IMG-20200806-WA0020

Pendampingan Dan Monitoring PPID Desa Di Kecamatan Jenawi

Read More
IMG-20200213-WA0024

PPID Desa Kecamatan Jenawi Siap Dibentuk

Kepala Desa, Sekdes dan BPD Mengikuti Sosialisasi Pembentukan PPID Desa di Kecamatan Jenawi

Karanganyar – Kecamatan Jenawi gelar sosialisasi pembentukan PPID Tingkat Desa, dengan menghadirkan narasumber dari Diskominfo Kabupaten Karanganyar  pada Kamis, (13/02/20) di Aula Kantor Kecamatan Jenawi.

Hal tersebut dilakukan demi terwujudnya pemerintah desa dan masyarakat yang sadar informasi, karena saat ini pemerintah desa dituntut untuk menerapkan keterbukaan informasi publik, yang ditandai dengan terbentuknya struktur Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Dalam sosialisasi tersebut, Kasi PSDKI, Kristiana Dwi K selaku narasumber dari Diskominfo Kabupaten Karanganyar memaparkan terkait penetapan Perdes, pembentukan PPID Desa, atasan PPID, serta bagaimana mengelola informasi yang benar sehingga terhindar dari permasalahan sengketa informasi.

Lebih lanjut dijelaskan informasi-informasi yang wajib disampaikan ke masayarakat desa, seperti informasi wajib berkala, informasi setiap saat, informasi serta merta dan informasi yang dikecualikan.

“Informasi bisa masuk kategori dikecualikan setelah melalui tahapan atau mekanisme, yakni dilakukan rapat dengan mengundang pihak terkait, menyiapkan informasi apa yang akan dimasukkan dalam kategori dikecualikan, kemudian dilakukan uji konsekuensi, dibuatkan berita acara yang ditandatangani oleh perwakilan peserta yang hadir baru ditetapkan dengan keputusan kepala desa” terang Kristiana.

Ditambahkan oleh Eny Fauziah, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Karanganyar, bahwa sesuai dengan adanya UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, Perbub No 24 Th 2017 tentang pedoman pengelolaan dan pelayanan informasi dan dokumentasi, serta aturan Komisi Informasi No 1 Th 2018 tentang standar layanan informasi maka perlu segera dibentuk PPID desa, atasan PPID dan juga membuat Website PPID Desa.

Lebih lanjut, penggalakan keterbukaan informasi publik ini perlu dilakukan karena desa juga menjadi badan publik yang legal dan bertanggung jawab memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. Dengan demikian, desa harus mempersiapkan beberapa hal untuk mendukung posisinya sebagai badan publik. (An/In/Tgr)

Read More
WhatsApp Image 2019-05-09 at 9.13.10 AM

Tarawih Keliling Di Masjid Lailatul Kholil Di Dusun Pelang, Desa Seloromo, Kecamatan Jenawi

Read More
web

TMMD Bangkitkan Budaya Gotong Royong

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menanam pohon seusai upacara pembukaan TMMD di Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi.

Karanganyar, Selasa (04/07/2017)

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dapat membangkitkan budaya goyong royong masyarakat, untuk membangun desa tanpa meninggalkan kearifan lokal yang dimiliki.

“Ayo sengkuyung bareng-bareng. Desane maju, fasilitas pelayanan dasar masyarakate komplet. SDM makin berkualitas, mandiri, punya spiritualitas tinggi, kreatif dan inovatif serta berkarakter kebangsaan yang kuat,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Selasa (04/07) saat membacakan Sambutan Gubernur Jawa Tengah, pada pembukaan TMMD Tahap II (Reguler 99 dan Sengkuyung II) di Lapangan Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi.

Bupati juga mengatakan, TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga  betapa penting dan luar biasanya semangat gotong royong membangun bangsa. Bahu membahu, memberikan sumbangan pikiran, ide dan gagasan, sumbangan tenaga dan ketrampilan , sumbangan materi dan kebendaan.

“Sudah banyak yang temoto dan sangat membantu aksesbilitas masyarakat untuk mereka yang akan bekerja, bersekolah, beribadah, berkegiatan sosial dan aktivitas lainnya,” kata Bupati.

“Kemudian memugar Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), membangun jambanisasi, ataupun sanitasi. Sangat baik untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat yang layak dan sehat,” katanya.

Ditempat yang sama, Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol CZi Santy Karsa Tarigan, menjelaskan pemilihan lokasi ini merupakan usulan dari bawah melalui rembug desa.

“Pembangunan madakam dan cor jalan dapat menghubungkan antar dusun, yakni Tegalsari ke Sumbersari, Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi sehingga memperlancar akses masyarakat,” katanya.

Pada pelaksanaan TMMD ini, di Desa Trengguli terdapat sasaran fisik membangun makadam dan cor jalan dengan panjang 763 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 10 sentimeter.

Adapula pembuatan talud jalan dengan panjang 283 meter dan tinggi 3 meter. Pembangunan gorong-gorong sebanyak satu unit. Rehab RTLH sebanyak 10 unit. Selain itu juga terdapat program untuk sasaran non fisik bagi masyarakat setempat.

Pelaksanaan TMMD ini berlangsung selama 30 hari, terhitung mulai tanggal 4 Juli-2 Agustus 2017. Dengan melibatkan Satgas TMMD sebanyak 40 orang, dan 100 orang dari unsur pendukung terdiri dari Polri, Ormas, Linmas, Relawan, Pramuka dan masyarakat. (pd)

Read More
KOM_7272

Bupati Karanganyar Awali Safari Ramadhan Di Daerah

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan bantuan secara simbolis kepada warga

Karanganyar, Selasa 30/5/2017

Bulan Ramadhan memasuki hari ke-4, Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah memulai safari ramadhan nya dengan taraweh keliling (Tarling) di 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Pembukaan tarling sendiri diadakan kemarin Senin (29/5) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar yang diikuti oleh semua pejabat struktural di Pemkab Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono beserta rombongan meninggalkan rumah dinas Bupati pada pukul 16.00 WIB untuk kemudian menuju lokasi tarling di Masjid Nurul Huda, Dusun Tempel, Dukuh Guyangan, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi.

Dalam sambutannya setelah melaksanakan Sholat Taraweh, Juliyatmono mengajak warga Jenawi untuk menjaga kerukunan antar umat beragama yang saat ini telah berjalan dengan baik. Kecamatan Jenawi yang dikarunai tanah yang subur dan alam yang menyejukkan merupakan potensi pertanian dan pariwisata yang harus dijaga dan dikembangkan.

“Warga Jenawi yang ramah, sopan dan ngajeni (menghormati) tamu menjadi daya tarik lebih bagi wisatawan yang mengunjungi Jenawi”, imbuh Juliyatmono

Sementara itu Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo pada taraweh keliling kali ini menyampaikan tauziahnya yang mengajak semua umat Islam untuk melaksanakan puasa secara maksimal, perbanyak bacaan Al’Quran, perbanyak Sholat Sunnah dan Sholat lainnya serta perbanyak shodaqoh dalam bulan Ramadhan.

Masih dikesempatan yang sama diserahkan bantuan sembako sebanyak 50 buah, bantuan sarana peribadatan kepada Takmir Masjid, Insentif bagi Kader Posyandu, Bantuan korban bencana sebanyak 5 KK, dan hadiah lunas awal PBB kepada Kepala Desa. Selain bantuan tersebut Desa Anggrasmanis juga mendapatkan bantuan keuangan untuk pembangunan sarana dan prasarana desa pada APBD Tahun 2017 dari Pemkab Karanganyar sebesar 275 juta dari total bantuan untuk Kecamatan Jenawi sebesar Rp. 1.575.000.000,- Demikian Diskominfo (ad)

Read More
web (2) copy

Lenggak-lenggok Duta Wisata di Jembatan Selfie

Duta Wisata Kabupaten Karanganyar mengadakan peragaan busana batik ditempat ekstrem, yakni jembatan selfi di Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi.

Duta Wisata Kabupaten Karanganyar mengadakan peragaan busana batik ditempat ekstrem, yakni jembatan selfi di Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi.

Karanganyar, Selasa (17/01/2017)
Duta Wisata Kabupaten Karanganyar mengadakan peragaan busana batik ditempat ekstrem, yakni jembatan selfi di Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi, Minggu (15/01) pagi.

Ada 10 duta wisata Kabupaten Karanganyar dari berbagai angkatan, memperagakan busana batik, di jembatan yang berada di ketinggian 1.500 Mdpl.

Satu persatu, duta wisata melenggak-lenggok di jembatan yang terbuat dari bambu, dan setinggi 4.5 meter dari jalan desa. Angin kencang terkadang menjadi kendala saat tampil.

“Saya baru pertama kali ini, peragaan busana di tempat ekstreem. Lebih hati-hati saat berjalan, angin kencang dan lantai bambu, lebih dari itu menjaga biar alas sepatu tidak menancap,” kata Rizka Ramana Putri, Putra Putri Lawu Tahun 2014.

Baginya, peragaan busana ditempat itu menjadi kebanggaan dan merasa senang ditempat yang menantang itu.

Jembatan selfie itu, warga setempat menamai Thuk Mangklung Indah (TMI), terbuat dari bambu dengan ketinggian 4,5 meter dari jalan rabat beton, berada di Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi.

Wisatawan cukup membayar Rp. 6000 per orang termasuk parkir untuk masuk kawasan alam itu. Selain jembatan, juga ada tiga rumah pohon, berada di pohon alpukat, nangka dan lain-lain.

Bagi yang ingin berlama-lama dan melepas lelah setelah perjalanan jauh, dilokasi itu juga ada warung-warung menyediakan aneka makanan dan minuman dengan harga cukup terjangkau.

Sensasi seru sangat dirasakan ketika wisatawan berfoto selfie di jembatan itu, angin cukup kencang berhembus sangat terasa, apalagi berada di sisi ujung kanan maupun kiri.

Diujung itu, kita dapat melihat luas pemandangan alam, hijaunya pepohonan dan perbukitan, bisa juga menguji adrenalin wisatawan. Namun juga diperhatikan dari faktor keselamatan, mengingat wisatawan saat di jembatan selfi TMI itu maksimal 10 orang. Untuk berfoto-foto silih berganti.pd

Read More
web (3)

Jembatan Selfie, Wisata Murah Berlatar Pemandangan Alam

Sekelompok anak muda berfoto bareng di jembatan selfie, Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi.

Sekelompok anak muda berfoto bareng di jembatan selfie, Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi.

Karanganyar, Senin (16/01/2017)

Kabupaten Karanganyar yang sebagian wilayah berada di lereng Gunung Lawu terdapat tempat wisata baru, murah berlatar pemandangan alam, perbukitan hijau.

Letaknya berada di Kecamatan Jenawi, berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur, dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua dari kota Karanganyar selama dua jam, kecepatan rata-rata 60 kilometer/jam.

Bagi wisatawan, 1,5 kilometer sebelum mencapai harus ekstra hati-hati, karena jalanan sangat menanjak dan butuh konsentransi tinggi, namun warga desa ada yang menjaga di sisi jalan dan siap menganjal roda kendaraan apabila tidak kuat menanjak.

Namun bagi yang membawa mobil, disarankan untuk memarkirkan kendaraan ditempat parkir, yang berada dibawah sebelum jalan menanjak itu, karena jalan dari rabat beton juga sempit, berukuran 2,5 meter. Disitu pula disediakan ojek untuk sampai lokasi jembatan selfie, cukup membayar Rp. 5000 untuk antar dan pulang ke lokasi parkir.

Jembatan selfie itu, warga setempat menamai Thuk Mangklung Indah (TMI), terbuat dari bambu dengan ketinggian 4,5 meter dari jalan rabat beton, berada di Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi.

Wisatawan cukup membayar Rp. 6000 per orang termasuk parkir untuk masuk kawasan alam itu. Selain jembatan, juga ada tiga  rumah pohon, berada di pohon alpukat, nangka dan lain-lain.

Bagi yang ingin berlama-lama dan melepas lelah setelah perjalanan jauh, dilokasi itu juga ada warung-warung menyediakan aneka makanan dan minuman dengan harga cukup terjangkau.

Sensasi seru sangat dirasakan ketika wisatawan berfoto selfie di jembatan itu, angin cukup kencang berhembus sangat terasa, apalagi berada di sisi ujung kanan maupun kiri. Diujung itu, kita dapat melihat luas pemandangan alam, hijaunya pepohonan dan perbukitan, bisa juga menguji adrenalin wisatawan. Namun juga diperhatikan dari faktor keselamatan, mengingat wisatawan saat di jembatan selfi TMI itu maksimal 10 orang. Untuk berfoto-foto silih berganti.

Rumah pohon setinggi 3 meter, juga menjadi pilihan wisatawan, menaiki tangga, dan duduk ataupun berdiri setelah diatas.

Rumah pohon setinggi 3 meter, juga menjadi pilihan wisatawan, menaiki tangga, dan duduk ataupun berdiri setelah diatas.

Rumah pohon setinggi 3 meter, juga menjadi pilihan wisatawan, menaiki tangga, dan duduk ataupun berdiri setelah diatas. Butuh keberanian ektra untuk lama-lama ditempat itu, karena tubuh terasa diayun-ayun dari bawah, padahal itu karena hembusan angin cukup kuat.

Saat ditemui, Minggu (15/01), Bayan Tempel, Warsito, menceritakan awal mula ada objek wisata itu. Dimulai dari saran mahasiswa KKN UNS untuk membuat jembatan selfie, karena lokasi itu sangat menarik. Setelah itu, pihaknya berembug dengan warga dan membuatnya pada September 2016.

“Pertama kami juga kaget, kenapa semakin lama, anak muda banyak yang datang kesini, tentu tak menyangka sebelumnya,” kata Warsito, saat ditemui.

Proses pembangunan yang memakan waktu satu bulan itu menuai hasil karena keterlibatan pemuda setempat, mempromosikan dengan menggunakan media sosial, sehingga cepat tersebar.

Objek wisata itu ramai dikunjungi pada Sabtu, Minggu dan hari libur dengan jam buka setiap hari pukul 08.00-18.30 WIB.pd

Read More
DSC_0411

Pemerataan Jambanisasi dan Plester, PNPM Berikan Dana Sosial 450 Juta Rupiah

Salah satu peserta mendapat mesin cuci pada pengundian berhadiah Gebyar PNPM Kec. Jenawi, Selasa (30/8).

Bupati Juliyatmono berikan selamat kepada salah satu peserta yang mendapat mesin cuci pada pengundian berhadiah Gebyar PNPM Kec. Jenawi, Selasa (30/8).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyambut baik atas bantuan sosial yang diberikan PNPM Mandiri Pedesaan sebesar empat ratus lima puluh  juta rupiah yang diperuntukkan guna pembangunan jamban, plester serta pembagian sembako kepada masyarakat Jenawi.

“Terima kasih atas kerjasama dengan semua pihak utamanya kepada pelaku UPK (Unit Pelaksana Kegiatan) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan yang mulai terlaksana sejak tahun 2003. Dan keberadaannya memang sangat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat utamanya pembangunan fisik maupun non fisik.

Semoga dapat semakin berkembang dan besar sekaligus dapat meminjamkan modal usaha bagi nasabah demi meningkatkan geliat perekonomian didaerah Jenawi ini,” harapan Juliyatmono dihadapan 1600 nasabah surplus pada Gebyar PNPM Kecamatan Jenawi, Selasa (30/8/2016) di Lapangan Sinar Lawu, Balong, Jenawi.

Ditambahkannya untuk bantuan yang diterima, bisa digunakan untuk membuat jamban, plester jamban ataupun untuk membeli hewan ternak seperti kambing untuk dapat mengembangkan usahanya.

“Jenawi ini sudah mulai dikenal dengan Pisang Semar (Sebelas Maret) yang bibitnya dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Untuk itu, saya akan memberikan bantuan bibit pisang dengan berbagai varietas suapaya Jenawi ini terkenal dengan sentra pisang,” imbuhnya

Sementara itu Ketua UPK, Muryanti dalam laporannya mengatakan, Gebyar PNPM Kecamatan Jenawi ini di awali dengan senam bersama, penyerahan sembako SPP Jenawi, pemberian bantuan UPK 2015 sebesar seratus dua puluh lima juta rupiah dan pengundian hadiah sebesar Sembilan puluh delapan juta yang bersumber dari UPK Jenawi.

Pada kesempatan tersebut, Camat Jenawi, Rismanto menyampaikan bahwa jalan antar desa Kec. Jenawi sudah lancar dan mulus terlebih lagi akan segera digalakkan budidaya pisang Semar di setiap desa.

 Demikian Dishubkominfo (adt/ft/ind)

Read More
DSC_0209 copy

Jenawi Dijadikan Sentra Pisang

Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S (kiri), Bupati Karanganyar, Juliyatmono (dua dari kiri) setelah penanaman pohon pisang di halaman belakang Kecamatan Jenawi, Kamis (07/04)

Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S (kiri), Bupati Karanganyar, Juliyatmono (dua dari kiri) setelah penanaman pohon pisang di halaman belakang Kecamatan Jenawi, Kamis (07/04)

Karanganyar, Kamis (07/04/2016)

Kecamatan Jenawi di Kabupaten Karanganyar dijadikan sentra pisang, sebagai salah satu wilayah yang menjadi sentra buah-buahan. Seperti buah duku di Kecamatan Matesih, jambu di Kecamatan Ngargoyoso, durian di Kecamatan Jumantono, Jumapolo, dan Jatipuro, kakao di Jatiyoso.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan kerja sama dengan Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan sentra pisang di Kecamatan Jenawi.

“Setelah adanya pengembangan ini, diharapkan adanya kunjungan wisata kawasan pisang di Kecamatan Jenawai. Namun tidak menutup kemungkinan bisa dikembangkan di Kecamatan lain, seperti di Kecamatan Tawangmangu, tetapi pasar pisang ada di Jenawi,” kata Bupati Karanganyar sesuai acara Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian, dalam rangka Lustrum ke 8 UNS, di halaman Kecamatan Jenawai, Kamis (07/04) pagi.

Sementara itu, ditempat yang sama Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S, mengatakan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat oleh Fakultas Pertanian untuk pengembangan pisang.

“Karena pisang di Indonesia ada yang impor, kita ingin buah itu bisa expor dengan mengembangkannya dan mengajak masyarakat untuk menanam pisang,” katanya.

Dia juga menjelaskan karena Pemkab Karanganyar memiliki sentra pengambangan pisang, maka UNS serius mendukung program itu sehingga menghasilakn produk unggulan serta mensejahterakan masyarakat.

“Pisang bisa berdimensi banyak, bisa obat, makanan, sosial ekonomi dan pendidikan,” katanya.

Fakultas Pertanian, UNS saat ini telah menghasilkan varietas pisang jenis Semar (Sebelas Maret), sebagai hasil riset dari laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Bioteknologi.

“Kualitas jenis Semar ini lebih baik, buah lebih bagus dan pertahanan lebih baik. Umur 9 bulan sudah bisa dipanen,” katanya.

Ditambahkan pula oleh Dekan Fakultas Pertanian, UNS, Prof. Dr. Ir. Bambang Puji Asmanto, MS, sebanyak 3.250 bibit pisang jenis Raja dan Cavendish diberikan untuk warga, dan nantinya juga akan diberikan 4.000 bibit.

“Berbagai koleksi jenis pisang ada disini. bahkan pisang yang tidak disukai sebagai untuk menyilangkan,” katanya. pd

Read More
DSC_0045

100 Sertifikat Proda Diserahkan Kepada Warga

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo Secara Simbolis Serahkan Sertifikat Kepada Warga Desa Anggrasmanis, Rabu (6/4)

Hal tersebut berlangsung di Balai Desa Anggrasmanis Kecamatan Jenawi dan dihadiri oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Rabu (6/4). Hadir pula dalam kesempatan itu Kepala BPN Karanganyar serta beberapa SKPD terkait dilingkup Pemerintahan Kabupaten Karanganyar. Dalam rangka menunjang ketahanan pangan nasional, Proda (Proyek Daerah) untuk tahun 2015 ini ditargetkan 100 bidang tanah yang peruntukkannya untuk lahan pertanian.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya menekankan kepada warga yang telah mendapatkan sertifikat untuk memanfaatkan lahannya secara benar dan optimal, serta tidak dibenarkan melakukan alih fungsi lahan yang dimanfaatkan kegunaannya selain untuk pertanian. Selain itu Juliyatmono juga memberikan apresiasi kepada warga di Kecamatan Jenawi telah lunas PBB 100%, sehingga diharapkan untuk tahun depan Kecamatan Jenawi dapat 100% lunas PBB dibulan Januari.

“Simpan dan rawat baik-baik sertifikat yang telah Bapak / Ibu terima”, pesan Juliyatmono

Dishubkominfo Karanganyar (ad)

 

 

Read More