web copy

Gelombang I Calon Haji Siap Berangkat

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat mengalungkan syal kepada Calon Haji Kabupaten Karanganyar, didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo.

Karanganyar, Rabu (26/07/2017)

Gelombang I Calon Haji dari Kabupaten Karanganyar siap berangkat untuk melaksanakan ibadah haji. Berbagai persiapan pun telah dilakukan, termasuk dengan pengurusan visa.

“Untuk visa gelombang I, kloter 21 sudah selesai. Diberikan saat di Asrama Haji Donohudan,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Museri, Rabu (26/07) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Calon Haji Karanganyar juga sudah mengikuti praktik manasik haji di sejumlah tempat di Kabupaten Karanganyar, dimulai sejak pukul 07.00 sampai siang, Rabu (12/07). Sebelumnya, selama dua hari, Senin-Selasa (10-11/07) diberikan bimbingan haji, di Gedung Wanita Karanganyar.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh menjelaskan nantinya yang diberangkat dari Kabupaten Karanganyar sejumlah 566 Calon Haji (dari jumlah awal 567 orang). Terbagi pada Kloter 21 sebanyak 355 orang, kloter 77 sebanyak 189 orang, tergabung dengan Kabupaten Kendal.

“Kloter 77 awalnya sebanyak 190 orang, tetapi beberapa hari lalu ada yang meninggal dunia satu orang, alamat Ngringgo, Kecamatan Jaten. Kemudian untuk Kloter 78 sebanyak 22 orang,  tergabung dengan Kabupaten Boyolali,” katanya.

Untuk jadwal pemberangkatan, Kloter 21 berangkat pada 2 Agustus 2017, jam 13.00 sudah masuk asrama haji Donohudan, kloter 77 berangkat (19/8) jam 5 sore masuk Donohudan, dan kloter 78 pada (20/8) jam 7 pagi masuk ke asrama haji.

Ditempat yang sama, di acara Pamitan Calon Haji Kabupaten Karanganyar, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengucapkan selamat menjalankan ibadah haji dengan khusyuk.

“Jaga guyub rukun kebersamaan dan dapat kembali lagi ke Kabupaten Karanganyar utuh jumlahnya dan sehat semua,” kata Bupati Juliyatmono.

Bupati juga mengimbau kepada Calon haji agar tidak perlu berpikir keluarga terlalu dalam, sebaiknya fokus beribadah dengan khusyuk.

“Ada Camat, Lurah, Kades, RW dan RT. Keluarga bapak-ibu dapat dipantau olehnya,” kata Bupati.

Dia juga mengimbau yang perlu diperhatikan ibadah haji tahun ini yakni suhu di Tanah Suci yang sangat panas, lebih dari Kabupaten Karanganyar.

“Yang terpenting jaga kesiapan fisik, dan jaga cairan tubuh jangan sampai dehidrasi dengan minum cukup,” katanya.( pd)

Read More
aku

Calon Haji Karanganyar Jalani Manasik

Calon Haji (calhaj) dari Kabupaten Karanganyar mulai menjalani manasik haji selama dua hari untuk mempersiapkan ibadah haji tahun 2016.

Calon Haji (calhaj) dari Kabupaten Karanganyar mulai menjalani manasik haji selama dua hari untuk mempersiapkan ibadah haji tahun 2016.

Karanganyar, Kamis (28/07/2016)

Calon Haji (calhaj) dari Kabupaten Karanganyar mulai menjalani manasik haji selama dua hari untuk mempersiapkan ibadah haji tahun 2016.

Pelaksanaan manasik haji terbagi dalam dua tahap, yakni teori dan praktek. Pada hari pertama, Selasa (26/07) berlangsung di Gedung Wanita dilaksanakan teori dengan diberikan pembekalan dari Tim Haji Kabupaten Karanganyar.

Sedangkan pada hari kedua, Rabu (27/07), dilakukan praktek manasik haji dibeberapa tempat. Untuk praktek naik pesawat terbang, berada Taman Dirgantara Edupark, Komplek Kolam Renang Intanpari, Kecamatan Tasikmadu. Sedangkan untuk lokasi penginapan dan thowaf di halaman Masjid Agung, Sai jalan depan Masjid Agung, padang Arofah di lapangan Panahan, Musdalifah di pelataran Alun alun, dan Mina/lempar jumroh di selatan Masjid Agung.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Museri mengatakan, calon haji dari Kabupaten Karanganyar terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), 20, dan 56.

“Dari catatan kami, total jumlah calon jamaah haji sebanyak 473 orang, namun ada dua orang yang pindah ke Semarang, jadi tinggal 471 orang,” kata Museri, Rabu (27/07) di lokasi Masjid Agung Karanganyar.

Untuk waktu pemberangkatan ke tanah suci dari embarkasi haji Donohudan, Boyolali, Museri menjelaskan sebanyak 355 orang dikloter 20 yang berangkat 16 Agustus 2016 pukul 21.25 WIB, dan 116 orang di kloter 56 yang berangkat 31 Agustus 2016 pukul 01.30 WIB.

“Khusus untuk kloter 56, dari Karanganyar tergabung dengan Kabupaten Boyolali, dan Sragen,” katanya.

Sebelum diberangkatkan, terlebih dahulu calon jamaah haji terlebih dahulu masuk ke asrama haji donohudan. Kloter 20 pada tanggal 15 Agustus 2016 pukul 19.00 WIB, dan kloter 56 pada 30 Agustus 2016 pukul 07.00 WIB. pd

Read More
DSC_0078 copy

Tebu Temanten, Tandai Musim Giling Tebu PG Tasikmadu

Prosesi arak-arakan tebu temanten untuk menandai awal musim giling tebu PG Tasikmadu, Karanganyar

Prosesi arak-arakan tebu temanten untuk menandai awal musim giling tebu PG Tasikmadu, Karanganyar

Karanganyar, Senin (27/04/2015)
Arak-arakan sepasang tebu temanten sudah terlihat sejak pukul 06.00 pagi, dan ratusan warga berkerumun menyaksikan prosesi awal dimulainya musim giling tebu di Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar, Jumat (24/04).
Sedangkan sepasang tebu temanten itu masing-masing diberi nama Bagus Iksuprobo untuk laki-laki, diambil dari kebun di Sapen, Mojolaban, Sukoharjo, dan pengantin putri di beri nama Roro Sikartini Maduretno, diambil dari kebun di Kali Jirak, Tasikmadu. Dibelakangnya terdapat 14 pasang batang tebu setinggi dua meter.
Mereka diarak dari sisi barat menuju sisi utara PG Tasikmadu, kemudian masuk ke halaman rumah Administratur. Selanjutnya dibawa masuk ke mesin penggilingan. Semua prosesi itu merupakan kelanjutan selamatan giling dengan sesaji tujuh kepala kerbau dan berbagai macam ubo rampe yang dihelat sehari sebelumnya.
Staf Libang PG Tasikmadu, Mahfud, mengatakan PG Tasikmadu mengambil tebu dari tujuh lokasi ladang, yakni di Kabupaten Boyolali, Wonogiri, Sragen, Gorbongan, Sukoharjo, dan Karanganyar.
“Produktivitas tebu pada musim ini ditarget 649 kuintal per hektar, dari total luas ladang 6.487 hektar. Tahun lalu hanya 642 kuintal per hektar,” kata Mahfud.
Dengan menghitung produksi total tebu sebanyak 4.209.650 kuintal tebu dengan tingkat rendemen 6,8 persen, diperkirakan akan menghasilkan kristal tebu seberat 286.428,46 kuintal. pd

Read More
DSC_0114ee

Pemkab Karanganyar gelar MTQ

DSC_0128ee

Bupati Karanganyar Juliyatmono Didampingi Forkompinda Saat Memukul Bedug Tanda Dimulainya MTQ Kab. Karanganyar Tahun 2015, Alun-Alun Karanganyar

Pemukulan bedug oleh Bupati Karanganyar menandai dibukanya Musabaqoh Tilawatul Quran (MTQ) tahun 2015 di Alun-alun Karanganyar. Hadir dalam acara tersebut Forkompinda Karanganyar dan SKPD terkait. Adapun pelaksanaan MTQ kali ini diselenggarakan di SMP Negeri 3 Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengatakan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini, diharapkan dengan pelaksanaan MTQ diharapkan masyarakat, terutama generasi muda akan lebih cinta kepada Alquran sebagai pedoman hidupnya serta meningkatnya  pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari .

Sementara itu Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan rakyat sekaligus ketua panitia Siti Maisyaroch mengatakan penyelenggaraan MTQ pelajar dan umum Tahun 2015 ini dilaksanakan selama sehari.

“MTQ pelajar dan umum Tahun 2015 ini melombakan 24 (dua puluh empat)  cabang yang diikuti oleh 17 (tujuh belas) kafilah dari masing-masing kecamatan, tiap kafilah beranggotakan 50 (lima puluh) orang”, jelasnya .

Ditambahkannya, Dari hasil kejuaraan MTQ pelajar dan umum di tingkat kabupaten, akan dikirim pada MTQ serupa ketingkat provinsi Jawa Tengah yang pelaksanaannya besok pada bulan Juli dan September 2015, bertempat di Kabupaten Boyolali . ad

 

Read More
gue

IPAL Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan Penuhi Standar

Karanganyar, Sabtu (20/12/2014)

BLH Kabupaten Karanganyar, warga dan konsultan, saat melihat sistem IPAL Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan, Jumat (19/12) pagi

BLH Kabupaten Karanganyar, warga dan konsultan, saat melihat sistem IPAL
Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan, Jumat (19/12) pagi

Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan, yang terletak di jalan Solo-Purwodadi Kilometer 7,8 Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo telah bersepakat dengan warga masyarakat Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali untuk membuka saluran Pembuangan Air Limbah (IPAL) berupa gorong-gorong yang ditutup semen dengan dicor.

Kesepakatan tersebut ditandatangani bersama dalam Berita Acara Pembongkaran/Pembukaan Cor/ Plester Semen pada Outlet IPAL pabrik setempat. Penadatanganan tersebut melibatkan masyarakat Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, yang diwakili oleh Kepala Dusun IV Desa Sawahan, Eko Kusyanto, serta Pimpinan Pabrik Eni Susilo Budi, Jumat (19/12) pagi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karanganyar, Edy Yusworo di lokasi mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi kadar air limbah yang dihasilkan dari industri pabrik plastik tersebut.

“Kami akan meminta laporan bulanan setiap bulan hasil laboratorium yang sudah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan terregristasi Kementerian Lingkungan Hidup . Jadi dari hasil itu, dapat diketahui baku mutu air limbah,” kata Edy Yusworo. Dia mengatakan hasil pemeriksaan kadar parameter air limbah pada tiga bulan berturut-turut bulan Agustus, September, dan Oktober 2014 telah memenuhi baku mutu air limbah.

Dari informasi yang dihimpun, pada bulan April tahun ini warga Desa Sawahan protes ke pabrik plastik itu karena Sungai Sobrah yang mengalir di lingkungan desa telah tercemar. Air sungai menjadi bau dan warga merasa terganggu. Tidak hanya itu, warga menutup outlet IPAL dengan semen yang aliran air menuju sungai Sobrah.

Selanjutnya warga bermediasi dengan pabrik plastik Ong Sioe Gwan, BLH Provisi Jawa Tengah, BLH Kabupaten Karanganyar, dan BLH Kabupaten Boyolali. Kemudian warga juga mendapat kompensasi.

Konsultan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pabrik Plastik Ong Sioe Gwan, Joko Tri Wisnu mengatakan saat ini sistem pengolahan IPAL tanpa menggunakan bahan kimia. “Saat ini dengan menggunakan non bahan kimia. Banyak perubahan instalasi yang lama dengan yang digunakan saat ini,” ujarnya.

IPAL Industri Ong Sioe Gwan telah memenuhi persyaratan dan ketentuan teknis sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengendalian Pencemaran Air dan Pengelolaan Kualitas Air dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012 tentang Baku Mutu Air Limbah.

Kepala Dusun IV Desa Sawahan, Eko Kusyanto mengatakan kalau memenuhi baku mutu, warga Desa Sawahan menerima dan tidak memprotes. “Jika tidak memenuhi baku mutu, maka gorong-gorong saluran pembuangan air limbah sebaiknya ditutup lagi,” ujarnya. pd

Read More