DSC_0154

Pemerataan Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan Sebagai Wujud Kebangkitan Nasional

kominfo

penyerahan water barrier secara simbolis Direktur PD. BPR. Bank Daerah kepada Bupati Karanganyar Juliyatmono sesaat setelah UP Harkitnas Ke-109 Tahun 2017 di Kantor Setda Karanganyar, Senin Pagi (22/5)

Karanganyar, Senin 22/5/2017

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-109 di Kabupaten Karanganyar dilaksanakan Upacara Bendera di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Senin Pagi (22/5). Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Karanganyar Juliyatmono. Upacara diikuti oleh Jajaran Forkompinda Kabupaten Karanganyar, Kepala OPD, TP. PKK Karanganyar, Dharwa Wanita Karanganyar, Persit Kodim 0727 Karanganyar dan Bhayangkari Polres Karanganyar serta siswa-siswi pramuka sekolah.

Bupati Karanganyar Juliyatmono yang membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara mengatakan perjuangan Bangsa Indonesia dalam merajut mimpi kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan sangatlah tidak mudah. Semangat kebangkitan nasional tidak pernah pudar sejak 109 tahun lalu semenjak berdirinya Boedi Utomo

Pemerintah hadir dalam upaya meningkatkan aspek pemerataan pembangunan di segala sektor untuk peningkatan pemerataan ekonomi dan keadilan bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Memasuki era digitalisasi, kita dihadapkan pada kondisi dimana masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat, tepat dan efisien, proses perijinan dahulu dibutuhkan waktu sangat lama, akan tetapi dengan kemajuan bidang teknologi mampu dipangkas hingga 6 kali lebih cepat.

Guna mendukung kemajuan teknologi yang sedemikian cepat, Kemenkominfo RI telah melaksanakan program palapa ring yaitu proyek pembangunan jaringan tulang punggung serat optik nasional untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia sehingga diharapkan keberadaan internet berkecapatan tinggi (broadband) dapat dinikmati secara luas.

Masih dikesempatan yang sama, setelah upacara dilaksanakan penyerahan secara simbolis bantuan Water Barrier dari BUMD yang ada di Kabupaten Karanganyar sebanyak 125 buah. Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh masing-masing Direktur dari BUMD kepada Bupati Karanganyar untuk kemudian diberikan kepada Kepala Dinas Perhubungan dan PKP. Adapun rinciannya adalah Bank Jateng sebanyak 50 buah Water Barrier, PD. BPR. Bank Daerah 25 buah, PDAM Tirta Lawu 25 buah, BKK Tasikmadu 15 buah dan BRI Karanganyar 10 buah. Demikian Diskominfo (ad/ft)

 

Read More
aksi sadar wisata (1)

Tumbuhkan Rasa Nyaman Wisatawan, Karanganyar Gelar Aksi Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona

kominfo

Sekda Karanganyar Samsi saat memberikan sambutan kegaiatan gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona, Kamis Pagi (18/5)

Karanganyar, Kamis 18/5/2017

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan gerakan Aksi Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Sapta Tirta Pablengan, Matesih, Kamis Pagi (18/05). Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan pelaku usaha wisata tersebut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi X Laila Istiana Diana Savitri, Kepala Bidang Destinasi Wisata Kemenpar RI Roni Astuti, Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi dan OPD terkait serta Forkompinca Kecamatan Matesih.

Pemahaman yang kurang terhadap nilai manfaat pariwisata bagi masyarakat dan wilayah setempat ditengarai seringkali memunculkan iklim yang kurang kondusif. Hal ini mendorong Kemenpar RI untuk bersama-sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah saling bersinergi dalam mendorong keberhasilan pengembangan kepariwisataan di wilayahnya untuk mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan domestik di tahun 2019.

Sementara itu Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi yang hadir mewakili Bupati Karanganyar menyambut baik acara ini. Kabupaten Karanganyar yang terkenal dengan sebutan BUMI INTANPARI (Industri, Pertanian dan Pariwisata) tahun 2017 ini tumbuh wisata-wisata lokal baru, konsentrasi wisata sekarang tidak hanya di wilayah Tawangmangu, tetapi sudah kedaerah sekitar seperti Ngargoyoso, Jenawi dan Jatiyoso. Kabupaten Karanganyar yang diberkahi alam yang luar biasa memiliki semua jenis wisata yang bisa ditawarkan kepada wisatawan, seperti wisata alam, wisata religi, wisata rekreasi maupun wisata ekstrim.

“Akses jalan kesemua lokasi wisata sudah ditata dan dilebarkan demi kenyaman wisatawan”, ujar Samsi

Ditambahkan lebih lanjut oleh Samsi, memperingati 100 tahun hari jadi Karanganyar pada bulan November, Pemkab Karanganyar akan menyelenggarakan offroad tingkat nasional. Untuk itu dimohon dukungan semua pihak untuk menyukseskan acara tersebut.

Sementara itu, Laila Istiana DPR RI Komisi X saat memberikan materi kepada pelaku wisata mengatakan destinasi wisata yang ada di Karanganyar bersih dan aman serta nyaman. Dengan kondisi tersebut, potensi wisata di Karanganyar akan menjadi destinasi wisatawan dari berbagai daerah. Kesiapan masyarakat lokal harus mampu menjadi daya tarik lebih dengan keramahtamahannya.

“Kunci sukses untuk mendongkrak kunjungan wisatawan yaitu dengan 3A (aksesbilitas, amenitas, dan atraksi). Potensi wisata yang nyaman adalah yang mampu mendatangkan kembali wisatawan dan wisatawan tersebut mengajak sanak sodara serta koleganya”, jelas Laila Istiana

Tahun 2017 ini Kementerian Pariwisata Republik Indonesia akan roadshow Aksi Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona ke 68 destinasi wisata di seluruh Indonesia dan Kabupaten Karanganyar merupakan salah satunya. Dalam aksi tersebut selain diisi dengan pemateri oleh nara sumber, juga diadakan kerja bakti untuk bersama-sama membersihkan tempat wisata Sapta Tirta Pablengan Matesih. Demikian Diskominfo (ad)

Read More
DSC_0151

Introduksi Imunisasi Measles Rubella, Bupati : Karanganyar Potensi Menolak Vaksin, Dinkes dan MUI Harus Gencar Sosialisasikan ke Masyarakat

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono membuka acara Sosialisasi dan Advokasi Vaksin Measles Rubella di Aula Rumdin Wabup Karanganyar, Senin (16/5).

Karanganyar, Selasa 16 Mei 2017

Beberapa daerah di wilayah Karanganyar karena pemahaman keyakinan sebagian warga dan kurangnya sosialisasi ke masyarakat mengenai vaksin, menyebabkan Karanganyar berpotensi menolak imunisasi.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada kegiatan kebijakan kampanye dan introduksi imunisasi measles rubella, Senin (16/5/2017) di aula Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Penolakan orang tua terhadap pemberian vaksin masih terjadi di Karanganyar, seperti di Ngargoyoso, Tawangmangu. Untuk menekan penolakan tersebut, Bupati meminta Dinkes dan MUI untuk bersinergi menyosialisasikan kepada masyarakat.

“Sosialisasi harus dilakukan secara terus menerus dan sinergi semua pihak untuk menyakinkan kepada warga , karena pemberian vaksin ini untuk menyelamatkan nyawa,”tandasnya.

Bupati mengatakan, merupakan tugas semua pihak baik Pemerintah melalui Dinas Kesehatan, Puskesmas, Posyandu bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia untuk dapat menyampaikan secara gamblang mengenai kandungan vaksin, dampak maupun manfaatnya. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan keragu-raguan warga terhadap pemberian vaksin.

“Pemerintah jangan masa bodah, ini tugas kita semua untuk menyakinkan warga. Kita berbicara dhorurot, daruratnya untuk menyelamatkan nyawa. Mari lakukan gerakan serentak semua pihak, agar warga masyarakat selamat karena apa yang dilakukan pemerintah untuk melindungi warga masyarakat, karena fungsi vaksin sendiri adalah upaya pencegahan dari berbagai penyakit  yang telah melalui penelitian, uji coba, jalur yang benar/legal untuk menyelamatkan jiwa,”ajaknya.

Sementara itu dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Karanganyar, Zuhaid, Lc, M.Ud mengatakan Islam sangat mendorong pemeluknya untuk senantiasa menjaga kesehatan. Dalam prakteknya, hal tersebut bisa dilakukan melalui upaya preventif, agar tidak terkena penyakit dan berobat manakala sakit.

Disampaikannya, Komisi Fatwa MUI Pusat, Tanggal 23 Januari 2016 di Bogor, memutuskan/menetapkan kembali bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Ditambahkannya, vaksin untuk imunisasi wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci. Penggunaan vaksin imunisasi yang berbahan haram dan/atau najis hukumnya haram, tidak dibolehkan kecuali pada kondisi darurat (keterpaksaan jika tidak dilakukan mengancam jiwa) atau hajat (keterdesakan, jika tidak dilakukan dikhawatirkan menyebabkan penyakit berat atau kecacatan pada seseorang atau belum ditemukan bahan vaksin yang halal dan suci dan ada keterangan tenaga medis yang kompeten dan dipercaya bahwa tidak ada vaksin yang halal.

“Seandainya seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen hingga mengancam jiwa berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

“imunisasi tidak boleh dilakukan jika berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dapat dipercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan,”imbuhnya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Tjujuk Heru Kusumo menyampaikan  kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) dalam rangka meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella secara cepat, memutuskan transmisi virus campak dan rubella, menurunkan angka kesakitan campak dan rubella serta menurunkan angka kejadian CRS.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

 

 

 

Read More
DSC_0522

Paskah Membawa Perubahan

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (berbaju putih) memberikan hadiah utama berupa sepeda kepada pemenang didampingi Wakil Bupati, Rohadi Widodo (berbaju ungu) pada Perayaan Paskah bersama, Jumat (28/4/2017)

Karanganyar,  Jumat 28 April 2017

Perayaan Paskah bersama PNS, TNI, POLRI dan masyarakat se-Kabupaten Karanganyar diselenggarakan pada Jumat, 28 April 2017 di Gedung Wanita Karanganyar.

Dihadiri oleh lebih kurang 1.000 (seribu) umat Kristiani se-Kabupaten Karanganyar, perayaan Paskah yang dimeriahkan dengan penampilan beberapa kelompok paduan suara, pembacaan puisi  serta kelompok musik pemuda “Sion” ini mengambil tema “Paskah Membawa Perubahan”.

Sesuai dengan tema tersebut Pdt. Hengky Kusworo dari Semarang menyampaikan renungan bahwa dengan Paskah iman kepercayaan umat Kristiani semakin diteguhkan. Di samping itu Paskah harus bisa membawa perubahan seperi halnya Kristus yang telah membawa perubahan bagi dunia ini. Perubahan ini tentu saja dimaksudkan untuk menjadi lebh baik.

“Kekristenan, keagamaanmu harus bertumbuh, harus berubah menjadi lebih baik. Kalau tidak mau berubah kita akan tergerus oleh jaman,” jelas Pdt. Hengky.

Seperti hanya Blackberry, Yahoo yang tidak mau berubah mengikuti tren masa kini, akhirnya kedua perusahaan ini gulung tikar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Forkompinda serta beberapa pejabat Perangkat Daerah di Kabupaten Karanganyar berkenan hadir dan menyampaikan sambutannya pada perayaan Paskah tersebut.

Dalam sambutannya, Juliyatmono menyampaikan bahwa sesuai dengan tema Paskah saat itu kita harus mau berubah karena hakekatnya hidup ini adalah perubahan.

“Masa lalu tidak akan kembali lagi dan esok hari milik kita untuk terus kita upayakan, harus berubah menuju ke arah yang lebih baik,” kata Juliyatmono.

Disinggung oleh Juliyatmono bahwa Kabupaten Karanganyar mulai tahun 2015 dinilai oleh Pemerintah Pusat. Kabupaten Karanganyar masuk 2 (dua) besar pemerintahan berkinerja terbaik di Indonesia dan memperoleh Satya Lencana Karya Bhakti Nugraha. Untuk memperoleh hal ini semua komponen telah menunjukkan perubahan kinerja yang semakin baik. Bahkan hal ini juga terjadi pada kehidupan beragama. Karena kerukunan kehidupan beragama berpengaruh mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik.

“Menteri Agama telah memberikan piagam penghargaan kepada Karanganyar karena berhasil membina kerukunan umat beragama,” jelas Juliyatmono.

“Pemerintah melalui Pancasila harus terus memastikan bahwa keanekaragaman harus terus dijaga, dipelihara dan dipupuk dengan sangat baik. Setiap warga bangsa Indonesia silahkan menjalankan agamanya dengan penuh perasaan nyaman, tanpa boleh ada sedikit pun gangguan, karena pilihan kita terhadap agama adalah pilhan kita terhadap Tuhan dan tidak boleh orang mempengaruhi, menekan dan mengganggu pelaksanaan kegiatan keagamaan. Ini juga merupakan salah satu program kami yaitu meningkatkan kualitas keimanan,” kata Juliyatmono.

“Orang-orang yang cenderung memaksakan kehendak, melakukan hal-hal pendekatan dengan kasar, keras, saya kira Tuhan belum hadir di hatinya. Kita doakan semoga Tuhan menyentuh hatinya menjadi semangat untuk keadaannya lebih baik,” imbuh Juliyatmono.

“Melalui Paskah ini mari kita songsong esok hari dengan merubah keadaan dengan lebih baik,” pungkas Juliyatmono.

Di akhir acara Bupati Karanganyar menyampaikan bantuan untuk penyelenggaran kegiatan tersebut serta mengambil nomor undian untuk pemenang hadiah utama yang berupa sepeda gunung. Demikian Diskominfo (krs)

Read More
DSC_1635

Pengurus DMI Karanganyar Dikukuhkan

Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Karanganyar Periode 2017-2022 secara resmi dikukuhkan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Senin (24/04) di halaman Masjid Agung Karanganyar.

Karanganyar, Senin (24/04/2017).

Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Karanganyar Periode 2017-2022 secara resmi dikukuhkan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Senin (24/04) di halaman Masjid Agung Karanganyar.

Selain Bupati, pada acara pengukuhan itu, tampak hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Bupati Karanganyar berkeinginan masjid betul-betul menyejukan umat, tentram dan suasana batin terasa enak. Selain itu juga menciptakan kerukunan lingkungan.

“Namun jangan sampai masjid bangunan megah, tapi tidak memperhatikan lingkungan sekitar, ada yang miskin dibiarkan saja. Itu tidak boleh. Selain itu Masjid harus menghadirkan kesejukan, bersih, sehat dan dapat dikelola dengan baik,” kata Bupati Juliyatmono.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menjelaskan, melalui Baznas Kabupaten Karanganyar setiap bulan, lima orang per desa memberikan bantuan sembako, seumur hidup, kepada lansia. Program itu bernama Natura.

Selain Pengukuhan DMI, di acara itu juga dirangkai dengan Sarasehan Baznas. Sedangkan perolehan Zakat sampai dengan 21 April 2017, telah mencapai Rp. 883 juta. Sebagian perolehan itu untuk memberikan bantuan berupa tasyaruf bea siswa, modal, rehab rumah, dan bantuan sosial.

Lainnya, juga ada pembukaan Sekolah Manajemen Masjid dengan jumlah pendaftar sekitar 250 orang, berlangsung dari 24 April 2017 hingga 14 Juli 2017. Sekolah itu diisi berupa materi kajian dari puluhan narasumber.(pd)

Read More
IMG_8733

Konferensi Kerja PGRI Bahas Mutu Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan sambutan dalam acara Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Karanganyar Tahun Kedua Masa Bakti XXI di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu pagi (08/04)

Karanganyar, Senin 10 April 2017  

Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karanganyar mengadakan Konferensi Kerja PGRI Tahun Kedua/2016 Masa Bakti XXI di Pendopo Rumah Dinas Kabupaten Karanganyar, Sabtu pagi (08/04)

Konferensi kerja PGRI yang mengambil tema Membangkitkan Kesadaran Kolektif PGRI dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan diikuti oleh 350 peserta yang berasal dari guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK dengan agenda evaluasi kegiatan yang telah terlaksana, merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2017 dan menyusun rekomendasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi guru khususnya di Kabupaten Karanganyar

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Ketua Umum PB PGRI dan Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang memberikan sambutan sekaligus pengarahan mengatakan bahwa PGRI telah menunjukan soliditas dan solidaritas  seluruh aktivitas organisasi sangat mendukung, bersinergi dan bermitra dengan pemerintah cukup mantap dan baik di Karanganyar.

Dengan kerjasama yang baik, lulusan SD di Kabupaten Karanganyar pada tahun 2016 menjadi lulusan yang terbaik di Jawa tengah berkat kerja keras bapak ibu guru yang selalu semangat dan adanya tema besar di Kabupaten Karanganyar yaitu “Guruku Idolaku” menjadikan guru idola semua masyarakat dan anak-anak.

“Karena bapak ibu guru menjadi bagian penting pembentuk karakter bangsa, dan semuanya mengidolakan bapak ibu guru.” Kata Juliyatmono

Juliyatmono berharap prestasi pendidikan Karanganyar dipertahankan dan semakin ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Selain itu, Bupati menyampaikan kekurangan tenaga guru yang mencapai 900 orang untuk segera diatasi dengan mencabut Moratorium pengangkatan PNS sebagai guru.

“Semoga pengangkatan calon pegawai negeri sipil guru segera dibuka karena kita kekurangan tenaga guru,” tambah Juliyatmono

Sedangkan guru wiyata bakti kesejahteraannya masih belum cukup memadai karena terbentur oleh regulasi yang ada dan pemerintah berupaya melalui program-program yang telah ditentukan untuk bisa memberikan kesempatan bagi generasi selanjutnya agar bisa menjadi aparatur sipil negara (ASN) khususnya guru

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Propinsi PGRI Jawa Tengah, Widadi menyampaikan tentang jadi diri perjuangan dibentuknya PGRI, intinya semangat  mempertahankan NKRI dan mengawal cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh karena itu PGRI menjadi bagian penting unutuk mencerdaskan kehidupan bangsa

“Maka meningkatkan mutu pendidikan adalah bagian dari upaya untuk mencerdaskan bangsa secara efektif,” kata Widadi

Ketua umum PB PGRI, Unifah Rosyidi dalam pengarahannya juga menyampaikan pentingnya sebuah sistem kepemimpinan melayani yang kuat untuk membawa organisasi PGRI memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara dengan mempertahankan dan membangun integritas

“PGRI tidak hanya diakui dan dicintai anggotanya, tapi dapat menjadi organisasi yang disegani dan dihormati masyarakat yang solid dan kuat,” kata Unifah Rosyidi

Unifah mengatakan pentingnya kewibawaan organisasi untuk menjaga etika, sopan santun dan nama baik. Unifah mengajak guru-guru untuk mulai memperbarui cara-cara anggota PGRI dalam berjuang mewujudkan harapan dan keinginan organisasi

Sebagai organisasi PGRI adalah tempat bagi guru-guru yang sudah menjadi PNS maupun honorer memperjuangkan hak-haknya untuk mencapai kesejahteraan. Melalui undang-undang yang ditetapkan oleh PGRI, guru wajib mendapat kesejahteraan yang layak, guru wajib ditingkatkan kualitas dan meningkatkan kualitasnya serta guru wajib dilindungi. Demikian Diskominfo (krs/tt)

 

Read More
web (2)

500 Pemuda Digembleng Kepemimpinan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat melepas tanda peserta Jambore Pemuda.

Karanganyar, Kamis (06/04/2017)

Selama tiga hari, tanggal 4-6 April 2017 di Bumi Perkemahan Cakrapahlawasri, Delingan, Kabupaten Karanganyar. Sebanyak 500 pemuda Kabupaten Karanganyar digembleng kepemimpinan.

Saat acara penutupan, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan dengan Jambore Pemuda Tahun 2017 ini, sebagai langkah untuk menjawab tantangan pemuda hari esok.

“Tubuh dan jiwa ini akan mengikuti cara berpikir kita, kebiasaan yang sudah baik dan terus diulang-ulang maka akan menjadi perilaku disiplin yang baik. Maka yang sudah dipelajari di Jambore Pemuda ini terapkan dikehidupan sehari-hari,” kata Bupati Juliyatmono, Kamis (06/04).

Bupati juga berpesan agar fisik dan jiwa dijaga dengan baik, miliki sikap optimis, berharap lebih baik untuk hari esok, maka mendapatkan keberhasilan. Gelombang I ini menjadi contoh pemuda Kabupaten Karanganyar.

“Satu tahun lagi akan kita adakan reuni, dan di sekolah kalian menjadi pelopor bagi teman-teman,” kata Bupati.

Pada kesempatan itu Bupati juga mengatakan bangsa dan negara Indonesia membutuhkan pemuda yang siap, sigap, disipilin karena tantangan semakin berat dan kompetitif.

“Saya berpesan agar jaga keragaman, hormati sesama, karena Indonesia negara Pancasila, dan cintai Kabupaten Karanganyar dengan sepenuh hati. Semoga sukses di masa datang,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto, menjelaskan jambore itu untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa cinta tanah air serta mempertebal semangat kebangsaan dan kesatuan di kalangan generasi muda.

“Kegiatan berupa anti narkoba, wawasan kebangsaan, kenakalan remaja, tindak pidana ringan, UU Kepemudaan dan UU Lalu lintas, baris berbaris, dan  senam pagi,” katanya.

Selain itu juga ada kegiatan apel pagi dan malam, pentas seni dan permainan tradisional dan renaungan malam. Sedangkan narasumber yakni Bupati,  Ketua P4GN,  Polres, Kodim, Disparpora dan KNPI. (pd)

Read More
IMG_9070

Bentuk Kerukunan Umat Beragama, Karanganyar Gelar Kemah Kebangsaan

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membuka Kemah Kebangsaan di Lapangan Karangbangun Matesih, Rabu Pagi (5/4)

Karanganyar, Rabu 5 April 2017

Sebagai bentuk kerukunan antar umat beragama, Kabupaten Karanganyar menggelar Kemah Kebangsaan. Pembukaan Kemah Kebangsaan dilaksanakan di lapangan Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Rabu pagi (05/03).

Penyelenggaraan Kemah kebangsaan tahun 2017 merupakan kemah kebangsaan yang ke IV dan dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 5-7 April 2017 (Rabu-Jumat). Peserta meliputi semua pemeluk agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha di tambah Pramuka Kwaran dan KUA, masing-masing kecamatan di Kabupaten Karanganyar mengirimkan 11 orang, sehingga total peserta yang mengikuti kemah kebangsaan berjumlah 187 orang.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membuka kemah kebangsaan mengatakan bahwa perjuangan para tokoh jaman dahulu untuk berjuang mendirikan Negara yang berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengakui segala kebinekaan patut dijaga. Semua tokoh agama sepakat yang dibangun di Indonesia adalah negara kesatuan yang sejahtera lahir dan batin agar terus maju dan berkembang menjadi lebih baik.

“Agama adalah persoalan asasi, agama adalah sebuah pilihan yang kita semua adalah makhluk berketuhanan. Tentu cara memilih mendekatkan kepada Tuhan sesuai dengan pilihannya masing-masing,” Kata Juliyatmono.

Untuk memperoleh rasa aman dan nyaman dalam beragama dibutuhkan kesadaran kolektif antara umat beragama. Karena yang menilai umat manusia dalam beragama adalah Tuhan, maka manusia harus berbuat yang terbaik untuk mengakui pilihan-pilihan agama yang dianut oleh masyarakat secara umum

“Mari kita tingkatkan komunikasi antar sesama pemeluk agama karena persepsi, prasangka, kecurigaan yang buruk diakibatkan minimnya komunikasi yang akan melahirkan sikap subyektif menilai terhadap kelompok dan orang lain.” Jelas Juliyatmono.

Bupati mengajak peserta kemah kebangsaan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, supaya agama dapat menuntun manusia melakukan kebaikan. Karena tugas manusia di dunia adalah menyebarkan semangat kedamaian dan kenyamanan. Dengan ketenangan saling membantu satu sama lain dan sesama harus saling menghargargai agar dapat dicontoh oleh generasi yang akan datang

Melalui kemah kebangsaan yang diselenggarakan, pemerintah berharap peserta kemah menjadi tokoh sentral, tokoh penting diwilayahnya agar secara personal dapat berkomunikasi dengan baik, mengetahui pribadi masing-masing dan berdiskusi soal agama. Hindarilah perselisihan konflik-konflik antar umat beragama yang nantinya akan mempengaruhi proses pembangunan.

Sementara itu Siti Maisyaroch, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat selaku ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini perlu dilaksanakan mengingat banyak keanekaragaman agama dan keyakinan yang berada di Kabupaten Karanganyar agar toleransi yang ada semakin kuat serta kerukunan semakin terjaga.

“Sebagai momen untuk membentuk kebersamaan dengan harapan mampu mendorong terbentuknya kerukunan antar umat beragama yang semakin kokoh.” Kata Siti

Kegiatan dalam kemah kebangsaan meliputi ceramah, outbound, diskusi dan bakti sosial. Selain perkemahan, panitia juga menyediakan home stay untuk tempat tinggal peserta agar bisa menyatu dengan warga sekitar. Demikian Diskominfo (ad/tt)

Read More
DSC_0147

Beri Pendidikan Politik Pada Masyarakat, KPU Karanganyar Resmikan Rumah Pintar Pemilu

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya pada Peresmian Rumah Pintar Pemilu Di KPUD Karanganyar, Rabu (29/30)

Karanganyar, Rabu 29 Maret 2017

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar meresmikan Rumah Pintar Pemilu INTANPARI, Rabu (29/3/2017) di Kantor KPU Karanganyar. Peresmian ini diharapkan menjadi salah satu wadah untuk mengenalkan kegiatan kepemiluan kepada masyarakat.

Peresmian Rumah Pintar Pemilu dihadiri Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Komisioner KPU Indonesia, Ida Budhiati, Komisioner KPU Provinsi Jawa Tengah, Pengurus KPU se Solo Raya dan Ketua KPU Karanganyar.

Ida Budhiati dalam sambutannya mengatakan Rumah Pintar Pemilu merupakan bagian dari upaya Komisi Pemilihan Umum memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai pemilu dan sistem pemilu di Indonesia. Pihaknya pun berharap KPU Karanganyar dapat terus aktif menyosialisasikan adanya Rumah Pintar Pemilu kepada masyarakat hingga keberadaannya bermanfaat.

“KPU Karanganyar harus aktif baik melalui kegiatan maupun medsos  untuk mengenalkan Rumah Pintar Pemilu ke masyarakat,”tuturnya.

KOMINFO

Komisioner, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Bidang Hukum Ida Budhiati menggunting pita peresmian Rumah Pintar Pemilu INTANPARI di Kantor KPUD Karanganyar.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi KPU Karanganyar atas keberadaan Rumah Pintar Pemilu yang memang ditujukan kepada masyarakat sebagai wahana pendidikan demokrasi dan kepemiluan.

Pihaknya pun siap bekerjasama dengan KPU Karanganyar agar keberadaannya dapat dirasakan masyarakat khususnya warga di wilayah Karanganyar. Terlebih dalam Rumah Pintar Pemilu banyak memberikan informasi mengenai pemilu di Indonesia sejak pertama kali digelar pada periode 2001 sampai 2007 yang lalu dengan tujuan membangun partisipasi masyarakat.

“KPU Karanganyar dapat bersinergi dengan dinas terkait agar Rumah Pintar Pemilu ini dapat dikunjungi warga. Dapat bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip yang letaknya berdekatan dengan Rumah Pintar Pemilu, dan tempat ini juga dapat memberikan pendidikan bagi masyarakat,”ujarnya.

Ditambahkannya KPU untuk tetap bersikap netral dan independent, authentic, responsible dan perspektif.

Lebih lanjut Ketua KPU Karanganyar, Handoko dalam laporannya mengatakan Rumah Pintar Pemilu merupakan gagasan dan program KPU RI yang sudah didirikan di seluruh Kabupaten dan Kota se Indonesia. Dalam Rumah Pintar Pemilu disajikan berbagai informasi mengenai pemilu dari pertama kali digelar di Indonesia, hingga dalam perjalanannya terus berkembang.

“Keberadaan Rumah Pintar Pemilu INTANPARI ditujukan bagi masyarakat untuk mengetahui bagaimana sejarah pemilu, tugas-tugas dan fungsi KPU sekaligus menjadi destinasi wisata demokrasi dan kepemiluan bagi warga Karanganyar,”jelasnya.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More
KOM_2181

325 Guru Ikuti Diklat Nasional Karya Inovatif

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membuka acara Diklat Pembuatan Karya Inovatif IDI di Gedung IPHI Karanganyar Senin (27/3).

Karanganyar, Rabu 29 Maret 2017

Dalam rangka peningkatan guru dalam pembuatan karya inovatif, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Karanganyar menggelar Diklat Pembuatan Karya Inovatif Berbasis IT, Senin siang (27/3/2017) kemarin di Gedung IPHI Bejen, Karanganyar.

Diklat karya inovatif yang diikuti kurang lebih tiga ratus dua puluh lima guru se Karanganyar ini bekerjasama dengan LPMP Jawa Tengah dan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Diharapkan dari kegiatan ini para tenaga pendidik mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam mempersiapkan materi pembelajaran baik secara konvensional maupun berbasis teknologi informasi.

Dalam kegiatan ini selain menghadirkan beberapa Narasumber untuk menyampaikan materi juga dihadiri Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Karanganyar menyatakan kegiatan Diklat ini bertujuan memfasilitasi para pendidik dalam pengembangan media pembelajaran berbasis IT, membekali tenaga pendidik tentang konsep dan media ajar serta membimbing tenaga pendidik dalam menyiapkan materi pembelajaran.

“Ada tiga ratus lebih guru sekolah dasar sampai menengah se Karanganyar yang hadir mengikuti diklat. Saat ini para pendidik dituntut harus inovatif sehingga mutu pendidikan meningkat,”ujarnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar mengapresiasi kegiatan Diklat yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Karanganyar. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi media pembelajaran tenaga pendidik melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional.

“Guru harus mampu berinovasi, terlebih perhatian pemerintah terhadap guru sangat besar sehingga para pendidik pun harus dapat tetap profesional mengikuti perkembangannya,”tuturnya.

Lebih lanjut Juliyatmono mengatakan para guru saat ini juga harus melek teknologi. Karena saat ini semua telah banyak berjalan secara online baik metode pembelajaran hingga pengumpulan berkas.

“Sekarang serba internet. Guru pun harus bisa memanfaatkan teknologi informasi ini untuk pengembangan diri serta meningkatkan mutu pengajaran kepada siswa,”pungkasnya.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

Read More