Menhut-400×300

Menhut Sepakat Grojogan Sewu Dikelola Pemkab

Menhut-400x300Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan sepakat jika pengelolaan objek wisata Grojogan Sewu diserahkan kepada Pemkab Karanganyar. “Saya setuju Grojogan Sewu nantinya bisa dikelola bersama dengan Pemkab Karanganyar. Karena ini juga untuk pemberdayaan pemerintah daerah,” katanya di hadapan masyarakat dan pejabat teras Pemkab Karanganyar saat berkunjung ke Tawangmangu, Senin (7/4).

Menurut Zulkifli, selama mengelola nanti, Pemkab tetap harus menggandeng pengusaha serta diminta untuk menggerakkan roda perekonomian daerah. “Nanti objek wisata ini harus ditata dengan baik agar seluruh komponennya juga menjadi terangkat,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini terdapat 50 wisata alam di Indonesia yang dikembangkan menjadi wisata edukasi, sebab lebih bermanfaat bagi semua pihak. Di antara objek wisata yang kini berkonsep wisata edukasi yakni Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Wakatobi, dan Taman Nasional Panjangan diBali Barat.

“Komodo itu merupakan satwa purba yang hanya ada di Indonesia. Makanya banyak wisatawan yang berkunjung ke sana. Sebenarnya Indonesia ini sangat unggul dalam objek wisata. Tak ada yang lebih baik dari Indonesia. Nanti Grojogan Sewu biar bisa dikelola seperti itu,” jelas Zulkifli.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan sesegera mungkin akan menindaklanjuti pernyataan Menteri Kehutanan dengan mencari legalitas pengelolaan. “Secara de facto sudah, tinggal legalitasnya. Secara teknis nanti akan dibicarakan lebih lanjut,” katanya.

Selama ini Grojogan Sewu adalah salah satu dari 125 wisata alam di Indonesia. Namun selama 60 tahun terakhir, Pemkab Karanganyar tidak mendapat manfaat sama sekali. Permohonan agar Grojogan Sewu dikelola pemerintah daerah sebenarnya sudah diajukan sejak lama. “Sudah bergonta-ganti menteri, Pemkab tak mendapat apa-apa dari Grojogan Sewu. Semoga Pak Menteri bisa mengizinkannya,” lanjutnya.

Juliyatmono berjanji apabila nanti Grojogan Sewu telah resmi diserahkan ke Pemkab, pihaknya akan makin menghijaukan area hutan di Tawangmangu. Selama ini, Pemkab hanya memiliki satu objek wisata Sapta Tirta Pablengan di Kecamatan Matesih yang hanya menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 22 juta per tahun. Padahal biaya operasional setahun mencapai Rp 75 juta. “Nanti akan kita hijaukan. Kita akan tanami banyak pohon,” katanya.

Sumber : http://joglosemar.co/

Read More
23grojog5

PT Duta Indonesia Jaya Siap Pasok PAD

Grojogan sewuPT Duta Indonesia Jaya selaku pengelola objek wisata Grojogan Sewu siap memberikan kontribusi pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) Karanganyar. Persyaratannya ada payung hukum yang mengatur profit sharing kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

Direktur PT Duta Indonesia Jaya, Sukirdi, mengaku siap memberikan kontribusi pemasukan PAD Karanganyar dari retribusi Grojogan Sewu apabila ada regulasi yang mengatur tentang bagi hasil keuntungan tersebut. Selama ini, belum ada payung hukum yang mengatur tentang kontribusi pemasukan PAD Karanganyar.

“Tak masalah jika harus memberikan kontribusi ke Pemkab Karanganyar jika ada payung hukumnya. Sesuai aturan, sebagian retribusi Grojogan Sewu diberikan kepada kas negara. Kami tak mau melanggar aturan”.

Menurut dia, pihaknya telah berulang kali melakukan pertemuan dengan Pemkab Karanganyar dan DPRD Karanganyar untuk membahas kontribusi pemasukan PAD dari retribusi Grojogan Sewu. Pihaknya juga telah memjelaskan larangan memberikan kontribusi pemasukan PAD sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sukirdi membeberkan perincian retribusi Grojogan Sewu secara detail. Tiket masuk Grojogan Sewu senilai Rp6.000/pengunjung. Pemerintah Pusat mendapatkan kontribusi pemasukan senilai Rp2.000, asuransi kecelakaan pengunjung Rp100, biaya petugas kebersihan Rp100. Sedangkan, pihaknya menerima kontribusi dari tiket masuk senilai Rp3.800. “Jadi sebagian retribusi langsung diberikan ke kas negara, kami hanya menerima Rp3.800 dari tiket masuk,” terang Sukirdi.

Kontrak PT. Duta Indonesia Jaya sebagai pengelola Grojogan Sewu selama 20 tahun mulai 2009-2029. Sementara kawasan Grojogan Sewu merupakan aset milik Kementerian Kehutanan yang berada di wilayah Karanganyar.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Anton Setiawan, menuturkan Pemkab Karanganyar layak mendapat profit sharing dari retribusi Grojogan Sewu. Sebab, Pemkab Karanganyar telah membantu memperbaiki berbagai fasilitas penunjang objek wisata tersebut. Misalnya, akses infrastruktur dan sampah di kawasan Grojogan Sewu.

Menurut dia, profit sharing tersebut dapat diberikan dalam bentuk kegiatan corporate social responsibility (CSR) yang dikelola langsung Pemkab Karanganyar. Sehingga tak melanggar aturan yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

“Saya kira wajar jika Pak Bupati [Juliyatmono] mengancam akan menyegel Grojogan Sewu karena pemerintah daerah sudah memberikan sumber daya yang ada untuk membangun Grojogan Sewu. Kementerian [Kementerian Kehutanan] harus bijaksana, bisa saja profit sharing diberikan dalam bentuk kegiatan CSR yang dikelola Pemkab Karanganyar,” jelas Anton.

Semestinya, lanjut dia, Pemkab Karanganyar harus berbicara empat mata dengan Kementerian Kehutanan untuk mencari solusi alternatif. Sehingga kedua belah pihak sama-sama mendapatkan kontribusi pemasukan dari retribusi Grojogan Sewu.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Diklat PIM IV Kabupaten Nganjuk Kunjungi Kabupaten Karanganyar

DSC_0066 (FILEminimizer)

Assisten Pemerintahan Kab. Karanganyar Dra. Any Indrihastuti, MM saat bacakan sambutan selamat datang Bupati Karanganyar, Ruang Podang Setda Karanganyar (10/12)

Rombongan peserta Diklat PIM IV Angkatan Ke-512 Kab. Nganjuk yang berjumlah sekitar 40 orang diterima oleh Assisten Pemerintahan Setda Kab. Karanganyar di Ruang Podang I Gedung Setda Karanganyar pagi tadi (10/12).

Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani SR., M.Hum dalam sambutannya yang dibacakan oleh Any memaparkan secara singkat potensi-potensi yang ada di Kabupaten Karanganyar, seperti 7 Program Kerja (Senin Sehat, Selasa Sadar Hukum, Rabu Pendidikan, Kamis Bertani, Jumat Keliling, Sabtu Wisata dan Minggu Bersih), Program-progam unggulan (Paryatti = Pajak Rakyat Terurusi Tenteram Indonesia, Ratna Pandusima = Rakyat Terdaftar Negara Aman Layanan Terpadu Siang dan Malam, Parsih = Pembayaran Air Bersih, Larasita = Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah, LPSE = Layanan Pengadaan Secara Elektronik, BPPT = Badan Pelayanan Perizinan Terpadu).

Drs. Suroso, M.Si selaku ketua rombongan melaporkan bahwa rombongan Diklat PIM IV kerjasama kemitraan antara Pemprov Jatim dengan Kab. Nganjuk ini berlangsung selama 7 minggu, yang terdiri atas pembelajaran dikelas dan observasi lapangan. Tujuan Diklat PIM IV kali ini adalah untuk mempelajari berbagai hal yang terkait dengan kecepatan perkembangan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik di wilayah Kab. Karanganyar. Setelah diterima di Podang 1, kemudian rombongan dibagi menjadi 3 kelompok untuk masing-masing kelompok akan meninjau langsung objek (locus). Kelompok 1 di Kecamatan Jaten, yang akan mempelajari peningkatan kinerja aparatur dalam rangka upaya pencapaian target pelunasan baku PBB. Sedangkan kelompok 2 mendatangi Dinas Kebersihan dan Pertamanan, disitu mereka akan belajar tata kelola sampah daerah. Untuk kelompok 3 menuju ke Dinas Kesehatan terkait pencapaian layanan UCI (Universal Child Immunization). ad

Read More

28 Peserta Diklat PIM III Jogja, Orientasi Lapangan Karanganyar

DSC_0117 (FILEminimizer)

Bupati Karanganyar Menerima Langsung Rombongan Peserta Diklat PIM 3

Guna mengetahui sekaligus menambah wawasan mengenai program-program yang telah berhasil dilakukan dalam kemajuan pembangunan Kabupaten Karanganyar. Begitu pula sebagai referensi dalam kurikulum yang berkaitan dengan konteks wawasan kebangsaan. Sebanyak 28 peserta dari Nusantara yang tergabung dalam Diklatpim tingkat III Angkatan XCII (112) Pusdiklat Kemendagri Regional Jogjakarta mengikuti Observasi Lapangan (OL) di Kab. Karanganyar, Senin (09/12) di Ruang podang I Kantor setda Karanganyar. “ Kita memilih Karanganyr sebgai obeservasi lapangan, karena ini berkaitan dengan kurikuluum kita tentang wawasan kebangsaan, dimana di Imogiri ada makam Soeharto dan Ibu Tien yang mana mempunyai sejarah,” terang Ir. H. Suroyo, M.Si selaku Ketua Rombongan.

Sementara itu Bupati Karanganyar Rina Iriani saat membuka Observasi Lapangan Diklatpim III jogja, mengatakan bahwa telah banyak program-program Kab. Karanganyar yang telah sukses berjalan. Bahkan Karanganyar sering sekali menjadi percontohan daerah lain baik itu Kab/Kota di Indonesia. “ selama dua periode kepemimpinan saya, ada tujuh program hari kerja yang telah lama dijalankan diantaranya Senin sehat, Selasa Sadar Hukum, Rabu pendidikan dan Berbahasa Indonesia, Kamis bertani, jum”at beribadah, Sabtu Pariwisata dan Minggu bersih dusun. Selain itu juga kita ada beberapa pelayanan administrasi yang bersifat keliling (mobile)/ jemput bola dengan tujuan agar warga masyarakat yang ada di daerah daerah tidak bersusah payah datang ke kota guna mengurus administrasi, antara lain: Ratna Pandusima (Pelayanan Administrasi untuk pembuatan KTP, KK, Akte), larasita (pelayanan pembutan Sertifikat Tanah), Paryati (Pelayanan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan/PBB), Parsih (Pelayanan pembayaran rekening air Bersih), putri Kresna ( Pelayanan Persyaratan Administrasi warga yang akan bekerja ke luar negeri/TKI) serta Layangmas (pelayanan untuk melihat zona industri, pertanian, pariwisata dan pertanahan),” Jelas Bupati. “ Beberapa pelayanan di Karanganyar ini, sengaja kita buat dengan menggunakan nama Jawa dengan tujuan agar mudah diingat oleh masyarakat dan alhamdulillah beberapa pelayanan kita telah masuk MURI dan menjadi percontohan daerah lain,” tambahnya. ad+in

Read More
DSC_0044 copy

18 Puskesmas Layani Deteksi Dini Kanker

Petugas kesehatan memberikan pengetahuan tentang penyakit kanker serviks saat pemeriksaan dan pengobatan, Rabu (04/12) kemarin.

Petugas kesehatan memberikan pemahaman  tentang penyakit kanker serviks saat pemeriksaan dan pengobatan, Rabu (04/12) kemarin.

Karanganyar, Kamis (05/12/2013)

Sebanyak 18 dari 21 Puskemas yang ada di Karanganyar saat ini sudah membuka layanan screening atau deteksi dini kanker. Targetnya, 2015 seluruh warga di Bumi Intanpari sudah melakukan deteksi dini guna mengantisipasi penyakit tersebut.

Salah seorang anggota tim pelatih kegiatan deteksi dini kanker payudara dan leher rahim metode IVA dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar dr Wahyu Tri Widayati menuturkan dari 21 Puskesmas yang ada di Karanganyar, baru ada 18 yang bisa melayani screening kanker. Jika hal itu diketahui sejak dini, maka pasien memiliki resiko sembuh lebih besar. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada warga terutama yang beresiko tinggi terkena kanker untuk melakukan screening sejak dini. “Kalau terdeteksi sejak awal, maka pasien masih bisa disembuhkan. Tapi kalau sudah stadium akhir agak sulit penanganannya,” ujarnya.

Deteksi dini tersebut dilakukan mulai tingkat Puskesmas dan dilanjutkan hingga Dinkes. “Bagi pasien yang mengalami kelainan lesipra kanker langsung dirujuk ke klinik ini,” kata dia, Rabu (4/12).

Disampaikan dr Wahyu, kanker leher rahim disebabkan oleh virus HPV dan baru bisa diketahui ketika memasuki stadium dua. “”Bagi pasien yang masih tergolong IVA negatif, kami harap waspada dan melakukan pemeriksaan ulang setahun kemudian,” ujarnya.

Selama kurun waktu tiga tahun terakhir tercatat 43 warga Karanganyar positif kanker. Data itu diambil dari 12.408 warga yang dinyatakan iva positif.

Sementara itu, Dinkes Kabupaten Karanganyar memasang target semua warga di-screening pada 2015. “Sebenarnya harus dibedakan, kanker mulut rahim yakni ketika wanita sudah aktif seksual, kanker payudara lebih karena faktor genetis selain pengaruh lingkungan dan virus, kanker serviks sebabkan oleh virus dari luar yang ditularkan melalui hubungan seksual,” ungkap Ketua Tim Pelatih, dr Heru Priyanto SpOG (K) Onk.

Untuk gejala awal yang umum dalam kanker organ kewanitaan ini bermula dari keputihan. Perempuan bisa dibilang aman bila cairan keputihannya jernih, tidak gatal, tidak bau atau datangnya mengiringi masa menstruasi. “Tetapi kalau keputihannya berulang dan mengeluarkan darah ketika berhubungan seksual perlu diperiksakan,” jelasnya.

Ketua IDI Karanganyar, dr Sutiyono menambahkan, kanker serviks selama ini memang menjadi momok bagi perempuan. Bisa dikatakan, kanker tersebut menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia yang kemudian disusul oleh kanker payudara. Sebab setiap dua menit ada satu orang wanita di dunia meninggal karena kanker serviks, sedang di Indonesia tiap satu jam kanker serviks menelan satu korban jiwa. pd

 

Read More
DSC_0134 (FILEminimizer)

Pelatihan Open Source Software

DSC_0134 (FILEminimizer)

Pelatihan OSS Kabupaten Karanganyar di Ruang Broadband Learning Center Setda Kab. Karanganyar

Sebanyak 4o peserta dari perwakilan Badan / Dinas / Kantor se Kab. Karanganyar dan Sekwan serta Sekda Kab. Karanganyar mengikuti pelatihan Open Source Software. Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 26 – 30 November 2013 yang terbagi dalam 2 kelompok masing-masing 20 orang selama 2 hari.

Pembukaan pelatihan OSS tersebut, hadir Assisten Pemerintahan Dra. Any Indrihastuti, MM yang mewakili Bupati Karanganyar yang disaat yang bersamaan ada tugas lain. Dalam sambutan Bupati Karanganyar, yang dibacakan oleh Any mengatakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyampaikan terima kasih kepada segenap Panitia Pelatihan Open Source Software (OSS) yang telah mempersiapkan segala sesuatunya guna kelancaran pelaksanaan acara. Semoga pemahaman seluruh SKPD di Kabupaten Karanganyar tentang pemanfaatan perangkat lunak legal berbasis Open Source ini menjadikan upaya guna mensukseskan Karanganyar Go Open Source.

Pelaksanaan pelatihan ini merupakan salah satu tidak lanjut dari Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia tentang Pemakaian dan Pemanfaatan Penggunaan Piranti Lunak Legal dilingkungan Instansi Pemerintah dan Juga berkaitan erat dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal Berbasis Open Source, yang pada akhir tahun 2010 seluruh Kantor Pemerintahan ditargetkan harus sudah Menggunakan Perangkat Legal.

Upaya ini dilakukan karena keberadaan OSS, dipandang sebagai solusi menyeluruh bagi strategi pengembagan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Pandangan ini tidak berlebihan karena Open Source Software (OSS) merupakaan perangkat lunak yang dikembangkan secara gotong royong dan menggunakan kode program yang tersedia secara bebas.

Pelatihan Open Source Software kali ini panitia mengundang tim ICT Center dari FKIP Internet Center and Open Source UNS (FICOS) sebagai pembicara sekaligus intruktur pelatihan. ad

Read More
IMG_0372 (FILEminimizer)

Upacara Hari Kesehatan Nasional Ke-49 di Kabupaten Karanganyar

IMG_0372 (FILEminimizer)

Assisten Pemerintahan Sundoro, SH., M.Si Saat Menyerahkan Piagam Penghargaan Kepada Salah Satu Penerima Penghargaan

Bertempat di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-49 di Kabupaten Karanganyar. Upacara ini merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan dalam rangka peringatan HKN, dimana telah dilaksanakan berbagai macam kegiatan seperti Healthy Expo ( Bazaar sehat dan promosi kesehatan ), Lomba Olahraga, Jalan Santai, Seminar yang melibatkan seluruh elemen kesehatan se-kabupaten.

Adapun peserta upacara kali ini seluruh elemen kesehatan yang terdiri atas Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit baik milik Pemerintah (RSUD dan RSAU) maupun swasta, organisasi profesi kesehatan, Perguruan Tinggi Akper – Akbid Mitra Husada, Akper 17, Dharma Wanita Persatuan Kab. Karanganyar, Komisi Penanggulangan AIDS Kab. Karanganyar serta dihadiri oleh unsur Muspida dan SKPD se Kab. Karanganyar. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Assisten Pemerintahan Setda Kab. Karanganyar Sundoro, SH., M.Si mewakili Bupati Karanganyar.

 Di awal sambutan Menkes RI dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., MPH yang dibacakan oleh Sundoro, mengucapkan selamat Hari Kesehatan Nasional ke – 49 kepada segenap jajaran kesehatan di seluruh penjuru Tanah Air sekaligus apresiasi atas pengabdian dan semangat serta inovasi petugas kesehatan dalam peningkatan kesehatan rakyat Indonesia. Indonesia Cinta Sehat merupakan tema utama HKN periode 2010 – 2014 dengan sub tema Menuju Indonesia Sehat dan Jaminan Kesehatan Nasional Yang Bermutu.

Hal ini dimaksudkan untuk menggerakkan segenap komponen bangsa guna mencapai hidup sehat serta dengan mulai berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tanggal 1 Januari 2014 yang merupakan tonggak sejarah menuju masyarakat Indonesia yang sehat, mandiri dan berkeadilan. “Marilah kita tingkatkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada paradigma sehat yang dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur”, himbaunya. Menkes juga mengingatkan HKN 2013 ini dijadikan momentum refleksi atas yang telah kita berikan bagi kesehatan dan kesejahteraan bangsa tercinta.

 Pada akhir Upacara dilakukan pengguntingan balon oleh inspektur upacara dilanjutkan penyematan Tanda Kehormatan Satya Lencana Kebaktian Sosial kepada Wiryanto, SKM dan Tri Agus Gunawan, S.Sos., M.Si atas aksi donor darah secara sukarela ke 100. Selain penyematan tanda kehormatan, diberikan juga penghargaan seperti Tenaga Teladan, Balita Sehat, Desa PHBS, Pengelola PKD, Desa Berprestasi Dalam Penanggulangan Penyakit DBD, Puskesmas Peduli Penanganan HIV-AIDS, Kecamatan Sayang Ibu dan hadiah lomba kepada masing-masing pemenang lomba menyambut HKN ke-49.  Ad+Dt

Read More
DSC_0028

Tari Varia Nusantara

Tari Varia Nusantara

Tari Varia Nusantara

Tari Varia Nusantara adalah hasil kreasi koreografi Bupati Karanganyar Dr.Hj. Rina Iriani Sri ratnaningsih, M.Hum. Tarian ini merupakan simbolisasi dari keberagaman dan kekayaan budaya Nusantara yang dikemas dalam satu bentuk tarian modern. Kekayaan budaya Nusantara yang dihadirkan ke dalam satu rangkaian tari Varia Nusantara ini ditujukan untuk menggugah kesadaran masyarakat akan keanekaragaman potensi budaya Indonesia, sekaligus sebagai upaya untuk mengkolaborasikan berbagai ragam tarian yang ada di Indonesia menjadi sebuah hasil karya seni yang atraktif.  

Read More

Diklat PIM IV Kabupaten Pasuruan Adakan Observasi Lapangan ke Kabupaten Karanganyar

DSC_0292 (FILEminimizer)

Kepala BKD Karanganyar Larmanto saat tukar menukar cinderamata dengan Kepala Bidang Litbang dan Diklat Kabupaten Pasuruan

Rombongan peserta Diklat PIM IV Angkatan Ke-500 Kab. Pasuruan yang berjumlah sekitar 50 orang yang terdiri atas 40 orang peserta, 1 Widyaiswara Prop Jatim dan 9 Pendamping diterima oleh Kepala BKD Kabupaten Karanganyar Drs. Larmanto, M.Si di Ruang Podang I Gedung Setda Karanganyar tadi pagi (29/10/2013). Dipimpin oleh Dr. H. Muhammad Nasir, M.Pd selaku Kepala Badan Litbang dan Diklat Kabupaten Pasuruan bertujuan untuk melakukan observasi secara langsung terhadap pengoptimalan potensi – potensi yang ada di Kabupaten Karanganyar yang terkenal akan Industri, Pertanian dan Pariwsata ( INTANPARI ) nya. Selain peserta diklat, hadir pula SKPD terkait sebagai nara sumber seperti BPPT, Dinas Kesehatan dan Dinas PU.

Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani SR., M.Hum dalam sambutannya yang dibacakan oleh Larmanto mengatakan rasa terima kasih kepada panitia Diklat PIM atas dipilihnya Kabupaten Karanganyar sebagai destinasi untuk mereka berlatih, belajar sekaligus menggali segala potensi yang ada di Kab. Karanganyar. Dalam paparan singkatnya, Larmanto menyampaikan segala potensi yang ada di Kabupaten Karanganyar, seperti 7 Program Kerja (Senin Sehat, Selasa Sadar Hukum, Rabu Pendidikan, Kamis Bertani, Jumat Keliling, Sabtu Wisata dan Minggu Bersih), Program-progam unggulan (Paryatti = Pajak Rakyat Terurusi Tenteram Indonesia, Ratna Pandusima = Rakyat Terdaftar Negara Aman Layanan Terpadu Siang dan Malam, Parsih = Pembayaran Air Bersih, Larasita = Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah, LPSE = Layanan Pengadaan Secara Elektronik, BPPT = Badan Pelayanan Perizinan Terpadu).

Muhammad Nasir selaku ketua rombongan menambahkan bahwa Kab. Pasuruan yang termasuk kawasan segitiga emas antara Surabaya-Malang-Bali ingin belajar sekaligus menggali informasi sebanyak-banyak dalam bidang perijinan, pengairan dan kesehatan yang ada di Kabupaten Karanganyar, karena Kabupaten Karanganyar yang mempunyai potensi luar biasa dinilai mampu mengoptimalkannya. (ad)

Read More

Dokter Umum Masih Kurang 12.000 Orang

Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti

Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti

Karanganyar, Senin (09/09/2013).

Jumlah dokter umum dan spesialis di Indonesia masih kurang. Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan hingga akhir 2012, Indonesia kekurangan sebanyak 12.000 orang dokter umum. Sementara, dalam satu tahun jumlah lulusan dokter hanya mencapai 7.000 orang.

Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti menjelaskan hal itu saat seminar nasional Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) dalam rangka Dies Natalis APIKES-AKBID Mitra Husada Karanganyar, di gedung Dakwah Muhammadiyah, Sabtu (07/09) kemarin.

“Kekurangan ini masih menjadi masalah utama kita, maka dari itu kami terus memrioritaskan penambahan tenaga,” ucap Ali.

Pihak Kemenkes menargetkan tahun 2014 sudah bisa selesai. Tentunya sasaran target itu tidak pada kekeurangan tenaga dokter umum saja. “Semoga pemenuhan target dari kekurangan dokter umum ini dapat terpenuhi di tahun depan,”katanya.

Bila target yang dicanangkan itu, lanjut Ali, sebelumnya telah ditunjang dengan persiapan maksimal selama dua tahun terakhir. “Perhitungan kami, untuk dokter umum di tahun 2014 sudah tidak kurang lagi, tetapi distribusinya yang masih menjadi masalah,” katanya.

Selain itu, untuk dokter spesialis, jumlah kekurangan masih cukup banyak. Kemenkes sampai saat ini belum berani menjamin untuk memenuhi kekurangannya pada tahun 2014.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo menjelaskan, pemerataan tenaga kesehatan sampai saat ini masih menjadi kendala di daerah.

“Untuk tenaga dokter di Karanganyar tidak kurang sama sekali, hanya kurang merata. Ada sekitar 300 dokter yang bertugas di wilayah kota, sementara yang di desa masih sangat minim,” jelas Cucuk.

Untuk mengatasi maslah tersebut, Dinkes telah berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Karanganyar, dengan itu diharapkan para dokter bersedia ditugaskan ke daerah-daerah yang jauh dai pusat kota.pd  

Read More