DSC_1120

Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital

Suasana Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 di Kabupaten Karanganyar, Senin (21/05).

Karanganyar, 21 Mei 2018

Pemerintah Kabupaten Karanganyar memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke-110 melaksanakan Upacara Bendera di halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar, Senin pagi (21/05). Upacara yang berlangsung secara khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran Forkompinda, Pimpinan OPD, Kodim 0727 Karanganyar, TNI Angkatan Udara Karanganyar, Polres Karanganyar, Organisasi Wanita, banser dari ormas serta Pelajar di sekitar wilayah Karanganyar.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Komandan Kodim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Muhammad Ibrahim Mukhtar Maksum dalam amanatnya membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, menyampaikan bahwa pendirian organisasi harus dilandasi dengan komitmen untuk mencapai persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia dalam beberapa tahun kedepan bisa menjadi negara yang lebih maju dan lebih besar, sejajar dengan negara maju lainnya, hal ini dibuktikan dengan kondisi Bangsa Indonesia saat ini dimana perekonomian, kesehatan, pendidikan dan sektor-sektor lainnya mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah upaya Pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Selain itu, pembangunan infrastruktur juga menjadi fokus dalam rangka pemerataan pembangunan serta meningkatkan akses perekonomian antar wilayah di Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau.

Memasuki era digital dimana kemajuan tehnologi semakin maju, tidak ada lagi kendala komunikasi, akses pengetahuan dan informasi, diharapkan masyarakat memiliki kesadaran untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang dalam meningkatkan kapasitas diri.

Tahun 2020, Indonesia akan memasuki era keemasan dalam konsep kependudukan yakni bonus demografi yang menguntungkan bagi bangsa karena usia produktif lebih tinggi dibanding usia non produktif. Maka dari itu, bersama-sama untuk menjauhi pemecah belah dan komplain negatif agar anak-anak bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat.

“Mari maknai peringatan tahun ini dilingkungan masing-masing untuk memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda yang membawa kejayaan bangsa ditahun yang akan datang,” harapnya.

Demikian Diskominfo (ad/karina/imas)

Read More

HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)

Read More
DSC_4546

Pertama di Indonesia

 

TERBAIK : Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberikan piala Juara 1 dalam acara Perkemahaan 360 hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARANGANYAR – Jumat, 29 Desember 2017

Penutupan perkemahaan 360 hari Kwartir Cabang Kabupaten Karanganyar tak henti-hentinya menjadi pujian dari Kwartir Daerah Jawa Tengah. Pasalnya kemah yang dilaksanakan selama itu baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Apalagi sarana dan prasarana di Bumi Perkemahan (buper) Cakra Pahlawasri  sudah sangat mendukung. Berada di areal 10 hektar sangat tepat menjadi ‘kawah candradimuka” para pramuka.

“Buper Cakra Pahlawasri adalah salah satu bumi perkemahaan terbaik di Jawa Tengah. Sehingga sangat tepat bila Buper ini dijadikan tempat menggembleng para penggalang,” papar Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo usai menutup perkemahaan 360 hari Kwartir Cabang di Delingan, Karanganyar, Jumat (29/12)

Dia menambahkan acara ini sangat tepat untuk membentuk karakter pada diri anak-anak yang ada dalam jiwa pramuka. Misalnya mandiri, berani, jujur dan bertanggungjawab. Kegiatan ini akan terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang. “Perkemahan ini menjadi sarana tepat untuk pengembleng dan melatih anak. Kegiatan ini akan kami lanjutkan di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Perkemahaan 360 hari, Harjono mengatakan acara ini untuk pembinaan generasi muda yang penuh karakter. Ditengah arus gadget, dan pengaruh media sosial yang luar biasa, para pemuda untuk diajak menempa diri melalui kegiatan pramuka. Pemuda diharapkan mempunyai karakter yang cerdas, santun, trampil dan pantang menyerah. “Pelaksanaan kemah 360 hari telah diikuti 17.900 peserta dari 17 Kecamatan yang ada di Karanganyar. kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan diantaranya PBB, Halang rintang, pentas seni dll,” tambahnya.

Selain itu, Sekretaris Kwarda Jawa Tengah, Agung Suparyoko mengapreasi dan mendukung penuh pelaksanaan kemah 36 hari. Acara seperti ini, menurutnya baru pertama kali dilaksanakan. “Ini sejarah dan baru pertama kali di Indonesia. Bahkan di dunia. Saya mendukung dan berharap bisa dilaksanakan terus acara seperti ini,” tambahnya (hr/yg)

Read More

Pilkada Langsung, Mengapa tidak?

Pilkada Langsung, Mengapa tidak?
Oleh : Ilyas Akbar Almadani (Mahasiswa FISIPOL UGM)
Warga Tasikmadu, Karanganyar

Era reformasi dimulai pada tahun 1998 pasca berhentinya Presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun. Pada masa pemerintahan Soeharto yang dikenal dengan orde baru, jabatan-jabatan politik utamanya pemilihan Presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Hal itu dianggap belum merepresentasikan kedaulatan di tangan rakyat, maka terjadilah tuntutan reformasi yang mayoritas disuarakan oleh gerakan mahasiswa sebagai masyarakat terdidik. Perjuangan dan tuntutan reformasi tersebut berhasil melengserkan Presiden Soeharto.

Berdasarkan konstitusi, Wakil Presiden B.J. Habibie dikukuhkan menjadi Presiden. Habibie selanjutnya berkomitmen untuk memenuhi tuntutan reformasi yang berkembang saat itu dengan melakukan perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Salah satu hasil keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) adalah mengubah tata cara pemilihan Presiden melalui pemilihan langsung sekaligus dibuat satu paket presiden dan wakil presiden.

Pilkada langsung adalah kualitas check and balances

Pemilihan presiden secara langsung dianggap mempunyai legitimasi yang luas sebagai wujud dari kedaulatan berada di tangan rakyat. Karena hasil pemilihan langsung itu dapat meningkatkan fungsi check and balances. Yang dimaksud check and balances adalah fungsi keseimbangan, artinya DPR/ DPRD yang terpilih mewakili masyarakat berperan aktif mengawasi jalannya Pemerintahan baik fungsinya sebagai pembuat Undang-Undang, menyusun Anggaran dan mengawasi jalannya Pemerintahan juga berfungsi untuk menjadi penyeimbang agar jalannya Pemerintahan tidak menyimpang dan tetap konsisten terhadap Visi, Misi, Program kerja yang telah ditetapkan oleh Presiden, Gubernur, Bupati/ Walikota.

Demikian juga hasil Pilkada langsung di daerah baik Provinsi maupun Kabupaten akan menunjukkan partisipasi yang lebih obyektif dan dapat meningkatkan kualitas serta mampu menumbuhkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pilihannya (Widodo, 2015). Pilkada langsung lebih kuat rasa keterwakilan masyarakat, lebih kuat rasa kepercayaan masyarakat yang diberikan kepada siapa yang diberi mandat, siapa yang dipilihnya untuk menjadi presiden. Bukan hanya presiden, melainkan semua jabatan politik termasuk gubernur, bupati, dan walikota.

Mekanisme pengisian jabatan kepala daerah dilakukan dengan cara dipilih secara demokratis. Pengertian dipilih secara demokratis mempunyai makna yang fleksibel bisa dipilih secara langsung oleh rakyat maupun dipilih melalui DPRD. Dipilih secara langsung oleh rakyat adalah demokratis, dipilih melalui DPRD juga sama demokratisnya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, pengisian jabatan kepala daerah menggunakan istilah pemilihan kepala daerah atau dikenal dengan Pilkada, sedangkan teknis pelaksanaannya diatur lebih rinci dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Harmonisasi Pasangan

Kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih dalam satu pasangan calon yang dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Pasangan calon Kepala daerah adalah satu kesatuan yang saling melengkapi sehingga apabila Kepala daerah berhalangan dapat dilaksanakan oleh Wakil Kepala daerah dengan demikian Pemerintahan tetap berjalan tanpa sedikitpun ada hambatan dari faktor kepemimpinan (Kumolo, 2015). Hal ini sudah jelas bahwa asas ini meminimalisasi kecurangan yang terjadi apabila diterapkan secara sungguh-sungguh. Pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin menyelenggarakan Pilkada langsung secara cermat dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk turut serta dalam memilih pemimpin di daerah masing-masing dan berdampak pada kinerja pemerintah yang serius dalam menangani permasalahan yang timbul dalam kehidupan bermasyarakat karena masyarakat ikut terlibat dalam pergantian kepala daerah. Suara pemilih tidak di pengaruhi oleh tingkat Pendidikan dan jabatan seseorang. Setiap warga Negara mempunyai hak pilih yang sama sebagaimana diatur oleh Undang-Undang  (MZ & Sundari, 2015). Hal ini menjadi sebuah bukti bahwa Pilkada secara langsung menjadi sebuah pesta demokrasi yang menguntungkan rakyat dan bermakna bagi kehidupan masyarakat kedepan.

Jika kita bandingkan dengan Pilkada melalui DPRD, pemilihan tersebut tentunya tidak membuang banyak biaya. Namun, kita menyadari bahwa keseluruhan suara anggota DPRD adalah suara partai dan ini menjadi sebuah beban para anggota DPRD. apabila dirinya tidak menuruti kemauan partai akan berisiko dengan penataan ulang para wakil partai di DPRD. Berbagai intervensi dari partai tentunya sangatlah kuat apabila pemilihan melalui DPRD. Akibatnya, hubungan kepala daerah dengan masyarakat menjadi lemah dari berbagai sisi dan akan berdampak pada kinerja Pemerintah ke depan kemungkinan bisa tidak mendukung kepentingan masyarakat karena kepala daerah akan mementingkan kepentingan para Anggota DPRD.

Pilkada langsung sebagai bentuk sarana untuk mewujudkan sistem yang demokratis untuk merealisasikan kepentingan sekaligus kedaulatan rakyat dan sebagai prasyarat terbentuknya pemerintahan daerah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel tetapi keberhasilan maupun tidaknya bergantung kepada komitmen pihak-pihak terkait untuk meminimalisasi kecenderungan pelaku menyimpang (Kumolo, 2015). Berbagai kemungkinan inilah yang seharusnya kita waspadai agar Pilkada tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi mampu melahirkan kepala daerah yang sesuai dengan harapan masyarakat.

Kaderisasi Pemimpin melalui Partai Politik

Supaya Pilkada menjadi berkualitas diperlukan adanya proses rekrutmen politik oleh partai baik secara rutin dan mengedepankan sumber daya manusia yang berpendidikan tinggi memiliki wawasan, kemampuan, dan ilmu pengetahuan di bidang pemerintahan hal ini bisa diperoleh melalui proses kaderisasi yang cukup lama seperti melaksanakan diklat-diklat bertema pembangunan (Irham, 2016). Kepala daerah yang sudah diproses dalam kaderisasi partai harapannya menjadi manusia yang berpotensi untuk mengelola sumber daya yang ada dan dapat menjadi budaya yang bagus untuk mengurangi penyimpangan yang ada dalam proses kinerja dan pelaksanaan pemerintahan nantinya.

Pilkada langsung merupakan sarana sekaligus wujud sistem demokrasi secara utuh serta langkah realisasi kedaulatan rakyat. Namun, sebagaimana kita lihat selama ini harapan akan terwujudnya pemerintahan yang baik setelah sistem demokrasi dari pola lama tidak langsung menuju demokrasi langsung ternyata tidak langsung membawa wujud perubahan yang mendasar. Justru terjadi tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Banyak kasus korupsi dilakukan oleh Kepala daerah sehingga cita-cita agar mempercepat kesejahteraan rakyat belum terlihat justru sebaliknya kesejahteraan terabaikan dan cenderung pembangunan lambat.

Di samping memiliki dampak positif, praktik demokrasi cenderung melahirkan perilaku yang bertentangan dengan norma dan etika.  Berdasarkan data Kementerian dalam negeri 2013 tercatat sebanyak 309 kepala daerah terjerat kasus korupsi. Data tersebut sama persis dengan temuan KPK yang melaporkan sejak 2004 hingga 2012 lebih dari 175 kepala daerah yang terdiri atas 17 gubernur dan 158 bupati dan walikota menjalani pemeriksaan di lembaga antikorupsi ini sebanyak 40 di antaranya sudah diproses penegak hukum bahkan sudah mendekam di penjara sebagai koruptor (Kumolo, 2015).

Dengan demikian Pilkada langsung tetap menjadi pilihan demokrasi yang masih cukup ideal di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, perlu disempurnakan dengan sistem yang dapat melahirkan proses demokrasi yang baik untuk mendapatkan presiden, gubernur, bupati, dan walikota yang berintegritas. Tetap menjaga komitmen sebagai seorang negarawan yang mampu menyejahterakan masyarakat dan dengan tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

DAFTAR PUSTAKA

Irham, M. A. (2016). Demokrasi Muka Dua: Membaca Ulang Pilkada di Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.
Kumolo, T. (2015). Politik Hukum Pilkada Serentak. Jakarta Selatan: Expose (PT Mizan Publika).
MZ, R. H., & Sundari, S. (2015). Pilkada: Penuh Euforia, Miskin Makna. Jakarta: Bestari (Anggota IKAPI).
Widodo, H. (2015). Hukum Acara: Perselisihan Hasil Pilkada Serentak di Mahkamah Konstitusi. Jakarta Timur: Sinar Grafika.

Naskah Perundangan

Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah
Undang-Undang No. 10 Tahun 2016 tentang pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota

Read More
web

Bupati Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila tahun 2017, Minggu (01/10), di Taman Pancasila.

Karanganyar, Senin (02/10/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila tahun 2017, Minggu (01/10), di Taman Pancasila. Tampak hadir, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol CZi Santy Karsa Tarigan, Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi dan tamu undangan lainnya.

Upacara yang berlangung khidmat itu diikuti ratusan peserta dari TNI, Polri, BPBD, PNS, Ormas, GOW, Dharma Wanita, PKK dan pramuka. Sedangkan pembaca Ikrar oleh Ketua DPRD Karanganyar.

Bupati Karanganyar mengatakan, hari ini memperingati peristiwa yang sangat bersejarah, kejadian di tahun 1965 itu tidak boleh terulang kembali.

“Pancasila adalah ideololgi negara, dalam pancasila terdapat sila-sila yang sangat luar biasa dan kita amalkan untuk semakin memperkokoh bangsa dan negara Indonesia,” kata Bupati.

Sedangkan ikrar dibacakan oleh Ketua DPRD Karanganyar. Berikut isinya :

Ikrar

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya:

bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Bangsa Republik Indonesia pada tanggal 17   Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia

bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara

bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperoleh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Read More
foto joko songo

Drama Kolosal Joko Songo Meriahkan Upacara HUT RI ke-72

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan penghormatan saat pengibaran Bendera Merah Putih

Karanganyar, Jum’at 18 Agustus 2017

Upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 digelar di Alun Alun Kabupaten Karanganyar, Kamis (17/8/2017) kemarin. Dalam peringatan tersebut juga menampilkan drama kolosal Perjuangan Joko Songo yang menggambarkan gugurnya sembilan tentara pelajar dalam pertempuran dengan Belanda di wilayah Matesih.

Bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-72 diikuti dari berbagai elemen masyarakat mulai dari pelajar, ormas,  jajaran,  OPD, Forkopimda, Anggota DPRD dan TNI/Polri.

Sambutan Gubernur Jawa Tengah pada Upacara peringatan Setik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 yang dibacakan Bupati Karanganyar menekankan menjaga NKRI sebagai sebuah harga mati dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pemersatu bangsa. Mengamalkan UUD 1945 dengan sebaik-baiknya, serta membela Pancasila dari setiap rongrongan yang dihadapi.Indonesia adalah bangsa yang besar, Indonesia adalah bangsa hebat yang terus menghebatkan diri dengan karya dan prestasi bersama. Rumangsa melu handarbeni, rumnagsa wajib hangrungkebi, mulat sarira hangrasa wani. Dan akhirnya bangga sebagai orang Indonesia yang cinta tanah air dan bersatu dalam persaudaraan untuk kejayaan bangsa.

Pada kesempatan itu juga disampaikan Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia kepada Larno, SPd, MM (Kepala SMPN 4 Karanganyar pada Disdikpora Kab. Karanganyar Provinsi Jawa Tengah),Widodo Sutomo, SP (Kabid Politik dan Kemasyarakatan Badan Kesbangpol Kab. Karanganyar Provinsi Jawa Tengah), Dra. Sri Muji Wahyuti, M.Pd Kons (Guru SMAN Kerjo pada Disdikpora Kab. Karanganyar Provinsi Jawa Tengah, Sukisni, S.Sos (Kasubbag Keuangan pada Badan Kesbangpol Kab. Karanganyar Provinsi Jawa Tengah).

KOMINFO

Pertunjukan drama kolosal Joko Songo di Alun-alun Karanganyar

Upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-72 ditutup dengan pertunjukkan drama kolosal  Joko Songo yang dimainkan para pelajar dari SMK negeri Ngargoyoso. Drama kolosal yang menceritakan perjuangan sembilan tentara pelajar melawan tentara Belanda di Matesih. Kesembilan  tentara pelajar itupun gugur di medan perang.

Demikian Diskominfo (Tim)

 

Read More
web

Upacara HUT RI di Kabupaten Karanganyar Berlangsung Khidmat

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meletakkan bendera Merah Putih ke nampan pembawa bendera.

Karanganyar, Jumat (18/08/2017)

Upacara Pengibaran Bendera Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, di Kabupaten Karanganyar berlangsung khidmat dan meriah. Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Jalannya upacara diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karanganyar, anggota DPRD, unsur pemerintahan, TNI, Polri, dan berbagai kalangan lainnya, Kamis (17/08) di Alun-alun Kabupaten Karanganyar.

Paskibraka Kabupaten Karanganyar, bersiap menaikkan bendera.

Pengibaran bendera Merah Putih oleh Paskibraka pun berjalan dengan baik dan lancar. Formasi pengibaran yang berjumlah tiga kelompok, terdiri kelompok 17, 8 dan 45 sukes menjalankan tugas mulia tersebut.

Bupati Karanganyar, saat membacakan sambutan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, hari  ini rasa  nasionalisme  dan  kebanggaan  kita  sebagai bangsa    Indonesia    makin    mengemuka    dan bergelora  di  dalam  dada.

“Kita  akan  selalu  ingat kepada   mereka   yang   telah   berjuang   untuk bangsa  ini  hingga  merdeka.  Kita  akan  selalu terkenang  akan  semangat  juang  para  pahlawan kusuma  bangsa. Dekat  sekali.  Sedekat  jantung kita,” katanya.

“Tugas  kita,  menjaga  api  semangat  juang ke-pahlawanan ini   agar   terus   menyala. Sejak revolusi  hingga  pasca  reformasi,  sejak  Sukarno sampai Joko Widodo, tidak boleh kita biarkan api ini redup apalagi padam, meski kena angin topan dan  badai  yang  menghantam,”katanya.

Karena  ini  kekuatan  dan  jatidiri sejati  kita  sebagai  sebuah bangsa pejuang.   Bangsa   yang   tidak   pernah gentar  dan  pantang  surut  ke  belakang  menghadapi persoalan dan tantangan.

Di dalam rangkaian acara tersebut, ditampilkan drama kolosal Joko Songo. Menceritakan tentang perjuangan kepahlawanan para pemuda yang tergabung di Tentara Pelajar untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, khususnya di daerah Matesih Kabupaten Karanganyar, pada masa perang Kemerdekaan melawan tentara Belanda.

Pada sore harinya, Upacara penurunan bendera merah putih berjalan lancar. Sebagai Inspektur Upacara yakni Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Czi Santy Karsa Tarigan.

Ratusan pelajar tampil di serenade sebelum Upacara penurunan Bendera Merah Putih

Sebelum upacara dimulai, ratusan pelajar dari SMP Negeri 1,2,3,4,5 membawakan gerak dan lagu perjuangan dan daerah. Bahkan tamu Forkopimda beserta isteri ikut bergabung dengan mereka.

Pada malam sebelumnya, Rabu (16/08) telah dilangsungkan tirakatan di Gedung DPRD Kabupaten Karanganyar, dan Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Dharma Tunggal Bakti.(pd)

Read More
DSC_3510

Jiwai Semangat 45

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati, Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah, Samsi, Kadis Kominfo dan narasumber lainnya menyanyikan bersama “Indonesia Pusaka” pada acara Sambung Rasa Radio SWIBA, Jumat malam (15/8)

Karanganyar, Selasa 15 Agustus 2017

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia, Radio SWIBA menyelenggarakan acara Sambung Rasa di halaman Radio SWIBA pada Selasa malam, 15 Agustus 2017.

Hadir pada acara tersebut Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI),  Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ketua DHC Angkatan 45,  dan Ketua DPD KNPI sebagai narasumber.

Peserta Sambung Rasa yang mengambil judul “Semangat Nilai 45 Mematri Visi Memacu Karanganyar Maju dan Sejahtera” pada malam hari itu adalah para pelajar di Kota Karanganyar yaitu SMAN 1 Karanganyar, SMAN 2 Karanganyar, SMKN 1 Karanganyar, SMKN 2 Karanganyar,  SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar, SMK Kanisius Bharata dan SMK Bintang Nusantara.

Diawali dengan ajakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka” dan “Desaku yang Kucinta”, beliau mengajak semua yang hadir dan seluruh pendengar Radio SWIBA untuk menjiwai spirit patriotisme dan cinta tanah air.

“Negara kita bisa merdeka karena ada spirit patriotism dan cinta tanah air, semangat berkorban, saling bantu, gotong royong, bangga terhadap bangsa. Ini harus mendarah daging pada diri kita,” tandasnya .

Indonesia adalah rumah besar kita. Ibarat rumah tangga, anak tidak akan bisa tumbuh dengan baik kalau tidak mencintai ibu yang telah melahirkannya.

“Cinta tanah air ibarat cinta kepada ibu kandung. Kalau kita  mengkhianati, durhaka kepada ibu kandung tidak akan bahagia,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua DHC Angkatan 45, Cuk Susilo mengingatkan dan menggarisbawahi tentang spirit, maju dan sejahtera. Hal ini telah dimiliki oleh para pendahulu kita untuk mencapai kemerdekaan. Pejuangan ini bisa dicapai dengan kebersamaan.

“Setelah mencapai kemerdekaan, perjuangan tidak berhenti. Perjuangan terus berlanjut bahkan sampai saat ini. Pemuda sekarang ini spirit harus ada, nilai semangat harus dijaga,” kata Cuk.

Rohadi Widodo, Wakil Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa kita harus mewarisi nilai perjuangan yang telah dilaksanakan para pendahulu kita. Mereka berkorban harta, bahkan nyawa.

“Kita ambil nilai perjuangannya. Setiap krisis akan tumbuhkan pahlawan-pahlawan yang hebat. Semangat jaga NKRI harus terus dijaga supaya tidak kembali dijajah dalam bentuk apapun baik ekonomi, kedaulatan, maupun lainnya,” kata Rohadi.

Acara Sambung Rasa Radio SWIBA yang dipandu oleh Mamik dan Oki serta disiarkan secara live kali itu dilengkapi dengan pertunjukan band dari BPPT. Di akhir acara Juliyatmono didampingi Rohadi Widodo dan Sekretaris Daerah, Samsi berkenan menyanyikan lagu perjuangan “Gebyar-Gebyar”. Demikian Diskominfo (krs/adt)

Read More
DSC_3064

Desa Buran Jadi Percontohan Desa Sadar Jamsostek

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Direktur Utama Perluasan Kepesertaan Jamsostek Ilyas Lubis menandatangani Prasasti di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (15/8).

Karanganyar, Selasa 15 Agustus 2017

Pemkab Karanganyar bersama BPJS melaunching Desa Buran sebagai salah satu Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaaan (Jamsostek). Peresmian dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (15/8/2017).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Karanganyar didampingi Dirut Perluasan Kepesertaan Jamsostek, Forkopimda Karanganyar, Jajaran Kepala OPD Karanganyar terkait serta Perangkat desa di wilayah Karanganyar.

Pemkab Karanganyarmendukung program yang telah  diterapkan BPJS dalam rangka memberikan jaminan sosial kepada seluruh tenaga kerja di pedesaan dan mengapresiasi Desa Buran Kecamatan Tasikmadu menjadi Desa sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang memenuhi empat program BPJS meliputi  Jaminan kecelakaan kerja, Jaminan hari tua, Jaminan Pensiun dan Jaminan kematian.

”Semoga melalui launching desa Buran desa sadar Jamsostek dapat diikuti desa-desa yang lain, harapan masyarakat dapat lebih sejahtera sehingga BPJS Jamsostek dapat menjadi sahabat tenaga-tenaga kerja di desa,”tuturnya.

Lebih lanjut Bupati menghimbau  pemerintahan desa agar dalam penyusunan APBDes seluruh perangkat desa di wilayah Karanganyar dapat diikutsertakan dalam BPJS karena hal tersebut merupakan pemenuhan kegiatan dalam melaksanakan Undang-Undang.

“BPJS ini amanat Undang-Undang sehingga mengikat untuk mengikutsertakan seluruh tenaga kerja. Dan perlu diketahui BPJS tidak akan kekurangan dana, jadi berapapun besar biaya akan diklaim BPJS,”terangnya.

Sementara itu Direktur Utama Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga, ilya Lubis mengatakan BPJS Ketenagakerjaan melaksanakan tugas negara yakni agar negara memberikan jaminan sosial kepada warganya.Sebagaimana Undang-Undang mengatakan setiap pekerja di Indonesia berhak atas perlindungan.

“Oleh karenanya pekerja di Indonesia berhak atas perlindungan untuk menuju tenaga kerja yang sejahtera. Dan wajib yang menjadi peserta adalah seluruh pekerja,”terangnya.

Disampaikannya jaminan perlindungan sosial ini merupakan salah satu bentuk mendukung nawacita Presiden RI Joko Widodo.

“Desa sebagai tumpuan dimana geliat ekonomi dan tenaga kerja tumbuh sehingga BPJS Jamsostek wajib memberikan perlindungan kepada tenaga kerja, pelaku usaha di desa-desa,”tuturnya.

Ilyas lubis menyampaikan sebanyak 226 pencanangan desa di Indonesia sebagai desa sadar Jamsosotek termasuk  49 desa di Provinsi Jawa Tengah, dengan demikian desa tersebut terlindungi secara paripurna dan ekonomi tetap berjalan.

“Harapan kami seluruh tenaga kerja di desa dapat terlindungi dari resiko-resiko bekerja yang berdampak pada peningkatan perekonomian di desa,”pesannya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan MOU Desa Buran Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar, Desa Pondok Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo dan Desa Tirtomulyo Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri.

Demikian Diskominfo (ft/ind)  

Read More
72.FINAL.LOGO.COLOR

Sambutan Tirakatan HUT RI Ke-72

SAMBUTAN BUPATI KARANGANYAR

PADA ACARA

MALAM TIRAKATAN DALAM RANGKA

PERINGATAN HARI ULANG TAHUN REPUBLIK INDONESIA KE – 72 TAHUN 2017

Hari / tanggal : Rabu, 16 Agustus 2017

Waktu : 19.00 WIB

Tempat : Gedung DPRD Kab. Karanganyar

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

  • Yang saya hormati Jajaran Forkopimda,
  • Yang saya hormati Ketua, Wakil Ketua dan para anggota DPRD Kab. Karanganyar
  • Yang saya hormati Wakil Bupati Karanganyar
  • Yang saya hormati Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda
  • Yang saya hormati Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab.
  • Yang saya hormati kepala desa, para pengurus RW dan RT serta seluruh warga masyarakat se-Karanganyar yang berbahagia.

MERDEKA…!

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita sekalian, termasuk nikmat kemerdekaan yang telah diberikan kepada kita bangsa Indonesia, sehingga malam hari ini  kita dapat bersama-sama menyelenggarakan tasyakuran dalam rangka tirakatan, guna menyongsong Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Bapak/Ibu dan hadirin  yang saya hormati,

Tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat, esok hari Negara kita tercinta Negara Kesatuan Republik Indonesia, telah genap 72 tahun lepas dari cengkeraman penjajah. Kita telah merdeka dalam satu rentang waktu yang cukup panjang.

Memaknai peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, seyogyanya kita gunakan untuk melakukan refleksi diri,
merenung dan instrospeksi, apa yang telah kita perbuat untuk mengisi kemerdekaan membangun tanah air yang kita cintai. Sejalan dengan visi Kabupaten Karanganyar “Bersama Memajukan Karanganyar” mengandung maksud, bahwa kita ingin segera mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya bagi masyarakat, yang dimaknai : merdeka itu masyarakat yang berbudaya, merdeka itu masyarakat yang sehat, merdeka itu masyarakat yang cerdas, merdeka itu masyarakat yang sejahtera dan merdeka itu masyarakat maju dan demokratis.

Bapak/Ibu dan hadirin yang sekalian,

Sejak kecil masyarakat Indonesia dididik untuk memiliki kesadaraan akan pentingnya menjadi makhluk sosial yang saling hidup berdampingan dan berinteraksi melibatkan individu lainnya. “Gotong Royong” merupakan akar dari kebudayaan kita yang merupakan perwujudan harmoni kebersamaan yang telah menjadi perekat sosial paling efektif tanpa memandang ras, suku dan agama untuk mencapai tujuan yang luhur.

 “Indonesia Kerja Bersama”  menjadi tema yang diangkat sebagai semangat pada perayaan 72 tahun Indonesia Merdeka kali ini. Melalui semboyan ini masyarakat diingatkan untuk kembali bersama-sama bersatu dalam perbedaan dan melanjutkan perjuangan untuk menjadi bangsa yang terhormat, bangsa Indonesia yang bermartabat dan berkepribadian Pancasila.

Bapak/Ibu dan hadirin yang berbahagia,

Mengakhiri sambutan ini, saya ingin mengajak segenap masyarakat Kabupaten Karanganyar untuk menyambut dan merayakan Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menanamkan semangat kejuangan dan proklamasi kemerdekaan Indonesia, sebagai tonggak perjuangan dan semangat agar bersatu, bersama memantapkan kedaulatan dan jiwa kebangsaan, serta mewujudkan masyarakat Karanganyar Yang Maju dan Sejahtera. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi perjuangan dan upaya kita bersama.

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-72.

”AYO KERJA BERSAMA WUJUDKAN MASYARAKAT BERBUDAYA, SEHAT, CERDAS, SEJAHTERA, MAJU DAN DEMOKRATIS”

MERDEKA..!!

 

Sekian dan terima kasih.

Billahi taufiq wal hidayah.

Wassalamualaikum wr.wb

 

                                                                                                                     Karanganyar, 16 Agustus 2017

                                                                                                                     BUPATI KARANGANYAR

 

                                                                                                                     Drs. H. JULIYATMONO, MM

 

Download Sambutan MALAM TIRAKATAN HUT RI KE-72

Read More