas itu diikuti oleh 100 regu, dan setiap regu diikuti 10 orang, dari berbagai kalangan, seperti pelajar, masyarakat, ormas, dan pegawai SKPD .

Sedangkan jarak tempuh dari RRI Surakarta sampai Monumen RRI di Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, sepanjang 45 kilometer.

Selain itu juga terdapat empat etape, yakni etape pertama sampai terakhir, berurutan dari Masjid Agung Karanganyar, Putri Duyung Karangpandan, Lapangan Ngargoyoso, dan finisg di Monumen RRI.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat di lokasi pemberangkatan, menceritakan latar belakang saat pasca kemerdekaan, ternyata masih ada ganguan dari Belanda.

“Penyelamatan RRI kala itu untuk tetap bisa sarana menginformasikan kepada masyarakat. Karena ada gangguan dari Belanda, pemancar di ungsikan ke Desa Balong, Kecamatan Jenawi dengan cara digendong,” katanya.

Diperkirakan, peserta terdepan bisa sampai finis pukul 19.00 WIB. Acara napak tilas juga dimeriahkan ketoprak RRI Surakarta, pada malam hari. (tim liputan)

Salah satu peserta saat melewati Jembatan Jurug

Salah satu peserta saat melewati Jembatan Jurug

Tim dari PASI Karanganyar masuk etape pertama, urutan pertama

Tim dari PASI Karanganyar masuk etape pertama, urutan pertama

Read More
DSC_0003

Rapat Persiapan Napak Tilas Perjuangan RRI Surakarta di Kabupaten Karanganyar

????????????????????????????????????

Beri arahan : Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, MM memimpin langsung rapat persiapan Napak Tilas Perjuangan Penyelamatan Pemancar RRI Surakarta di Kabupaten Karanganyar didampingi Dandim 0727 Karanganyar,Kepala Dishubkominfo Karanganyar (kanan), Pimpinan RRI Surakarta dan Sekretaris Daerah Karanganyar (kiri) , Selasa (1/9) di Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

????????????????????????????????????

Rapat persiapan napak tilas diikuti SKPD, BUMD, Organisasi Kepemudaan di wilayah Karanganyar.

????????????????????????????????????

Menyimak : Peserta rapat saat mendengarkan arahan Bupati Karanganyar terkait persiapan napak tilas perjuangan RRI

Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan menyelenggarakan Napak Tilas Perjuangan Penyelamatan Pemancar Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta di Kabupaten Karanganyar. Pelaksanaan kegiatan direncanakan jatuh pada hari Jum’at Tanggal 11 September 2015 pukul 06.30 WIB. Rute yang ditempuh dengan start  RRI Surakarta dan finish di Desa Balong Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Peserta long march ini rencana akan diikuti kurang lebih 1000 orang  meliputi elemen unsur Kepemudaan, Pramuka, Mahasiswa, instansi, Lembaga, Kelompok, serta Organisasi.

Pendaftaran mulai dibuka Selasa – Senin (1-7/09). Pendaftaran tidak dipungut biaya dan bisa dilakukan di kantor DISHUBKOMINFO Kabupaten Karanganyar, Kantor DISDIKPORA Kabupaten Karanganyar, Radio Swiba Karanganyar, dan di kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta.

 

 

 

 

 

 

 

Read More
DSC_0068 copy

Relokasi Warga, Bantuan Dana Hanya Boleh Untuk Bangun Rumah

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat peletakkan batu pertama pembangunan rumah relokasi warga, Rabu (03/06)

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (jongkok) saat peletakkan batu pertama pembangunan rumah relokasi warga, Rabu (03/06)

Karanganyar, Kamis (04/06/2015)
Bantuan dana relokasi bagi rumah warga yang terkena bencana longsor dan tanah gerak beberapa waktu lalu di beberapa wilayah Kabupaten Karanganyar hanya boleh digunakan untuk pembangunan rumah.
Penegasan tersebut dikatakan Bupati Karanganyar Juliyatmono kepada warga yang sudah mendapatkan bantuan lewat rekening masing-masing.
“Dana bantuan jangan untuk keperluan lain-lain. Seperti membeli televisi, sepeda motor atau lainnya. Hanya boleh untuk membangun rumah,” jelas Bupati Karanganyar Juliyatmono saat peletakan batu pertama di lokasi relokasi warga, Rabu (03/06).
Saat didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Bupati mengharapkan sejak peletakan batu pertama dan selama 30 hari kedepan, pembangunan rumah sudah selesai.
“Mudah-mudahan pada Lebaran nanti bisa selesai dan warga bisa berkummpul dengan keluarga,” katanya.
Bupati juga menjelaskan, bekas bahan bangunan di rumah yang sudah rusak, jika ada yang masih baik dapat digunakan lagi.
“Lokasi bangunan yang lama (terkena bencana), tanah nya masih milik masing-masing warga, tidak diminta Pemerintah,” kata Bupati Karanganyar.
Lokasi peletakkan batu pertama kemarin, di lokasi lahan milik Wagiman, RT 02/ RW 03, Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, berada sekitar 150 meter dari lokasi bencana.
Peletakkan batu pertama itu menandai proses relokasi, khususnya bagi relokasi mandiri. Sedangkan untuk pembangunan setiap rumah itu, diberikan bantuan dana APBD Kabupaten Karanganyar sebesar Rp. 10 juta, dari Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp. 15 juta, dan dana berasal dari BNPB sebanyak Rp. 20 juta.
“Di rekening warga itu sudah ada uangnya, namun belum semuanya karena masih proses. Dalam waktu dekat ini mudah-mudahan bantuan dana sudah bisa masuk semua,” jelasnya.
Selain tengklik, sebagian warga di Desa Menjing, Kecamatan Jenawi sudah ada yang membangun rumah secara mandiri. Sedangkan di Dusun Puru-puru, Desa Balong telah disiapkan lokasi relokasi untuk 30 rumah tinggal dengan dilengkapi fasilitas umum berupa jalan selebar tiga meter dan tempat ibadah. pd

Read More
DSC_0062

Pemkab Karanganyar Beri Bantuan Korban Tanah Longsor

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan bantuan ke 27 Kepala Keluarga warga Desa Lempong secara simbolis

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan bantuan ke 27 Kepala Keluarga warga Desa Lempong secara simbolis

Karanganyar, Sabtu (23/05/2015)
Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan bantuan untuk warga Desa Lempong, Kecamatan Jenawi yang beberapa waktu lalu terkena tanah longsor.
Bantuan jatah hidup ini baru berikan 15 hari yang pertama. Dengan rincian setiap jiwa diberikan Rp. 7500 untuk sekali makan.
“Sehari per jiwa mendapatkan Rp. 22.500 selama 15 hari pertama,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono, seusai memberikan bantuan ke warga Desa Lempong, Kecamatan Jenawi, di Balai Desa setempat, beberapa waktu lalu.
Pemberian bantuan tersebut diberikan untuk 27 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa 84 orang. Selain bantuan jatah hidup, Pemkab Karanganyar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga memberikan bantuan lain berupa selimut, dan sembako diberikan kepada Kepala Keluarga.
Selanjutnya, setelah pemberian bantuan, kunjungan Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo di Kecamatan yang terletak di ujung timur Bumi Intanpari dilanjutkan melihat lokasi relokasi bagi warga Desa Balong.
Alat berat excavator (beko) juga digunakan untuk mempercepat meratakan tanah agar bisa segera dibangun tempat tinggal.
“Di Dusun Puru-Puru, Desa Balong ini akan dibuat 30 rumah tinggal dengan dilengkapi fasilitas umum berupa jalan selebar tiga meter dan tempat ibadah,” kata Camat Jenawi, Daryatmi, saat dilokasi. pd

Read More
DSC_0023

Saling Smash, Pasangan Juli/Rohadi Menangi Pertandingan

Bupati  Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat berolahraga bulutangkis di Balai Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi, Jumat (21/02)

Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat berolahraga bulutangkis di Balai Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi, Jumat (21/02)

Karanganyar, Sabtu (22/02/2014).
Pertandingan bulutangkis persahabatan antara Pemerintah Kabupaten Karanganyar dengan Pemerintah Kecamatan Jenawi berlangsung seru.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Trengguli, Jenawi , Jumat (21/02) pagi juga dihadiri Bupati  Juliyatmono dan Wakil Bupati  Karanganyar Rohadi Widodo. Bahkan kedua pimpinan itu memenangi dalam dua pertandingan bulutangkis.
Pada pertandingan pertama, pasangan Bupati Karanganyar Juliyatmono dengan Wakil Bupati Rohadi Widodo memenangi melawan pasangan Camat Jenawi Agus Hartanto-Sekretaris Camat Edi Sarwoko dengan angka 15-7 dan 15-17.
Pertandingan yang berlangsung seru bahkan sering terjadi saling smash menambah alotnya perolehan nilai. Namun, satu demi satu nilai yang diraih akhirnya pasangan Juliyatmono/Rohadi Widodo menang.
Selanjutnya, pada pertandingan kedua. Lagi-lagi pasangan itu memenangi pertandingan melawan pasangan Kapolsek Jenawi AKP. Agus Setiyono-Modin Balong Sularno, dengan angka 15-3 dan 15-5.
“Dengan berolahraga seperti ini, tentunya dapat merekatkan hubungan antara Pemerintah Kabupaten dengan Kecamatan,” kata Juliyatmono.

Tidak hanya sekedar berolahraga, tambahnya namun dapat menjadi media saling bertukar pikiran, sehingga ada hubungan yang sinergis dalam pembangunan. pd

Read More

Longsor, Satu Rumah Rusak Berat

Rumah Dirjo Sutarmin (44) warga Dusun Karangbangun RT 1 RW X Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso rusak berat setelah dihantam tanah longsor, Rabu petang (12/10). Material tanah dari bukit di belakang rumahnya setinggi empat meter tiba-tiba longsor, tanpa diketahui sebabnya.
Diduga pecahnya pipa saluran air di desa tersebut menjadi pemicu labilnya tanah sehingga menyebabkan longsor. Beruntung seluruh penghuni rumah tak ada di dalam saat kejadian, sehingga tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Dirjo mengatakan longsor ini bukan merupakan kejadian pertama kali, tetapi dari sekian longsor yang menimpa rumahnya ini yang paling parah. “Biasanya hanya satu atau dua meter habis hujan tiba, tapi kali ini cukup parah,”.
Dari longsor tersebut, tembok rumah bagian belakang yang berukuran 3×11 meter tersebut mengalami retak-retak dan terlihat mengkhawatirkan. Sementara guna mengamankan rumah tersebut warga sekitar mengganjalnya dengan pagar yang dibuat dari bambu.
Sementara itu, Ketua RT setempat Paiman menduga kejadian longsor tersebut kemungkinan berasal dari pecahnya pipa yang menyalurkan air bersih dari sumber mata air di pegunungan ke tempat warga. Karena terlalu lama sehingga membasahi tanah yang berada persis di atas rumah Dirjo. “Karena terlalu gembur akhirnya tanahnya longsor menimpa rumah Dirjo,” jelasnya.
Paiman menambahkan bahwa 30 persen dari 65 KK rumah warganya merupakan daerah rawan longsor. Dirinya pun berharap Pemerintah segera dapat memberikan solusi terhadap warganya yang terletak di kawasan rawan longsor tersebut.
Di lokasi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto mengatakan bahwa Dusun Karangbangun Desa Ngargoyoso masuk salah satu dalam zona merah kawasan rawan longsor di wilayah Karanganyar. “Selain Kecamatan Jenawi, Kerjo dan Kecamatan Jatiyoso, Kecamatan Ngargoyoso juga masuk dalam zona merah rawan longsor,”.

Read More

BLH Karanganyar sebar benih ikan

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karanganyar menyebar 200.000 benih ikan berbagai jenis di lima titik lokasi sungai di Karanganyar.

Read More