Bupati Karanganyar Pimpin Upacara HUT RI Ke-68

Pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskibrata Kabupaten Karanganyar saat Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan Ke-68 Tahun 2013, di alun-alun, Sabtu (17/08)

Pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskibrata Kabupaten Karanganyar saat Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-68 Tahun 2013, di Alun-alun, Sabtu (17/08)

Karanganyar, Senin (19/08/2013)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani memimpin upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 68, di Alun-alun, Sabtu (17/08) pagi.

Upacara Detik-detik Proklamasi yang dihadiri seluruh Muspida, Sekretaris Daerah, Kepala SKPD, Pimpinan BUMN, BUMD, Kepala Kantor dan Instansi itu dimulai tepat pukul 09.50 WIB saat Bupati Rina tiba di tempat upacara.

Peringatan Detik-detik Proklamasi yang berjalan khidmat itu ditandai dengan membunyikan sirine selama satu menit, tepat pukul 10.00 WIB. Seremonial peringatan tersebut dilanjutkan dengan pembacaan naskah proklamasi oleh Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Sumanto.

Dalam amanat upacaranya, Bupati Rina Iriani membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo. Intinya, setiap memperingati Kemerdekaan Indonesia, diharapkan semangat kebersamaan, toleransi, kesetiakawanan, jiwa gotong royong semakin terjaga, sehingga memantapkan sinergitas karya dan usaha untuk terus maju.

“Kita sebagai warga Jawa Tengah, menjadi bagian integral Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka, menjadi kewajiban kita pula untuk turut menjaga eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tetap berdiri tegak dan semakin sejahtera,” ucap Rina Iriani saat membacakan sambutan Gubernur Bibit Waluyo.

Bupati Rina juga menyerahkan secara simbolis penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono  kepada 13 PNS yang sudah mengabdi selama 30 tahun dan 38 PNS yang sudah melayani masyarakat selama 20 tahun serta empat PNS yang telah mengabdi selama 10 tahun.

Kemudian sore harinya, di tempat yang sama diadakan upcara penurunan bendera dengan inspektur upacara Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo.

Malam harinya, bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, diadakan malam resepsi tepat pukul 20.00 dengan berbagai hiburan drama tari.pd

Read More

Paskibrata Karanganyar Dikukuhkan

Sebanyak 80 Pasukan Pengibar Bendera Tanah Air (Paskibrata) Kabupaten Karanganyar dikukuhkan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (15/08).

Sebanyak 80 Pasukan Pengibar Bendera Tanah Air (Paskibrata) Kabupaten Karanganyar dikukuhkan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (15/08).

Karanganyar, Jumat (16/08/2013)

Sebanyak 80 Pasukan Pengibar Bendera Tanah Air (Paskibrata) Kabupaten Karanganyar dikukuhkan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani,di Pendopo Rumah Dinas, Kamis (15/08).

Paskibrata itu merupakan hasil seleksi dari berbagai sekolahan terutama juara lomba PBB tahun 2013. Ada sekitar 25 sekolah terdiri SMA, SMK, MA.

Mereka digembleng secara fisik maupun pengetahuan kebangsaan oleh tim pelatih dari Kodim 0727/ Karanganyar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, dan Purna Paskibraka.

“Latihan berjalan selama 25 hari, dari pagi sampai siang hari,” ujar Joko Sutrisno, koordinator siswa yang dilatih.

Pembawa Bendera Merah Putih saat Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-68 Tahun 2013 yakni Nadia Adelina, duduk di kelas dua dari SMA 1 Karanganyar. Dara kelahiran 20 November 1996 menyatakan siap menjalankan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Tanggal 17 Agustus nanti semoga sukses dan lancar,”harapnya.

Sedangkan untuk pembawa bendera saat penurunan bendera pada sore hari oleh Irlina Rimanda, perempuan kelahiran 23 Oktober 1996, yang duduk kelas dua di  SMK Penerbangan Bina Dirgantara juga optimis bisa menjalankan tugasnya.

“Tentunya bangga dan tidak menyangka dipercaya untuk membawa bendera merah putih,” ucap Irlina.

Dirinya juga mengaku selama seleksi sampai menjalani latihan hampir satu bulan tidak mengalami hambatan.

Sementara itu, Bupati Rina Iriani mengatakan penanaman rasa cinta tanah air harus tetap terpatri pada setiap anggota Paskibrata, terutama yang berkaitan dengan pelestarian nilai-nilai perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yaitu semangat gotong royong, untuk tetap terjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.pd

Read More

Latihan Paskibrata

DSC_0029Karanganyar. Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, melihat langsung pelaksanaan latihan Pasukan Pengibar Bendera Tanah Air (Paskibrata) Kabupaten Karanganyar menjelang Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ke 68 Republik Indonesia Tahun 2013, di Alun-alun, Rabu (14/08). Anggota Paskibraka Karanganyar digembleng fisik dan mental oleh purna Paskibraka dan anggota Kodim 0727 Karanganyar.

Read More

Kementerian BUMN Beli Pabrik-Pabrik di Luar Negeri

(Dari kiri) Utusan Kedutaan Besar Seychelles Niko Barito, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Bupati Karanganyar Rina Iriani hadir dalam ramah tamah dengan petani tebu, Gapoktan di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (27/06/2013)

(Dari kiri) Utusan Kedutaan Besar Seychelles Niko Barito, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Bupati Karanganyar Rina Iriani hadir dalam ramah tamah dengan petani tebu, Gapoktan di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (27/06/2013)

Karanganyar, Sabtu (29/06/2013)

Kementerian  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membeli sejumlah perusahaan di luar negeri sebagai wujud ekspansi Indonesia ke luar negeri. Salah satunya dengan membeli pabrik semen di Vietnam.

Hal itu disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan saat melakukan kunjungan ke Karanganyar, Kamis (27/6) malam. Dia mengungkapkan, saat ini melakukan pembicaran bilateral dengan Presiden Vietnam Truong Tan Sang berkenaan pembelian pabrik semen di negara tersebut.

“Setelah dari Karanganyar, saya mengadakan pembicaraan dengan Presiden Vietnam berkaitan pembeliaan pabrik semen dan membahas hubungan ekonomi,” jelas Dahlan Iskan, saat berkunjung Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (27/06) malam.

Dahlan juga menjelaskan, dulu pihak asing masih membeli perusahaan di dalam negeri, kini saatnya kita gantian membeli perusahaan di luar negeri, jadi dibalik, dengan melakukan ekspansi ke luar negeri. Selain di Vietnam, perusahaan BUMN juga telah membuka sejumlah Kantor Bank dan membeli Perusahaan Telekomunikasi di Timor Leste. Selain itu juga membeli tambang di Myanmar.

“Tahun lalu, pabrik semen Indonesia telah menjadi pabrik semen terbesar di Asia Tenggara,” jelasnya.

Kemudian salah satu perusahaan BUMN akan membeli peternakan sapi satu juta hektar di Australia. Memelihara sapi di sana itu murah dan harga daging Rp 20.000 / kilogram, sedangkan di Indonesia Rp 90.000/ kilogram. Di Indonesia membesarkan anak sapi menelan biaya sekitar empat juta rupiah sampai umur dua tahun, sedangkan di Australia hanya satu setengah juta rupiah.

“Tetapi untuk menggemukan sapi murah di Indonesia, nantinya akan di kombinasikan. Tahun ini melakukan transaksi,” ungkap Dahlan.

Yang tak kalah menarik dalam dialog santai itu. Dia menuturkan setelah berkunjung ke Karanganyar dan makan durian yang luar biasa enaknya beberapa waktu lalu,  membuat dirinya terkesan.

“Tetapi bukan duriannya, yg penting menjadi inspirasi dari durian Karanganyar, sehingga membuat keputusan bahwa BUMN menanam durian sebanyak-banyaknya di lahan 3.000 hektar di Jawa Barat,” jelas Dahlan.

Hal itu didasari karena dirinya merasa prihatin dengan membajirnya buah impor dari Tiongkok. Ia merasa heran dan tidak masuk akal, pasalnya disana tanahnya tidak bisa untuk menanam buah tropik tetapi justru bisa ekspansi.pd 

Read More
DSC_0083

Empat Museum Pameran Bersama

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, menerima penjelasan saat meninjau pameran museum, di  SMP Negeri 2 Karanganyar, Rabu (19/06) pagi

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, menerima penjelasan saat meninjau pameran museum, di SMP Negeri 2 Karanganyar, Rabu (19/06) pagi

Karanganyar, Rabu (19/06/2013)

Empat museum mengadakan pameran dengan menampilkan koleksi-koleksi yang dimiliki, di SMP Negeri 2 Karanganyar, dimulai 19-23 Juni 2013.

Pameran yang diikuti Museum Ranggawarsita Jawa Tengah, Museum Transportasi Jakarta, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, dan Museum Pers Nasional Surakarta,  diadakan untuk menarik minat pengunjung khususnya dari pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum. Selain itu juga menumbuh kembangkan mencintai budaya asli Indonesia.

Kepala Museum Ranggawarsita, Steven Timisela, disela-sela pembukaan Pameran Keliling III yang bertemakan Koleksi-Koleksi Museum Dalam Balutan Eksotisme, Rabu (19/06) pagi, mengatakan diharapkan museum bisa sering dicintai dan didatangi generasi muda.

“Dengan adanya pameran ini pengunjung dapat melihat dan juga sebagai sarana edukatif maupun rekreasi. Namun yang lebih penting, dapat mencintai budaya asli Indonesia dan pewarisan nilai budaya,” ujar Steven Timisela.

Sekretaris Daerah Kabupetan Karanganyar, Samsi, mengatakan sangat mendukung diadakan pameran seperti ini. Hal tersebut dapat menambah pengetahuan pelajar.

“Anak-anak pelajar lewat kepala sekolah dan guru dapat diajak melihat pameran ini, jangan sampai dilewatkan. Ini merupakan kesempatan langka” ujar Samsi.

Koleksi yang dipamerkan terdapat fosil, wayang, surat kabar terbitan jaman kemerdekaan , arca, foto maupun replika kereta api. Pameran ini bersifat terbuka dan tidak dipungut biaya.pd

 

Read More
DSC_0036_2

PGRI Karanganyar Adakan Konferensi Kerja

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, membuka konferensi kerja PGRI, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (17/05)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, membuka konferensi kerja PGRI, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (17/05)

Karanganyar, Jumat, (17/05/2013)

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karanganyar menggelar Konferensi Kerja Tahun Keempat Masa Bakti XX, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (17/05). Konferensi ini digelar untuk meningkatkan peran guru dalam menegakkan kode etik guru Indonesia untuk menjadi guru yang profesional dan bermartabat.

Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah, Widadi, saat membacakan sambutan Subagyo Brotosedjati, Ketua PGRI Jawa Tengah, mengatakan guru sebagai profesi di Indonesia telah diakui secara sah yang semestinya mempunyai satu organisasi tunggal.

“Organisasi inilah yang menjadi wadah bagi guru dalam berorganisasi, sehingga guru dapat mengekspresikan berbagai permasalahan seperti hasil pemikiran, pendapat, hasil penelitian dan segala sesuatu yang berkaitan dengan guru dan pendidikan,” kata Widadi.

Selain itu, organisasi bagi guru ini harus bersikap netral dan bebas dari politik. Mengingat pada tahun ini dan 2014 nanti merupakan tahun politik.

“Guru mempunyai hak pilih, tetapi tentunya harus bersikap netral. Maka dari itu PGRI sebagai wadahnya tetap menjaga komitmen dalam netralitas,” kata Widadi.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani, dalam sambutannya mengatakan, Konferensi Kerja PGRI merupakan kegiatan rutin  tahunan dan  momen yang sangat penting dalam kerangka manajeman organisasi PGRI mengemban misi-misinya.

“Forum komunikasi seperti ini amat strategis guna menilai kinerja dan membangun komitmen bersama untuk   merencanakan program kerja dan mengawal program-program yang telah disepakati,” kata Rina Iriani.

Bupati Rina juga mengingatkan bahwa, pendidikan adalah hak dari seluruh masyarakat.

“Untuk itu, mari kita ciptakan dan usahakan Kabupaten Karanganyar menjadi Kabupaten yang memiliki masyarakat cerdas, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta bertanggung jawab,” jelas Rina.pd

 

Read More
DSC_0099

Timotius Pimpin PMI Karanganyar

Timotius Suryadi, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar periode 2013-2018.

Timotius Suryadi, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar periode 2013-2018.

Karanganyar, Minggu (17/02/2013).

Palang Merah Indonesia Cabang Karanganyar mengadakan Musyawarah Kabupaten (Muskab), di ruang Anthorium, Sabtu (16/02) pagi. Dalam agenda itu, Timotius Suryadi terpilih sebagai Ketua PMI periode 2013-2018.

Timo– panggilan akrab Timotius– bukanlah orang asing di organisasi yang saat ini dipimpin oleh Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla itu. Pasalnya, dia menjabat sebagai Sekretaris PMI Karanganyar periode 2008-2013. Selain memilih Ketua PMI yang baru, Muskab juga mendengarkan laporan pertanggungjawaban dari kepengurusan yang lama. Tidak hanya itu, Muskab juga menerima sejumlah laporan dan penjelasan terkait program kerja (Proker) 2013 ini.

Ditemui  usai pelaksanaan Muskab, Timo mengungkapkan siap mengemban amanah sebagai Ketua PMI yang baru. Di bawah kepemimpinannya, PMI diharapkan lebih maju dan tanggap terhadap masyarakat. Ke depan, lanjut dia, PMI akan memprioritaskan pembangunan sosial kemanusiaan dan juga berencana membuat gedung yang representatif “Setelah Muskab ini, kami akan membentuk formatur dalam kepengurusan 2013-2018. Kami berharap proses ini berjalan dengan lancar, sehingga tidak memakan waktu yang lama,” kata dia, Sabtu (16/2).

Sementara itu, Ketua PMI Jawa Tengah, Sasongko Tejo mengingatkan kepada pengurus PMI Karanganyar yang baru untuk meningkatkan kinerjanya. Dia menekankan jika PMI bukanlah lembaga yang hanya memasang papan nama di depan gedungnya. “PMI harus ikut dalam membantu masyarakat di bidang sosial,” ujar dia.

 

.pd

Read More
DSC_0029

MENKES RESMIKAN RUMAH JAMU

Menteri Kesehatan,  Nafisah Mboi, , (tengah) bersama Bupati Karanganyar, Rina Iriani, (kedua dari kanan), sedang mengamati tanaman herbal setelah meresmikan Rumah Jamu di B2P2TOOT, Tawangmangu, Kamis (31/01).

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi (tengah) bersama Bupati Karanganyar, Rina Iriani , sedang mengamati tanaman obat setelah meresmikan Rumah Jamu di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Kamis (31/01).

Karanganyar, Jumat (01/02/2013)

Kementerian Kesehatan memberikan terobosan dengan memberikan bukti ilmiah sehingga jamu dapat dimanfaatkan dalam pelayanan kesehatan formal. Kemudian untuk mengembangkan dan memanfaatkan jamu di Indonesia, maka Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, meresmikan klinik saintifikasi jamu “Hortus Medicus” menjadi  Rumah Riset Jamu (Griya Paniti Pirsa Jamu), dan Gedung Pelatihan IPTEK Tanaman Obat dan Jamu di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), Tawangmangu, Kamis (31/01).

“Saat ini Kemenkes memiliki satu Rumah Riset Jamu sebagai tempat uji klinik yang berbasis pelayanan rawat jalan dana rawat inap,” kata Nafsiah Mboi.

Menteri Kesehatan (Menkes) juga mengharapkan model-model seperti ini hendaknya dapat ditumbuhkan di seluruh Indonesia, sebagai bentuk kepedulian terhadap jamu sebagai brand dan sukma Indonesia.

“Sasaran program jangka menengah Kementerian Kesehatan menetapkan 20% Kabupaten/Kota memiliki 2 Puskesmas yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional, komplementer, dan alternatif.”jelas Menkes.

Selanjutnya ditempat yang sama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengatakan, Jamu, kini juga menjadi salah satu produk herbal yang merupakan komoditas unggul yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Riset-riset ilmiah pun kini semakin banyak diarahkan pada eksplorasi bahan-bahan alami. “Fakta ini mengindikasikan bahwa kedepan pengobatan alami semakin mendapatkan tempat dalam dunia kesehatan,” ujar Rina Iriani.

Pemkab Karanganyar sangat peduli terhadap kemajuan pengobatan herbal melalui jamu, selanjutnya juga mengembangkan upaya penyediaan  sumber daya hayati secara berkelanjutan. Hal ini diusahakan dengan pengembangan Klaster Biofarmaka Karanganyar.

Pemkab Karanganyar beserta 10 kepala daerah tingkat kabupaten/ kota Jawa Tengah telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) Penguatan Klaster Biofarmaka di Kabupaten Karanganyar dengan Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

“Nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi sumber daya dan memanfaatkan hasil-hasil riset, ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan, terutama dalam bidang biofarmaka (tanaman obat),” jelas Bupati Karanganyar.

 

(pd)

Read More

Polres Karanganyar Gelar Seminar Hari Ini

Polres Karanganyar bakal menggelar seminar bertemakan penanganan nilai karakter untuk mencegah degradasi moral di Gedung DPRD Karanganyar pada Selasa (27/11/2012). Hal ini untuk menyikapi berbagai tindak kekerasan yang disebabkan penurunan moral bangsa Indonesia.

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan pihaknya prihatin atas aksi kekerasan yang terjadi terutama di wilayah Soloraya. Tak hanya itu, kasus asusila juga semakin marak terjadi di beberapa daerah. Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif menggelar seminar untuk mencegah degradasi moral terutama generasi muda.

“Salah satu upaya untuk mencegah degradasi moral dengan melaksanakan seminar. Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat bahu-membahu menciptakan kondisi aman,” katanya, Senin (26/11/2012).

Pelaksanaan seminar tersebut untuk menindaklanjuti deklarasi anti kekerasan dan terorisme yang dilaksanakan beberapa bulan lalu. Diharapkan para generasi muda dapat membangun karakter secara kuat untuk mengantisipasi degradasi moral.

Pihaknya mengundang seluruh elemen masyarakat di Karanganyar yang terdiri dari unsur pemuda, ormas dan tokoh masyarakat. Sementara narasumber seminar tersebut berasal dari kalangan akademis, ulama dan kepolisian. “Nanti ada kesimpulan dari seminar itu yang akan disepakati seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Read More

Stok Daging Sapi di Karanganyar Masih Aman

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Muhammad Hatta, mengatakan pasokan daging sapi dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) masih normal. Pihaknya menjamin persediaan daging sapi di pasaran masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi.

Muhammad Hatta, Selasa (20/11/2012) menuturkan kenaikan harga daging sapi tidak hanya terjadi di wilayah Karanganyar namun beberapa daerah di Indonesia. Artinya, kenaikan tersebut terjadi secara bersamaan di berbagai daerah. Pihaknya meminta pemerintah pusat segera mencari solusi alternatif untuk menekan melonjaknya harga daging sapi di pasaran.

“Stok daging sapi masih aman, permintaan daging sapi juga masih stabil. Ini tergantung pemerintah pusat karena kondisi ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.”

Read More