aku

Sarasehan Budaya, Gagas Pengembangan Pariwisata Karanganyar

Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, akademisi, dan tokoh budaya berkumpul pada Sarasehan Budaya, Minggu (28/09)

Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, akademisi, dan tokoh budaya berkumpul pada Sarasehan Budaya, Minggu (28/09) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Karanganyar, Senin (27/09/2015)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, mengadakan Sarasehan Budaya dengan mengundang akademisi dan berbagai tokoh seni dan budaya di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Minggu (28/09). Acara itu digagas untuk mengembangkan pariwisata

Mulai dari Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Rektor ISI Surakarta Prof. Dr. Sri Rochana W., S.Kar., M.Hum, Guru Besar ISI Surakarta Prof. Dr. Dharsono, M.Sn, dan berbagai tokoh budayawan.

Dialog interaktif pada sarasehan itu dikemas lewat Ketoprak Srawung. Pementasan itu mengambil cerita kisah perjuangan Raden Mas Said.

Pada dialog pembuka, Bupati Juliyatmono mengatakan pada acara ini diharapkan mendapatkan masukan-masukan yang terbaik, dan mendengarkan bagaimana kebudayaan mempunyai kontribusi yang positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Banyak potensi pariwisata dan budaya, kita ingin bersama-sama mengangkat Kabupaten Karanganyar menjadi lebih terkenal pada dua potensi itu,” katanya.

Dikatakan pula oleh Bupati, disini kita dapat menganggas bagaimana pengembangkan pariwisata dan budaya yang ada di Kabupaten Karanganyar.

“Ada gunung lawu, Candi Cetho Sukuh, Giri layu, Muesum Kluster Dayu, Jumog, Parang Ijo, Wisata Edukasi Dirgantara, dan Tawangmangu. Semua obyek wisata ini tidak ada artinya jika tidak digerakkan oleh pelaku wisata dan budaya termasuk masyarakat sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu Rektor ISI Surakarta menuturkan banyak obyek wisata, seperti wisata alam, wisata religi, wisata edukasi.

“Dari ISI Surakarta juga sudah merencanakan untuk mengemas Grebeg Lawu. Namun harus ada penilitian dulu potensi yang akan dikembangkan,” katanya.

Dia juga berpendapat, jika untuk pengembangkan tempat wisata yang bisa dilakukan dengan mengundang investor, sehingga pariwisata yang berbasis budaya dan ekonomi kreatif bisa dikembangkan di Kabupaten Karanganyar.

Ditambahkan pula oleh Prof. Dr. Dharsono, M.Sn bahwa Karanganyar sudah punya merek sebagai kawasan wisata alam, sejarah, spiritual, dan budaya.

“Secara merek itu sudah ada, tugasnya adalah pencitraan, melalui visual branding masing-masing tempat wisata ada ciri khas. Startegi media dengan menggunakan media sosial, internet, tv. dan stratergi pemasaran,” katanya. pd

Read More
aku

Ngargoyoso Adakan Festival Tlaga Madirda

Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah, berjaket hitam) saat membaca puisi saat pentas kolaborasi kesenian,Sabtu (01/08) di Festival Tlaga Madirda.

Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah, berjaket hitam)  membaca puisi saat pentas kolaborasi kesenian,Sabtu (01/08) di Festival Tlaga Madirda.

Karanganyar, Minggu (02/08/2015)
Masyarakat Kecamatan Ngargoyoso kembali mengadakan gelar pertunjukan seni budaya yang diadakan setiap tahun. Tahun 2015 ini diberi nama Festival Tlaga Madirda, diadakan di Tlaga Madirda, Desa Berjo, dengan berbagai jenis pertunjukkan.

Festival Tlaga Madirda (FTM) itu berlangsung selama dua hari, dari Sabtu-Minggu (01-02/08) dan dibuka oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Untuk hari pertama pesta kuliner, pesta kesenian rakyat, pentas karawitan anak, pentas kolaborasi kesenian rakyat “Urup, Urip, Hanguripi”, dan pentas drama “Ande-Ande Luput”.

Sedangkan hari kedua, terdapat pentas kreativitas anak, pesta kuliner rakyat, pentas kesenian rakyat, pameran fotografi, dan pentas pertunjukan wayang kulit.

Di Kecamatan Ngargoyoso sudah tahun ketiga, sejak 2013, mengadakan festival seni budaya. Antusias masyarakat dalam seni budaya juga terlihat tinggi. Terdapat pula puluhan stand UKM dari warga setempat.

Pentas kolaborasi kesenian rakyat di Festival Tlaga Madirda, Sabtu (01/08)

Pentas kolaborasi kesenian rakyat di Festival Tlaga Madirda, Sabtu (01/08)

Rektor ISI Surakarta Prof.Dr.Sri Rochana Widyastutieningrum., S.Kar., M.Hum menuturkan festival ini merupakan implementasi kerjasama ISI Surakarta dengan Pemkab Karanganyar dengan masyarakat Ngargoyoso.

“Disini terdapat berbagai kegiatan seni, tidak hanya dapat hiburan, namun lebih mengakrabkan hubungan silaturahmi, pengembangan seni budaya,” katanya, saat memberikan sambutan, Sabtu (01/08) di lokasi.

Ditempat acara, Bupati Juliyatmono menuturkan Indonesia banyak seni budaya yang harus di lestarikan dengan mencintai seni budaya.

“Mari kita jaga dan lestarikan karena budaya adalah alat pemersatu, hidup rukun dan dapat gagasan baru,” katanya.

Juliyatmono juga mengatakan inilah yang disebut terori ekonomi kreatif, menciptakan gagasan baru yang akan menghasilkan nilai tambah baik dari ilmu penghetahuan, seni bduaya, dan menggerakkan sektor ekonomi.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan terus mengembangkan sektor seni budaya,” katanya.

Direncanakan, Bupati Juliyatmono akan menutup FTM tersebut nanti malam. pd

Read More

LKPJ Tahun 2013

Sebagaimana diamanatkan dalam pasal 27 ayat (2) Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2004 sebagai konsekuensi penerimaan kewenangan secara luas tersebut serta dalam rangka mewujudkan pelaksanaan otonomi daerah dan sejalan dengan upaya mewujudkan pemerintahan yang bertanggung jawab dan mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif dan efisien sesuai dengan prinsip tata pemerintahan yang baik maka kepala daerah wajib melaporkan penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun anggaran yaitu Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) kepada DPRD.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati akhir tahun 2013 dilaksanakan dalam rangka memberikan laporan pelaksanaan perkembangan (progress report) sekaligus gambaran pembangunan dan pencapaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan pada tahun 2013. untuk lebih lengkapnya silahkan download file dibawah ini :

Read More
Tari Kencar-Kencar

Tari Kencar-Kencar

Tari Kencar-Kencar

Tari Kencar-Kencar

Tari Kencar-kencar mengisahkan pembangunan di Karanganyar yang tiga kali berturut-turut ini memperoleh penghargaan Adipura. “Karena keguyuban masyarakat dan pemerintah, maka kebersihan kota bisa terjaga. Pada akhirnya, kota menjadi semakin terang benderang dan indah, menandakan warganya yang sejahtera serta berada dalam kebahagiaan.” Tarian ini diciptakan oleh Bupati Karanganyar (Dr.Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, S.P.d. M.Hum).

Para penari sebanyak 138 orang terdiri dari para siswa SMP dan SMA di Karanganyar, dibantu mahasiswa ISI Surakarta yang juga warga Karanganyar. Tarian berdurasi 15 menit tersebut diiringi musik lesung dari Padepokan Lesung Nusantara, yang juga binaan Bupati Rina Iriani. Ciri khasnya rancak, bersemangat, dihiasi dengan atraksi tari yang dinamis, para gadis cantik yang memeragakan gerakan bersih-bersih dengan sapu dan tong sampah dari bambu

Read More