Ratusan Rumah Diterjang Puting Beliung

Ratusan rumah di tiga Desa Kecamatan Jumantono rusak parah akibat terjangan angin puting beliung yang disertai hujan gerimis, Rabu (11/1) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Akibatnya puluhan pohon tumbang dan langsung menimpa sebuha rumah di Desa Genengan, Desa Ngunut dan Desa Tugu di Kecamatan Jumantono Karanganyar.
Dari data yang dikumpulkan Joglosemar di lokasi kejadian ada sekitar sembilan rumah yang rusak parah tertimpa pohon dan sebuah masjid, sementara 91 rumah lainnya genteng dan atapnya dibawa terbang oleh angin puting beliung yang datang bersama dengan hujan gerimis.
Enam rumah rusak parah di antaranya berada di Dusun Kakum Desa Genengan, dua rumah dan sebuah masjid di Dusun Ngadirejo Desa Ngunut, sebuah rumah di Dusun Sugat Desa Ngunut sementara 91 lainnya berada di Desa Tugu. Kendati tidak mengalami rusak berat namun sebagian besar genteng dan atapnya terbawa oleh angin sejauh beberapa ratus meter.
Salah satu warga sekitar, Owin (28) mengaku terhenyak dan kaget dengan adanya angin puting beliung yang merusak sebagian besar rumah di kampungnya itu. Pasalnya saat itu dirinya baru sampai di rumah dan mendapati hujan disertai angin kencang telah menerbangkan atap rumah ibunya. “Sontak, saya langsung masuk dan mengajak ibu saya untuk keluar dari rumah mencari tempat yang aman,” ujarnya, Rabu (11/1).
Camat Jumantono, Timotius Suryadi mengatakan saat angin puting beliung terjadi dirinya beserta sejumlah staf masih berada di kantor kecamatan. Saat mendengar suara bergemuruh di luar kantor, otomatis saya langsung melihat keluar. “Ternyata genteng dan atap kantor sudah mulai beterbangan diterjangan angin itu,” ucap dia.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto mengungkapkan kerugian yang ditimbulkan dari angin puting beliung itu jelas banyak, tetapi dirinya belum bisa menaksir semuanya karena masih dalam tahap perhitungan.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/ratusan-rumah-diterjang-puting-beliung-64917.html

Read More

Musim Hujan, Petani Durian Untung Besar

Kendati intensitas hujan semakin meninggi, namun justru membuat petani durian di Kecamatan Jumantono Karanganyar untung besar. Pasalnya musim penghujan yang datang terlambat di tahun 2011 membuat bunga buah durian berkembang dengan pesat tanpa dirusak oleh curah hujan.
Akibatnya panen buah durian kali ini terbilang berlimpah. Dengan kualitas bagus harga jual per buahnya bisa mencapai Rp 60.000 sementara standar harga durian berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 40.000.
Salah satu penjual durian di Dukuh Tugu Desa Genengan Kecamatan Jumantono, Rahino (43) mengaku dapat meraup keuntungan hingga jutaan rupiah dalam setiap musim durian. Selain sudah mendapatkan pelanggan dirinya pun mengaku tidak terpengaruh dengan datangnya musim penghujan. “Sama saja mas, kalau hujan biasanya pembeli langsung mampir ke rumah dan bisa langsung memetik di kebun,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Senin (28/11).
Hal senada juga dikatakan oleh Larmi Sugeng (35) semenjak datangnya musim penghujan ini, dirinya mengaku di warung duriannya yang berada di jalan Desa Genengan tersebut tak pernah sepi dari pembeli. Setiap harinya dia mampu menjual buah durian sekitar dua puluhan buah. “Kalau hujan deras, memang sepi. Tapi setelahnya pasti ada saja yang datang dan mencari durian,” jelasnya saat ditemui di warungnya, Senin (28/11).
Sementara itu, salah satu pembeli Andreas Sunanto (65) mengatakan durian lokal Karanganyar mempunyai ciri khas tersendiri. Selain rasanya yang manis dan legit, daging durian lokal Karanganyar menurutnya lebih tebal dibandingkan dari daerah lain.

Read More