TARI INDONESIAKU PECAHKAN REKOR MURI

Karanganyar, Senin (19/11/2012)

Lagi-lagi, Kabupaten Karanganyar mengukir prestasi dan sejarah baru. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat dan memberikan penghargaan tari bertajuk Indonesiaku sebagai tarian dengan peserta terbanyak.

Tercatat, pertunjukan tari itu diikuti oleh 4270 pelajar perempuan dari SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Karanganyar. Data MURI menyebutkan jika prestasi ini dicatat masuk buku rekor dengan nomor 5693.

Sebatas informasi, tarian massal yang digelar di Alun-Alun Karanganyar, Minggu (18/11) itu merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Karanganyar ke-95. Pemecahan rekor MURI tersebut dilakukan usai acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT), yakni upacara. “Penghargaan ini kami berikan untuk tari Indonesiaku sebagai peserta terbanyak. Semoga ini menjadi pendorong bagi daerah-daerah lain untuk mengukur prestasi yang lebih bagus,” kata Deputi Manager MURI, Ariani Siregar.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR menjelaskan, nama tari Indonesiaku dipilih lantaran melambangkan keanekaragaman tari dari seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. “Ini merupakan miniatur Indonesia. Tari ini gabungan berbagai macam tari Indonesia. Misalnya orang Jawa bisa menarikan tari Aceh, Bali, dan lainnya. Dan inilah Indonesia”,  ujar Rina yang juga sebagai pencipta tari tersebut.

Dia menambahkan, guna melahirkan tari tersebut pihaknya membutuhkan waktu tiga Minggu. Pertunjukkan kemarin, ribuan siswa usia sekolah itu menghabiskan waktu selama 30 menit untuk menarikan kesenian gerak tubuh sejumlah daerah di Indonesia.

.pd

Read More

Anggota LVRI Karanganyar Minta Dana Kehormatan Dinaikkan

Sejumlah anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Karanganyar meminta agar pemerintah menaikkan dana kehormatan. Selama ini, para anggota veteran tersebut menerima dana kehormatan senilai Rp250.000/bulan.

Seorang anggota LVRI Karanganyar, Mayor TNI AD (Purn) Rumain, mengatakan dana kehormatan yang diterima para anggota veteran dinilai terlalu minim. Dana kehormatan itu tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Terlalu sedikit, ya jelas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya saat ditemui Solopos.com seusai acara tabur bunga memperingati Hari Pahlawan yang dilakukan unsur Muspida Karanganyar di Taman Makam Pahlawan Dharma Tunggal Bhakti, akhir pekan kemarin.

Dia meminta agar pemerintah memperhatikan kesejahteraan para anggota veteran yang telah berjuang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, setelah pensiun, para anggota veteran hanya mengandalkan tunjangan tersebut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, para anggota veteran layak menerima dana kehormatan yang lebih tinggi. Perjuangan kala mempertahankan NKRI pada zaman penjajahan tidak sebanding dengan tunjangan yang diterima setelah memasuki masa pensiun. “Kalau bisa besaran dana kehormatan bagi para anggota veteran di atas Rp1 juta sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, menuturkan pihaknya bakal memberikan penghargaan arau reward kepada para anggota veteran yang berjuang mempertahankan kemerdekaan pada masa penjajahan. Penghargaan itu bakal diberikan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Karanganyar ke-95 yang jatuh pada tanggal 18 November 2012.

Menurut Paryono, para anggota veteran memang harus diperhatikan kesejahteraannya. Mereka telah berjuang hingga titik darah penghabisan pada mas penjajahan Kolonial Belanda. “Yang jelas ada reward bagi para anggota veteran sebagai bentuk apresiasi perjuangan mereka,” terangnya.

Sementara dalam acara tabur bunga tersebut dihadiri oleh unsur Muspida Karanganyar seperti Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo dan Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letnan Kolonel (Inf) Eddy Basuki.

Read More

Lomba Senam dan Tari Modern di CFD

Ratusan peserta mengikuti lomba senam aerobik dan kompetisi menari di Car Free Day (CFD) Karanganyar yang diadakan oleh Asosiasi Senam Indonesia, Minggu (4/11) pagi.

Ketua panitia acara, Yayuk Basir, mengatakan selain untuk memperingati hari jadi ke-95 Karanganyar yang akan jatuh pada tanggal 18 November mendatang, acara tersebut merupakan bentuk sosialisasi menjaga kesehatan dengan senam. “Agar masyarakat Karanganyar terbiasa dengan senam dan terbiasa untuk hidup sehat,” ujar Yayuk.

Dalam lomba tersebut, para peserta menampilkan kemahirannya dalam melakukan olah tubuh, baik senam maupun dengan tarian modern. Selain lomba tersebut, Yayuk mengaku juga rajin mengadakan senam aerobik secara rutin di tiap penyelenggaraan CFD.
“Biasanya setiap CFD kami mengadakan senam rutin di dua titik berbeda, di depan Rumah Dinas Bupati dan di depan Kantor Tourism Information Center (TIC),” katanya.

Lomba tersebut berlangsung sekitar empat jam sejak CFD dibuka hingga ditutup pada pukul 09.00 WIB. Para peserta yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa itu tidak hanya warga asal Karanganyar. “Ada juga warga dari Solo ikut acara perlombaan senam ini,” ungkap Yayuk.

Read More

60 Warga Kurang Mampu Operasi Katarak Gratis

Dalam rangka Hari Jadi ke-95 Kabupaten Karanganyar yang akan jatuh pada tanggal 18 November mendatang, sedikitnya 60 warga mengikuti operasi katarak gratis yang digelar oleh RSUD Kartini bersama dengan Bagian Kesra Setda Karanganyar dan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Yogyakarta.

Kasie Sosial Bagian Kesra Setda Karanganyar, Gunarto, mengatakan kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahunnya. “Biasanya digelar bulan Juni atau Juli, tapi karena alat modern untuk operasi katarak yang kami pesan baru jadi habis lebaran, maka baru bisa diadakan sekarang. Tapi yang penting kegiatan ini berjalan baik dan sukses,” ujar Gunarto, Minggu (4/11).

Menurutnya, acara operasi yang digelar di RSUD Kartini itu dibiayai sepenuhnya oleh APBD Karanganyar. Operasi katarak tersebut ditujukan bagi warga tidak mampu.

Pimpinan tim dokter Perdami, Prof dr Azis, menambahkan pada tahun lalu ada 78 orang yang mendaftar untuk mengikuti operasi katarak. Namun hanya 53 orang yang bisa dioperasi karena lainnya mengidap penyakit gula darah tinggi dan tensi darah yang juga tinggi. “Jika kami operasi dalam keadaan tensi darah tinggi, itu bisa menyebabkan pendarahan. Untuk gula darah tinggi harus dirawat dulu hingga batas normal, baru boleh dioperasi,” jelas Azis.

Menurut Azis, para peserta operasi katarak gratis tersebut diharuskan menjalani tes laboratorium terlebih dahulu sebelum dioperasi. Setelah menjalani operasi dan beristirahat sekitar tiga jam, mereka langsung diperbolehkan pulang. “Ini karena alatnya canggih jadi tidak harus diopname. Yang utama saat di rumah yaitu harus memperhatikan saran dokter,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu peserta operasi katarak, Kromowiryo, warga Matesih merasa senang dengan adanya operasi katarak gratis tersebut. Menurutnya, hal ini sangatlah membantu para penderita katarak di kalangan warga kurang mampu. “Sangat bersyukur ada operasi katarak gratis. Ini sudah saya nanti setahun. Mata ini bisa saya pakai untuk mengaji lagi,” ujarnya.

Read More

Gunakan Elissa, PMI Pastikan Darah Aman dari HIV/AIDS

Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar pastikan tak ada kantong darah yang terinfeksi virus HIV/AIDS. Kepastian itu  berdasarkan penggunaan alat tes uji saring darah Elissa yang digunakan PMI Karanganyar sejak tiga tahun terakhir.
Direktur Unit Donor Darah PMI Karanganyar, Yaqub Iskandar, mengatakan alat uji tersebut digunakan oleh PMI untuk mengetahui kandungan darah. Dalam uji tersebut akan diketahui apakah darah dalam kondisi positif terkena virus sipilis, hepatitis B dan C, HIV/AIDS, ataukah tidak. “Kami bisa mengetahui apakah darah tersebut mengandung penyakit yang ditularkan lewat darah atau tidak,” jelas Yaqub, Senin (29/10).
Penggunaan alat uji Elissa, menurut Yaqub, telah digunakan sejak tahun 2009 sesuai dengan standar untuk donor darah yang ditetapkan oleh Pemprov Jawa Tengah. Alat uji tersebut digunakan oleh petugas UDD seusai pengambilan darah dan akan dites untuk sampel darah.
“Terakhir kami menemukan kasus adanya virus HIV/AIDS dalam kantong darah pada tahun 2006 lalu. Hanya itu saja. Saat ini kami pastikan darah yang ada di PMI Karanganyar dalam kondisi aman. Terlebih lagi saat memakai Elissa,” ujar Yaqub.
Yaqub menerangkan selain penggunaan Elissa, masih terdapat lagi uji tes yang kelayakan darahnya dianjurkan, yakni uji tes. Uji tes jenis ini, menurutnya, memang lebih sensitif dibandingkan uji tes Elissa dan harganya pun lebih mahal. “Kalau Elissa itu Rp 250.000, sedangkan uji tes, bisa sampai Rp 400.000,” terangnya.
Terkait stok darah yang berada di UDD PMI Karanganyar, Yaqub mengaku masih cukup hingga dua minggu ke depan. Yakni masih ada sekitar 400 kantong darah dari berbagai golongan. “Kapasitas menampung maksimal di sini mencapai 700 kantong darah. Sekitar satu minggu yang lalu kami baru mengirimkan kantong darah ke Kudus,” ujar Yaqub.
Menurutnya, golongan darah AB merupakan golongan darah yang cukup jarang ditemui. Sehingga pihaknya perlu menyiasati kantong darah untuk golongan tersebut, karena umur darah dalam kantong darah hanya sekitar 35 hari.

Read More

30.000 Bidang Tanah di Karanganyar Belum Bersertifikat

Sebanyak 30.000 bidang tanah atau sekitar 11,3 persen tanah di wilayah Karanganyar belum bersertifikat.

Sementara kasus sengketa tanah di Karanganyar sebanyak tujuh kasus. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karanganyar, Aris Widarko Budiharjo, mengatakan total tanah di seluruh Karanganyar seluas 440.000 bidang tanah.

Sementara bidang tanah yang telah bersertifikasi sebanyak 410.000 bidang tanah. Mayoritas bidang tanah yang belum bersertifikat terletak di pedesaan.

“Ini hanya estimasi saja, kami tetap berupaya agar seluruh bidang tanah di Karanganyar bersertifikat,” ujarnya seusai launching layanan anggota masyarakat (Layangmas) berbasis Geo KKP di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (19/10/2012).

Menurutnya, dengan menerapkan sistem database berbasis Geo KKP maka dapat diketahui letak, pemilik dan status bidang tanah secara jelas. Sehingga tidak terjadi sengketa tanah yang disebabkan beberapa faktor seperti administrasi yang tumpang tindih dan warisan. Selain itu, seluruh bidang tanah harus terdaftar dalam Geo KKP sehingga mempercepat pelayanan administrasi pengurusan sertifikat tanah. Sebab sistem berbasis Geo KKP menggunakan peta satelit sehingga dapat memantau seluruh bidang tanah di setiap wilayah.

Sementara Kepala BPN, Hendarman Supanji, menyatakan penerapan sistem berbasis Geo KKP akan dilakukan di seluruh Indonesia. Pihaknya juga melakukan pendataan mengenai luas lahan pertanian di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menginventarisir lahan pertanian yang telah beralih fungsi menjadi perumahan atau sektor industri.

Dengan adanya sistem berbasis Geo KKP, dia berharap tidak ada permasalahan pertanahan seperti sengketa tanah di Indonesia. Berdasarkan data BPN, terdapat sekitar 4.000 kasus sengketa yang tersebar di seluruh Indonesia. Kasus sengketa tanah terletak di 100.000.000 bidang tanah di Indonesia.

Read More

MAHATHIR MOHAMAD Nyekar ke Makam Soeharto

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, berziarah di makam mantan Presiden Indonesia, Soeharto di Astana Giribangun, Senin (3/9/2012). Rombongan Mahathir disambut langsung oleh putri Soeharto yakni Siti Hardiyanti Rukmana beserta sejumlah kerabat lain. Sebelumnya Mahathir hadir di UNS untuk menerima gelar doktor kehormatan.

Sesampai di Astana Giri Bangun, rombongan Mahathir langsung memanjatkan doa di depan pusara Soeharto dan Ibu Tien. Doa dipimpin langsung oleh tokoh pendidikan Arief Rachman. Lebih kurang selama 15 menit rombongan bertafakur di depan pusara. Kemudian, Mahathir berbincang dengan para putri Soeharto yakni Siti Hardiyanti Rukmana (Tutu), Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek) dan Siti Hediati Hariyadi (Titiek).

Mahathir mengatakan, dia mengunjungi makam Soeharto untuk mendoakan arwahnya agar selalu berada di sisi-Nya. Menurutnya, sosok Soeharto merupakan pemimpin yang mampu mengayomi masyarakat. “Pak Harto pemimpin yang bagus,” katanya, Senin sore. Dahulu, lanjut Mahathir, dia sering berunding dengan Soeharto untuk memecahkan permasalahan terutama tingkat regional ASEAN. Dia juga selalu bekerjamasa dengan Soeharto untuk meningkatkan pembangunan di segala bidang.

Menurutnya, Soeharto kerap menyumbangkan ide dan gagasan cemerlang untuk kemajuan negara-negara ASEAN. Semestinya, hasil pembangunan era Soeharto dijaga oleh para generasi muda Indonesia. “Kami sering berunding berdua untuk mencari solusi permasalahan ASEAN. Dia sering memunculkan gagasan cemerlang,” ujarnya.

Sementara Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Mahathir Muhammad yang berziarah ke Astana Giri Bangun. Menurutnya, Mahathir merupakan partner Bapaknya dalam memajukan pembangunan terutama di negara-negara ASEAN.

Read More

PUSKESMAS: Jelang Lebaran, 24 Puskesmas Disiagakan

Sebanyak 24 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Karanganyar disiagakan menjelang Lebaran. Para petugas kesehatan juga disiagakan di pos pengamanan Lebaran yang tersebar di beberapa titik lokasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, mengatakan terdapat beberapa Puskesmas yang disiagakan selama 24 jam menjelang Lebaran. Puskesmas itu berada di jalur mudik dan balik Lebaran.

“Yang kami siagakan sebanyak 24 Puskesmas namun yang melayani pasien selama 24 jam hanya yang berada di jalur mudik,” ujarnya saat ditemui akhir pekan kemarin.

Puskesmas yang disiagakan tersebut terdiri dari 18 Puskesmas perawatan dan enam rawat inap. Para pemudik yang sakit dapat berobat di Puskesmas di sekitarnya.

Selain itu, lanjut Cucuk,  pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendirikan Posko Layanan Kesehatan di objek wisata dan terminal bus. “Nanti kami akan koordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Jasa Raharja untuk mendirikan pos kesehatan. Kemungkinan ada delapan pos kesehatan seperti tahun lalu, “ paparnya.

Read More

PEMERINTAH KABUPATEN KARANGANYAR MENERIMA PENGHARGAAN KHUSUS UNTUK EFISIENSI ANGGARAN TI DENGAN OSS

Menteri Kominfo Tifatul Sembiring pada tanggal 4 Juli 2012 telah menghadiri kegiatan puncak Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012 merupakan suatu ajang pemberian penghargaan kepada instansi-instansi pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, yang telah memulai pelaksanaan proses migrasi dan implementasi open source software di instansinya masing-masing.
Penghargaan ini diberikan melalui serangkaian penilaian dan pengamatan di berbagai instansi pemerintah mengenai sejauh mana tingkat pemanfaatan dan pengimplementasian open source software dalam aktivitas organisasi mereka.

Penyelenggaraan IOSA 2012 ini merupakan suatu kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), serta Komunitas-komunitas Open Source.

Berikut adalah daftar pemenang IOSA (Indonesia Open Source Award) 2010:

  1. Untuk kategori lembaga pemerintah pusat:
    1. Juara 1. Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pemilihan penggunaan OSS bukan hanya karena faktor biaya saja, tetapi berdasarkan keamanan dan kehandalan. Serta mampu mewajibkan pihak ketiga (kontraktor) untuk Menkalinan OSS
    2. Juara 2. Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Konsistensi pimpinan dalam menggunakan OSS dan serta memiliki pertimbangan yang kuat untuk Green ICT. Pertimbangan ini memicu pembangunan private cloud di lingkungan Bapeten
    3. Juara 3. Lembaga Pertahanan Nasional. Mengalokasikan penandanaan yang besar sekitar 7 juta EU untuk pengembangan berbagai aplikasi Open Source.

Penghargaan khusus:

    1. Penghargaan Khusus terhadap HAKI, Kementerian Agama
    2. Penghargaan Khusus, Sektor Keamanan, Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan
    3. Penghargaan Solusi berbasis Pelayanan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara
    4. Penghargaan Dokumen Panduan, Kemeterian Pemuda dan Olah raga
    5. Penghargaan Semangat pengadopsian OSS, Badan Pengawas Obat dan Makanan
    6. Penghargaan GIS berbasis OSS, Kementerian Kehutanan
  1. Penghargaan Interoperabilitas berbasis OSS, Kementerian Perhubungan
  2. Pemerintah Kota
    1. Juara 1. Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang penggunaan OSS di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan dan memberikan alternatif aplikasi pemerintah yang masih mewajibkan format proprietary. Konsisten penggunaan OSS
    2. Juara 2. Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Memiliki kecepatan pengadopsian yang sangat istimewa dengan road map dan master plan serta telah dipilih sebagai proyek percontohan dalam pemanfaatan dan pengadopsian Open Source.
    3. Juara 3. Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dengan keistimewaan karena melakukan pengadopsian Open Source dengan strategi menjemput bola dengan melakukan kegiatan “door to door” dalam implementasinya.

Penghargaan

  1. Penghargaan khusus untuk percepatan implementasi OSS. Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur.
  2. Penghargaan khusus untuk kemandirian pengembangan aplikasi OSS, Pemerintah kota Yogyakarta, DIY
  3. Penghargaan khusus untuk efisiensi anggaran TI dengan OSS, Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
  4. Penghargaan khusus untuk penerapan OSS di institusi pendidikan, Pemerintah Kabupaten Lamongan. Jawa Timur
  5. Penghargaan khusus untuk pembangunan komunitas OSS, Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan
  6. Penghargaan khusus untuk penerapan OSS di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
  7. Penghargaan khusus untuk semangat pengadopsian OSS, Pemerintah Kabupaten Batanghari, Jambi
  1. Sekolah
    1. Juara 1. SMA IT Ummul Quro Bogor, Jawa Barat
    2. Juara 2. SMA Muhammadiyah Waleri, Jawa Tengah
    3. Juara 3. SMKIT Smart Informatika Surakarta, Jawa Tengah

Penghargaan khusus SMK 1 Cibinong Bogor, Jawa Barat. Penghargaan khusus untuk pengadopsi OSS paling awal di tingkat sekolah menengah.

  1. Mahasiswa
    1. Juara 1. Adityo Baharmoko,. Animasi Iklan Layanan Masyarakat menggunakan aplikasi Open Source . Universitas Negeri Semarang
    2. Juara 2. Fauzan Helmi Sudaryanto, Aulia Vivansyah Afif, Fajar Iman, Rasmunandar Rustam, Riza Herzego Nida Fathan, Suci Fadhilah. Kamus Nusantara . Universitas Indonesia
    3. Juara 3. Andre Pratama, Alfie Syahri, Cindy Putri P. Alat Prediksi Banjir Berbasis Mikrokontroler . Universitas Gunadarma

Penghargaan khusus:

  1. Evans Winanda Warga, Mara Nugraha, Merli Indriati, Mobile Mail Information.
  2. Hadyan Taris Akbar, Lukman Hasyim, Arby Rusman. Otomatisasi Seleksi Komentar Positif/Negatif .
  3. Achmad Rouzni Noor II, DETIKINET
  4. Liliek Dharmawan, Media Indonesia
  5. Reza Wahyudi, TEKNO KOMPAS
  6. Trisno Heriyanto, DETIKINET
    1. Mohammad Basyir Ahmad, memiliki komitmen yang tinggi untuk menerapkan OSS di lingkungan pemerintahan dengan dobrakan-dobrakan baik di bidang regulasi yang memungkinkan pengadopsian OSS secara menyeluruh di badan pemerintah.
  1. Wartawan (dipilih berdasarkan peran aktif menyumbangkan pemberitaan dan pembahas tentang Open Source di media massa)
  1. Tokoh
    1. Edy Mulyanto, mendorong penggunaan Open Source di pendidikan melalui materi ajar dan mendorong mahasiswa menggunakan Open Source.
    2. Hizkia Subiyantoro (Hizaro), secara aktif mendorong industri digital kreatif yang menggunakan aplikasi Open Source.

 7.  Komunitas

    1. Blender Indonesia, memiliki karya digital kreatif berbasis Open Source.
    2. Forum Ubuntu Indonesia, aktif memiliki forum diskusi online dan darat.
    3. Pengguna Blankon Malang, akfit menyediakan dukungan teknis pada proses migrasi Open Source di lingkungannya.

Read More

Rina Dapat Penghargaan Bela Negara

Bupati Karanganyar, Rina Iriani mendapatkan penghargaan supremasi tertinggi bela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Minggu (24/6). Penghargaan tersebut diberikan pada oleh Rektor Universitas Pertahanan, Letjen Prof Dr Syamsudin di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Karanganyar, Rina, mendapatkan anugerah Best Of The Best Award 2012. Selain itu, Rina juga mendapatkan Citra Satyalencana Bakti. Rina menjelaskan bahwa ada banyak aspek yang dinilai dalam penghargaan tersebut. “Di antaranya penilaiannya itu terkait Pancasila,” jelas Rina, Senin (25/6).
Rina menjelaskan bahwa aspek penegakan Pancasila menjadi aspek utama dalam penilaian ini. Menurutnya, penilaian tersebut dilakukan selama dua tahun terakhir.
“Penilaian dilakukan dua tahun. Responden yang digunakan dari media cetak dan elektronik serta masyarakat umum,” tambah Rina. Rina menjelaskan bahwa urusan bela negara bukanlah hal main-main. Jika dahulu membela negara dengan berperang, maka saat ini membela negara dengan hal yang berbeda.
“Saat ini kita harus berpikir bagaimana menjaga NKRI ini jadi lebih kondusif dan aman,” tutur Rina.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com

Read More