70% Pelanggaran lalu lintas didominasi usia remaja

Hampir 70% pelanggaran tertib lalu lintas didominasi usia remaja, terutama pelajar. Kesadaran akan tingkat tertib lalu lintas dinilai masih sangat rendah.

Demikian disampaikan Kasatlantas Polres Karanganyar AKP A Aidil Fitri Syah mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo di sela-sela pembagian leaflet Sadar Lalu Lintas di perempatan Pegadaian Karangan serta Papahan, Rabu (7/12/2011).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Operasi Zebra yang sudah dimulai sejak tanggal 28 November- 11 Desember mendatang. Kasatlantas mengatakan terus melakukan sosialisasi tertib lalu lintas kepada pengguna jalan dengan sasaran menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Selama operasi Zebra tercatat ada 552 pelanggaran lalu lintas. Sekitar 70% pelanggaran didominasi usia pelajar,” ujar Kasatlantas.

Kasatlantas mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tertib lalu lintas dan mematuhi aturan yang berlaku. Terutama, dia menambahkan tidak melanggar traffic light yang berpotensi besar menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Mengingat beberapa penyebab kecelakaan di antaranya ketidak disiplinan pengguna jalan, emosional dan tidak sabar, daya konsentrasi kurang, lelah atau ngantuk serta pengaruh obat maupun minuman keras (Miras).

Read More

Penginapan Tawangmangu banjir pesanan

Beberapa vila mewah berdiri di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

Penginapan di kawasan wisata Tawangmangu banjir pesanan menjelang perayaan Tahun Baru 2012. Bahkan, beberapa penginapan sampai menolak permintaan pemesanan pada 30 Desember-2 Januari mendatang.

Pemilik penginapan Wahyu Sari, Karwadi, dijumpai, Jumat (2/12/2011), menaikkan tarif penginapan hingga dua kali lipat mulai 30 Desember 2011 sampai 2 Januari 2012. Kenaikan tarif disesuaikan dengan tingginya tingkat okupansi menjelang hingga Tahun Baru.

”Sekarang sudah ada yang mulai pesan. Tapi belum banyak. Biasanya mulai tanggal 5 inilah pesanan kamar semakin meningkat,” ujarnya.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Karwadi yang memiliki dua hotel ini menuturkan Tawangmangu selalu menjadi jujukan para wisatawan baik warga Soloraya maupun luar yang ingin merayakan malam pergantian tahun di kaki Gunung Lawu.

Bahkan hampir seluruh hunian penginapan di Tawangmangu penuh. Para wisatawan ini akan menikmati malam pergantian tahun dengan menggelar berbagai acara seperti pesta kembang api.

”Jalan-jalan di Tawangmangu pasti penuh. Biasanya ada pesta kembang api,” tuturnya.

Read More

Musim Hujan, Petani Durian Untung Besar

Kendati intensitas hujan semakin meninggi, namun justru membuat petani durian di Kecamatan Jumantono Karanganyar untung besar. Pasalnya musim penghujan yang datang terlambat di tahun 2011 membuat bunga buah durian berkembang dengan pesat tanpa dirusak oleh curah hujan.
Akibatnya panen buah durian kali ini terbilang berlimpah. Dengan kualitas bagus harga jual per buahnya bisa mencapai Rp 60.000 sementara standar harga durian berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 40.000.
Salah satu penjual durian di Dukuh Tugu Desa Genengan Kecamatan Jumantono, Rahino (43) mengaku dapat meraup keuntungan hingga jutaan rupiah dalam setiap musim durian. Selain sudah mendapatkan pelanggan dirinya pun mengaku tidak terpengaruh dengan datangnya musim penghujan. “Sama saja mas, kalau hujan biasanya pembeli langsung mampir ke rumah dan bisa langsung memetik di kebun,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Senin (28/11).
Hal senada juga dikatakan oleh Larmi Sugeng (35) semenjak datangnya musim penghujan ini, dirinya mengaku di warung duriannya yang berada di jalan Desa Genengan tersebut tak pernah sepi dari pembeli. Setiap harinya dia mampu menjual buah durian sekitar dua puluhan buah. “Kalau hujan deras, memang sepi. Tapi setelahnya pasti ada saja yang datang dan mencari durian,” jelasnya saat ditemui di warungnya, Senin (28/11).
Sementara itu, salah satu pembeli Andreas Sunanto (65) mengatakan durian lokal Karanganyar mempunyai ciri khas tersendiri. Selain rasanya yang manis dan legit, daging durian lokal Karanganyar menurutnya lebih tebal dibandingkan dari daerah lain.

Read More

Tiga titik jalur transportasi di Karanganyar disurvei

Tiga titik jalur transportasi di Kabupaten Karanganyar akan disurvei pada Kamis-Minggu (13-16/10/2011). Ketiga titik itu adalah Pos Kebakkramat, Pos Gondangrejo dan Pos Cemara Sewu.

Ilustrasi
Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar, Nunung Susanto SH MM, pada acara Pelatihan Petugas dan Surveyor pada pelaksanaan Survey Asal Tujuan Nasional tahun 2011 Kabupaten Karanganyar, di Aula Dishubkominfo, Jl Nyi Ageng Karang No 1 Karanganyar, Rabu (12/10/2011).

“Untuk transportasi jalan dilakukan pada lokasi survei sisi jalan, jalan tol, terminal bus dan jembatan timbang. Dan di Kabupaten Karanganyar khusus survei yang dilakukan di sisi jalan. Ada tiga titik survei yakni di Pos Kebakkramat, Pos Gondangrejo dan Pos Cemara Sewu,” terang Nunung pada sambutannya.

Menurut Nunung, kecelakaan atau musibah terkait transportasi terjadi hampir setiap hari, baik di darat, di laut, dan di udara, pada semua jenis dan moda transportasi. Rentang penyebab kecelakaan begitu kompleks dari kesalahan manajemen, kesalahan regulasi, masalah kelayakan sarana dan prasarana, kondisi alam, cuaca dan iklim, hingga masalah kesalahan manusia. Pendeknya dunia transportasi yang sudah menjadi kebutuhan dasar dari masyarakat sedang mendapat tantangan berat. Maka dari itu, imbuhnya, perbaikan sistem dan manajemen transportasi amat penting dan mendesak karena menyangkut faktor keselamatan manusia.

“Data–data yang akurat dan informasi yang shahih amat penting dalam rangka untuk menjawab persoalan masalah transportasi di masa sekarang maupun untuk proyeksi di masa mendatang. Inilah kiranya relevansi diadakannya Survei Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) 2011 yang praktek operasionalnya adalah memotret pergerakan kendaraan, penumpang, dan barang pada periode waktu tertentu secara serentak di seluruh kabupaten di Indonesia,” .

Pada kesempatan yang sama Ketua Tim Pelatihan Petugas dan Surveyor pada pelaksanaan Survey Asal Tujuan Nasional tahun 2011 Kabupaten Karanganyar, Drs Agam Bintoro menyampaikan peserta pelatihan terdiri dari petugas dari lingkungan Dishubkominfo sebanyak 24 orang dan surveyor sebanyak 48 orang yang direkrut dari Perguruan tinggi dan karangtaruna setempat. Rabu kemarin, ada sekitar 90-an orang yang hadir karena menghadirkan jajaran Polres Karanganyar.

“Dalam pelatihan ini kami juga menghadirkan rekan–rekan jajaran Polres Karanganyar dengan maksud sekaligus memanfaatkan forum ini untuk melaksanakan koordinasi guna kelancaran pelaksanaan survei,” tambah Agam. Dia mengemukakan pada pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari staf Dihubkominfo yang telah dilatih di tingkat Provinsi Jateng yaitu Angga Putra Belawan SsiT dan Ardiansyah Dwianico Nugroho Amd.

Read More

Ganti rugi tol Solo-Mantingan, warga mulai melunak

Warga Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar yang terkena proyek jalan tol Solo-Mantingan mulai melunak. Warga menurunkan patokan nilai ganti rugi tanah dari angka yang diajukan sebelumnya.

Kades Kebak sekaligus Panitia Pembebasan Tanah (P2T), Rukini ketika dihubungi, Jumat (30/9/2011) mengatakan masih terus melakukan lobi-lobi secara internal bersama dengan warga yang terkena proyek jalan tol.

Hingga kini, Rukini mengatakan warga masih kukuh dengan pendiriannya menolak angka usulan yang ditetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Namun, Rukini menuturkan warga sudah menurunkan angka usulan ganti rugi dari angka yang diajukan sebelumnya. Yakni kelompok I dari Rp 250.000 per m2 menjadi Rp 200.000 per m2, kelompok II dari Rp 350.000 per m2 menjadi Rp 300.000 per m2 dan kelompok III dari Rp 300.000 per m2 menjadi Rp 250.000 per m2.“Artinya sudah ada perkembangan. Warga menurunkan angka usulan”.

Rukini mengakui pembahasan ganti rugi jalan tol di Desa Kebak berlangsung alot. Bahkan pembahasan ganti rugi yang sudah dimulai sejak tahun 2008 silam belum menemukan titik temu sama sekali terkait angka ganti rugi tersebut. Dia menegaskan warga tetap pada pendiriannya menolak angka usulan yang diajukan PPK sesuai perhitungan tim appresial.

“Posisi tanahnya itu lho yang membuat warga menolak angka PPK. Padahal kami ditarget akhir 2011 ini harus rampung ganti ruginya” .

Sementara, Rukini menambahkan tim PPK juga tetap pada angka yang diajukan. Pihaknya berharap PPK bisa memahami permintaan warga Kebak. Warga siap melepaskan tanah yang ada jika pemerintah menuruti angka yang diajukan warga.

“Kalau secara intern saya selalu melakukan pertemuan dengan warga. Tapi ya itu tadi tetap mereka tidak mau angkanya PPK, yakni kelompok I Rp 150.000 per m2, kelompok II Rp 275.000 per m2 dan kelompok III Rp 225.000 per m2,” ujarnya.

Rukini menyebutkan total tanah di wilayah Kebak yang terkena proyek jalan tol seluas 8.626 meter persegi. Terdiri atas 142 bidang tanah produktif. Kelompok I terdiri atas 64 bidang tanah yang letaknya berdekatan dengan Desa Kemiri.

Kelompok II sebanyak 62 bidang tanah yang berlokasi di pinggir jalan desa setempat. Sedangkan Kelompok III sebanyak 17 bidang tanah berbatasan dengan Desa Waru. Tidak ada satupun bangunan yang terkena proyek jalan tol tersebut.

“Semua yang terkena jalan tol adalah tanah produktif. Karena alasan itulah warga minta pemerintah bisa memahami keinginan warga,” pintanya.

Read More

Ratusan warga Jaten ikuti gerak jalan santai

Ratusan warga RW XIV Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar mengikuti gerak jalan santai dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke 66, Minggu (11/9/2011).

Mereka mulai berdatangan dan memadati lapangan Perumahan RC sejak pukul 06.00 WIB. Pagi  tadi dengan menggunakan seragam olahraga baik anak-anak maupun orang dewasa terlihat sangat antusias mengikuti gerak jalan sehat.

Mereka memperebutkan door price yang disediakan pihak panitia setempat. Ketua RW XIV  Kuswadi mengatakan kegiatan gerak jalan digelar untuk memperingati HUT Kemerdekaan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Read More

Pedagang Pasar Tuban protes keberadaan TPS

Pedagang Pasar Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar memrotes keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) di lokasi pasar.

Alasannya, lokasi pembuangan sampah tersebut menggangu kenyamanan lingkungan dan kerap mengeluarkan bau tidak sedap.

Demikian disampaikan sejumlah pedagang di los daging yang lokasinya mepet dengan TPS, Rabu (24/8/2011). Samini, 47  mengatakan adanya TPS tersebut mengganggu beberapa aktivitas pedagang di sekitarnya. Karena bau dari tumpukan sampah sangat menyengat sehingga membuat pembeli enggan masuk ke los daging.

”Sangat mengganggu  sekali. Tiap hari harus tutup hidung kalau masuk sini,” jelas dia.

Menurutnya, bau tidak sedap bukan hanya saat sampah menumpuk di TPS. Namun muncul ketika sampah diangkut petugas kebersihan dari pemerintah. Bahkan setiap usai hujan deras, air dari sampah kerap meluber ke jalan dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Kami sudah berulang kali meminta TPS dipindah jangan mepet los daging. Kasihan yang mau beli bau sampahnya menyengat,” keluhnya.

Pedagang lain, Limbo mengatakan tidak hanya bau tidak sedap yang ditimbulkan dari TPS tersebut. Namun juga serbuan lalat yang begitu banyak. Pedagang lain, Menik, menambahkan bersama pedagang lainnya telah mengajukan permasalahan  bau sampah kepada pihak Lurah setempat. Namun sampai sekarang belum mendapatkan respon.
Dia mengatakan penumpukan sampah di TPS bukan hanya sekadar menimbulkan bau, timbulnya wabah penyakit pun mulai dikhawatirkan para pedagang. ”Apabila TPS tidak dipindahkan. Kami hanya meminta dibenahi supaya tidak menimbulkan bau sampah,” pintanya.

Lurah Pasar Tuban Joko Purnomo menilai penempatan lokasi TPS sudah berada dalam posisi paling aman. Apalagi keberadaan los daging dengan TPS sudah dibentengi dengan tembok tinggi. “Jadi sebenarnya posisinya sudah paling aman. Kemungkinan dipindah tidak bisa,” tuturnya.

Selama ini, dia mengatakan yang menjadi persoalan adalah banyaknya warga yang tetap nekat membuang sampah di TPS tersebut. Padahal TPS yang ada dikhususkan bagi pedagang di Pasar Tuban. “Kami sudah melarang. Tapi banyak warga yang tetap nekat membuangnya di sini. Mereka berani buang samapi kalau pasar sepi,” katanya.

Read More

Puluhan PKL di Cemoro Kandang ditata

Sebanyak 46 pedagang kaki lima (PKL) di daerah perbatasan Tawangmangu, Jateng- Magetan, Jatim tepatnya di daerah Cemoro Kandang ditata. Penataan dilakukan guna memperindah pintu masuk wilayah Karanganyar. (more…)

Read More

Warga Ngringo gelar malam tirakatan

Karanganyar (Solopos.com)–Warga RT 6/ RW XIV Ngringo, Jaten, Karanganyar menggelar malam tirakatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-66, Sabtu16 agustus 2011 malam. Kegiatan yang dilaksanakan usai salat tarawih diikuti seluruh warga perumahan.

Ketua RT 6 mengatakan selain menggelar malam tirakatan juga dilaksanakan pembagian hadiah lomba dan perenungan semalam. Sebelumnya warga menggelar berbagai lomba dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan seperti gerak jalan santai, lomba sepakbola terong, karoeke dan rias bapak-bapak.

“Di Hari Kemerdekaan ini harus dimaknai dengan meningkatkan rasa nasionalisme. Terutama dengan semakin lunturnya rasa nasionalisme,” ujarnya.

Read More

Warga dan TNI bangun jalan

Warga Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, dibantu dengan anggota Koramil Tawangmangu, menyelesaikan pengecoran jalan sepanjang 1,7 kilometer di desa setempat. (more…)

Read More