aku copy

TMMD, Bangun Infrastruktur Desa

Kapolres Karanganyar AKBP Mahedi Surindra (kiri), Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Bakti Agus Fadjari (kedua dari kiri), Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah), dan Dandim 0727/Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda (kedua dari kanan) saat bersama-sama meninjau kelokasi TMMD, Kamis (07/05)

Kapolres Karanganyar AKBP Mahedi Surindra (kiri), Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Bakti Agus Fadjari (kedua dari kiri), Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah), dan Dandim 0727/Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda (kedua dari kanan) saat  meninjau ke lokasi TMMD, Kamis (07/05)

Karanganyar, Jumat (08/05/2015)
TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 94, di Kabupaten Karanganyar yang dilaksanakan di Desa Ngadirejo, Kecamatan Mojogedang mempunyai sasaran pembangunan sejumlah infrastruktur desa.
Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda menjelaskan, pembangunan fisik ini salah satunya untuk memperlancar transportasi dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan pembangunan fasilitas umum berupa jalan menghubungkan antara Dusun, Desa dan Kecamatan.
“Selain itu juga peningkatan masyarakat dengan sistem sanitasi rumah sehat melalui kegiatan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Mandi Cuci Kakus (MCK),” katanya di lokasi, Kamis (07/05).
Lebih lanjut Letkol Inf Marthen Pasunda mengatakan selain pembangunan fisik, kegiatan TMMD juga menyasar Non Fisik salah satunya berupa pemberdayaan sumber daya manusia melalui kegiatan sosialisasi dalam upaya peningkatan ilmu pengetahuan dan ketrampilan.
“Ada pula menekan lajunya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya sistem kesehatan masyarakat melalui kegiatan pelayanan KB dan kesehatan serta memberi kesadaran untuk gemar berolahraga,” katanya.
Sarana fisik yang dibangun dalam kegiatan TMMD, antara lain pembangunan jalan makadam dan betonisasi cor sepanjang 800 meter, lebar 3 meter dan tinggi 10 cm. Lalu pembangunan lima unit jembatan, dua unit gorong-gorong, dua titik talut, renovasi teras masjid, poskamling, MCK, perbaikan 10 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dan penghijauan lahan rakyat.
Sedangkan kegiatan non fisik yang akan dilaksanakan antara lain pelatihan bela negara, sosialisasi kamtibmas, penyuluhan bahaya narkoba, pemberdayaan industri kecil, pelayanan kesehatan dan KB, bazar, hiburan rakyat, dan lainnya.
Upacara pembukaan TMMD ke-94, dipimpin Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf Bakti Agus Fadjari di lapangan Desa Ngadirejo. Hadir dalam acara tersebut, seluruh unsur Muspida, serta sejumlah pimpinan instansi pemerintahan.
Pada upacara pembukaan itu, secara simbolis Danrem menyerahkan seperangkat alat kerja kepada perwakilan peserta TMMD. Adapun peserta TMMD berasal dari unsur TNI, Polri, PNS, Ormas, Linmas, Pelajar, dan Masyarakat berlangsung dari tanggal 7 hingga 27 Mei 2015.
Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, pelaksanaan TMMD ini tentunya dapat memudahkan akses dari dusun ke dusun, dan hasil panen akan lebih lancar karena transportasi lancar.
“Kita akan buat TMMD lokal untuk bebrapa desa untuk membuka akses baru, tentunya masyarakat desa lebih bersemnagat karena ada kebersamaan,” katanya.pd

Read More
akyu copy

Besok, Pendataan Keluarga Tahun 2015 Dimulai

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat didata dua petugas Pendataan Keluarga Tahun 2015, Kamis (30/04)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat didata oleh dua petugas Pendataan Keluarga Tahun 2015, Kamis (30/04)

Karanganyar, Kamis (30/04/2015)
Program Pendataan Keluarga Tahun 2015 mulai besok, Jumat (01/05) dimulai, berlangsung sampai 31 Mei 2015. Di Karanganyar terdapat 254.905 keluarga yang akan didata oleh 250 petugas.
Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan dengan adanya Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2015 didalam keluarga dapat diketahui latar belakang berdasarkan tingkat ekonomi, pendidikan, pekerjaan, posisi kualitas keluarga.
“Pendataan ini penting bagi warga. Jangan sampai tidak terdata. Tujuannya mengarah ke kualitas yang lebih baik,” kata Bupati Juliyatmono.
Lebih lanjut, Juliyatmono mengatakan dengan adanya data keluarga dapat menekan laju pertumbuhan penduduk misal dengan Program KB, dapat diketahui pula laju pertumbuhan penduduk berapa persen.
“Ini berlangsung lima tahunan, setiap tahun di update, sehingga data akurat dari masyarakat dan sempurna, nantinya menjadi basis data,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Karanganyar Any Indrihastuti menjelaskan ada tiga aspek data yang dikumpulkan.
“Data demografi keluarga ada 10 indikator kependudukan, KB 6 indikator, tahapan pembangunan keluarga terdiri 4 indikator,” katanya.
Pada launching pendataan hari ini, Kamis (30/04), di kediaman rumah pribadi, Pokoh Rt 3/Rw 7, Kecamatan Tasikmadu, Bupati Karanganyar Juliyatmono didata oleh dua petugas pendataan.pd

Read More
DSC_0332 (FILEminimizer)

BP3KAB Kabupaten Karanganyar Cetak 10.000 Wirausahawan

DSC_0332 (FILEminimizer)

Bupati Karanganyar Yuliatmono Saat Kunjungi Stan Pameran Produk UPPKS Binaan Badan P3KAB Karanganyar

Upaya untuk mengatasi kepadatan penduduk berdasar UU no. 52 Tahun 2009 Tentang Kependudukan dan Kesejahteraan, maka dengan adanya Undang-Undang ini masyarakat pada umumnya dan tenaga Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) khususnya agar terus dapat memantau dan mengendalikan laju kelahiran agar dapat dikendalikan. Hal ini dilaporkan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kab. Karanganyar Drs. Agus Heri Bindarto, MM saat acara Pembinaan Pengelola Program KB LINI Lapangan dan Pameran Hasil Produk UPPKS, Senin (28/12) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. “

Kami disini juga ingin menyampaikan bahwa Tahun 2013 ini KB bekerjasama dengan BLK (Balai Latihan Kerja) selama tiga bulan dapat menciptakan 10.000 wirausahawan yang tergabung dalam UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan keluarga Sejahtera). Salah satunya wirausaha dalam memproduksi es jus, bakpao, bakpia, bakmi, es cream yang kesemuanya berbahan dasar dari ketela ungu.Karena gizi yang terkandung dari ketela ungu ini lebih baik dari yang lain,” tambahnya dihadapan Bupati dan para peserta pembinaan.

“Saya selaku pribadi maupun Pimpinan Pemerintah Kab. Karannganyar sangat mendukung program pemerintah yakni KB keluarga berencana yaitu dua anak cukup. Yang terpenting bagaimana kita sebagai orang tua dapat selalu meluangkan waktu bersama anak/suami/istri, saling share/berbagi, saling berkomunikasi, saling bercanda sehingga terjalin erat hubungan lahir maupun bathin antara anak dan orang tua begitu juga sebaliknya. Dari situlah akan tercipta keluarga yang berkualitas dan tentunya sejahtera,” pesan Bupati saat menyampaikan arahannya. ad+in

Read More

2012, Angka Kematian Bayi Turun

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2012 kepada Ketua DPRD, Sumanto, dalam Rapat Paripurna, Sabtu (06/04)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2012 kepada Ketua DPRD, Sumanto, dalam Rapat Paripurna, Sabtu (06/04)

Karanganyar, Sabtu (06/04/2013)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyatakan, angka kematian bayi pada 2012 mengalami penurunan. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) mencatat angka kematian bayi tahun lalu hanya 9,23 permil.

Hal itu disampaikan Bupati Karanganyar, Rina Iriani dalam Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2012 dalam rapat paripurna, Sabtu (06/04). Dikatakan Rina, hal itu merupakan capaian yang cukup menggembirakan. “Angka kematian bayi pada 2012 sebesar 9,23 permil. Artinya, terjadi penurunan kematian bayi permil penduduk pada 2012,” kata dia.

Dengan capaian tersebut, dinas terkait yakni DKK sudah bagus dalam melaksanakan tugas dan program kerjanya terkait penanganan kasus kematian anak pada tahun lalu. “Untuk persentase capaian kierja tahun 2012 mengalami kemajuan sebesar 126,32 persen,” ujar dia.

Setali tiga uang kasus kematian bayi, peningkatan kinerja DKK juga ditunjukkan dengan adanya penurunan kematian Bawah Lima Tahun (Balita) di tahun yang sama. “Data kami menyebutkan penurunan tersebut mencapai angka 0,37 permil,” ujar dia di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Karanganyar serta Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Kendati demikian, angka kematian ibu pada 2012 masih cukup tinggi yakni 127,6 per 1.000 ibu. Dipaparkan orang nomor satu di Pemkab Karanganyar itu disebabkan meningkatnya pre-eklamsi pada ibu. Hal itu sulit diprediksi prognosisnya. Namun, pihaknya mengklaim sebagian besar kinerjanya bersama dinas terkait sudah baik. Hanya saja, Rina menyampaikan apa yang diraihnya saat ini harus tetap ditingkatkan.

Di sisi lain, Pemkab Karanganyar juga memiliki prestasi tersendiri dalam hal penggalakan program Keluarga Berencana.  Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) melaporkan progam pelayanan keluarga berencana 2012 terdapat 26.886 orang akseptor baru. Sementara itu, peserta KB aktif sebanyak 133.565 dan KB mandiri 79.944 orang.pd  

Read More

Karanganyar Kekurangan PLKB

Pemerintah Kabupaten Karanganyar kekurangan jumlah petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) dua tahun terakhir.

Saat ini jumlah PLKB aktif hanya 64 orang yang bertugas di 177 desa dan kelurahan. Padahal idealnya setiap PLKB hanya memegang tanggung jawab di dua desa/kelurahan.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (BP3AKB) Karanganyar, Agus Heri Bindarto, saat ditemui, Jumat (14/9/2012).

Menurut dia tahun depan jumlah PLKB akan kembali berkurang sembilan orang. Sehingga praktis hanya bakal ada 55 PLKB aktif. Minimnya jumlah PLKB sebagai ujung tombak program KB, Agus menjelaskan, berdampak pada kurang optimalnya beberapa program.

“Jumlah ini sangat tidak ideal dibanding jumlah wilayah yang harus digarap. Selama ini kami terbentur moratorium, tapi untuk rekrutmen CPNS tahun depan kami sudah ajukan usulan,” katanya.

APBDes untuk PPKBD

Guna mengoptimalkan program di tengah kurangnya jumlah PLKB, Pemkab sedang mengupayakan optimalisasi peran pembantu pembina KB desa (PPKBD). Pemerintah desa (Pemdes) dan kelurahan di Bumi Intanpari diminta menganggarkan dana untuk operasional PPKBD masing-masing. Dana tersebut berasal dari anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes).

Selama ini dana operasional PPKBD dari APBD kabupaten masih jauh dari kata ideal. Rinciannya, dana operasional seorang PPKBD tahun 2011 Rp5.000/bulan. Kendati angkanya naik menjadi Rp10.000/bulan tahun ini tetap masih jauh dari standar. Sehingga dalam APBD perubahan angkanya dinaikkan lagi menjadi Rp20.000/bulan/orang selama setahun.

“Merujuk APBD perubahan, operasional PPKBD per bulan ditetapkan Rp20.000. Setiap PPKBD akan mendapat rapelan dana operasional untuk delapan bulan pertama 2012 saat pembayaran ketiga Desember mendatang. Sebab pembayaran dana operasional PPKBD dilakukan empat bulan sekali,” kata Agus.

Read More

KELUARGA BERENCANA: Jumlah Tenaga Penyuluh Belum Memadai

Tenaga penyuluh Keluarga Berencana (KB) di wilayah Karanganyar belum memadai. Satu penyuluh KB harus bertugas di tiga sampai empat desa. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3Adan KB) Karanganyar, Agus Heri Bindarto, mengatakan tenaga penyuluh KB di wilayah Karanganyar berjumlah 64 orang. Mereka ditempatkan di seluruh wilayah Karanganyar dengan jumlah desa sebanyak 177 desa. “Salah satu kendala di lapangan karena jumlah penyuluh terbatas,” katanya di sela-sela acara Hari Keluarga Nasional di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (2/7/2012).

Para penyuluh KB berusia antara 50-54 tahun atau memasuki usia pensiun yang berjumlah sekitar 10 orang. Artinya, tenaga penyuluh KB harus segera ditambah agar masyarakat memahami manfaat KB pada masa mendatang. Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar ada penambahan tenaga penyuluh di setiap desa. Namun, hingga sekarang penambahan penyuluh tersebut belum juga terealisasi. “Belum ada penambahan penyuluh, padahal kami sangat membutuhkan agar program-program KB dapat disosialisasikan di setiap desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Suwarno, menjelaskan sesuai surat keputusan bersama (SKB) lima menteri PNS di lingkungan Pemkab Karanganyar bisa dipindahkan ke bagian lain. Menurutnya, PNS yang tidak produktif akan dipindahkan menjadi tenaga penyuluh.

Misalnya, jumlah PNS di salah satu SKPD berlebihan maka beberapa PNS tersebut bisa dipindahtugaskan menjadi tenaga penyuluh. Saat ini, pihaknya masih mendata jumlah PNS di setiap SKPD. “Setelah didata akan diketahui SKPD mana yang jumlah PNS-nya berlebihan sehingga bisa dipindahtugaskan menjadi penyuluh,” papar Suwarno.

Sebelumnya, para PNS yang akan dipindahtugaskan menjadi penyuluh wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) penyuluh KB. Sehingga para calon penyuluh KB tersebut dapat mengerti dan memahami tentang KB secara komprehensif.

Read More

Karanganyar Masih Kekurangan Penyuluh KB

Kabupaten Karanganyar masih kekurangan tenaga penyuluh Keluarga Berencana (KB). Saat ini Pemkab Karanganyar hanya memiliki 64 tenaga penyuluh KB. Jumlah ini tidak imbang dengan cakupan wilayah di Kabupaten Karanganyar yang memiliki 177 desa/kelurahan. Untuk mengatasi permasalahan ini, Rencananya Pemkab bakal memindahtugaskan sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak produktif menjadi penyuluh KB.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Bupati Karanganyar Rina Iriani saat sosialisasi Advance Family Planning (AFP) Indonesia. Rina mengatakan, dengan penambahan jumlah penyuluh KB diharapkan akan semakin menyukseskan program KB di Bumi Intanpari. “Saat ini memang jumlah penyuluh KB masih sangat kurang, karena kita hanya memiliki tenaga penyuluh sebanyak 64 orang, sementara jumlah desa sebanyak 177,” katanya, Selasa (8/5) kemarin.

Akibat minimnya jumlah tenaga penyuluh ini, satu penyuluh harus mengampu tiga desa. Padahal satu desa di Kabupaten Karanganyar sangat luas. Beruntung kendala ini sedikit terbantu dengan adanya kader-kader KK, bidan desa yang ikut membantu memberikan penyuluhan. Sementara menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Suwarno, pemindahan sejumlah PNS yang tidak produktif ini sangat memungkinkan dilakukan.

Terlebih saat ini sudah ada SKB 5 menteri. Sehingga pemindahan ini ada payung hukum yang kuat. PNS yang tidak produktif seperti dimaksud Suwarno yakni adanya jumlah PNS yang berlebihan di satu instansi. “Jika satu instansi terlalu banyak pegawainya, nanti malah ada PNS yang tidak mendapatkan tugas. Sehingga yang terjadi mereka bisa pulang lebih awal,” tandas Suwarno kemarin.

BKD pun akan melakukan pendataan instansi mana yang kelebihan pegawai. Setelah dilakukan pemilihan, para calon penyuluh KB akan mendapatkan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Ditambahkan  Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3Adan KB) Agus Heri Bindarto menjelaskan, hingga saat ini ketercakupan KB di Karanganyar cukup bagus. Capaian ini bisa dilihat dari tercapainya target pada 2011 lalu.  “Tahun 2011 kami menargetkan peserta baru 25.915 orang, dan tercapai 26.886 orang. Sementara laju pertambahan penduduk mencapai 0,7 persen,” kata Agus.

Read More

Kodim 0727 dukung program KB

Satuan Kodim 0727 Karanganyar mendukung program nasional keluarga berencana (KB) di Karanganyar. Komandan Kodim 0727 Karanganyar, Letkol (Inf) Eddy Basuki, dalam pembekalan kepada para Babinsa di Makodim 0727 mengatakan, melalui kegiatan percepatan program KB, diharapkan dapat mendorong dan memotivasi masyarakat dalam membina dan mewujudkan keluarga sehat dan berkualitas.

“Dengan program itu, diharapkan mampu menggerakkan partisipasi baik dari unsur instansi pemerintah, LSM, tokoh masyarakat maupun swasta, yang tersebar dari tingkat kabupaten sampai ke desa-desa atau kelurahan,” ungkap Eddy.

Menurutnya, pelaksanaan Bhakti Sosial Revitalisasi Program Keluarga Berencana Nasional Terpadu TNI di Karanganyar, dilakukan secara periodik dari Mei-Juli 2011.

Selain diikuti oleh Babinsa, bhakti sosial itu juga diikuti oleh sejumlah akseptor di setiap desa di Karanganyar. Dengan terlibatnya jajaran Kodim, maka TNI telah ikut serta dalam mensejahterakan masyarakat.

Sumber : http://www.solopos.com/2011/karanganyar/kodim-0727-dukung-program-kb

Read More

Playgroup & TK Aisyiyah Kebak

KB dan TK Aisyiyah Kebak melayani pendidikan anak usia dini dari umur 2-4 tahun untuk bermain sambil belajar di Kelompok Belajar sedang umur 4-6 tahun untuk belajar sambil bermain di Taman Kanak-Kanak. (more…)

Read More