DSC_0756

Sambung rasa radio swiba

salah satu peserta bertanya kepada para narasumber saat sesi tanya jawab di LPPL Radio Swida, Kamis pagi 02 maret 2017

salah satu peserta bertanya kepada para narasumber saat sesi tanya jawab di LPPL Radio Swida, Kamis pagi 02 maret 2017

Karanganyar 02 Maret 2017

Acara sambung rasa dan jumpa monitor Radio Swiba yang dilaksanakan di LPPL radio publik swiba di hadiri oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono pada kamis pagi (02/3/17).

Dalam acara yang bertemakan “upaya Pemkab Karanganyar dalam pembangunan infrastruktur guna mendukung pengembangan potensi wisata daerah” diadakan diskusi dan tanya jawab interaktif yang di narasumberi oleh Kepala-kepala OPD dari DISKOMINFO,DPU,DISHUB DAN PKP, BAPERLITBANG DAN DINAS PARIWISATA.

Dalam kesempatan ini juliyatmono menyampaikan “jalannya program pembangunan infrastruktur khususnya jalan terus diperbaiki dan diselesaikan karena pada tahun ini anggaran untuk perawatan infrastruktur seperti jalan 5 miliar namun pelaksanaannya lambat dikarenakan curah hujan yang tinggi”

Selain itu pembangunan infrastruktur lain yang sedang berjalan adalah pembangunan gedung kesehatan seperti posyandu, klinik supaya masya rakat dalam mendapatkan akses kesehatan lebih mudah. Dengan mudahnya akses kesehatan diharapkan angka kesehatan masyarakat Karanganyar akan meningkat.

Saat ini pembanguan pada sector pariwisata menjadi priorotas Pemkap. Tidak lupa juga pembangunan yang diperhatikan adalah adanya simbol-simbol daerah dan objek wisata seperti adanya tugu dan gapura yang akan di perbaharui serta memperbaiki akses menuju seluruh objek wisata di Karanganyar. “Tahun 2017 dengan bertepatan 1 abad karanganyar kita akan melaunching objek wisata baru” tutupnya .

Demikian Diskominfo (yoga/by)

Read More
web

Laka Bis, Pemkab Karanganyar Gratiskan Biaya Pengobatan Rumah Sakit

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi saat menjenguk korban kecelakaan, yang masih dirawat di RSUD Karanganyar, Senin (27/02) pagi.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi saat menjenguk korban kecelakaan, yang masih dirawat di RSUD Karanganyar, Senin (27/02) pagi.

Karanganyar, Senin (27/02/2017)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengratiskan biaya pengobatan di RSUD Karanganyar, korban kecelakaan bis PO Solaris Jaya, yang terjadi pada Minggu (26/02), di tikungan Kali Banaran, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Hal itu dikatakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi  saat menjenguk korban kecelakaan, yang masih dirawat di RSUD Karanganyar, Senin (27/02) pagi.

“Kita bisa bebaskan semua kebutuhan mereka, tidak ada masalah, karena memang butuh dibantu. Berapa yang dibutuhkan, dikoordinasikan dengan RSUD agar mereka tidak dikenakan biaya, termasuk biaya operasi, disamping juga dari Jasa Raharja,” kata Bupati Karanganyar.

Selain itu, penanganan yang cepat terhadap korban kecelakaan rombongan bis dari Sidoarjo, Jawa Timur yang berencana rekreasi di objek wisata Tawangmangu.

Bupati juga menyampaikan turut berduka cita, atas nama Pemkab Karanganyar. Bagi yang meninggal dunia sejumlah 6 orang, jenazah sudah diantarkan sampai rumah masing masing, dan dikirim juga karangan bunga sebagai bentuk keprihatinan Pemkab Karanganyar.

Juliyatmono juga mengatakan sebelum memasuki jalan itu, akan diberi rambu baru agar kendaraan tidak melewati jalan itu, karena memang lokasi kecelakaan itu berada di jalan lama, dan berbahaya.

“Lokasi itu segera di evaluasi agar kendaraan luar kota tidak melalui jalur tersebut, karena sudah ada jalan alternatif (jalan tembus),” kata Bupati.

Dia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu, mengikuti petunjuk karena itu mengarahkan pengguna jalan.

“Jangan mengabaikan rambu, termasuk jika ada rambu agar tidak melewati jalan tersebut, supaya tidak terjadi kecelakaan,” katanya.

Bagi yang berpergian menuju Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar dari arah Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, atau sebaliknya, lebih baik melewati jalan alternatif,  karena jalan tidak begitu menanjak, halus, lebar dan tidak banyak tikungan tajam, walaupun demikian pengendara tetap menjaga kecepatan, jangan ngebut dan  tetap berhati-hati.

Sementara itu, ditempat yang sama, Direktur RSUD Karanganyar, dr Mariyadi mengatakan, sampai saat ini, Senin (27/02) yang masih dirawat sejumlah delapan orang.

“Ada tiga pasien yang akan di operasi karena patah tulang, namun menunggu kondisi tubuh untuk siap dilakukan tindakan operasi,”kata dr. Mariyadi.

Pada kesempatan itu, Direktur RSUD Karanganyar menegaskan bahwa yang meninggal dunia enam orang, tidak tujuh orang.

“Di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Karanganyar tidak ada yang meninggal dunia. Semua jenazah sudah diantar ke rumah masing-masing,” katanya. (pd)

Read More
IMG-20170131-WA0017

Kabupaten Karanganyar Raih Piala WTN 2016 Bidang Lalu Lintas

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menerima Piala Wahana Tata Nugraha tahun 2016, didampingi Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, dan Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kabupaten Karanganyar Sundoro

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (tengah) seusai menerima Piala Wahana Tata Nugraha tahun 2016, didampingi Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak (kiri), dan Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karanganyar, Sundoro (kanan)

Karanganyar, Selasa (31/01/2017)

Kabupaten Karanganyar meraih Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2016, Bidang Lalu lintas Kategori Kota Kecil, diserahkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto, dan diterima langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Selasa (31/01) di  Hotel Merlyn Park, Jakarta.

Penghargaan yang diserahkan itu merupakan hasil penilaian Tim Penilai Piala WTN dari Pusat dan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2016. Penilaian untuk melihat langsung ketertiban dan  kelengkapan infrastruktur lalu lintas.

Dari hasil penilaian itu, menambah daftar penghargaan Piala WTN bagi Kabupaten Karanganyar untuk ke lima kali. Sejak tahun 2012, 2013, 2014, 2015, dan 2016 pada kategori yang sama.

Penghargaan itu berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KP. 588 Tahun 2016 tentang Penerima Penghargaan Wahana Tata Nugraha Untuk Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota Tahun 2016.

Kabupaten Karanganyar juga terus memperbaiki sarana dan prasarana lalu lintas, agar pengguna jalan merasa nyaman dan aman. Tidak saja pengguna di jalan raya, namun juga bagi pejalan kaki dengan membuat pedestrian yang memadai dan ramah bagi penyandang disabilitas.

“Pelebaran Jalan Lawu sudah selesai tahun lalu, juga dilengkapi marka garis tanpa putus dan “mata kucing” agar pengguna jalan lebih tertib berlalu lintas. Adapula aturan batas kecepatan kendaraan maksimal 40 kilometer/jam,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Bupati juga menambahkan, akan memberi rambu penyeberang jalan. Ketika pejalan kaki akan menyeberang jalan, tinggal tekan tombol,dan lampu menyala merah, pejalan kaki bisa menyeberang dengan aman.

Di Kabupaten Karanganyar juga sudah ada Ruang Henti Kendaraan (RHK) Khusus Kendaraan Roda 2 di tiga persimpangan jalan, yakni perempatan Papahan, perempatan Pegadaian dan simpang Bejen. RHK dimaksudkan sebagai tempat berhenti kendaraan roda dua berada paling depan, sedangkan untuk mobil berada dibelakang RHK tersebut.

Tak hanya itu saja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar disetiap tahun mengadakan lomba Pemilihan Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) dan Lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tahun 2016.

“Saya mengharapkan semakin baik tingkat ketertiban berlalu lintas baik pengendara kendaraan juga penyeberang jalan, budaya tertib itu yang ingin kita tingkatkan” kata Bupati.pd

Read More
web (3)

Jembatan Selfie, Wisata Murah Berlatar Pemandangan Alam

Sekelompok anak muda berfoto bareng di jembatan selfie, Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi.

Sekelompok anak muda berfoto bareng di jembatan selfie, Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi.

Karanganyar, Senin (16/01/2017)

Kabupaten Karanganyar yang sebagian wilayah berada di lereng Gunung Lawu terdapat tempat wisata baru, murah berlatar pemandangan alam, perbukitan hijau.

Letaknya berada di Kecamatan Jenawi, berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur, dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua dari kota Karanganyar selama dua jam, kecepatan rata-rata 60 kilometer/jam.

Bagi wisatawan, 1,5 kilometer sebelum mencapai harus ekstra hati-hati, karena jalanan sangat menanjak dan butuh konsentransi tinggi, namun warga desa ada yang menjaga di sisi jalan dan siap menganjal roda kendaraan apabila tidak kuat menanjak.

Namun bagi yang membawa mobil, disarankan untuk memarkirkan kendaraan ditempat parkir, yang berada dibawah sebelum jalan menanjak itu, karena jalan dari rabat beton juga sempit, berukuran 2,5 meter. Disitu pula disediakan ojek untuk sampai lokasi jembatan selfie, cukup membayar Rp. 5000 untuk antar dan pulang ke lokasi parkir.

Jembatan selfie itu, warga setempat menamai Thuk Mangklung Indah (TMI), terbuat dari bambu dengan ketinggian 4,5 meter dari jalan rabat beton, berada di Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi.

Wisatawan cukup membayar Rp. 6000 per orang termasuk parkir untuk masuk kawasan alam itu. Selain jembatan, juga ada tiga  rumah pohon, berada di pohon alpukat, nangka dan lain-lain.

Bagi yang ingin berlama-lama dan melepas lelah setelah perjalanan jauh, dilokasi itu juga ada warung-warung menyediakan aneka makanan dan minuman dengan harga cukup terjangkau.

Sensasi seru sangat dirasakan ketika wisatawan berfoto selfie di jembatan itu, angin cukup kencang berhembus sangat terasa, apalagi berada di sisi ujung kanan maupun kiri. Diujung itu, kita dapat melihat luas pemandangan alam, hijaunya pepohonan dan perbukitan, bisa juga menguji adrenalin wisatawan. Namun juga diperhatikan dari faktor keselamatan, mengingat wisatawan saat di jembatan selfi TMI itu maksimal 10 orang. Untuk berfoto-foto silih berganti.

Rumah pohon setinggi 3 meter, juga menjadi pilihan wisatawan, menaiki tangga, dan duduk ataupun berdiri setelah diatas.

Rumah pohon setinggi 3 meter, juga menjadi pilihan wisatawan, menaiki tangga, dan duduk ataupun berdiri setelah diatas.

Rumah pohon setinggi 3 meter, juga menjadi pilihan wisatawan, menaiki tangga, dan duduk ataupun berdiri setelah diatas. Butuh keberanian ektra untuk lama-lama ditempat itu, karena tubuh terasa diayun-ayun dari bawah, padahal itu karena hembusan angin cukup kuat.

Saat ditemui, Minggu (15/01), Bayan Tempel, Warsito, menceritakan awal mula ada objek wisata itu. Dimulai dari saran mahasiswa KKN UNS untuk membuat jembatan selfie, karena lokasi itu sangat menarik. Setelah itu, pihaknya berembug dengan warga dan membuatnya pada September 2016.

“Pertama kami juga kaget, kenapa semakin lama, anak muda banyak yang datang kesini, tentu tak menyangka sebelumnya,” kata Warsito, saat ditemui.

Proses pembangunan yang memakan waktu satu bulan itu menuai hasil karena keterlibatan pemuda setempat, mempromosikan dengan menggunakan media sosial, sehingga cepat tersebar.

Objek wisata itu ramai dikunjungi pada Sabtu, Minggu dan hari libur dengan jam buka setiap hari pukul 08.00-18.30 WIB.pd

Read More
dsc_0183

Bupati Menutup Karya Bakti Desaku Maju

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Dandim 0727 Karanganyar Letkol Czi Santy Karsa Tarigan saat cek pembangunan fisik pada penutupan Karya Bakti Desaku Maju, Rabu (21/12).

Bertempat di Desa Ngeblak Kecamatan Tawangmangu, Bupati beserta Dandim meninjau pelaksanaan Karya Bakti TNI Desaku Maju, Rabu (21/12/2016).

Kegiatan yang telah dilakukan antara lain : Makadam dan cor jalan dengan volume 390 m x 3 m x 8 cm, pembangunan talud jalan dengan volume 384 m x 75 cm, pembangunan jembatan volume 5 m x 4 m x 4 m.

Pelaksanaan karya Bakti TNI desaku Maju dimulai 30 Nopember 2016 sampai dengan 20 Desember 2016, dengan hasil yang dicapai berupa sasaran fisik selesai sembilan puluh persen.

Dalam laporan Danramil Tawangmangu, Kapten Infanteri Suwarno manfaat dari pembangunan fisik ini baik jembatan, talud dan cor jalan dapat memperlancar transportasi, peningkatan ekonomi masyarakat dan meningkatkan jalur perhubungan darat dari dusun ke dusun serta ke desa lain.

kominfo

Bupati Juliyatmono saat menyalami salah satu petani, sebagai rasa terima kasih yang membantu TNI pada kegiatan Karya Bakti Desaku Maju.

Sementara itu, Bupati saat menyampaikan sambutannya mengatakan jika dilihat dari kecanggihan perlengkapan alutsistanya TNI dengan bangsa lain sudah kalah, tapi jangan takut karena TNI kita ternyata lebih kuat dengan dukungan rakyat dibelakangnya. Sejarah telah membuktikan dari perang gerilyalah Negara Indonesia bisa menang.

“Bangsa Indonesia berdiri karena sikap persatuan dari seluruh lapisan masyarakatnya yang bersatu, saling gotong royong, menghormati,”tandasnya.

Lebih lanjut  Juliyatmono menyampaikan hal yang sangat mungkin terjadi bila sebuah bangsa yang terdiri dari berbagai budaya bisa bersatu dan berdiri kokoh bila hal tersebut tidak dijaga.

Demikian Dishubkominfo (adt/ch)

 

Read More
web

Bhakti Desaku Maju, Bangun Jalan dan Poskamling

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi saat peletakan batu pertama pembangunan Poskamling di Program Bhakti Polri Desaku Maju, di Desa Giriwondo, Kecamatan Jumapolo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi saat peletakan batu pertama pembangunan Poskamling di Program Bhakti Polri Desaku Maju, di Desa Giriwondo, Kecamatan Jumapolo.

Karanganyar, Rabu (07/11/2016)

Program Bhakti Desaku Maju kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Karanganyar dengan Polres Karanganyar, membangun jalan dan poskamling di  Desa Giriwondo, Kecamatan Jumpaolo, Kabupaten Karanganyar.

Pada acara itu, peletakan batu pertama pembangunan tersebut tampak hadir Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, Rabu (07/11) di lokasi.

“Pembangunan itu sebagai Program Bhakti Polri Desaku Maju Tahun 2016 dengan lama pelaksanaan 10 hari, dimulai tanggal 7 sampai 16 Desember 2016,” kata Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simajuntak.

Adapun lokasi pembangunan Poskamling terletak di Desa Giriwondo, Kecamatan Jumapolo dengan luas bangunan 2×3 meter persegi. Sedangkan pembangunan jalan cor sepanjang 1.550 meter dengan lebar tiga meter, yang menghubungkan Dusun Bulu, Dusun Belang, Dusun Jumantoro.

“Kami melibatkan personil dari Polres Karanganyar 50 orang, Linmas Desa Giriwondo 30 orang, dan keterlibatan masyarakat sebanyak 70 orang. Totalnya 150 orang,”katanya.

Sedangkan anggaran untuk program yang telah dilaksanakan dua tahun ini mencapai Rp. 300 juta. Berasal dari APBD Kabupaten Karanganyar Rp. 250 juta, dan Swadaya masyarakat Rp. 50 juta.

Pembangunan Poskamling juga tidak hanya terlihat fisik saja, namun lebih dari itu peran serta masyarakat  terbangun untuk ikut bersama membangun daya tangkal dan cekal terhadap segala apapun juga yang menganggu kamtibmas.

“Kami berharap kesadaran masyarakat ikut andil untuk memfungsikan Poskamling ini menjaga Kamtibmas,” katanya.

Sementara itu, Sekda Karanganyar, Samsi mengatakan mudah-mudahan jalan dan Poskamling setelah selesai dapat berfungsi dengan baik dan dirawat. Tahun depan juga masih ada anggaran untuk Bhakti Desaku Maju.

“Program ini membuka isolasi dan membuat jalan penghubung antar Dusun, maupun antar Desa bisa tersambung,” kata Samsi.pd

Read More
web-2

Bakti Desaku Maju, Buat Akses Jalan Penghubung

Program Bakti Desaku Maju Tahun 2016 membuat akses jalan penghubung menuju jalan utama antar dusun, di wilayah Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu.

Program Bakti Desaku Maju Tahun 2016 membuat akses jalan penghubung menuju jalan utama antara Dusun Ngudal dan Dusun Ngerso, di wilayah Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu.

Karanganyar, Rabu (30/11/2016)

Program Bakti Desaku Maju Tahun 2016 membuat akses jalan penghubung menuju jalan utama antar dusun, di wilayah Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu.

Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol CZi Santy Karsa Tarigan dalam penjelasannya mengatakan, pelaksanaan program itu selama 10 hari, dimulai tanggal 30 November hingga 9 Desember 2016.

“Latar belakang pemilihan lokasi, karena belum ada jalan penghubung antara Dusun Ngudal dan Dusun Ngerso, sehingga kalau akan ke jalan utama harus melambung lewat dusun lain,” kata Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Rabu (30/11) saat di lokasi acara.

Selain itu dijalan penguhubung juga dibuat jembatan dengan ukuran panjang 5 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 4 meter, kemudian cor jalan sepanjang 390 meter dengan lebar 3 meter, dan talud dengan panjang 384 meter dan tinggi 75 sentimeter.

Program Desaku Maju dengan menelan biaya Rp. 286 juta, merupakan usulan dari bawah melalui rembug desa, dengan harapan memudahkan akes transportasi dan meningkatkan roda perekonomian.

“Kami melibatkan 120 personil perhari berasal dari Kodim 0727/Karanganyar, Linmas Desa Nglebak, dan masyarakat setempat,” katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, mengatakan kebersamaan antara Pemerintah Kabupaten Karanganyar, TNI, Polri, dan masyarakat adalah bagian dari kekuatan yang tidak bisa dipisah-pisah, sehingga menjadi kekuatan yang besar dalam konteks apapun untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 “Tanggung jawab kita semua untuk membangun wilayah, membangun jalan ini bukan membangun jalan fisik saja, namun menghubungkan kampung, sehingga NKRI menjadi satu kesatuan yang kita cintai,” kata Wakil Bupati Karanganyar.

Ditambahkan olehnya, masyarakat yang menanam tanaman holtikultura di Desa Nglebak dapat memudahkan akses, efektif dan murah sehingga masyarakat petani disini dapat meningkatkan pendapatannya.pd

Read More
sku

TMMD Ditutup, Terdapat Penghematan Anggaran

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Forkopimda Kabupaten Karanganyar meninjau jembatan dan jalan yang telah selesai dibangun,  Rabu (19/10) pagi.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Forkopimda Kabupaten Karanganyar meninjau jembatan dan jalan yang telah selesai dibangun, Rabu (19/10) pagi.

Karanganyar, Rabu (19/10/2016)

Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2016 Kabupaten Karanganyar telah selesai, dan terdapat pengematan anggaran dibandingakan dengan cara diborongkan.

Dari perbandingan nilai proyek, terdapat penghematan Rp. 176.700.000. Jumlah itu diperoleh jika nilai proyek diborongkan sebesar Rp. 847 juta, namun jika dikerjakan Program TMMD hanya Rp. 670.300.000.

TMMD tersebut ditutup secara resmi oleh Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol CZi Santy Karsa Tarigan, di Lapangan Desa Kadipiro, Kecamatan Jumapolo.

“Program TMMD ini telah dimulai sejak tahun 1980an dengan sebutan ABRI Masuk Desa (AMD). Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan, program TMMD yang telah berlangsung selama lebih kurang 35 tahun ini, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Letkol CZi Santy Karsa Tarigan,saat membacakan sambutan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono.

Seusai upacara di Lapangan Desa Kadipiro, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Forkopimda Kabupaten Karanganyar meninjau jembatan dan jalan yang telah selesai dibangun,  Rabu (19/10) pagi.

Jembatan dengan panjang enam meter, lebar empat meter dan tinggi enam meter itu terletak di Dusun Banyak, Desa Kadipiro, Kecamatan Jumapolo, dan menghubungkan ke Desa Jumantoro dan jalan cor diresmikan Komandan Kodim 0727/Karanganyar.

Letkol CZi Santy Karsa Tarigan mengatakan, pemilihan lokasi ini merupakan usulan dari bawah melalui rembug desa.

“Pembanguan jembatan, cor, dan talud merupakan penghubung antar dusun dan ke desa lain, sehingga dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat. Juga memperlancar transportasi,” katanya.

Dia juga mengatakan,pelibatan personil TMMD sebanyak 40 orang, juga dari Polsek, masyarakat, linmas, ormas, pelajar, pramuka dan karanganyar, dengan jumlah sekitar 100 orang. Pendanaan hingga Rp. 670.300.000, yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah, APBD Kabupaten Karanganyar dan swadaya masyarakat Desa Kadipiro.

Selain itu juga dibangun untuk sasaran fisik berupa makadam dan betonisasi jalan, pembangunan talud jalan, cor jalan, dan plesterisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 rumah.

Pelaksanaan Pra TMMD dimulai tanggal 10 sampai dengan 19 September 2016, dan sasaran fisik telah mencapai 20 persen. Sedangkan kegiatan TMMD dari pembukaan 20 September 2016 hingga 19 Oktober 2016, dan sasaran fisik telah selesai 100 persen.

TMMD juga mengadakan kegitan sasaran non fisik seperti pembekalan tentang bahaya radikalisme, terorisme, bahaya narkoba, sosialisasi pensertifikatan tanah, kependudukan, sosialisasi pertanian, perundang-undangan pemerintah desa, pelayanan KB dan kesehatan, pelatihan ketrampilan dan kewirausahaan umum, pembuatan SIM, hiburan rakyat dan bintal.pd

Read More
kom_0595

Groundbreaking Peningkatan Jalan Jaten-Jetis

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono melakukan pengecoran pada groundbreaking peningktan jalan jaten-jetis di Josroyo Kec. Jaten, Karanganyar, senin (17/10).

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati bersama Jajaran Kepala SKPD Kab. Karanganyar melakukan Peletakan batu pertama peningkatan jalan jaten-jetis,  Senin (17/10/2016) di Josroyo, Jaten, Karanganyar.

Dalam sambutannya, Bupati menghimbau kepada semua pihak agar mendukung pembangunan proyek di tahun 2016 ini, terutama peningkatan dan pelebaran jalan agar akses lalu lintas berjalan dengan lancar.

 “Saya berharap jagan bosan dengan waktu karena ini sudah sangat terlambat. Saya minta tanggal 15 Desember 2016 sudah selesai. Tolong di oyak-oyak atau dipercepat pembangunannya. Saya minta Pak Camat, Pak Muspika, LLAJ, Kepolisian untuk mengurangi terlebih di pagi hari, agar pengerjaan proyek lebih cepat selesai.. ” pesan Bupati di sela-sela sambutannya.

Ditambahkannya, agar pembangunan proyek cepat selesai untuk perempatan jetis harus ada tanda peringatan perbaikan  jalan.

“Jalan diwilayah  jaten dan tasikmadu ada yang rusak  akibat untuk lalu lintas material. Agar dicek dan dicatat untuk menjadi prioritas perbaikan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaaan Umum (DPU) Karanganyar, Edi Sriyanto, melaporkan peningkatan jalan jaten-jetis oleh PT.Praja  Ghupta untuk pengerjaan pelebaran jalan dari 3,5 meter menjadi 5 meter sepanjang 3,1 km. Dilaksanakan mulai 21 September s/d 29 September 2016.

Selanjutnya, peningkatan jalan Nangsri-Dawung oleh CV. Karangjati dengan dana 1,290 miliar rupiah serta pembangunan pangkalan jembatan tangkilan dengan peningkatan jalan Karangmojo-Tangkilan akan segera di tingkatkan agar memperlancar akses warga dalam beraktifitas.

Sementara itu dilaporkan juga terkait dengan pembangunan jembatan Songgorunggi CSR dari pabrik Gandaria yang pembangunannya sudah dimulai sejak seminggu yang lalu dimana  jembatan ini bersifat umum .

Demikian Dishubkominfo (ad/ind/ir/us)

Read More
aku

Presiden Joko Widodo : Target Tol Semarang-Kertosono Selesai 2018

Presiden Joko Widodo, saat mengunjungi proyek tol Solo-Kertosono yang berada di Kilometer 24, di Desa Waru, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (15/10) sore.

Presiden Joko Widodo, saat mengunjungi proyek tol Solo-Kertosono yang berada di Kilometer 24, di Desa Waru, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (15/10) sore.

Karanganyar, Sabtu (15/10/2016)

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menargetkan pembangunan jalan tol Semarang-Kertosono selesai pada 2018. Hal tersebut dikatakan saat melihat progres pembangunan jalan tol Semarang-Kertosono.

“Jalan tol untuk ruas Solo hingga Ngawi ditargetkan selesai pada Oktober 2017 mendatang. Sedangkan ruas Semarang hingga Solo diselesaikan pada Mei 2018. Sedangkan Ngawi sampai Kertosono target selesai pada tahun 2018,” kata Presiden Joko Widodo, saat mengunjungi proyek tol Solo-Kertosono yang berada di Kilometer 24, di Desa Waru, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (15/10) sore.

Proyek jalan tol sepajang 251,24 kilometer itu terbagi dalam tiga bagian. Bagian yang pertama adalah ruas yang menghubungkan antara Semarang dan Solo dengan panjang sekitar 72,64 kilometer. Bagian kedua adalah luas yang menghubungkan Solo hingga Ngawi dengan panjang 90,25 kilometer. Sedangkan bagian ketiga yakni Ngawi sampai Kertosono dengan panjang 88,35 kilometer.

Dalam kesempatan tersebut Presiden juga menargetkan pembangunan jalan tol Trans Jawa selesai pada 2019 mendatang. “Ruas tol Trans Jawa akan saling terhubung dengan panjang total sekitar 1.200 km dari ujung barat hingga wilayah timur Pulau Jawa,” katanya.

Selain itu, Presiden juga mengatakan jalan-jalan tol di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi sampai saat ini progres pembangunan juga sudah sangat baik.

Dengan adanya tol Trans Jawa tersebut, Presiden mengharapkan nantinya bisa mengurai kemacetan yang terjadi di jalan jalan utama yang ada di sepanjang Pulau Jawa. Selain itu tol Trans Jawa juga akan mengurangi waktu tempuh yang digunakan oleh masyarakat ketika berpergian antara suatu kota ke kota yang lain. Setelah beroperasi, jalan tol Solo-Kertosono dapat memangkas waktu hingga dua jam, dari waktu tempuh saat ini yang mencapai empat jam.pd

Read More