DSC_5868

Muskab Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Karanganyar

Read More
DSC_5904

Muskab Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri ) Kabupaten Karanganyar, 10 Pengurus Korpri 2019 dikukuhkan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati, Rober Cristanto Hadir Dalam Acara Muskab Korpri Kabupaten Karanganyar Tahun 2019 di Gedung Paripurna DPRD Karanganyar, Rabu (30/10/2019). (more…)

Read More
WhatsApp Image 2019-10-28 at 07.43.19

Kejuaraan Indonesia Open X-Sport Championshiop (IOXC) 2019 di Alun-Alun Karanganyar

Read More
IMG_20191017_185109_485

Jumpa Bakti Gembira (Jumpara) PMR ke XII Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar

Read More

Karanganyar Menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Indonesia Open X-Sports Championship (IOXC) Ke-11

Read More
WhatsApp Image 2019-10-15 at 13.31.29

Jadi Tuan Rumah Indonesia Open X-Sports Championship IOXC 2019, Karanganyar Tampilkan Sesuatu Yang Istimewa

Karanganyar bakal tampil all out dalam mempersiapkan kejuaraan Indonesia Open X-Sports Championship IOXC 2019

KARANGANYAR – 15 Oktober 2019

 

Kabupaten Karanganyar menjadi tuan rumah kejuaraan Indonesia Open X-Sports Championship (IOXC) ke-11 yang akan diselenggarakan pada 25-27 Oktober 2019. Guna persiapan gelaran event tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggelar rapat koordinasi IOXC di Ruang Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (15/10).

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Titis Sri Jawoto menyampaikan, target peserta kejuaraan IOXC 2019 diikuti sekitar 500 peserta dari 13 negara.

Ada beberapa cabang yang diperlombakan seperti skateboard, BMX, freestyle soccer, dan freestyle basketball. Adapun pelaksanaannya bertempat di Alun-Alun Karanganyar. “Arena yang digunakan ukurannya 17 meter x 40 meterx 7 meter. Kita menyediakan pengadaan alat. Kalau penyelenggaraannya dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Jangka panjangnya, arena (knockdown) bisa digunakan untuk altet-atlet di Karanganyar,” ungkap Titis.

Ia menambahkan sebenarnya pihaknya sudah mempersiapkan tempat atau arena bermain bagi atlet olahraga ekstrem di komplek Gedung Wanita Karanganyar, akan tetapi karena direncanakan akan dibangun teater di tempat tersebut akhirnya tidak jadi.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan Kemenpora ini menjadi wadah bagi millenial yang mempunyai bakat luar biasa. “Memberikan pesan positif kepada kaum millenial, kita bisa berbuat, kita bisa berprestasi dan diakui. Serta memberikan harapan,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya juga sudah mempersiapkan berbagai hal seperti keamanan dan fasilitas pendudung lainnya. Pasca digelarnya kejuaraan IOXC ini, Pemkab Karanganyar akan menyediakan arena bermain bagi para pemuda untuk menyalurkan bakatnya. “Ini sekaligus mewadahi anak-anak yang sejak lama meminta lapangan (arena bermain), pasca event akan kita siapkan tempatnya. Karena arena yang digunakan ini knockdown atau bongkar pasang. Tinggal kita cari tempatnya untuk bermain,” tutur Juliyatmono.

Ia mengungkapkan dalam kejuaraan IOXC ini, selain diramaikan atlet asal luar daerah juga akan diramaikan atlet-atlet lokal. (hr/adt)

Read More
DSC_4555

Talkshow Anti Korupsi Bareng KPK RI

Peserta Talkshow Antikorupsi Bareng KPK RI di Stikes Mitra Husada Karanganyar, Selasa (1/10/2019)

Karanganyar-

Talkshow Antikorupsi Bareng KPK RI digelar di Stikes Mitra Husada Karanganyar, Selasa (1/10/2019).
Dalam kesempatan tersebut Ketua KPK Agus Raharjo mengajak mahasiswa untuk membangun generasi muda sejak dini mulai dari hal-hal yang sederhana yakni karakter, mentalitas budi pekerti, dan kepatuhan pada aturan, selain itu dipaparkan mengenai undang-undang tipikor yang bermasalah.

“Kita mempunyai dua undang- undang, pertama undang-undang nomor 31 tahun 1999 undang-undang tindak pidana korupsi, kedua undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang KPK, KPK sendiri menjalankan tugas berdasarkan undang-undang tersebut, didalamnya menerangkan apa itu korupsi dan seluk beluknya,hal itu sudah diatur dalam undang-undang nomor 31 tahun 1999 atau disebut dengan undang-undang tipikor, seharusnya yang di revisi itu, “ ucapnya

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliatmono dalam sambutannya mengajak peserta untuk bersama mencegah dan memberantas korupsi.

“ Demi menciptakan negara seimbang, makmur, dan sejahtera kita semua betul- betul harus mencegah jangan sampai ada praktek-praktek korupsi dimana-mana ambil hak sesusai hak kita masing-masing, “ tuturnya.

Beliau juga berharap dengan kehadiran KPK di Karanganyar menambah semangat mahasiswa dalam masa yang akan datang

“ Terimakasih semoga kehadiran KPK ini menyemangati mengingatkan kita betapa penting menyiapkan generasi yang akan datang yakni kalian semua dan kalau Indonesia bebas korupsi saya jamin pasti sejahtera dan kesejahteraraan milik kalian semua, “ tambahnya.

Demikian Diskominfo (in/an/jannah)

Read More
logo 102

Logo Hari Jadi Ke-102 Kabupaten Karanganyar Tahun 2019

 
  • Siluet manusia yang membawa timbangan, melambangkan integritas untuk memperjuangkan keadilan
  • Perisai melambangkan keberanian untuk mempertahankan kebenaran
 
  • Angka 102 melambangkan Hari Jadi ke-102 Kabupaten Karanganyar
 
  • Burung derkuku yang sedang terbang, menggambarkan semangat perjuangan Raden Mas Said untuk kemajuan Karanganyar
 

Arti Warna yang digunakan adalah:

  • Biru melambangkan  kebijaksanaan, integritas, kedamaian dan ketentraman
  • Hijau melambangkan kesuburan, pertumbuhan, dan ketenangan.
  • Kuning melambangkan kemuliaan, masa keemasan atau berjaya, serta harapan yang tak akan pernah sirna.

Read More

SPIRIT KEBANGSAAN

Opini

Oleh: Sriyanto

Negara Kesatuan Republik Indonesia genap berusia 74 Tahun. Usia tak lagi muda untuk sebuah negara. Tentu lebih matang jika dibandingkan dengan Sudan Selatan (negara termuda) yang baru menginjak usia 8 Tahun. Jika eksistensi Indonesia dibawa ke ranah sejarah Nusantara, maka jauh berabad-abad lalu telah ada. Mahapatih Gadjah Mada misalnya, telah mengenalkan Nusantara pada tahun 1336. Sebelumnya, Kertanegara Raja Singasari pada tahun 1276 dengan konsep Dwipantara. Dwipa sinonim “nusa” yang bermakna pulau. Sehingga Dwipantara merupakan   “kepulauan antara”, yang maknanya sama persis dengan Nusantara.

Secara bahasa, istilah “Indonesia” dikenalkan pertama oleh Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika diasingkan ke negeri Belanda tahun 1913, ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau.

Negara ini dibangun atas optimisme dan visi yang kuat. Para pendahulu telah menginfakkan seluruh jiwa raga. Demi Ibu Pertiwi dan berkibarnya merah putih ribuan nyawa telah berpulang. Para pahlawan telah berkorban dan nirpamrih. Puncaknya, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 menjadi  awal kehidupan berbangsa yang merdeka.

Pidato Ir. Sukarno pra pembacaan teks proklamasi secara lugas menguraikan konvergensi suasana kebatinan seluruh rakyat Indonesia yakni “Merdeka”. Kutipan pidato tersebut “Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil sikap nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarat dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita”.

Nilai-nilai sejarah terbentuknya negara ini sebagai penopang sendi kebangsaan. Kebhinekaan menjadi keniscayaan. Namun semangat kebangsaan tak selamanya elok dan tanpa uji.

Sekarang ini, kehidupan bangsa dalam keadaan kronis. Rongrongan amat masif. Disadari atau tidak, perilaku korup mengamputasi hak rakyat. Ujungnya kesejahteraan sosial sulit terwujud. Selain itu, pembangunan masih bersifat jawa sentris mengakibatkan  ketidakmerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung usai. Diperparah dengan tingginya angka ketimpangan menjadi cermin buruknya distribusi pendapatan.

Bangsa ini merupakan bangsa besar, meski dengan segudang problematika. Anak bangsa, dimanapun berada dan apapun posisinya, idealnya menjadi bagian dari solusi. Negara butuh uluran jiwa raga untuk menyemai nasionalisme dan memperkokoh patriotisme.

Ada satu kutipan yang relevan sebagai wujud komitmen pengabdian kepada bangsa oleh Presiden Amerika Serikat ke-35, John F. Kennedy. Pada saat pidato pelantikannya di tahun 1961, ia berucap bahwa Jangan tanyakan apa yang diberikan negara kepadamu tapi tanyakan apa yang kamu berikan  kepada negaramu.

Dalam menjaga keutuhan negara, semangat kebangsaan menjadi bekal yang mutlak adanya.  Seluruh unsur di negeri ini harus satu pandangan terhadap empat pilar kebangsaan. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan Undang-undang Dasar 1945. Jika dianalogikan NKRI sebuah rumah, Pancasila menjadi pondasi, Bhineka Tunggal Ika sebagai keanekaragaman ornamen dan UUD 1945 merupakan adab bagi penghuninya.

Adalah anomali dan ingkar adab jika ornamen rumah dikotori dengan perilaku intoleran, ujaran kebencian, persekusi ataupun rongrongan disintegrasi. Lebih parah lagi, adanya dorongan untuk meruntuhkan pondasi negeri. Hal demikian perlu dihindari karena tidak sejalan dengan semangat kebangsaan.

Riuhnya tarik tambang hingga panjat pinang menghiasi perhelatan peringatan kemerdekaan ke-74. Upacara Proklamasi Kemerdekaan di seluruh penjuru negeri. Rakyat bahu-membahu bersatu padu tanpa membedakan suku, ras dan agama. Kebhinekaan menjadi bukti aset perekat bangsa.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Detik-detik Proklamasi berkumandang, Merah Putih berkibar dengan gagah perkasa sebagai nutrisi nasionalisme dan patriotisme. Jika dada tak bergetar dan tak lagi ada rasa haru, maka pertanda pudarlah semangat nasionalis dan jiwa patriotik kita.

Terhindarnya negeri dari kungkungan penjajah bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Nikmat Tuhan berupa kemerdekaan diberikan melalui perjuangan penuh kegigihan dan ketulusan. Apa yang diraih negeri dimasa sekarang tidak lepas dari jasa para pendahulu. Maka semboyan masyhur yang diucapkan oleh Soekarno dalam pidato terakhirnya  pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966 seakan tak lekang zaman. Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah  “Jasmerah”.

Tak ada kata terlambat dalam membangun negeri. Selama seluruh elemen negeri ini satu pandangan terhadap nilai universal empat pilar kebangsaan. Bekal sudah dalam genggaman. Dipadu internalisasi spirit kebangsaan. Terimplementasi dalam kehidupan keseharian. Kehidupan bangsa yang lebih beradab tidak lagi sekedar impian. Rakyat negeri ini cinta perdamaian dan persatuan. Jangan karena tingkah polah segelintir oknum, persatuan negeri ini terkoyakkan. Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Read More
DSC5577

HUT APSI (Asosiasi Pengusaha Sound Indonesia) Ke 6 Di Lapangan Desa Ngemplak, Karangpandan

Read More