20200707_112927

Monev Keterbukaan Informasi Publik Desa Di Kecamatan Colomadu

Read More
IMG-20190919-WA0021

Bantuan Pompa Air Dan Sumur Pantek Bagi Petani Tembakau Di Desa Bolon Kecamatan Colomadu

Read More
DSC_1213

Kecamatan Colomadu, Karanganyar Lounching Pilkades Ceria

 

Wakil BUpati, Kapolres dan Dandim 0727 bersama-sama lounching pilkades ceria di Kecamatan COlomadu

KARANGANYAR- 30 Januari 2019

Pesta Demokrasi pemilihan Kepala Desa di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar bakal gembira dan ceria. Hal itu dipastikan, setelah pihak Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Colomadu menggelar lounching pilkades ceria (pilkades Colomadu Gembira dan Aman). Pada kesempatan itu, seluruh calon kepala desa menguncapkan janji siap menang dan kalah serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kita menindaklanjuti arahan Polres, Kodim dan Pemkab untuk menciptakan suasana pesta demokrasi Pilkades agar sejuk, aman dan nyaman.  Oleh karena itu, hari ini kami muspika dan calon kepala desa sepakat pilkades harus gembira dan aman, “ papar Camat Colomadu Yopi Eko Jatiwibowo Rabu (30/1).

Pada kesempatan louching tersebut juga dihadiri wakil Bupati Karanganyar Rober Cristanto SE, Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi dan Dandim 0727 Letkol  Inf Muh, Ibrahim Muhtar.  Menurut Yopi di kecamatan Colomadu  ada 29 calon kades yang berkompetisi dalam Pilkades di 9 desa. Penyampaian visi misi calon akan digelar serentak pada 18 Februari 2019. Pada hari yang sama juga berlangsung kampanye.  “Kapolsek bertugas mengatur pergerakan massa saat kampanye. Jangan sampai bersinggungan di jalan,” imbuhnya.

Pihaknya menjamin publikasi calon kades proporsional dan adil di wilayahnya. Panitia telah menjatah lembar poster masing-masing calon dalam bentuk spanduk plastik. Usai lonching juga diperagakan atau simulasi pencoblosan di aula Kantor Kecamatan Colomadu. Dalam simulasi itu, dijabarkan tata cara pemilih mengisi daftar hadir, diberi kertas suara, mencoblos sampai memasukkan surat suara terpakai ke kotak suara. Simulasi dihadiri semua calon kades dan panitia pemilihan. Yopi mengatakan, simulasi tersebut lancar sampai ke penghitungan suara. “Nantinya, diharapkan seperti ini. Lancar di dalam area pemungutan suara dan di luarnya,” katanya.

Sementara Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi mengatakan pentingnya penyelenggara bersikap dan berbuat netral. Kepada calon kades, ia meminta mereka saling menahan diri untuk tidak berbuat ujaran kebencian.  “Jangan menjelekkan calon. Integritas panitia dijaga benar-benar,” katanya. (hr/adt)

Read More
web

Pelayanan Pospam Lebaran Tahun Ini Lebih Baik

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (bertopi, baju putih) saat peninjauan di pintu tol Ngasem, Kecamatan Colomadu.

Karanganyar, Rabu (21/06/2017)

Pelayanan Pos Pengamanan Lebaran Tahun 2017 ini terasa lebih baik. Fungsi koordinasi seluruh terkait lebih matang, kesiapan petugas, dan fasilitas yang diberikan lebih sempurna.

Hal itu dikatakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, seusai meninjau Pospam Lebaran Tahun 2017 di Pintu Tol Ngasem, Kecamatan Colomadu,  tol Kemiri, dan pertigaan Sroyo, Kebakkramat, Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu,  Terminal Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, dan Pos Induk di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Rabu (21/06) di Pos Induk.

“Temuan juga belum menonjol. Tadi di pintu tol Ngasem, Kecamatan Colomadu setiap jam dimasuki 75 mobil. Fasilitas di Pospam juga semakin baik “kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Bupati juga merasa senang, karena ada fasilitas BBM di Pos Pam Kemiri, Kecamatan Kebakkramat terlihat lebih efektif. Harga dan kualitas juga sama seperti SPBU. Setiap hari, literan kebutuhan semakin meningkat.  Untuk Pertamax 92, pada hari Senin (19/06) telah habis 97 liter, dan hari Selasa (20/06) dan Rabu (21/06) masing-masing sebanyak 140 liter.

Pada tinjauan itu, terlihat juga menyertai Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol CZi Santy Karsa Tarigan, Wakapolres Karanganyar, Kompol Prawoko, dan beberapa Kepala Dinas terkait.(pd)

Read More
web

Bupati Pantau Jalur Tol Lewati Karanganyar Untuk Lebaran

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat memantau pembangunan tol di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (06/06/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, memantau langsung kesiapan tol Solo-Kertosono (Soker) yang melewati Kabupaten Karanganyar untuk jalur mudik-balik lebaran tahun 2017, Selasa (06/06).

Rombongan Bupati Karanganyar memasuki tol melalui Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, kemudian sempat berhenti di pembangunan gerbang tol yang tengah dikerjakan beberapa pekerja.

Kemudian, melanjutkan perjalanan sampai tenda Posko Gabungan Ramadan Tahun 2017. Disana, Bupati Juliyatmono, mendapatkan penjelasan progres pembangunan tol Soker, oleh Direktur PT. Solo Ngawi Jaya (PT.SNJ), David Wijayatno.

Seusai dari situ, rombongan melanjutkan perjalanan menuju pintu tol yang ada di Desa Klodran dan Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu.

“Arus mudik tahun ini diperkirakan per hari 10 ribu kendaraan, meningkat dua kali lipat dari tahun lalu hanya 4000 kendaraan. Peningkatan itu karena jalur sudah panjang, dan akses mudah dijangkau,” kata Direktur Pt. SNJ, saat di tenda Posko Gabungan.

Pembukaan tol itu dari jam 06.00-17.00 WIB, dan hanya satu arah, baik arus mudik dan balik.  Untuk arus mudik, dibuka dari 19-25 Juni 2017, dari arah barat ke timur. Melewati pintu masuk Ngasem, Kecamatan Colomadu sampai Pungkruk, Kabupaten Sragen, hingga Walikukun, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Sedangkan arus balik mulai 26 Juni hingga 2 Juli 2017, diberlakukan dari arah timur ke barat.

Pada kesempatan itu, David juga mengungkapkan, di Kabupaten Karanganyar terdapat sekitar 100 bidang lahan yang masih proses pembebasan. Bidang-bidang itu di ada di Desa Kemiri dan Kebak, Kecamatan Kebakkramat.

“Panitia pembebasan lahan dapat percepat proses pembebasan lahan.  Target akhir Juli tahun ini proses bisa selesai, sehingga akhir tahun konstruksi bisa selesai sampai Ngawi,” kata David.

Sementara itu, seusai melihat proses pembangunan tol, Bupati Juliyatmono, menjelaskan sementara  ini jalan tol yang melewati Kabupaten Karanganyar bisa di optimalkan, digunakan dengan baik.

Namun Bupati menjelasakan, ada persoalan di Ngasem, jika dari arah Semarang tidak ada masalah, karena berada di sisi kiri. Namun jika keluar dari arah timur (Ngawi)  harus berputar sampai Kartasura, yang menambah volume kendaraan.

“Bisa dibuka pembatas jalan ditengah itu. Bisa juga lewat Klodran, namun jalan disitu bisa overload kendaraan. Pastinya ada solusi dari Kepolisian seperti apa. Ditinjau dari sisi keselamatan dan efektivitasnya,” kata Bupati.(pd)

Read More
DSC_0043

Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Segenap Pengurus MTNI Kecamatan Colomadu Dikukuhkan

kominfo

Pengukuhan Pengurus MTNI Kecamatan Colomadu, Kamis (9/2) kemarin.

Karanganyar, Jum’at 10 Februari 2017

Dalam rangka menjalin silaturahmi sekaligus memperkuat Ukhuwah Islamiyah, pengukuhan segenap Pengurus Majelis Taklim Nurul Iman (MTNI) dilaksanakan Kamis siang (9/2/2017) kemarin di Balai Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono beserta jajaran Kepala OPD menghadiri pengukuhan tersebut. Dalam sambutannya Bupati mengatakan, MTNI ini merupakan Majelis yang  telah dibentuk sejak kepemimpinan Bupati Sudarmadji (Almarhum) untuk mewadahi seluruh Perangkat Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

kominfo

MTNI sebagai wadah silaturahmi perangkat pemerintahan Kab. Karanganyar : Bupati saat menyampaikan sambutannya

“Dua bulan sekali dilaksanakan, supaya pegawai pemerintahan Karanganyar dapat belajar mengaji bersama, materi tidak perlu yang berat-berat. Terpenting guyup rukun perkuat ukhuwah islamiyah, ”pesannya.

Sebelumnya telah dilaksanakan Pengukuhan Pengurus MTNI Kecamatan Karanganyar dan akan berlanjut disetiap Kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

Read More
web

11 Kepala Desa Terpilih Dilantik

Sebelas Kepala Desa (Kades) Terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada   pemungutan suara (30/11), secara resmi diambil sumpah dan dilantik oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Rabu (28/12) pagi, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Sebelas Kepala Desa (Kades) Terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)  secara resmi diambil sumpah dan dilantik oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Rabu (28/12) pagi, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Karanganyar, Rabu (28/12/2016)

Sebelas Kepala Desa (Kades) Terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada  pemungutan suara (30/11), secara resmi diambil sumpah dan dilantik oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Rabu (28/12) pagi, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Kades di 11 Desa itu antara lain, Suwarso, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Dwi Santoso, Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso, Warsito, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu,  Sutimin, Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Sutarso, Desa Harjosari, Kecamatan Karangpandan, Slamet Wiyono, Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu.

Tukiman, Desa Dukuh, Kecamatan Ngargoyoso, Suroto, Desa Tohkuning, Kecamatan Karangpandan, Suparno, Desa Buntar, Kecamatan Mojogedang, Rusdiyanto, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, dan Haryono, Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang.

Sedangkan latar belakang pendidikan ke 11 Kades Terpilih itu antara lain SLTA sejumlah lima orang, Diploma 1 ada satu orang, Sarjana ada tiga orang dan S2 ada dua orang.

Selain itu, pekerjaan mereka berupa Kades Incumbent ada satu orang, ASN ada satu orang, perangkat desa ada dua orang dan swasta ada tujuh orang.

Pada sambutan di acara tersebut Bupati Karanganyar mengatakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyampaikan selamat dan dapat mengemban amanat sebaik-baiknya.

“Saat ini Desa sedang menyelesaikan APBDes, untuk itu mulai hari ini dapat melaksanakan tugas Kepala Desa. Mohon koordinasi dengan Camat, Forkopimcam dan perangkat desa masing-masing, untuk segera dapat menyesuaikan dengan baik,” katanya.

Bupati juga berharap APBDes bisa selesai sebelum tanggal 31 Desember 2016. Syukuran diundur dulu, supaya tugas konstitusi penyelesaian APBDes bisa selesai tepat waktu.

“Tahun lalu APBDes bisa selesai sebelum 31 Desember 2015, dan penyerapan anggaran berjalan baik,” katanya.

Bupati juga meminta agar Ketua TP PKK Desa untuk segera menyesuaikan dan bekerja dengan baik, apalagi TP PKK Kabupaten Karanganyar banyak mendapat penghargaan Tingkat Provinsi dan Nasional.

Tak hanya itu saja, Bupati mewanti-wanti kepada Kepala Desa tersebut untuk tidak bicara tentang Pilkades yang telah dilalui, tim sukses dan kader dilarang memprovokasi masyarakat.

“Pilkades sudah selesai, mulai saat ini Saya larang bicara Pilkades lagi. Berdirilah sebagai pemimpin yang bijaksana. Seluruh warga desa adalah warga panjenengan. Kades harus berlaku adil dan menjalankan program-program pembangunan secara merata dan menyeluruh,” katanya.pd

Read More
DSC_0113

Bupati : Colomadu, 2016 Pembangunan Jalan Harus Segera Tuntas

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Wakil Bupati Rohadi Widodo bersama Camat Colomadu membuka selubung peresmian Kantor Kecamatan Colomadu, Jumat (29/1).

 

 

 

Karanganyar, Rabu 03 Februari 2016

Untuk seluruh kegiatan belanja modal berupa pembangunan gedung, sarana prasarana jalan dan kegiatan fisik lainnya telah selesai di tahun 2015.

“ Sudah kita serahkan dan kita terima dan sudah dimanfaatkan dengan baik, termasuk Kantor Kecamatan Colomadu ini. Oleh karena itu, kami berharap kantor Kecamatan Colomadu yang baru ini dapat dijaga, dirawat dengan baik. Membangun itu tidak terlalu sulit kalau ada uangnya, Alhamdulillah kita sudah ada 4 (empat) gedung Kecamatan yang sudah kita bangun dengan prototif yang sama. Kami harap nantinya di 17 Kecamatan dapat mempunyai gedung representative seperti ini,” tutur Bupati Karanganyar saat menyampaikan sambutannya pada peresmian Kantor Kecamatan Colomadu, Jum’at malam (29/1). Yang dihadiri oleh Wakil Bupati Karanganyar, Forkompinda, Jajaran SKPD Karanganyar.

Pada kesempatan tersebut Bupati Juliyatmono juga menyampaikan bahwa tahun 2016 ini oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kita diingatkan untuk tidak membangun gedung terlebih dahulu, melainkan prioritas untuk pembangunan infrastruktur lain terutama jalan disamping juga kantor-kantor pelayanan umum seperti Puskesmas dan juga kantor dibidang pelayanan lainnya yang strategis.

“ Oleh karena itu kita tunda dulu pembangunan ditahun 2016. Namun, ada beberapa gedung yang memang sudah menjadi pilihan karena mendesak untuk segera dibangun,” katanya.

kominfo

Representatif : Tampak ruangan pelayanan administrasi terpadu Kantor Kecamatan Colomadu.

Bupati Juliyatmono menghimbau kepada Camat untuk menggunakan gedung dengan baik dari segi pengamanan dan perawatan serta penghijauannya.

“Kami berharap Kepala Desa dapat berkomunikasi dengan Camat agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terbaik dan membangun paradigma. Sehingga menjadi pusat kegiatan pemerintahan di Kecamatan Colomadu. Karena setiap saat masyarakat membutuhkan pelayanan yang harus dibantu dengan segera. Semoga dengan pelayanan yang baik akan membangkitkan kegirahan yang baik pula.Termasuk kantor-kantor pelayanan di Desa, Saya berharap mulai disiapkan untuk minta bantuan keuangan kepada Pemerintah Kabupaten, kaitannya dengan dana desa, bagian pajak dan retribusi daerah guna pembangunan infrastruktur di Dusun dusun, RT dan RW agar merata,” terangnya dihadapan para warga masyarakat.

Menurut Juliyatmono, Colomadu merupakan pintu gerbang masuk Kabupaten Karanganyar yang pasti melewati Solo, maka tahun ini akan kita selesaikan pembangunan di Colomadu utamanya jalan harus segera selesai.

“Colomadu merupakan skala prioritas termasuk penataan lampu. Dan saya (bupati) memastikan tahun ini kerjasama Pemerintah dengan DPRD dalam pembangunan infrastruktur di Colomadu bisa selesai dengan baik, tuntas karena banyaknya masyarakat yang berdomisili di Colomadu sekalipun bekerja di Kota Surakarta (Solo). Termasuk kita akan menata ulang PKL (Pedagang Kaki Lima) di wilayah Colomadu ini dengan memberikan fasilitas tenda seperti di alunalun Karanganyar agar terkesan rapi, bersih, indah yang nantinya akan kita berikan secara cuma-cuma. Semoga bisa lebih mendorong pergolakan ekonomi yang bergerak di Colomadu dan memberikan kemaslahatan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dishubkominfo Karanganyar (Ind/Uum).

 

     

Read More

Saluran Air Terlalu Dalam, Sawah Tidak Kebagian Air

Sejumlah petani di Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, mengancam akan menimbun drainase di tepi Jl. Adi Soemarmo. Drainase sepanjang kira-kira 1,9 kilometer dengan kedalaman 1,2 meter dan lebar 1,2 meter dinilai terlalu dalam.

“Sawah petani di tepi Jl. Adi Soemarmo kesulitan mengalirkan air dari drainase yang dulu saluran irigasi teknis. Karena dasar drainase itu jauh lebih rendah dari sawah para petani, sehingga air tidak bisa mengalir ke sawah,” ujar Kaurbang Desa Gedongan, Karenganyar, Dabid Sawaldi ketika ditemui di sela-sela pertemuan Kaurbang se-Colomadu di Tohudan, Selasa (31/12/2013).

Sebenarnya, papar dia, pihaknya telah melaporkan persoalan ini ke DPU Karanganyar paling tidak dua kali. Namun hingga Selasa, dinilai belum ada tindakan riil mengatasi persoalan tersebut.

Menurut dia jika persoalan ini tak segera diatasi kira-kira 40 hektare sawah di Tohudan dan Gedongan terancam bera. Karena jika petani akan menanam padi, mereka harus menyedot air dari sumur dalam tanah. Dengan demikian tidak semua petani mampu membiayai ongkos penyedotan air dengan mesin penyedot air tersebut.

“Kalau ternyata DPU tetap tidak memberi solusi dengan baik, saya mungkin juga akan menggerakkan petani di Tohudan untuk menguruk drainase itu sampai kedalamannya seperti dulu. Dengan demikian petani tidak usah susah payah mencari air sudah bisa tercukupi dari saluran irigasi.”

Keluhan serupa juga dilontarkan salah seorang petani Tohudan, Yoko, 52. Sebab setelah saluran irigasi di dekat sawahnya di Jl. Adi Soemarmo diperbaiki hingga menjadi dalam, dia kesulitan mengairi sawahnya. Sebab permukaan air di drainase itu sekarang menjadi jauh di bawah permukaan sawahnya. Akibatnya, jika ingin mengairi tanaman padi di sawah, dia harus menyedot dengan mesin pompa air.

“Hal ini mengakibatkan saya harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli bahan bakar kalau menyedot air. Karena tanpa menyedot air, sawah para petani yang ada di sini tidak bisa mendapatkan air secara gratis.”

Sedangkan Petugas Operasional Pengairan Kecamatan Colomadu, Mukijo mengatakan pihaknya juga mengaku telah melaporkan persoalan ini ke DPU Karanganyar. Namun hingga saat ini dinilai belum ada penanganan secara tuntas.

Read More

Gerbang Tol Soker di Desa Ngasem akan Digeser

Proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono (Soker) akan mengalami sedikit perubahan dari rencana awal. Pintu masuk tol yang awalnya berada di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, nantinya bakal digeser sedikit ke sisi utara.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Karanganyar, Any Indrihastuti belum lama ini. Menurutnya, penggeseran pintu tol itu juga berdampak pada dibatalkannya penggusuran tanah kas Desa Ngasem. Tapi belum bisa dipastikan apakah penggeseran itu akan berdampak pada penggusuran lahan baru milik warga atau tidak. “Kami masih menunggu informasi lebih jauh mengenai hal itu,” katanya.

Terkait alasan pergeseran pintu gerbang tol itu, Any belum bisa menjelaskan karena belum mendapat informasi dari pelaksana proyek. Selain itu, pembebasan lahan seluas 35 meter persegi juga akan dilakukan di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu yang rencananya akan digunakan sebagai interchange tol Soker.

Any menjelaskan untuk wilayah Karanganyar yang akan dilalui tol Soker ini akan dibangun tiga interchange, yakni di Desa Ngasem dan Klodran, Kecamatan Colomadu dan Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat.

Sementara itu, perkembangan proyek pembangunan tol sudah mencapai sekitar 80 persen. Beberapa lahan yang berada di Desa Jatikuwung dan Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo yang sebelumnya alot, kini sudah selesai dibebaskan. “Sementara untuk Desa Karangturi yang juga masuk Kecamatan Gondangrejo belum, memang agak alot,” ujar Any.

Diungkapkannya, pembebasan lahan mulai berjalan lancar setelah P2T menawarkan harga baru yang telah disetujui oleh tim appraisal. Harga baru tersebut meningkat cukup signifikan yakni sekitar 200 persen. Seperti yang terjadi di Desa Jatikuwung, harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 800.000 per meter persegi.

Camat Colomadu, Joko Budi Utomo saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui rencana pergeseran pintu gerbang tol Soker di Desa Ngasem tersebut. Begitu juga terkait pembebasan lahan baru yang akan digunakan untuk interchange, ia juga mengaku belum mendapat informasi. “Tapi sejauh ini pembebasan lahan di Kecamatan Colomadu sudah beres semua. Untuk perkembangan itu akan saya cek dulu,” katanya.

Read More