PUTING BELIUNG: Warga Diminta Waspada

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap bencana angin puting beliung.

Hal ini lantaran hujan deras disertai angin kencang diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir Februari mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Aji  Pratama  Heru Kristianto menuturkan angin puting beliung dalam beberapa hari terakhir terus menerjang Karanganyar. Heru meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman bahaya angin tersebut.

”Kami telah melakukan evakuasi dengan membersihkan pohon-pohon yang tumbang di jalan raya. Sehingga akses jalan bisa dibuka,” tuturnya.

Heru juga mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) untuk memetakan pohon di pinggir jalan raya yang berusia tua dan rentan roboh jika diterjang angin kencang.

“Jadi jangan sampai ada pohon tumbang dan menelan korban pengguna jalan,” ujarnya.

Selain itu, Heru menambahkan melakukan koordinasi dengan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) terkait titik baliho serta reklame rawan roboh.

Pihaknya meminta BPPT untuk mengecek kondisi tiang penyangga baliho maupun reklame yang dipasang apakah masih dalam kondisi baik atau tidak. Menurutnya langkah itu dilakukan guna meminimalisasi jatuhnya korban dalam bencana tersebut.

Read More

ANGIN RIBUT Menerjang, Puluhan Pohon Tumbang

Puluhan pohon dan baliho di Karanganyar tumbang setelah diterjang hujan disertai angin kencang yang melanda Bumi Intanpari pada Minggu (12/2/2012) sore. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan pantauan, hujan disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Hal ini menyebabkan pohon-pohon di sepanjang jalan raya Solo-Karanganyar tumbang. Angin tidak hanya menumbangkan pepohonan, namun juga beberapa baliho yang sudah rapuh ikut tumbang.

Akibat kejadian itu arus lalu lintas dari Palur menuju Karanganyar Kota sempat menjadi tersendat. Kendaraan yang melintas baik dari arah Solo maupun Karanganyar berjalan merambat. Mereka berusaha menghindari pepohonan yang tumbang di jalanan. Aparat kepolisian bersama tim Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung melakukan evakuasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aji Pratama Heru pohon dan baliho yang tumbang tersebar di beberapa wilayah.

Read More

JEMBATAN AMBROL, Warga Tasikmadu Harus Memutar

Lubang cukup lebar mengangga di jembatan Ngamban penghubung antar kecamatan Jaten dan Tasikmadu, tepatnya di Dusun Buran, Tasikmadu.

Jembatan sepanjang 14 meter ini nyaris putus karena pondasi jembatan rapuh tak kuat menahan gerusan air sungai yang banjir, Minggu (12/2). Akibatnya akses warga terputus dan harus memutar melalui jalur lain yang lebih jauh.

Informasi dihimpun menyebutkan jembatan yang berada di perbatasan antara Buran, Tasikmadu dan Jumog, Jaten, Karanganyar ini ambrol setelah tergerus banjir pada Minggu malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah Karanganyar hingga beberapa jam menyebabkan arus sungai naik.

Puncaknya pada Senin pagi pondasi tengah jembatan hancur dan membuat badan jalan amblas membentuk lubang menganga hingga sekitar satu meter. Sementara di bawah jembatan, pondasi telah hancur tergerus banjir.

Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas. Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Saat ini, baik kendaraan roda dua maupun empat tidak bisa lagi melintas diatas jembatan tersebut. Namun sebagian warga masih tetap nekat melintas meski dihantui perasaan waswas.

Warga setempat terpaksa menutup dan berjaga di ujung jalan menuju jembatan. Mereka memperingatkan para pengguna jalan agar memutar balik karena jembatan putus. Warga Buran, Sugiyanto mengatakan sejak dibangun tahun 1968 silam, pondasi jembatan tidak pernah direnovasi.

Namun talut di sekitar jembatan sempat diperbaiki. Menurutnya, jembatan ini sangat vital karena menjadi akses tercepat menuju kota. ”Dengan jembatan putus, kami terpaksa mutar jauh. Akses perekonomian juga menjadi terhambat,” tuturnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Aji Pratama Heru K meminta warga tidak nekat melintas di jembatan tersebut. Saat ini, Heru menambahkan kondisi jembatan tidak bisa dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat. ”Meski jalan kaki warga jangan nekat melintas. Karena kondisi jembatan sudah sangat rawan jika dilalui,” tegas Heru.

Heru mengatakan telah melaporkan jembatan ambrol ke BPBD Provinsi serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Heru mengatakan tim teknis terdiri atas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) serta BPBD telah melakukan penghitungan teknis kondisi jembatan. Dengan demikian perbaikan jembatan akan diusulkan dalam anggaran bencana.

Heru mengatakan hujan deras yang mengguyur Karanganyar tidak hanya membuat beberapa sungai meluap. Namun juga merusak infrastruktur Jalan Raya Solo-Karanganyar, tepatnya di perempatan Papahan. Kondisi jalan sepanjang hampir 10 meter merekah sedalam 10 sentimeter. ”Kondisi jalan langsung ditangani dan diperbaiki oleh DPU”.

Read More

Jalan Tembus Selesai 2013

Jalan tembus Tawangmangu–Magetan sepanjang 9,15 kilometer yang telah dikerjakan sejak tahun 2006 ditargetkan akan selesai pada tahun 2013. Dengan kucuran dana dari pusat sebesar Rp 5 miliar yang baru saja cair, Pemkab Karanganyar optimis bisa menyelesaikan proyek ini tahun 2013 depan.
“Mudah-mudahan dengan kucuran dana dari pusat, awal tahun 2013 proyek jalan ini bisa selesai,” ujar Didik Joko Bakdono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Kamis (19/1). Ia mengatakan selama ini proyek jalan ini terkendala alokasi pendanaan yang menunggu gelontoran dana.
“Karena menunggu dana itu makanya pelaksanaannya agak tersendat. Pasalnya semua meminta dana ke pusat jadi harus antre,” terang dia.
Joko menjelaskan pembangunan jalan tembus yang menghubungkan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut meliputi pembuatan infrastruktur jalan dan jembatan penghubung, di mana tiga di antaranya mempunyai ukuran yang lumayan besar.
“Kalau dipaksakan dari APBD tentunya tidak cukup. Karena itu Rp 5 miliar tadi rencananya akan digunakan menyelesaikan dua jembatan yang belum digarap,” tekan Joko. Ia menambahkan selain akan menyelesaikan dua buah jembatan tahun ini, pihaknya juga akan melakukan pengeprasan bukit yang terlalu curam yang berpotensi longsor dan membahayakan pemakai jalan.
“Nanti akan kita kepras dengan model cut and fill yakni potong dan uruk. Tapi itu nanti di tahun 2013 dengan anggaran baru,” ucap dia.

Read More

Hujan Lebat, Pohon Menimpa Mobil

Hujan deras yang mengguyur sejak siang hari Minggu (15/1) kemarin membuat sejumlah lokasi dilanda banjir. Di wilayah Kalijambe, ruas jalur Solo-Purwodadi tepatnya di wilayah Banaran, tergenang hingga ketinggian 10 sentimeter.

Camat Kalijambe Samsuri mengatakan berdasarkan pantauan Minggu malam, ruas jalan di Banaran memang tergenang. Selain derasnya hujan yang mengguyur, kondisi jalan yang berkontur rendah di lokasi tersebut membuat aliran air mampet dan meluber ke jalan raya. Dampak dari hujan deras juga membuat elevasi Sungai Cemoro di kawasan Bukuran juga kritis dan tinggal beberapa sentimeter di bawah bibir sungai. Sejumlah anak sungai seperti Sungai Mungkung di Sidoharjo, Sungai Garuda di Sragen Kota serta Sungai Grompol di Masaran juga kritis. Namun, pihak kecamatan setempat memastikan belum terjadi luapan air sungai ke permumikan.

Sementara di Karanganyar hujan deras disertai angin Sabtu (14/1) malam mengakibatkan sejumlah pohon di jalan Lingkungan Kayangan, Bejen, Karanganyar Kota bertumbangan. Sebuah  mobil Carry AD 8964 CE yang tengah melintas menjadi salah satu korban setelah tertimpa pohon yang tumbang.

Beruntung tiga orang yang berada di mobil tersebut tidak mengalami luka serius. Dari informasi yang diperoleh Joglosemar, korban Joko Warsito (40) beserta istri Rosadi (40) dan anaknya Hilda (15) hendak menjenguk kerabat yang sedang dirawat di RSU Jenglong Karanganyar. Namun saat melintasi Kayangan tiba-tiba sejumlah pohon jati dan trembesi tumbang ke jalan dan mengenai bagian belakang mobilnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto mengungkapkan kendati tertimpa pohon ketiganya tidak mengalami luka yang cukup serius. Namun anak perempuannya sempat syok dan terkulai lemas, pasalnya pohon itu tumbang tepat di atas tempat duduknya di belakang. “Untungnya atap bodi mobil tersebut masih kuat sehingga penumpang tidak terluka,” ujarnya kemarin (15/1). Heru menjelaskan tumbangnya pohon tersebut karena tanah di sekitar tidak mampu menahan beban pohon yang terlalu rimbun dan ditambah kencangnya angin yang berhembus kemarin.

Read More

SMKN 2 Karanganyar Telah Produksi Sepeda Elektrik

Setelah mobil rakitan siswa SMK Solo dan Kiat Motor mencuat lewat karyanya dengan Mobil Esemka, kini siswa SMKN 2 Karanganyar unjuk gigi. Mereka berkreasi dengan merakit dan membuat sepeda elektrik yang bisa melaju hingga 25 km/jam dalam waktu tiga bulan.
Penggagas sepeda elektrik, Candra Nur Atanta (17) mengatakan mendapatkan ide tersebut karena berkeinginan untuk dapat membuat moda transportasi yang murah dan ramah lingkungan. Akhirnya terbesit dalam benaknya untuk membuat sepeda elektrik bersama sejumlah rekan lainnya. Awalnya siswa yang masih duduk di kelas 11 ini, membuat sepeda elektrik itu sebagai tugas praktik dalam sebuah mata pelajaran saja. Namun setelah dipikir-pikir rasanya sayang jika tidak diteruskan dan tidak dikembangkan. “Dengan siswa lainnya akhirnya mulai disempurnakan agar bisa digunakan sebagai sebuah sepeda elektrik yang ramah lingkungan,” ujar siswa Program Keahlian Otoelektronik SMKN 2 Karanganyar ini saat ditemui  di sekolahannya, Jumat (13/1).
Menurutnya sepeda elektriknya itu selain hemat bahan bakar karena tidak menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga dapat mengangkat beban berat  hingga 80 kilogram dan jarak tempuh maksimal mencapai 25 kilometer.
“Sebagai pengganti bensin kita hanya menggunakan tiga buah accu yang berdaya 36 volt. Jadi praktis bisa isi ulang,” tandas dia.
Dirinya pun tidak menampik, sepeda elektriknya itu masih mempunyai kelemahan seperti tidak bisa digunakan pada kondisi jalan yang menanjak. Namun untuk jalan datar sejauh ini dari percobaannya dibantu rekan-rekannya tidak ada masalah. “Memang masih banyak kelemahannya. Kami akan terus memperbaiki dan menyempurnakan sepeda ini, baik lebih menyempurnakan baik dari segi desain dan kualitasnya,” imbuh dia.
Guru Pembimbingnya, Harnanto Pubrinantoro menambahkan pihaknya optimis jika sudah menjalin kerja sama dengan pihak terkait, produk buatan anak didiknya itu dapat lebih disempurnakan dan akan diminati di pasaran.“Terlebih sepeda elektrik itu akan cocok digunakan saat pelaksanaan Car Free Day yang marak belakangan ini sebagai sebuah kendaraan yang ramah lingkungan,” ujar dia.

Read More

Fly Over Palur Segera Dibangun

Pembangunan jalan layang (fly over) di palang pintu KA Palur bakal segera direalisasikan. Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengaku telah mendapat alokasi dana Rp 10 miliar dari APBN untuk pembangunan tahap awal.
“Dana awal itu rencananya untuk membangun fondasi,” tuturnya (8/1).
Bupati menepis anggapan sementara pihak bahwa fly over tersebut sekadar untuk gagah-gagahan. Namun, jalan layang itu untuk mengatasi keruwetan di pertigaan yang mempertemukan arus kendaraan dari Solo, Karanganyar dan Sragen tersebut. “Apalagi seiring dengan terhubungnya tembus Tawangmangu–Magetan,”.
Karena fly over melibatkan kabupaten lain, menurut Bupati, Pemkab Karanganyar akan segera berkoordinasi dengan daerah tetangga, seperti Kabupaten Sukoharjo, termasuk juga Pemprov Jateng dan pusat.
Diakui Bupati, wacana  pembangunan fly over sebenarnya sudah berkembang lama. Data di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkomnfo) Karanganyar tahun 2007, setiap harinya volume kendaraan yang melintasi pertigaan palang pintu Palur sekitar 24. 400 satuan mobil penumpang (SMP) per hari. Sedangkan data terbaru tahun 2012 sudah melonjak jadi 26. 840 SMP per hari.
Kepala Dishubkominfo Karanganyar, Nunung Susanto menjelaskan, setidaknya ada dua indikator persyaratan fly over mendesak dibangun. Yaitu volume kendaraan dan frekuensi perjalanan kereta api.
“Dua indikator itu sudah terpenuhi untuk pembangunan fly over,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karanganyar, Sutarno mengungkapkan rencana pembangunan fly over masih terkendala pembebasan lahan. Terutama, pembebasan tanah milik warga di sisi selatan, yang notabene masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/surakarta/karanganyar.html

Read More

Jaten Terima Bantuan sosial

Warga RW XXIV Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar menerima bantuan sosial bidang sarana dan prasarana penataan lingkungan permukiman dari Provinsi Jateng.
Bantuan tersebut diberikan dalam rangka peningkatan dan penataan lingkungan permukiman RW XXIV. Ketua RW XXIV Tuhana, Minggu (1/1/2011) mengatakan bantuan diterima melalui keputusan gubernur Jateng Nomor 413.4/200/2011 tertanggal 8 Desember 2011 berkaitan dengan pemberian bantuan sosial bidang sarana prasarana.
Peruntukannya  kegiatan fasilitasi dan stimulan perbaikan kualitas lingkungan permukiman berbasis masyarakat. Adapun bantuan tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan rabat betonisasi.  “Diharapkan jalan atau gang yang ada diusahakan sudah harus betonisasi,” tuturnya.

Read More

Pedagang Durian Membuat Macet

Banyaknya warung atau kios durian di pertigaan SMP Matesih membuat ruas jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Matesih dengan Kecamatan Tawangmangu macet, terutama pada libur akhir pekan.
Pasalnya selain banyak pedagang durian yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan, para pembeli turut memperparah karena akses parkir yang asal-asalan. Salah seorang pengguna jalan, Suroto (36) mengaku mengeluhkan laju kendaraannya yang tersendat akibat banyaknya pedagang durian yang menjajakan dagangannya di sepanjang pertigaan tersebut. Sehingga kendaraan yang akan menuju Tawangmangu atau sebaliknya terpaksa harus berjalan merayap jika banyak pembeli yang berjubel di kios pedagang durian itu.
“Jualan boleh saja, asalkan bisa diatur. Jangan di pinggir jalan apalagi dekat pertigaan, kasihan pengguna jalan yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroh menjelaskan bahwa puncak panen durian di Karanganyar sebenarnya baru terjadi di Bulan Januari mendatang.
Tingginya produksi buah baik dari Kecamatan Matesih, Jumantono, Jumapolo dan Jatipuro akhirnya membuat mereka menjajakan durian yang berbuah setahun sekali tersebut ke pinggir jalan, salah satunya yakni di pertigaan Matesih karena dianggap sebagai kawasan strategis. Terpisah, Kepala Disperindagkop dan UMKM Karanganyar, Sundoro menyatakan tidak membangun semacam kios, mengingat pedagang durian tersebut sifatnya musiman.

Read More

Warga Pertanyakan Jalan Tembus

Sejumlah elemen masyarakat baik secara lembaga maupun organisasi meminta agar jalan tembus Karanganyar-Magetan sepanjang 9, 15 kilometer tersebut segera rampung dan bisa dilewati warga.
Salah seorang warga Tawangmangu, Suwarno (40) mengaku kendati jalan lama masih bisa dilalui tapi kondisi jalan berupa tikungan, tanjakan dan turunan tajam masih mendominasi sehingga sedikit menyulitkan warga dan rawan kecelakaan. “Yang di Magetan sudah jadi, kenapa Karanganyar belum jadi,” protes sopir angkutan wisata Tawangmangu – Magetan.
Camat Tawangmangu, Yopi Eko Jatiwibowo mengungkapkan bahwa permintaan dan desakan dari warga tersebut telah disampaikan kepada Pemprov Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat secara sinergi sejak lama. Namun, belum juga ada jawaban.
Jauh sebelum anggota dewan mempertanyakan hal tersebut, pihaknya mengaku telah mengirimkan surat kepada Pemkab Karanganyar guna menanyakan perkembangan proyek jalan tembus yang sudah berlangsung sekitar lima tahun tersebut.
Menurutnya, sejumlah lembaga dan organisasi seperti Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tawangmangu, Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) dan berbagai elemen lainnya juga serupa menyuarakan hal yang sama.
Dengan selesainya proyek jalan tembus, Yopi berharap ekonomi warga sekitar dapat terdongkrak. Seiring meningkatnya wisatawan atau pengendara yang melintas. “Otomatis itu kan bisa meningkatkan perekonomian warga karena ada transaksi dagang,” jelas dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Didik Joko Bakdono menjelaskan bahwa proyek jalan tembus tersebut masih menyisakan sekitar 2, 3 kilometer dan dua unit jembatan. Pihaknya menegaskan telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Jateng dan Kementerian Pekerjaan Umum terkait pelaksanaan proyek itu.
Menurut Didik, pengerjaan jalan terus berlanjut dan tidak berhenti seperti yang dipertanyakan sejumlah pihak. Bahkan di tahun 2012 mendatang, dirinya menambahkan sudah ada dana dari Pusat yang mengalokasikan sebesar Rp 15 Miliar guna merampungkan ruas jalan yang belum selesai.
Perlu diketahui, jika proyek jalan tembus  Tawangmangu – Magetan tersebut selesai

Read More