IMG-20210816-WA0022

Paripurna DPRD Karanganyar Mendengarkan Pidato Kenegaraan, Presoden RI : Pandemi Seperti Kawah Candradimuka

Kominfo

Bupati, Wabup, Ketua DPRD Karanganyar, Jajaran Forkopimda dan segenap anggota Legislatif Menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum mendengarkan pidato Kenegaraan, Senin (16/8) pagi.

KARANGANYAR- DPRD Karanganyar menggelar Rapat Paripurna sidang ketiga dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-76. Dalam pidato kenegaraannya Presiden mengatakan pandemi seperti Kawah Candradimuka yang telah mengajarkan untuk mawas diri serta menguatkan diri dalam menghadapi tantangan masa depan.

Rapat Paripurna DPRD diikuti Bupati, jajaran Forkompinda dan anggota DPRD Kabupaten Karanganyar. Agenda rapat paripurna itu yakni mendengarkan pidato kenegaraan Presiden dalam rangka hari Kemerdekaan RI.

Dalam pidatonya Presiden mengatakan pandemi covid 19 telah menghambat laju pertumbuhan ekonomi bangsa. Namun hal ini tak boleh menghambat proses reformasi stuktural perekonomian.

“Pemerintah selalu berusaha mencari solusi perekonomian berkelanjutan agar dapat mendongkrak perekonomian nasional,”katanya.

Presiden Jokowi dalam kesempatan itu juga menjelaskan kebijakan PPKM yang diambil pemerintah sebagai upaya  mengendalikan dan  menekan laju penyebaran covid 19. Namun pelaksanaannya dalam jangka pendek dan rata-rata diperpanjang.

“Tujuan dan arah kebijakan tetap dipegang secara konsisten. Namun strategi dan manajemen lapangan harus dinamis dan menyesuaikan di lapangan,”ujarnya

Presiden juga menambahkan pandemi covid -19 telah memberikan pelajaran bagi bangsa Indonesia. Diharapkan kejadian ini menjadi ajang untuk mawas diri dan menguatkan dalam menghadapi tantangan di masa depan.

“Semua ini adalah proses untuk menuju bangsa yang tangguh dan tahan banting. Kita harus optimis dapat melalui ujian ini,”paparnya.
Diskominfo (dn/ind)

Read More

Cegah Kebakaran, Pendakian Lawu Ditutup Sementara

Aktivitas pendakian Gunung Lawu sementara ini ditutup untuk umum. Hal itu menyusul maraknya peristiwa kebakaran hutan selama musim kemarau ini.
Camat Tawangmangu, Yopy Eko Jati Wibowo, mengatakan aktivitas pendakian Lawu ditutup sudah berlangsung selama seminggu terakhir. Penutupan itu merupakan instruksi langsung dari pihak Perhutani Jawa Tengah.
“Pada musim kemarau ini cuaca sangat terik dan angin yang berembus juga lumayan kencang. Sehingga sedikit saja ada nyala api, mudah menjadi besar. Pertimbangan inilah yang dijadikan alasan,” jelas Yopy, Minggu (2/9).
Walaupun pelarangan pendakian sementara tersebut sudah diberlakukan, Yopy  mengaku masih ada saja pendaki yang membandel tetap naik ke puncak Lawu. Para pendaki itu biasanya melewati jalur tak resmi. “Kalau pendaki yang nekat melalui jalur resmi pendakian seperti Cemoro Kandang, tentunya akan kami minta untuk kembali dan menghentikan pendakian,” ujarnya.
Selama musim kemarau berlangsung, kawasan puncak Gunung Lawu, sering sekali terjadi insiden kebakaran. Puncak dari insiden kebakaran hutan terjadi pada bulan Ramadan kemarin, yang terjadi di areal hutan lindung petak 53, yang berjarak sekitar 300 meter dari pos 1 Cemoro Kandang.
Di area yang berbatasan dengan wilayah Magetan, Jawa Timur tersebut, sekitar 5 hektare di atas Kawah Candradimuka terbakar hingga di area Kali Mati. Yopy sendiri mengaku belum bisa memastikan sampai kapan pendakian Lawu akan ditutup. “Setidaknya hingga musim kemarau berakhir dan kondisi sudah memungkinkan untuk dilakukan pendakian,” ungkapnya. n Muhammad Ikhsan

Read More