200 Pedagang Sayuran Keliling Dapat Bantuan

Sekitar 200 orang pedagang sayur  keliling di Karanganyar mendapatkan bantuan berupa bronjong dan jaket. Bantuan tersebut diberikan oleh PT. East West Seed Indonesia (Ewindo) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Rabu (16/5). PT Ewindo adalah perusahaan benih sayuran yang menyediakan produk dan pelayanan untuk meningkatkan pendapatan petani.
Direktur Sales dan Marketing PT. Ewindo, Afrizal Gindow mengatakan bantuan yang diberikan kepada pedagang sayur keliling itu untuk mempererat dan meningkatkan pelayanan PT Ewindo kepada masyarakat. Selain memberikan bantuan materi, nantinya PT Ewindo juga akan memberikan pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan.
“Pedagang sayur keliling ini menjadi ujung tombak kami. Dengan adanya mereka, produk sayuran bisa sampai kepada konsumen. Selain bisa menjual sayuran yang mereka ambil dari petani. Kami berharap para pedagang sayur keliling ini nantinya juga bisa menjual sayur hasil panen mereka sendiri,” ungkapnya.
Afrizal berharap dengan adanya perhatian kepada pedagang sayur ini, perusahaannya juga bisa ikut menyukseskan program pemerintah untuk menata kembali impor sayur. “Kami mencoba membuka peluang agar sentra-sentra produksi sayuran di daerah meningkatkan produksinya,” tambah Afrizal.
Sementara itu Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengaku mendukung program yang di jalankan oleh PT Ewindo. “Saya sangat mendukung jika ada perusahaan yang mau membangun masyarakat Karanganyar. Itu berarti ikut menyejahterakan rakyat,” jelas Rina.
Rina juga menyampaikan kepada para pedagang sayuran agar segera membentuk Koperasi. Menurutnya dengan adanya koperasi para pedagang bisa lebih mandiri dan sejahtera. “Saya ingin mengangkat para pedagang sayuran keliling. Saya tidak mau para pedagang dianggap lemah.

Read More

KNPI: Pengurus Tingkat Kecamatan Dilantik

Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) seKabupaten Karanganyar periode 2012-2015 secara resmi dilantik di Gedung DPRD Karanganyar, Senin (14/5/2012). Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua DPD KNPI Karanganyar, Suparmi dengan pembacaan surat keputusan (SK) dan pengucapan sumpah.

Ketua DPD KNPI Karanganyar, Suparmi mengatakan seluruh pengurus kecamatan yang telah dilantik bisa langsung bekerja sesuai anggaran dasar (AD)/anggaran rumah tangga (ART) KNPI Karanganyar. “Pemuda harus menjadi barisan terdepan dalam mewujudkan perubahan dan cita-cita bangsa Indonesia,” katanya.

Seluruh PK di 17 kecamatan harus dapat melakukan konsolidasi dengan elemen pemuda di kecamatannya masing-masing. Konsolidasi harus dilakukan secara berkala sehingga program kerja yang telah dirancang bisa dilaksanakan secara optimal.

Diharapkan, PK juga dapat menciptakan terobosan-terobosan yang mendorong berbagai kebijakan di tingkat kecamatan. Apalagi, saat ini, rata-rata para PK masih berusia sangat muda sehingga mempunyai semangat dan tenaga untuk mewujudkan kemajuan. “Para PK mempunyai motivasi yang cukup tinggi, ini modal yang berharga untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Arif Wahyu dari PK KNPI Kebakkramat, menjelaskan pihaknya akan melakukan konsolidasi internal terlebih dahulu untuk membahas berbagai hal sebelum melaksanakan program kerja. Selanjutnya, PK akan mengumpulkan seluruh anggota KNPI di tingkat kecamatan dan membahas program kerja yang akan dilaksanakan satu per satu.

Menurutnya, pemuda berperan dalam pembangunan Indonesia di berbagai aspek kehidupan. Sebab, pemuda memberikan sumbangsih berupa ide, gagasan dan bertani menciptakan inovasi yang bertujuan mewujudkan pembangunan Indonesia. “Kami konsolidasi internal dahulu baru melaksanakan seluruh program kerja bersama seluruh anggota KNPI tingkat kecamatan,” imbuh Arif.

Pelantikan itu dihadiri sekitar 370 orang dari seluruh PK seKabupaten Karanganyar dan tamu undangan. Selain itu, acara itu juga dihadiri unsur Muspida Karanganyar yakni Bupati Karanganyar, Rina Iriani; Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwani Utami dan Wakapolres Karanganyar, Kompol Juang Andi Priyanto dan SKPD di lingkungan Pemkab Karanganyar.

Read More

Karanganyar Luncurkan Mobil TKI

Guna mencegah pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal ke luar negeri, Pemkab Karanganyar meluncurkan mobil yang diberi nama Putri Kresna. Dengan adanya mobil tersebut, nantinya akan difungsikan melayani warga terkait pengurusan persyaratan bekerja di luar negeri dan kartu kuning hingga ke dusun-dusun.
“Selama ini kan, pelayanan administrasi warga yang ingin bekerja ke Luar Negeri sebagai TKI hanya dilayani di kantor Dinas Sosial. Sekarang guna memaksimalkan pelayanan tersebut jadi kita luncurkan mobil tersebut,” ujar Sumarno, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Jumat (4/5).
Pasalnya, jika warga yang ingin ke luar negeri diharuskan mengurus langsung ke Dinsos mungkin dianggap repot dan membuat warga malas mengurus administrasi secara legal, sehingga yang ada muncullah istilah TKI illegal karena tidak dibekali dengan surat-surat. “Itulah tujuan utama dari peluncuran mobil itu, guna mengantisipasi TKI illegal,” tandasnya.
Mobil tersebut, akan dioperasikan dengan mendatangi warga yang hendak mengurus administrasi persyaratan sebagai TKI. Dan sementara ini mobil Putri Kresna baru berjumlah satu unit. “Saat ini baru kita susun jadwalnya, paling tidak satu bulan bisa empat kali keliling hingga ke dusun-dusun terpencil,” katanya.
Guna mendukung peluncuran mobil tersebut, Sumarno menambahkan akan melakukan sosialisasi terkait adanya lowongan pekerjaan di luar negeri yang tersedia, sehingga jika ada yang tertarik nanti bisa langsung mengakses persyaratan tersebut dengan mobil itu. “Saat ini kita baru menjalin kerja sama dengan Perusahaan Jasa Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang terdaftar, sekali jalan dua pulau terlampaui,” urainya.
Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani menuturkan pihaknya berkomitmen tidak akan mengirim tenaga kerja yang akan bekerja di sektor informal ke luar negeri. Pasalnya TKI di Karanganyar sangat layak bekerja di sektor formal. “Jadi diusahakan tidak ada TKI dari Karanganyar yang bekerja sebagai pembantu,” ucapnya kemarin (4/5).

Read More

MENSOS: ANGKA KEMISKINAN Capai 30,03 Juta Jiwa

Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri, menyerahkan bantuan kepada warga miskin (gakin) di Kabupaten Karanganyar di pendopo rumah dinas Bupati Karanganyar, Senin (23/4/2012). Bantuan uang Rp2,8M itu diberikan dalam bentuk program bantuan rumah tak layak huni (RTLH), kelompok usaha bersama (KUBE) dan bantuan bantuan sarana dan prasarana lingkungan.

Tujuan pemberian bantuan ini adalah untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Berdasarkan data dari BPS pada Maret 2011 angka kemiskinan sebanyak 30,03 juta jiwa atau 12,49% dari jumlah penduduk Indonesia.

“Kementerian sosial mengucurkan dana sebesar Rp281 M untuk membantu warga miskin. Program ini harus dioptimalisasi semaksimal mungkin. Setiap tahun kami evaluasi pelaksanaannya apakah program itu tepat sasaran atau tidak? Selalu ada pemeriksaan. Sampai program benar-benar berjalan bagus,”.

Bantuan yang diserahkan kepada gakin di Karanganyar ini bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk Kabupaten Karanganyar wujud bantuannya yaitu bantuan stimulan bagi 50 kelompok usaha bersama (KUBE) yang terdiri dari 500 kepala keluarga (KK) dengan masing-masing bantuan sebesar Rp30juta.

Sedangkan untuk bantuan rumah tak layak huni (RTLH) diberikan kepada 125 KK, masing-masing KK mendapatkan bantuan sebesar Rp10juta. Jumlah KK penerima RTLH yang berasal dari perkotaan 50 KK dan wilayah perdesaan 75 KK.

Untuk bantuan sarana dan prasarana lingkungan hanya ditujukan untuk wilayah perkotaan dengan dana bantuan sebesar Rp50 juta.

Bupati Karanganyar menyampaikan evaluasi pelaksanaan program bantuan dari Menteri Sosial di depan jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan warga penerima bantuan. “Tahun 2009 dan 2010 program bantuannya sudah tersalurkan dengan baik pak. Untuk bantuan KUBE kami berikan hewan ternak seperti sapi dan kambing. Kalau untuk RTLH kami menggunakan program pembangunan menyeluruh bernama aladin (arap lantai dan dinding),”

Read More

Diklat PIM IV Angkatan Ke-37 Pusdiklat Kementrian PU Kunjungi Kabupaten Karanganyar

Podang I Gedung Setda Karanganyar

Rombongan peserta Diklat PIM IV Angkatan Ke-37 Pusdiklat Kementrian Pekerjaan Umum (PU) yang berjumlah sekitar 32 orang yang kesemuanya berasal dari lingkup Kementrian Pekerjaan Umum diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Drs. Samsi, M.Si di Ruang Podang I Gedung Setda Karanganyar tadi pagi (04/03/2012). Dipimpin Widyananto selaku Kepala Balai Diklat Pusdiklat Kementrian PU bertujuan untuk melakukan observasi secara langsung terhadap reformasi birokrasi yang ada di Dinas Pekerjaan Umum serta potensi-potensi yang ada di Kabupaten Karanganyar. Rencana rombongan tersebut akan berada di Kabupaten Karanganyar Selama 3 Hari. Selain peserta diklat, hadir pula SKPD terkait sebagai nara sumber.

Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani SR., M.Hum dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Karanganyar mengatakan rasa terima kasih kepada panitia Diklat PIM atas dipilihnya Kabupaten Karanganyar sebagai destinasi untuk mereka berlatih, belajar sekaligus menggali segala potensi yang ada di Kab. Karanganyar baik dalam pelayanannya maupun sumber daya PNS nya. Dalam paparan singkatnya, Rina Iriani SR., menyampaikan segala potensi yang ada di Kabupaten Karanganyar, seperti 7 Program Kerja (Senin Sehat, Selasa Sadar Hukum, Rabu Pendidikan, Kamis Bertani, Jumat Keliling, Sabtu Wisata dan Minggu Bersih), Program-progam unggulan (Paryatti = Pajak Rakyat Terurusi Tenteram Indonesia, Ratna Pandusima = Rakyat Terdaftar Negara Aman Layanan Terpadu Siang dan Malam, Parsih = Pembayaran Air Bersih, Larasita = Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah, LPSE = Layanan Pengadaan Secara Elektronik, BPPT = Badan Pelayanan Perizinan Terpadu).

Demikian Dishubkominfo  Kab. Karanganyar ( So/Sy/Pr/Ad )

Read More

RAPAT KOORDINASI PERTAMA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN (RAKOR) KABUPATEN PURWOREJO DI KARANGANYAR

Dalam rangka Rapat Koordinasi (RAKOR) Pertama Pelaksanaan Pembangunan Pengembangan Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2012 di Hotel Pondok Sari II Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jumat malam (03/2/2012). Dengan menghadirkan Bupati Karanganyar Dr.Hj.Rina Iriani Sri Ratnaningsih,M.Hum sebagai tuan rumah sekaligus Narasumber kegiatan tersebut. Pemerintah Kabupaten Karanganyar sangat mengapresiasi sekali atas kunjungan Bupati Purworejo, Dr.H.Mahsum Zain, M.Ag beserta seluruh Kepala SKPD di Kabupaten Karanganyar.

Berbagai program Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjadi percontohan pembangunan di Kabupaten Purworejo Tahun 2012.

Bupati Karanganyar menjelaskan Pemerintah Kabupaten Karanganyar mempunyai  program tujuh hari kerja Bupati diantaranya Senin Sehat, Selasa Masyarakat Sadar Hukum, Rabu Belajar, Kamis Bertani, Jum’at Beribadah, Sabtu Wisata, Minggu Bersih.

Selain itu juga mempunyai program untuk melayani masyarakat secara langsung dan bergerak dengan 4 mobil layanan masyarakat yaitu; (PARSIH : Pelayanan Air Bersih, LARASITA : Program Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah, PARYATTI : Pajak Rakyat Terurus Tenteram Indonesia, RATNA : Rakyat Terdaftar Negara Aman).

“Jika ingin mengembangkan suatu daerah jangan abaikan potensi-potensi daerah yang ada pada Kabupaten tersebut, seharusnya kita rangkul dan berdayakan,”ujar Bupati Karanganyar. Bupati Rina Iriani menambahkan apabila bekerja dijalani secara ikhlas maka pekerjaan kita bisa bukanlah beban berat, tetapi bisa mudah mencapai tujuan dan terasa ringan. (pd/dt/sony/syafiq)

Read More

Cari Formula sejak 10 Tahun Lalu

Siapa yang tidak mengenal buah durian? Selain kulitnya yang menyerupai kumpulan duri, baunya yang sangat menyengat mudah untuk dikenali oleh siapa pun. Jika buah ini begitu digemari oleh masyarakat Indonesia lain ceritanya bagi para bule yang menganggap buah durian ini sebagai buah tropis yang menjijikkan karena baunya yang menusuk hidung.
Di Karanganyar, setelah dibudidayakan buah semangka yang beratnya mencapai 30 kilogram dan masuk dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) beberapa waktu lalu, kini giliran seorang pembibit sekaligus petani di Dusun Badran Tawun Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono berhasil membudidayakan buah durian montong yang rata-rata mencapai delapan kilogram per buah.
Bahkan dari 179 pohon yang ditanam di kebun tersebut, lima persen produksi buah durian itu dapat mencapai ukuran hingga 10 kilogram. Penanam pohon durian montong itu dirintisnya sejak tahun 2000 silam, dengan sistem trial and error, namun lama kelamaan ketemulah sebuah formula bagaimana durian montong tersebut dapat berbuah secara maksimal dan besar yakni dari teknik penanaman dan pupuk khusus.
“Setelah ketemu caranya, akhirnya mulai kita budidayakan dengan serius. Dan hasilnya bisa dilihat sendiri,” ujarnya. Di lahan seluas 1, 5 hektare tersebut, dengan 179 pohon dirinya mampu menghasilkan durian hingga 1.900 buah kendati pohon duriannya tersebut tidak begitu tinggi dan begitu besar.
Kebunnya tersebut dia membudidayakan dua macam jenis durian yakni durian montong yang dagingnya tebal dan durian kani yang berwarna oranye. Buah itu dijual dengan sistem per kilo yakni satu kilogram durian montong dihargai Rp 24.000 sedangkan untuk durian kani seharga Rp 20.000.

Read More

Warga Pertanyakan Jalan Tembus

Sejumlah elemen masyarakat baik secara lembaga maupun organisasi meminta agar jalan tembus Karanganyar-Magetan sepanjang 9, 15 kilometer tersebut segera rampung dan bisa dilewati warga.
Salah seorang warga Tawangmangu, Suwarno (40) mengaku kendati jalan lama masih bisa dilalui tapi kondisi jalan berupa tikungan, tanjakan dan turunan tajam masih mendominasi sehingga sedikit menyulitkan warga dan rawan kecelakaan. “Yang di Magetan sudah jadi, kenapa Karanganyar belum jadi,” protes sopir angkutan wisata Tawangmangu – Magetan.
Camat Tawangmangu, Yopi Eko Jatiwibowo mengungkapkan bahwa permintaan dan desakan dari warga tersebut telah disampaikan kepada Pemprov Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat secara sinergi sejak lama. Namun, belum juga ada jawaban.
Jauh sebelum anggota dewan mempertanyakan hal tersebut, pihaknya mengaku telah mengirimkan surat kepada Pemkab Karanganyar guna menanyakan perkembangan proyek jalan tembus yang sudah berlangsung sekitar lima tahun tersebut.
Menurutnya, sejumlah lembaga dan organisasi seperti Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tawangmangu, Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) dan berbagai elemen lainnya juga serupa menyuarakan hal yang sama.
Dengan selesainya proyek jalan tembus, Yopi berharap ekonomi warga sekitar dapat terdongkrak. Seiring meningkatnya wisatawan atau pengendara yang melintas. “Otomatis itu kan bisa meningkatkan perekonomian warga karena ada transaksi dagang,” jelas dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Didik Joko Bakdono menjelaskan bahwa proyek jalan tembus tersebut masih menyisakan sekitar 2, 3 kilometer dan dua unit jembatan. Pihaknya menegaskan telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Jateng dan Kementerian Pekerjaan Umum terkait pelaksanaan proyek itu.
Menurut Didik, pengerjaan jalan terus berlanjut dan tidak berhenti seperti yang dipertanyakan sejumlah pihak. Bahkan di tahun 2012 mendatang, dirinya menambahkan sudah ada dana dari Pusat yang mengalokasikan sebesar Rp 15 Miliar guna merampungkan ruas jalan yang belum selesai.
Perlu diketahui, jika proyek jalan tembus  Tawangmangu – Magetan tersebut selesai

Read More

Balai tanaman obat Tawangmangu akan kembangkan jamu antiobesitas

Gedung BPPTOOT di Tawangmangu, Karanganyar. Di lokasi ini para peneliti telah berhasil mengembangkan aneka obat berbasis jamu untuk masalah-masalah kesehatan serius. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (BPPTOOT) Tawangmangu akan mengembangkan obat antiobesitas atau kegemukan dengan bahan tanaman jamu.

BPPTOOT juga akan mengembangkan obat tradisional untuk mengobati penyakit sendi, wasir, pelancar asi dan ramuan untuk menjaga daya tahan tubuh.

Sebelumnya, BPPTOOT Tawangmangu sudah mengembangkan empat jenis ramuan jamu untuk mengatasi penyakit diabetes melitus, hipertensi, asam urat dan kolesterol. “Jamu-jamu yang diteliti di sini telah tersaintifikasi dan dibuktikan secara ilmiah bisa menyembuhkan penyakit tersebut,” ujar Kepala Balitbangkes Dr dr Trihono MSc, saat ditemui disela-sela Dialog Nasional Kemandirian Bahan Baku Jamu dan Obat, didampingi Kepala BPPTOOT, Indah Yuning Prapti, Jumat (9/12/2011).

Menurut Trihono, kelima ramuan jamu yang akan dikembangkan pada tahun depan itu sudah mendapatkan ijin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Apalagi, sejumlah dokter di Tanah Air juga sudah menggunakan obat-obatan tredisional seperti itu dalam pengobatan modern. Terlebih lagi saat ini Kemenkes sedang gencar-gencarnya mengampanyekan konsumsi jamu di kalangan masyarakat. “Diharapkan jamu ini bisa menjadi brand Indonesia di mata dunia medis internasional,” katanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sebetulnya sumber daya alam berupa tanaman obat di Indonesia jumlahnya cukup melimpah. Beberapa ramuan tradisional yang lain juga banyak yang masih bisa dikembangkan. Sayangnya dari berbagai tanaman obat yang ada itu, tidak semuanya bisa tersaintifikasi atau diteliti secara ilmiah. Perlu ada kajian lebih lanjut terkait dengan jenis tanaman, kandungannya hingga daerah perkembangbiakannya.

“Kalau jamu ini sudah menjadi bagian dalam sistem pengobatan di Indonesia, maka bisa menghemat anggaran di bidang kesehatan, terutama dalam hal ini adalah anggaran pemerintah untuk penyediaan obat penyakit,” ungkapnya. Ia menyontohkan, untuk mengobati penyakit hipertensi dengan obat modern, biasanya memakan Rp 300.000 setiap bulan. Tapi bila banyak dari masyarakat yang mengonsumsi jamu, maka biaya tersebut bisa ditekan, sehingga anggaran bisa efisien.

Sementara itu, Indah Yuning Prapti, menjelaskan bahwa di BPPTOOT Tawangmangu ada ribuan tanaman obat . Dalam pertemuan kerja sama antara China dengan negara-negara ASEAN beberapa waktu lalu, disepakati bahwa Indonesia bisa menjadi harapan dan garda terdepan dalam persaingan dunia kesehatan, berhadapan dengan China. “Indonesia harus percaya diri karena sumber daya hayati yang kita miliki ini masih berlimpah,” pungkas Indah.

Read More

SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar

SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar pada tahun 198

STM Muhammadiyah 2 Karanganyar didirikan pada tahun 1988 setelah STM Muhammadiyah 1 Karanganyar di Gondangrejo. Sekolah ini mulai menerima siswa baru Tahun Pelajaran 1988/1989 dengan surat ijin operasional dari Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Tengah Nomor : 852/I.03/I/1988 Tanggal 30 Mei 1988. Awal berdirinya menempati gedung milik YKPI ( Yayasan Kemasjidan dan Pendidikan Islam) Kabupaten Karanganyar yang berlokasi di Jalan Kapten Mulyadi 1 Karanganyar.

Majelis pendidikan dan kebudayaan kabupaten karanganyar memberi tugas kepada panitia untuk memikirkan keberadaan STM Muhammadiyah 2 Karanganyar, personalianya yakni Drs. Mulyono sebagai ketua, Drs. Sugiarso Hadi Saputro sebagai sekretaris dan MPK pada saat itu Drs. H. Mudzakir.

Setelah berjalan satu tahun pelajaran, sekolah ini mendapat piagam dari derektorat sekolah swasta, direkotorat pendidikan dasar dan menengah departemen pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia sebagai tanda sekolah berstatus “tercatat” dengan nomor data sekolah (D5) : C.28014305 tanggal 23 januari 1989 yang ditandatangani oleh a.n. Direktorat Jendral pendidikan dan menengah, Direktorat Sekolah Swasta, Drs. Sarjono Sigit.

Pada tahun Pelajaran 1992/1993 sekolah ini telah mampu memiliki ruang belajar sendiri walaupun belum mencukupi secara sempurna dan awal tahun pelajaran ini pula sekolah ini pindah ke gedung baru yang beralamat di jalan Imam Bonjol (yang sekarang : tentara pelajar) 20 Karanganyar kode pos 57716. gedung baru ini diresmikan oleh Bapak Kepala Kantor Depdikbud Kabupaten Karanyar Ir. Sartono dan Ketua PDM Kabupaten Karanganyar Drs. H. Abdul Basir, M.Ba. tanggal 19 Juli 1992.

Sekolah ini terus menampakkan eksistensinya di wilayah kabupaten karanganyar, pada tanggal 17 januari 1994 mendapat SK sebagai tanda sekolah berstatus “diakui” didirektorat sekolah swasta, direktorat pendidikan dasar dan menengah departemen pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia yang ditandatangani oleh a.n. direktorat jendral pendidikan dan menengah sekolah swasta Drs. Umaedi, M.Ed.

Seiring berjalannya waktu berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar tentang perubahan nama untuk STM (Sekolah Teknologi Menengah) menjadi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) pada tahun 1997 akirnya STM Muhammadiyah 2 Karanganyar berubah nama menjadi SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar hingga saat ini. Saat ini SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar telah memiliki 4 gedung; 3 gedung tingkat, 1 gedung tak bertingkat, 18 ruang teori, 9 ruang praktek, dan memiliki luas tanah 3000 m2, sarana dan prasarana belajar mengajar dan praktek yang memadai.

Visi

Menciptakan Tenaga Terampil Tingkat Menengah yang Islami, Unggul dalam prestasi, Sukses dan Berakhlaq mulia yang Berlatar Belakang pada Nilai – Nilai Budaya Bangsa Indonesia

Misi

  1. Menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dalam bidang Teknik Mekanik  Otomotif.
  2. Mengubah peserta didik dari status beban menjadi aset pembangunan yang produktif dalam bidang pemeliharaan otomotif.
  3. Menghasilkan tenaga profesional untuk memenuhi kebutuhan tenaga mekanik otomotif khususnya dan pembangunan pada umumnya.
  4. Membekali peserta didik dengan beberapa kemampuan untuk dapat mengembangkan dirinya secara bertahap dan berkelanjutan.
  5. Meningkatkan sikap atau perilaku Islami, berakhlaq mulia, cerdas yang berguna bagi umat dan bangsa  untuk  menuju  masyarakat  Islami.

Website : http://smkmuh3kra.sch.id

Read More