DSC_5648

22 Dalang Cilik Ramaikan Pagelaran Wayang Kulit

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat berfoto dengan dalang cilik Karanganyar, Jumat (20/05)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (memaikai peci, tengah) saat berfoto dengan dalang cilik Karanganyar, Jumat (20/05)

Karanganyar, Sabtu (21/05/2016)

Sebanyak 22 dalang cilik di Kabupaten Karanganyar, ikut meramaikan Pagelaran Dalang Cilik sebagai rangkaian acara Hari Kebangkitan Nasional ke-108 tahun, Jumat (20/05) di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Dalang-dalang cilik itu cilik itu mulai mendalang pukul 09.00-22.30 WIB, sesuai dengan nomor urutnya. Setiap peserta harus pentas wayang kulit selama 25 menit, dengan lakon (cerita) yang memilih sendiri.

Pagelaran yang sudah diadakan di tahun ke tiga itu, ditutup dengan pentas dua dalang remaja, Anggit Laras Prabawa dan Canggih Triatmojo Krisno, dengan memainkan lakon Babad Wana Marto.

Dalang kondang, Ki Manteb Soedharsono, saat pembukaan mengatakan turut bahagia, karena perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk melestarikan wayang kulit.

“Di Karanganyar ini banyak seniman dalang, ada dalang cilik, remaja, maupun profesional juga ada. Apalagi banyak muncul dalang cilik. Semoga nantinya bisa menjadi terkenal,” kata Ki Manteb Soedharsono.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan dalang-dalang cilik diharapkan bisa mempunyai pribadi cinta terhadap Negara Indonesia, cinta budaya bangsa Indonesia, agar kebudayaan bisa dipamerkan ke dunia internasional.

“Kita mohon doa restu dan bimbingan pak Manteb agar bisa meniru kehebatannya,” kata Bupati.

Dari hasil penilaian Dewan Juri, pagelaran tersebut terdapat kategori sebagai pemenang, terdiri dari dalang terampil, cucut, wijang, kreatif dan dalang berbakat.

Sebelum pentas dalang cilik, terlebih dahulu ada Kirab Semar Sang Pamomong, yang di mulai dari depan Kantor Bupati Karanganyar hingga Plasa Karanganyar.

Semar tersebut terbuat dari kulit kerbau, dan tingginya sekitar enam meter, yang dibuat 11 lembar kulit kerbau, dengan masa pengerjaan selama setahun oleh para seniman dari Sanggar Wayang Gogon Surakarta. pd

Read More
DSC_0325

SMP Negeri 1 Karanganyar Nyatakan Sikap Anti Narkoba

kominfo

Rohadi Widodo memimpin langsung Deklarasi Anti Narkoba di halaman SMP Negeri 1 Karanganyar, Jum’at (13/05).

Karanganyar, Jum’at 13 Mei 2016

Bertempat di halaman SMP Negeri 1 Karanganyar, Wakil Bupati Rohadi Widodo sekaligus Ketua P4GN Karanganyar memimpin langsung Deklarasi Anti Narkoba yang diikuti seluruh Guru dan Siswa, Jum’at pagi (13/05).

Isi pernyataan Sikap Anti Narkoba SMP Negeri 1 Karanganyar :

  1. SMP Negeri 1 Karanganyar menyatakan haram hukumnya segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya.
  2. SMP Negeri 1 Karanganyar siap menjadi pelopor pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
  3. SMP Negeri 1 Karanganyar menolak segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba, baik dilingkungan sekolah maupun dimasyarakat.
  4. SMP Negeri 1 Karanganyar mendukung dan menghargai seluruh usaha Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam memerangi dan menanggulangi bahaya penyalahgunaan narkoba dengan segala akibat yang ditimbulkannya.
  5. SMP Negeri 1 Karanganyar mendukung dan mendorong Penegak Hukum dan Lembaga/Instansi terkait melakukan pemberantasan peredaran narkoba dan semacamnya.

Pada kesempatan tersebut Rohadi Widodo berpesan kepada seluruh siswa siswi SMP Negeri 1 Karanganyar untuk tidak mencoba Narkoba.

“Jangan sampai ada pelajar Karanganyar yang menggunakan narkoba. Mendekat saja tidak boleh, apalagi sampai mencobanya. Jangan sampai coba-coba, karena sekali mencoba, kalian akan menyesal untuk selamanya,” tegasnya.

Rohadi menekankan kepada seluruh siswa siswi untuk terus meningkatkan prestasi demi masa depan yang cerah. Negara akan menjadi kuat jika memiliki generasi muda yang berkarakter dan berkualitas baik secara moral maupun spiritual.

Dishubkominfo (ch/ind)

Read More
DSC_2001 – Copy copy

KPUD Karanganyar Luncurkan “KOBIL”

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karanganyar meluncurkan majalah elektronik KOBIL (Kotak dan Bilik), Kamis (28/04) di kantor KPUD setempat.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karanganyar meluncurkan majalah elektronik KOBIL (Kotak dan Bilik), Kamis (28/04) di kantor KPUD setempat.

Karanganyar, Kamis (28/04/2016)

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karanganyar meluncurkan majalah elektronik, yang diterbitkan sebagai bentuk langkah inovasi, dalam rangka pelayanan keterbukaan informasi publik, dan sebagai media menyalurkan ide kreatifitas sekaligus media komunikasi dan informasi kepada masyarakat.

“Majalah dalam bentuk e-paper itu kami beri nama KOBIL, berasal dari akronim Kotak suara dan Bilik suara. Dipilihnya nama tersebut karena Kotak-Bilik identik dengan penyelenggaraan pemilu,” kata Ketua KPUD Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho, Kamis (28/04) di kantornya, saat acara tersebut.

Sebagaimana diketahui, lanjut Ketua KPUD Karanganyar, bahwa Kotak-Bilik adalah perlengkapan atau sarana dan prasarana utama dalam kegiatan pemungutan dan penghitungan suara. Majalah elektronik KOBIL mengusung slogan satu langkah maju untuk demokrasi yang terbit setiap tiga bulan sekali.

Ditempat yang sama, Pimpinan Redaksi Majalah KOBIL, Masykur, menjelaskan masyarakat dapat mengakses majalah tersebut melalui www.kpu-karanganyarkab.go.id, serta di upload ke situ web yang menyediakan jasa berbagi dokumen berbasis flash.

“Kami memandang perlunya media bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai informasi yang berisi program kegiatan KPU dan berkaitan dengan pemilihan umum,” jelas Masykur.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Data Informasi, Maksum, KPU Karanganyar, mengklaim bahwa majalah dalam bentuk e-paper itu merupakan yang pertama di lingkup KPU Daerah se Indonesia.

“Ya, ini merupakan majalah KPU format elektronik pertama di lingkup KPUD se Indonesia,” katanya. pd

Read More
aku – Copy

Menkopolhukam Sebut Dana Desa Bisa Tangkal Radikalisme

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Luhut Binsar Panjaitan, Sabtu (05/03), saat memberikan pengarahan pada Dialog Deradikalisasi Bahaya Radikalisme Agama di Indonesia, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Luhut Binsar Panjaitan, Sabtu (05/03), saat memberikan pengarahan pada Dialog Deradikalisasi Bahaya Radikalisme Agama di Indonesia, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Karanganyar, Sabtu (05/03/2016)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Luhut Binsar Panjaitan, menyebutkan dana desa yang digunakan untuk pembangunan di desa bisa menjadi salah satu penangkal berkembangnya radikalisme.

“Presiden RI Joko Widodo ingin dana desa bisa mengurangi kesenjangan antara yang kaya dengan rakyat miskin. Dengan dana desa, kartu sehat, dan program-program lain akan mengurangi hal-hal seperti itu,” kata Menko Polhukam, Luhut, Sabtu (05/03), saat memberikan pengarahan pada Dialog Deradikalisasi Bahaya Radikalisme Agama di Indonesia, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Didepan peserta dari Ulama se Eks Karesidenan Surakarta, Pengurus Nahdlatul Ulama, dan Gerakan Pemuda Ansor. Luhut menjelaskan dengan dana tersebut, maka akan ada lapangan kerja, ekonomi yang bagus, pendidikan yang baik, maka orang kurang berkesempatan menjadi radikal.

Dengan dana desa, semangat gotong-royong dapat tercipta lagi kebersamaan di desa. “Dana tidak boleh keluar dari desa, harus berputar di desa supaya ekonomi kerakyatan menjadi tumbuh,” katanya.

Saat dipaparkan didepan peserta, tercatat Alokasi Dana Desa se Eks Karesidenan Surakarta tahun 2016 untuk 1411 desa, dengan anggaran sebanyak Rp. 888,7 Miliar. Sedangkan untuk Kabupaten Karanganyar, dari 162 desa, mendapat Rp. 103,7 Miliar.

“Prioritas dana desa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, dan pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan secara berkelanjutan,” katanya. pd

Read More
DSC_0059

Bumi Perkemahan Delingan Menjadi Pusat Kegiatan Jambore Nasional Muhammadiyah

dishubkominfokra

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menghadiriKegiatan Jambore Nasional Santri Pondok Pesantren Muhammadiyah, di Bumi Perkemahan Delingan

 

Karanganyar, Jumat 26 Februari 2016

Untuk kali pertama Kabupaten Karanganyar menjadi lokasi pusat kegiatan Jambore Nasional Santri Muhammadiyah tepatnya di Bumi Perkemahan Delingan, Jum’at pagi (26/2).

Hadir Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin sekaligus membuka Jambore Nasional didampingi perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Bupati, Wakil Bupati Karanganyar, Forkompinda serta jajaran SKPD Karanganyar.

Dalam sambutannya,Lukman Hakim Syaifuddin menyampaikan momentum perkemahan Jambore Nasional harus digunakan sebagai reaktualisasi dan revitalisasi, spirit agama dalam berbangsa dan bernegara. Dengan ilmu yang diajarkan di Pondok Pesantren diharapkan menjadi benteng pertahanan terorisme agama. Hal tersebut sesuai penemuan penelitian yang dilaksanakan oleh Badan Litbang Kementerian Agama RI Tahun 2010 bahwa semakin dalam pengetahuan agama seseorang maka ia semakin menghindar dari perbuatan kekerasan atas nama agama.

“Melihat kiprah santri, maka Presiden Joko Widodo menetapkan Tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Sebagai pengakuan negara atas kontribusi santri dalam pembangunan,” ungkapnya.

Selanjutnya Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap semoga Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia turut serta memajukan pembangunan Kab/Kota. Hal ini sesuai visi Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama memajukan Karanganyar dengan lima (5) misi salah satunya Peningkatan kualitas Keagamaan, Sosial dan Budaya.

“Pelaksanaan Jambore Nasional Santri ini, saya berharap mampu memberikan dampak positif untuk kemajuan pembangunan Nasional khususnya Karanganyar yang saat ini menjadi tempat pusat kegiatan Jambore tepatnya di bumi perkemahan Delingan. Ini merupakan penghargaan yang tinggi dan rasa bangga bagi saya atas nama Pemerintah Karanganyar dan masyarakat Karanganyar umumnya. Dan berharap Karanganyar lebih dikenal lagi di Indonesia untuk potensi pariwisata dan kulinernya,” tutur Juliyatmono.

Dishubkominfo Karanganyar (umi/bn)

 

Read More
DSC_0284

Rapat Kerja Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Karanganyar

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan pengarahan pada saat Rapat Kerja Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Karanganyar, Senin (21/12/2015).

Karanganyar, Senin 21 Desember 2015
Untuk meningkatkan peran pegawai Republik Indonesia agar lebih berdaya guna dan berhasil guna bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, perlu diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan anggota KORPRI dan keluarganya. Untuk memperjuangkan hal tersebut pegawai Republik Indonesia menghimpun diri dalam wadah organisasi Korps Pegawai Republik Indonesia yang kedudukan dan kegiatannya tidak terpisah dari dinas. Rapat Kerja Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ini mengusung tema “Konsolidasi Internal Dalam Rangka Peningkatan Peran dan Fungsi Organisasi KORPRI” yang bertempat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah DPRD Kabupaten Karanganyar Senin (21/12/2015).
Maksud dan tujuan Rapat Kerja Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yakni mengaktifkan kembali organisasi KORPRI sebagai organisasi yang mampu memperjuangkan profesionalisme dan kesejahteraan anggotanya, menegaskan implementasi konkrit paradigma baru KORPRI yaitu “ Netralisasi, Profesionalis dan Kesejahteraan “, guna lebih mendorong jajaran aparatur pemerintah sebagai unsur anggota KORPRI untuk memberikan “ Pelayanan Prima” kepada masyarakat.

Kominfo

Peserta Rapat Kerja Korps Pegawai Republik Indonesia

Peserta Rapat Kerja KORPRI Kabupaten Karanganyar terdiri dari Dewan pengurus KORPRI Provinsi Jawa Tengah, Dewan pengurus KORPRI Kabupaten Karanganyar, Dewan pengurus KORPRI Unit Kabupaten Karanganyar, Dewan pengurus KORPRI Unit Kecamatan se-Kabupaten Karanganyar, Dewan pengurus KORPRI Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Layanan, Daerah Lembaga Penyiaran Daerah se-Kabupaten Karanganyar, Dewan pengurus KORPRI pada Instansi Vertikal di Kabupaten Karanganyar.
Sukses menyelenggarakan Rapar Kerja KORPRI Unit SKPD, MLUD, BUMD, dan Kecamatan se-Kabupaten Karanganyar adalah tahapan penting untuk kemajuan organisasi KORPRI. Semoga pelaksanaan Rapat Kerja ini dapat mengedepankan asas demokrasi dan menghasilkan Keputusan yang memberikan nilai tambah bagi kemajuan KORPRI dalam menyongsong tantangan di masa depan harap Timotius pada Raker KORPRI ini. Bupati Karanganyar Juliyatmono juga berharap KORPRI semakin sejahtera dan menunjukkan kerja yang luar biasa untuk pengabdiannya untuk Negara dan masyarakat. Ind/Tta

Read More
DSC_0116 copy

Ribuan Pramuka Ikuti ISC 2015

DSC_0116 copy

Dua peserta lomba di ISC 2015 saat beradu kecepatan memindahkan huruf hingga tersusun

Karanganyar, Selasa (22/12/2015)
Indonesia Scout Challenge (ISC) 2015 berlangsung di Kabupaten Karanganyar berlangsung luar biasa. Sebanyak 4000 adik-adik pramuka dari penggalang ramu, berusia maskimal 12 tahun dan duduk di bangku kelas 4 dan 5 SD mengikuti ajang tersebut.

Kegiatan pramuka itu berlangsung selama empat hari, dan terbagi dalam dua tahap, Minggu-Rabu (20-23/12). Tahap pertama dimulai Minggu-Senin (20-21/12) dan Selasa-Rabu (22-23/12), di Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri, Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar.

“Setiap tahap diikuti sebanyak 2000 peserta pramuka dari Kabupaten Karanganyar,” ujar Ketua Kwartir Cabang Pramuka Gerakan Pramuka Karanganyar Samsi, Minggu (20/12) di lokasi.

Menariknya, tidak hanya berkemah, namun di ISC juga diadakan berbagai permainan lomba. Terdapat 10 jenis lomba untuk mengasah kemampuan dari masing-masing peserta.

Even bekerjasama dengan Kwarcab Karanganyar terdapat lomba membuat tandu dan menangani korban kecelakaan, memasang tanda pramuka di baju pramuka, asah pengetahuan pelajaran pramuka dan umum, menguji peserta dalam mengetahui arah mata angin, lomba Dasa Dharma Pramuka dan Pancasila, lomba ikon Kota-kota di Indonesia, lomba tebak lagu, lomba mengenali sebuah benda, dan lomba berbahasa inggris.

Hadir pada acara pembukaan Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah Budi Prayitno, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan panitia dari Jawa Pos Radar Solo.

“Adik-adik mau ke Amerika?Tunjukkan prestasi kalian untuk memenangi lomba di ISC ini sampai juara Nasional,” ajak Bupati Karanganyar memberi semangat kepada ribuan peserta. pd

Read More
DSC_0043

Seminar Peranan Perempuan Dalam Mencegah Tindak Pidana Korupsi

kominfo

Istri Bupati Karanganyar memberikan pengarahan dalam Seminar Peranan Perempuan Dalam Mencegah Tindak Pidana Korupsi Kamis(17/12/2015)

Karanganyar, Kamis 17 Desember 2015

Dalam rangka menyambut hari ibu ke-87 tahun 2015 dan memperingati Hari Anti Korupsi Himpunan Keluarga Akademi Peternakan Karanganyar (HIKANA APEKA) menyelenggarakan seminar dengan tema “Peranan Perempuan Dalam Mencegah Tindak Pidana Korupsi” yang dilaksanakan di Aula Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA) Kamis (17/12/2015).

Latar belakang di selenggarakannya seminar tersebut yakni perempuan mempunyai peran yang besar dalam keberhasilan suami didalam karir dan keluarga. Di balik kesuksesan sang suami tentu di belakangnya ada istri yang berjiwa besar dan kuat. Maksud dan tujuan acara tersebut adalah memberikan pembelajaran kepada kaum perempuan apa itu korupsi dan memberi pemahaman tentang apa itu pencucian uang.

Kominfo

Catur Lukito selaku Pembina Himpunan Keluarga Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA) memberikan sambutan di Seminar Peranan Perempuan Dalam Mencegah Tindak Pidana Korupsi

Acara tersebut menghadirkan empat narasumber yakni Siti Chomsyah Juliyatmono selaku istri Bupati Karanganyar, Rahayu Utami Sari, Hadiasri Widiyasari dan Sudarto sebagai Kasi Intelegent Kejaksaan Negeri Karanganyar. Seminar ini juga di hadiri Istri Anggota Dewan (IGAWAN), Istri-istri SKPD, Ketua PKK Kabupaten Karanganyar, Ketua PKK kelurahan sekecamatan Karanganyar, Dharma wanita dan Gerakan Organisasi Wanita (GOW).

Dalam arahannya istri Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan bahwa peran seorang istri sangatlah penting dalam mencegah tindak korupsi. Istri yang baik adalah istri yang kuat dalam segala hal baik susah maupun senang, untuk mencegah korupsi sebagai istri janganlah suka menuntut suami yang berlebihan,” ujar istri Bupati Karanganyar. Beliau juga memiliki semboyan bahwa Hidup sederhana lebih membahagiakan daripada kaya raya tapi banyak hutang.

Selanjutnya, Rahayu Utami Sari selaku Notaris sekaligus narasumber pada seminar tersebut menyampaikan Perempuan sebagai sumber motivasi mewujudkan kejujuran di tengah keluarga.

Acara diakhiri dengan penyampaian materi oleh Sudarto sebagai Kasi Intelegent Kejaksaan Negeri Karanganyar yang menjelaskan tentang Penegakan hukum tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Di Indonesia, hal ini diatur secara yuridis dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, dimana pencucian uang dibedakan dalam tiga tindak pidana.Ind/ft/Tt

Read More
DSC_0158

Ribuan Penyuluh Hutan Datangi Jambore

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan salah satu peserta jambore penyuluh

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan salah satu peserta jambore penyuluh

Karanganyar, Kamis (12/11/2015)
Jambore Penyuluh Kehutanan diadakan di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar di ikuti sekitar 1000 an penyuluh kehutanan dari 20 provinsi di Indonesia, berlangsung dari Selasa-Rabu (10-11/11) kemarin.

“Jambore ini dengan mengadakan temu karya untuk mengangas kelembagaan penyuluh kehutanan kedepan dan membina kemitraan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM),” ujar Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Jawa Tengah Sugeng Riyanto, Rabu (11/11) di lapangan Bener, Tawangmangu.

Bahkan, lanjut Sugeng Riyanto, terdapat 600 orang penyuluh dari luar jawa mendatangi jambore tersebut.

“Kegiatan ini juga diiisi dengan pentas wayang kulit semalam suntuk, Selasa (10/11) malam, dan ini nanti juga ada penanaman pohon di turus jalan dari Tawangmangu sampai Cemoro Kandang sepanjang lima kilometer,” katanya.

Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengucapkan terima kasih dengan adanya jambore tersebut karena dapat memberikan semangat inspirasi bagi kita semua.

“Pada kesempatan ini saya juga mengajak agar keanekaragaman hayati perlu dijaga kelestarian bersama,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga hadir mengajak untuk mengembalikan hutan yang rusak dan terbakar di Indonesia.

“Sistem hendaknya diperbaiki agar kebakaran hutan tidak terjadi lagi. Sumber daya manusia mampu melakuan itu yakni penyuluh kehutanan,” katanya. pd

Read More
DSC_0378

Karanganyar Mengenang Toto Salmon

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Membawakan Lagu Keroncong Mengenang Maestro Keroncong Toto Salmon, Senin Malam (10/11)

Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar Senin malam (09/11) tadi digelar lagu-lagu keroncong mengenang maestro lagu keroncong Toto S. Salmon yang notabene adalah asli Karanganyar. Disaat hidupnya, Toto Salmon meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Tahun 1998 kategori Album Keroncong Tradisional Terbaik dengan “Album Emas”.

Bupati Karanganyar Juliyatmono acara mengenang lagu keroncong Toto S. Salmon dapat mewujudkan rasa bangga akan musik keroncong yang merupakan kekayaan budaya bangsa Indonesia dan kita sebagai generasi penerus wajib untuk melestarikan. ch

Read More