Open Hours : Mon – Fri: 8.00 am. – 4.00 pm.
+1 800 123 456 789

Ketua Tim Penilai Kampung KB, AKBP Dra Dwi Ratnawati MH tengah mengecek adminitrasi dari kampung KB di Dusun Dagen, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu

KARANGANYAR – Kampung Keluarga Berencana (KB) Di Dusun Dagen, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu kedatangan tim penilai evaluasi dan kunjungan lapangan dalam rangka penggerakaan dan bakti sosial Pelayanan KB Bayangkara Tingkat Propinsi Jawa Tengah. Penilaian itu untuk memperebutkan juara 1 tingkat Jawa Tengah terkait penggerakan dan pelayanan KB yang bersaing dengan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Semarang.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada tim Verifikasi di lapangan yang tadi juga sudah bertemu dengan bupati Karanganyar. Rekomendasi yang diharapkan akan segera ditindaklanjuti,” papar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB), Agam Bintoro saat menyambut tim verifikasi.
Dia menambahkan kampung KB di Karanganyar layak menjadi juara karena sudah mandiri dan bersinergi dengan kepolisian. Dulu program ini dinamakan Keluarga Berencana Nasional (KBN) merupakan sebuah komitmen yang tidak bisa berdiri sendiri. Namun membutuhkan keterpaduan dan sinergitas antar lembaga agar program ini berjalan dengan baik.

Sementara Subdirektorat Pembinaan, Penertibaan dan Penyuluhan (Subdutbintibluh), AKBP Dra Dwi Ratnawati MH mengatakan kegiatan monev pelaksaanaan KB di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu sangat luar biasa. Dari dukungan Forkompimca seperti Camat, Kapolsek dan Danramil sangat luar biasa. Tanpa dukungan stekholder kegiatan ini tidak bisa sukses. Terkait pelayanan, Pihaknya sudah melihat antusias para Aseptor KB DI rumah sakit Kartini juga sudah baik. Sementara sosialisasi di masyaraat di desa binaan juga luar biasa. “Polri sangat mendukung kegiatan ini karena pertumbuhan penduduk jumlahnya sangat besar dan tidak dimbangi dengan lapangan pekerjaan yang memadai, Jika jumlah penduduknya banyak dan tidak ada pekerjaan maka akan berdampak pada kerawanan sosial atau menganggu ketertiban lingkungan. Makanya bayangkari ikut aktif mendorong kegiatan ini agar jumlah penduduk dapat dibatasi,” imbuhnya. (hr/ind)

Bupati Karanganyar beserta istri saat menghadiri acara Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke 27 di Puskesmas Kecamatan Jatiyoso, Senin(29/06/20)
KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono beserta istri yg juga Ketua PKK Kabupaten Karanganyar hadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke 27 di Puskesmas Kecamatan Jatiyoso pada, Senin(29/06/20).
Sebanyak 51 fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kabupaten Karanganyar memberikan layanan gratis pemasangan alat KB dalam rangka memperingati hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke 27.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Karanganyar Yuli Astuti menjelaskan penyediaan layanan gratis tersebut guna mendukung program sejuta akseptor yang dicanangkan pemerintah.
Dikatakan Yuli, jenis metode yang dilayani dalam program sejuta akseptor diantaranya metode Kontrasepsi operasi pria (MOP), Metode Kontrasepsi Wanita (MOW), Implant, Suntik, Kondom dan Pil. Yuli sapaan akrabnya mengungkapkan, pencetusan program tersebut didasari dari meningkatanya angka kehamilan di sejumalah daerah selama masa pandemi covid-19, sehingga hal tersebut memicu peningkatan jumlah penduduk secara signifikan.
Disamping itu, dengan peningkatan tersebut juga berpotensi terjadinya akseptor drop out atau akseptor menghentikan kontrasepsi selama 3 bulan.
“Karena covid ini, sehingga dari pusat menggelar 1 kegiatan itu pelayan kb serentak sejuta akseptor. Dilaksanakan se indonesia.
Dan itu, pelayanannya itu terdiri dari MOP, MOW, implan, suntik, susuk. Di Kabupaten karanganya target 1274 data masuk 1336. Sudah over target.
Pelaksanaan 51 faskes di 17 kecamatan.
“Lebih Lanjut Yuli mengungkapkan Secara global, pertumbuhan penduduk di karanganyar sudah dapat ditekan melalui program KB, meskipun diakui Yuli terdapat sedikit kenaikan jumlah kehamilan saat selama pademi.
Kendati begitu, pelaksanaan program KB di Karanganyar dinilai berhasil, terbukti jumlah pelayanan KB dikaranganyar sudah melampaui target yang ditentukan pemerintah pusat, dengan data pelayanan hingga saat ini mencapai 1336, padahal target yang ditentukan sebanyak 1274 pelayanan.
Bupati Juliyatmono berharap masyarakat merencanakan baik-baik dalam keluarganya, khususnya program KB ini.
” Semoga dengan adanya program KB ini, masyarakatnya bisa sehat semua, dan bisa menekan laju angka kehamilan di Kabupaten Karanganyar disaat pandemi seperti sekarang ini “, jelasnya. DISKOMINFO(Ard/Tgr)

Sambutan dari Bupati Karanganyar saat pencanangan Kampung KB di Desa Kutho Kecamatan Kerjo (25/9)
KARANGANYAR – 25 September 2018
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mencanangkan 15 kampung KB di berbagai kecamatan secara serentak di Desa Kutho, Kecamatan Kerjo. Hadirnya kampung diharapkan sebagai solusi keluarga sejahtera. Program KB bukan melarang mempunyai anak akan tetapi mensejahterakan keluarga.
“Program ini digencarkan untuk mengendalikan jumlah penduduk. Sebab saat ini penduduk kita sudah sangat besar dan menempati lima besar negara di dunia. Hakekatnya program ini untuk mensejahterakan keluargam,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam program pencanangkan kampung KB di Desa Kutho, Kecamatan Kerjo, Karanganyar (25/09)
Ke depan, Bupati mengtatakan RT atau RW akan ada program laptopisasi. Program tersebut untuk mendata keluarga di wilayah RT masing-masing. Pendataan itu mencakup jumlah keluarga sekaligus fotonya. Sehingga pemerintah bisa mengetahui keluarga secara detail. Termasuk menyarankan keluarga untuk tidak cepat-cepat menikahkan anak perempuan. “Sebenarnya pengendalian itu ada pada kita sendiri. Tidak usah menggunakan alat ini atau alat itu jika seseorang ada masa subur. Jika mengetahui secara pasti maka keluarga akan menjadi sejahtera,” tambahnya.
Selain itu, Bupati Karanganyar mengatakan ada wacana penolakan imunisasi yang akan dilakukan. Pihaknya akan mendatangani dan memberikan penjelasan mengenai program imunisasi sehingga tidak ada kesalahpahaman informasi.
Sementara kampung KB yang diresmikan berjumlah 15 itu yakni Gerdu Desa Jetis Jaten, Dusun Mojorejo Desa Plesungan Gondangrejo, Dusun Kepoh Desa Tohudan, Colomadu, Dusun Sambi, Desa Ploso, Kecamatan Jumapolo, Dusun Nglinggo, Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu. Desa Sangin, Jatipuro, Dusun Noyi, Desa Sidomukti Kecamatan Jenawi, Dusun Jambu Tokel Desa Jatirejo Ngargoyoso, dusun Bok Dalem, Desa Sukasari Jumantono, Dusun Gondang, Desa Gondang Manis Kecamatan Karangpandan, Dusun Pagerjurang, Desa Wukirsawit Kecamatan jatyoso. Dusun Tangsing, Desa Karangsari Jatiyoso, Dusun Sidoharjo, Desa perereng Mojogendang, Dusun Sawahan Desa Pablengan Matesih dan Desa Kuto Kecamatan Kerjo. (hr/adt)
Karanganyar, Rabu (13/12/2017)
Desa Balong, Kecamatan Jenawi dicanangkan menjadi Kampung Keluarga Berencana (KB) kategori padat penduduk oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Selasa (12/12) di halaman Kantor Kecamatan Jenawi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Karanganyar, Any Indrihastuti, mengatakan dipilihnya Desa Balong menjadi Kampung KB karena peserta akseptor KB terbanyak.
“Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Metode Opreasi Pria (MOP) se Kabupaten Karanganyar terbanyak di wilayah Jenawi. Kami juara satu se-Jawa Tengah KB MOP,” kata Any Indrihastuti, disela-sela acara.
Data pelaksanaan KB MOP di Kabupaten Karanganyar, menurutnya, sebanyak 266 di tahun, 2016. Jumlah itu menurun dibandingkan di tahun 2017 sebanyak 186 orang.
“Tadi (hari itu) ada operasi MOP 22 orang, dan rata-rata yang ikut MOP sudah tua, namun di Jumantono ada yang usia muda. Untuk operasi, ditanggani oleh dokter yang ahli tentang itu,” katanya.
Any juga optimis, capaian KB MOP sampai akhir tahun ini bisa mencapai 200 orang. Pemkab Karanganyar juga menyiapkan bantuan dana Rp. 1,5 juta untuk setiap akseptor.
“Syarat ikut MOP yakni anak minimal dua, umur anak terakhir minimal tiga tahun dan ber KTP Karanganyar,” katanya.
Kabupaten Karanganyar sampai saat ini telah memiliki 29 Kampung KB . Jumlah itu melebihi target dari Pemerintah Pusat, yakni satu kecamatan satu Kampung KB. Namun di Kabupaten Karanganyar, terdapat satu Kecamatan memiliki satu atau dua Kampung KB.
Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan pengendalian penduduk seperti ikut KB menjadi keharusan untuk ditaati, sebab jika tidak maka akan terjadi ledakan penduduk.
“Ikut KB dapat mensejahterakan keluarga. Keluarga yang bahagia,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.(pd)

Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi mewakili Bupati menyampaikan sambutannya pada penerimaan Diklat Pim IV Kemenkes RI, Rabu (26/4)
Karanganyar, Rabu 26 April 2017
Kabupaten Karanganyar menjadi lokasi orientasi lapangan peserta Benchmarking Diklat Pim IV Angkatan I Kementerian Kesehatan RI. Dalam kegiatan ini diikuti sebanyak 36 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kunjungan tersebut diterima langsung Sekretaris Daerah, Samsi mewakili Bupati Karanganyar, Rabu (26/4/2017) di aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karanganyar.
Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan beberapa program dibidang kesehatan yang telah terealisasi, diantaranya stimulan pembangunan jamban sebanyak 5.725 jamban yang bersumber dari APBD, dana desa, CSR dan implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
“Dibidang KB, kami memberikan penghargaan/insentif kepada para pria untuk mengikuti KB jangka panjang yaitu MOP (Vasektomi). Adanya pendirian kampong-kampung KB di Kabupaten Karanganyar,”ujarnya.
Lebih lanjut Sekda menjelaskan tahun 2015 memperoleh penghargaan KB MKJP Tingkat Nasional dan Juara I BKB Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan untuk bidang pengelolaan keuangan dan aset daerah, Samsi mengatakan berkat kerja keras dan kerjasama dengan berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Karanganyar mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
“Aplikasi yang mendukung pengelolaan keuangan daerah ini, meliputi SIMBAPER, SIMDA Online, SSPD-BPHTB Online, SIM-PDRB,”terangnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang sekaligus Ketua rombongan, Asep Zaenal Mustafa, menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan ini dalam rangka pembekalan pembelajaran dari Benchmarking ke praktis sebagai agen perubahan untuk menjalankan program-program stake holder secara efektif sekaligus sebagai pengukuran kinerja.
“ Dengan mengadopsi dan mengadaptasi kemampuan keunggulan tempat yang dikunjungi diharapkan mampu memberikan banyak manfaat khususnya dibidang kesehatan,”harapnya.
Demikian Diskominfo (ft/ind)