_DSC1799

Kasus HIV AIDS Tambah 12 Kasus Per Bulannya di Karanganyar

Wabup Karanganyar, Rober Cristanto memberikan arahan kepada KPA di rumah dinas wabup

 

 

KARANGANYAR – Disaat perhatian tertuju kapada covid 19, Penyakit HIV AIDS ternyata juga memprihatinkan. Sebab setiap bulannya terdapat 12 kasus baru penyakit yang belum ada obatnya ini. Bahkan, dalam kurun waktu Januari-Agustus 2020 terdapat 97 kasus baru HIV AIDS.

Sekretaris KPA Kabupaten Karanganyar, Jatmiko menyampaikan, 97 kasus baru HIV/AIDS itu tersebar di 17 kecamatan. Namun tidak di seluruh desa, rata-rata kasus terbanyak di wilayah perbatasan.  “Rata-rata perbulan ada 11 hingga 12 kasus baru. Dari segi usia, kalangan usia produktif mulai dari usia 30 hingga 45 tahun,” papar Jatmiko, Senin (16/11) saat audiens dengan Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto di rumah dinas wakil bupati.

Dia menjelaskan, penemuan kasus berasal dari VCT (Voluntary Counseling dan Testing) secara acak yang dilakukan DKK Karanganyar, pengecekan darah dari PMI, dan pengecekan ibu hamil.  “Dibanding tahun sebelumnya, ada peningkatan. Kalau sebelumnya sekira 7 sampai 8 kasus,” ucapnya.

Menurutnya, masih banyak potensi kasus yang belum dideteksi. Mengingat yang menjadi kendala dalam penanggulangan HIV/Aids sekarang ini ialah anggaran untuk pelaksanaan VCT. Disamping masih fokus pada penanganan Covid-19.

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto menambahkan, perlu peran serta seluruh elemen masyarakat dalam rangka penanggulangan HIV/Aids. Pemkab Karanganyar akan mendorong dinas terkait seperti Dinas Sosial dan DKK untuk terus melakukan pengawasan serta pendampingan pada Orang Dengan HIV/Aids (ODHA).  “Ada pemantauan dari dinas selama pengobatan dan ada pendampingan untuk kegiatan keterampilan. “Sehingga bisa mandiri dan berkarya,” ucapnya. (her/adt)

Read More
DSC_8286

Sosialisasi HIV/AIDS Di Pendopo Rumah Dinas Bupati

Read More
DSC_0255

Pertemuan Sekretaris KPA Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah

DSC_0227

Sekretaris KPA Provinsi Jawa Tengah menyampaikan laporan dalam Pertemuan Sekretaris KPA Kab/Kota se Jawa Tengah Kamis, 26 Januari 2017

Hari Kamis, 26 Januari 2017 diadakan pertemuan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah di Wisma Pringgosari Tawangmangu.

Wakil Bupati Karanganyar selaku Penanggung Jawab KPA Kabupaten Karanganyar, Rohadi Widodo menyampaikan ucapan selamat datang bagi peserta.  Rohadi menekankan pentingnya peran KPA dalam menekan perkembangan dan penularan HIV/AIDS di masing-masing Kabupaten/Kota. Kita berlomba-lomba menjadikan daerah kita sehat dan bebas dari HIV/AIDS.

Dalam laporannya Sekretaris KPA Provinsi Jawa Tengah, Zaenal Arifin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud apresiasi dan penghargaan kepada Sekretaris KPA Kabupaten/Kota yang telah bekerja keras melaksanakan tugasnya dalam gerakan penanggulangan HIV/AIDS di daerahnya masing-masing. Kegiatan ini selain untuk pertemuan bagi para Sekretaris KPA membahas rencana kerja tahun 2017 tetapi juga merupakan refreshing bagi mereka. Zaenal Arifin juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada KPA dan Pemda Kabupaten Karanganyar yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini.

Disampaikan pula oleh Zaenal Arifin bahwa KPA Jawa Tengah menduduki peringkat pertama tingkat nasional dalam hal administrasi dan laporan. Zaenal Arifin juga menyampaikan bahwa KPA Provinsi Jawa Tengah telah menerbitkan Buku Panduan WPA (Warga Peduli AIDS). Bahkan sudah disiapkan Mars WPA hasil karya salah seorang Sekretaris KPA di Provinsi Jawa Tengah. Mars ini akan disebarluaskan di tingkat nasional dan mudah-mudahan bisa diterima oleh KPA Pusat.

Yang perlu menjadi perhatian bahwa dari 35 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Tengah baru 25 yang aktif KPAnya. Ke depan diharapkan supaya seluruh KPA di Jawa Tengah bisa eksis dan berjalan kegiatannya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko sekali lagi menyampaikan penghargaan kepada KPA dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini. Disinggung oleh Heru Sudjatmoko bahwa KPA merupakan lembaga yang harus terus berjalan karena sangat penting untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Dukungan Kepala Daerah sangat penting utamanya dalam hal komitmen untuk kegiatan penanggulangan HIV/AIDS ini. Bukti dari adanya komitmen pemerintah adalah adanya legalitas terhadap hal ini yaitu dengan adanya Perda.

“Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Kabupaten/Kota yang sudah memiliki Perda tentang HIV/AIDS,” ujarnya. “Bagi yang belum supaya segera diproses,” imbuhnya.

Adanya legalitas ini sangat penting sebagai bukti keseriusan Pemerintah Daerah dalam hal penanggulangan HIV/AIDS. Apabila ada Perda tentu pihak donatur akan terus memberikan dukungannya. Terus terang dana untuk kegiatan dan obat-obatan bagi penderita HIV/AIDS selama ini bersumber dari donatur luar negeri. Kita berharap mereka melihat keseriusan kita sehingga tetap memberikan bantuannya.

Diingatkan pula oleh Heru Sudjatmoko bahwa lembaga yang hidup perlu didukung oleh tiga hal yaitu SDM, dana operasional dan sarana/prasarana atau man, money dan material. SDM harus handal, sehat dan penuh semangat. Pendanaan untuk lembaga ini juga harus didukung oleh banyak pihak. Untuk lembaga KPA ini pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tetapi perlu dukungan dari masyarakat dan pihak-pihak terkait. (kris/adit)

Read More
dsc_0096

KPA Karanganyar Ajak Warga Peduli HIV AIDS

kominfo

Wakil Bupati sekaligus Ketua KPA Karanganyar (tengah) bersama Sekretaris KPA, Djatmiko (kanan) dan kabid P2PL Dinkes Karanganyar (kiri), Fathkul Munir saat menyampaikan upaya pengendalian penyebaran virus HIV AIDS, Senin (26/9).

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karanganyar Meminta Peran Aktif Masyarakat Dalam Pengendalian HIV AIDS. Langkah ini sebagai upaya untuk menekan penyebaran HIV AIDS di Kabupaten Karanganyar. Hal itu diungkapkan Ketua KPA Kab. Karanganyar sekaligus Wakil Bupati Rohadi Widodo pada Program Pencegahan HIV Melalui Tranmisi Seksual (PMTS), Senin (26/9/2016) di Ruang Pertemuan SFA Karanganyar.

“Semua kab/kota mengalami peningkatan HIV AIDS di masing masing wilayah. Berbagai upaya untuk penurunan HIV AIDS  kita lakukan, salah satunya setiap pasangan calon pengantin untuk cek kesehatan dan donor darah sebagai antisipasi terjangkitnya virus HIV AIDS,” kata Ketua KPA Karanganyar, Rohadi Widodo dihadapan para peserta Program PMTS yang diikuti SKPD, TNI, POLRI, LSM Pendampingan dan pihak terkait.

Pada kesempatan tersebut, disampaikan beberapa wilayah yang terindikasi sebagai tempat penyebaran virus HIV AIDS di Kabupaten Karangayar. Wilayah tersebut meliputi Karangpandan, Dangkrong Tasikmadu, Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, dan  Jatiyoso.

“Empat (4) J menjadi wilayah yang rawan, karena banyak  komunitas  Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) ataupun waria dan ini sangat sensitif sekaligus penyebaran virus HIV AIDSnya cenderung lebih cepat . Ini harus menjadi perhatian khusus, karena tugas kita juga melindungi orang-orang yang sehat,”tandas Rohadi Widodo

Wabup menambahkan pihaknya hingga kini terus berupaya menekan penyebaran HIV AIDS di Kabupaten Karangayar.

“Harapan kami, 87 desa dari 177 desa/kalurahan yang terbentuk WP (Warga Peduli) HIV AIDS untuk bersama melakukan upaya pencegahan penyebaran HIV AIDS,”pesannya.

Dilaporkan data terakhir per Juni 2016 sebanyak 401 orang telah positif terjangkit HIV AIDS. Dan itupun yang terdata. Kemungkinan yang tidak terdata oleh kita bisa mencapai dua setengah kali jumlahnya.

”Seperti fenomena gunung es lebih dari itu, hanya yang tampak saja yang diketahui. Bahaya HIV AIDS ini luar biasa dibandingkan dengan narkoba. Tingkat mematikannya luar biasa dan berdampak buruk untuk kehidupannya,”tambah Rohadi Widodo.

Ia juga menghimbau kepada Kementerian Agama  (Kemenag) agar di Masjid-Masjid, Gereja dan tempat ibadah lainnya untuk menyampaikan materi tentang bahaya perzinaan. Yang mana perzinaan bukan hal yang tabu lagi. Secara kultur juga harus dibangun. Dengan demikian untuk menjadi perhatian semua pihak dalam berbagai upaya membatasi penyebaran  HIV AIDS.

Sementara itu dari Dinas Kesehatan Karanganyar, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Fathkul Munir mengatakan HIV AIDS pada saat ini epidemi terkonsentrasi. Ada tiga (3) tingkatan epidemi yakni tinggi, terkonsentrasi dan rendah.

“Di Jawa Tengah khususnya Karanganyar masuk tingkatan terkonsentrasi. Dan semoga kita tetap bisa pertahankan di konsentrasi,”harapnya.

Ditambahkannya, tujuan Pengendalian HIV AIDS dan Infeksi Menular Seks (IMS) dalam istilah Getting Three Zeroes yakni menurunkan jumlah kasus baru HIV, menurunkan angka kematian serta menurunkan stigma dan diskriminasi sehingga mampu menguatkan kualitas hidup ODHA.

Disamping itu ada program empat (4) pilar PMTS di Indonesia  meliputi perubahan perilaku beresiko, promosi dan distribusi kondom yang berkisanambungan, lingkungan yang kondusif dan layanan IMS dan HIV AIDS yang layak.

Sementara  untuk warga yang terindikasi mengidap virus HIV AIDS, RSUD Karanganyar telah menyediakan fasilitas berupa layanan konseling dan test sukarela (VCT). Identitas penderita HIV AIDS dijamin kerahasiaanya.

Demikian Dishubkominfo (adt/ind)

Read More
DSC_0123

Tahun 2016 PNS Karanganyar Akan Lakukan Test VCT

Kominfo

326 anak ikuti Khitan Massal di Aula Masjid Agung Karanganyar pada Selasa (22/12/2015)

Kominfo

Wakil Bupati Karanganyar memberikan sambutan pada acara Khitan Massal, Tashoruf ke-3 dan Sarasehan BAZNAS Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Selasa 22 Desember 2015
Pada kegiatan sarasehan BAZNAS Karanganyar Wakil Bupati Rohadi Widodo menekankan dari segi hukum dan agama tentang dampak zina yang merebak di Karanganyar. Makin meningkatnya penderita HIV/AIDS di Karanganyar mendorong pemerintah untuk melakukan test VCT (Voluntary Counseling Test) untuk para PNS, sebelumnya KODIM dan POLRI sudah melakukan test VCT. Voluntary Counseling Test merupakan pintu masuk yang penting untuk pencegahan dan perawatan HIV. Konseling HIV/AIDS membantu orang mengetahui statusnya lebih dini, menekankan kepada aspek perubahan perilaku, peningkatan kemampuan menghadapi stress, ketrampilan pemecahan masalah. ” Mulai tahun depan, 2016 khususnya PNS dilingkungan Karanganyar akan dilakukan test VCT karena  sebelumnya  Kodim dan Polri sudah melakukan test VCT. Dan test VCT ini dijamin kerahasiaannya, jadi tidak perlu khawatir. Konseling HIV juga menekankan pada issue HIV terkait seperti bagaimana hidup dengan HIV, Pencegahan HIV ke pasangan, dan issue-issue HIV yang berkelanjutan,” ungkap Rohadi Widodo pada Kegiatan sarasehan BAZNAS Kabupaten Karanganyar, Selasa (22/12/2015).

DSC_0146
Dalam kegiatan ini juga diadakan khitan massal dan tashoruf ke 3 BAZNAS Kabupaten Karanganyar yang keseluruhan tashoruf sejumlah 6 M. Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama BAZNAS memiliki 5 Program yakni Program Karanganyar Peduli, Karanganyar Sehat, Karanganyar Cerdas, Karanganyar Makmur dan Sejahtera, Karanganyar Taqwa. Sesuai dengan hasil study banding di Malang BAZNAS menyepakati untuk membuat Koperasi Syariah dan membuat Baitul Mall dalam rangka memberantas rentenir BAZNAS, selain itu juga akan mendirikan sebuah toko muslim yang berslogan “Dari Muslim untuk Muslim” yang menyediakan berbagai perlengkapan haji dan lain-lain.
Program berikutnya dalam rangka Karanganyar cerdas BAZNAS akan membantu anak didik yang putus sekolah setelah SMA/SMK yang bekerja sama dengan UNS akan merekrut 40 anak untuk di didik selama 1 tahun, setelah lulus akan bekerja di Suzuki Indomotor. Pendaftaran di mulai tanggal 4 s/d 9 Januari 2015 dan akan di seleksi dari pihak BAZNAS dan UNS. Empat puluh anak tersebut terdiri dari 35 laki-laki dan 5 perempuan.Ind/Tta

Read More
DSC_0040 (2)

Sosialisasi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Karanganyar 2015

kominfo

Berperilaku Hidup Sehat kunci terhindar dari AIDS : Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan arahan pada Seminar AIDS, Selasa (01/12/2015) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Karanganyar, Selasa 1 Desember 2015

Hari AIDS Sedunia tahun 2015 Kabupaten Karanganyar mengusung tema “Perilaku Sehat” berlangsung Selasa (01/12/2015) di Pendopo rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dalam laporannya Sugeng Raharto, selaku Ketua Panitia Penyelenggara menyampaikan laporannya bahwa tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini adalah untuk mengoptimalkan perlembagaan AIDS di Karanganyar dan menyatukan persepsi untuk penanggulangan penyakit menular AIDS khususnya ibu dan anak.

Sementara itu Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, MM dalam sambutannya mengatakan bahwa “pemerintah juga mengucapkan keprihatinan yang mendalam terhadap penularan AIDS yang begitu cepat”. Inilah yang disebut dengan bencana sosial dari pola hidup tidak sehat seseorang sehingga dapat berimbas ke orang banyak.

“Virus ini cepat sekali penularannya, hubungan seks bebas merupakan penularan yang paling nampak, suami istri yang suka berganti-ganti pasangan memungkinkan penularan tersebut” ungkap Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Karanganyar, Djatmiko.

kominfo

Setialah pada pasangan hidup anda : dr. Nur Hidayat dari RSUD Karanganyar sebagai narasumber.

Kegiatan Sosialisasi HIV/AIDS tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu, Dr. Nur Hidayat, Sp.PD selaku Ketua IDI dari RSUD Karanganyar dan Fathul Munir, S.Km, M.kes kepala bidang Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.

Menurut penjelasan Dr. Nur Hidayat, Sp.PD Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah penyebab AIDS yang melemahkan sistem kekebalan/perlindungan tubuh. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan beberapa gejala akibat menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan virus HIV.

Pada tahun 2014, Soloraya menembus 1.212 jiwa, 376 diantaranya meninggal dunia. Mereka yang terkena virus HIV adalah orang-orang yang berusia produktif. Perempuan lebih mudah tertular HIV, akibat kerentanan biologis dan cairan yang mengandung HIV lebih lama menetap setelah berhubungan seks. Penularan HIV tersebut melalui darah (tranfusi darah), cairan sperma dan cairan vagina (hubungan seks bebas), ASI (balita dari ibu positif HIV). ad/ind/uum/ht

Read More
DSC_0376

Upacara HGN, KORPRI dan AIDS Sedunia Kabupaten Karanganyar

 

????????????????????????????????????

Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, MM sebagai Irup pada Upacara Hari Guru Nasional, KORPRI dan Peringatan Hari AIDS Sedunia Kabupaten Karanganyar 2015, Senin (30/11) di halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar.

Karanganyar, Senin 30 November 2015

Upacara Peringatan Hari Guru Nasional ke-70, KORPRI ke-44 dan AIDS Sedunia 30 November 2015 Kabupaten Karangayar berlangsung khidmat, Senin pagi (30/11/2015) di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, MM dan Jumadi sebagai Komandan Upacara dari PGRI Kabupaten Karanganyar.

Upacara tiga peringatan menjadi satu ini diikuti oleh Wakil Bupati Karanganyar, Forkompinda Karanganyar, Jajaran Kepala SKPD Karanganyar, Organisasi Pemuda, Karyawan/wati PNS dilingkungan Karanganyar.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2015 ini, untuk menunjukkan bahwa pengakuan atas perjungan dan komprehensif guru telah diikrarkan dan dinyatakan secara profesional untuk semakin mendukung terwujudnya Guru yang berkulitas dan sejahtera. Hari Guru Nasional tahun 2015 ini bertemakan “Memantapkan Soliditas Dan Solidaritas PGRI Sebagai Organisasi Profesi Guru Yang Kuat Dan Bermartabat”. Makna dari tema tersebut adalah PGRI harus semakin menunjukkan kekuatan dan kebersamaannya untuk mewujudkan guru-guru profesional dan sejahtera.

Selain Eksistensi Guru, kesuksesan organisasi KORPRI juga dituntut untuk semakin memantapnya fungsi organisasi sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan mengangkat tema “Dengan Memperkokoh Netralitas Dan Profesionalitas, KORPRI Siap Menyukseskan Program Nawa Cita Melalui Gerakan Ayo Kerja Menuju Terwujudnya Kualitas Pelayanan Publik Dan Kesehatan Masyarakat”. Bahwa ini menjadi cambuk bagi organisasi KORPRI untuk siap bertransformasi menjadi bagian integral dari pemerintahan, memberikan perlindungan hukum serta mengembangkan kesejahteraan anggotanya.

kominfo

Peserta Upacara wajib mengenakan Pita Merah di sebelah lengan kanan sebagai tanda kepedulian AIDS.

Upacara yang juga sekaligus memperingati Hari AIDS Sedunia, seperti tahun-tahun sebelumnya, sejak penyakit HIV/AIDS menghantui kehidupan kita. Lembaga kesehatan, organisasi peduli HIV/AIDS telah memberikan keaktifan dan pemikirannya untuk ikut mencegah semakin bertambahnya penderita melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi. Sehingga masyarakat karanganyar dapat bebas dari penyakit HIV/AIDS.

Mari dengan semangat Maju dan Sehat kita ciptakan kabupaten Karanganyar yang cerdas, bahagia dan sejahtera.

kominfo

Penyerahan Piagam Juara III Nasional Guru PPKN Berprestasi oleh Drs. H. Juliyatmono, MM

Usai pelaksanaan upacara dilakukan penyerahan penghargaan kepada Anna Yuniati, SH, M.Pd dari SMA N 2 Karanganyar sebagai juara III Nasional Guru PPKN Berprestasi dari KEMENDIKBUD, juara III Nasional Guru PPKN Berprestasi Penerimaan Anugerah Konstitusi dari Mahkamah Konstitusi. Ind/ft/Uum

Read More
DSC_0199 copy

Peringati Hari AIDS Dengan Bagikan Stiker

Karanganyar, Senin (08/12/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat membagikan stiker dan pamflet tentang bahaya HIV AIDS, Minggu (07/12) saat di CFD

Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat membagikan stiker dan pamflet tentang bahaya HIV AIDS, Minggu (07/12) saat di CFD

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karanganyar, mengadakan kegiatan bagi-bagi stiker dan pamflet yang berisi tentang bahaya penyakit HIV/AIDS, cara penularan dan menghindarinya.
KPA mengadakan acara itu sebagai rangkaian acara peringatan Hari AIDS Sedunia, yang diperingati setiap 1 Desember.
Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Kapolres Karanganyar AKBP Martirenni Narmadiana, tak segan juga membagikannya di tengah kerumunan masyarakat. Tak hanya itu saja, dengan melibatkan puluhan mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta berkeliling di seputaran alun-alun Karanganyar di Car Free Day (CFD).
Saat memberikan sambutan, Bupati Juliyatmono menuturkan hampir 60 orang di Karanganyar meninggal karena terkena virus HIV/AIDS. Hal tersebut bisa disebabkan ketidaktahuan mereka tertular penyakit menular tersebut.
“Masyarakat jangan mengucilkan penderita virus itu. Selain itu tetap berhati-hati dan menghindari dengan berperilaku pola hidup sehat,” ujar Juliyatmono, Minggu (07/12) di CFD.
Adapun cara penularannya dapat melalui hubungan seksual dengan orang yang terjangkit virus HIV, pemakaian jarum suntik bekas orang yang terinfeksi virus tersebut, menerima transfusi darah yang tercemar HV, dan Ibu hamil yang terinfeksi virus HIV.
Sedangkan cara pencegahan virus yang menyerang imunitas tubuh manusia tersebut dengan setia pada pasangan, tidak melakukan seks bebas, hindari pengguaan jarum suntik secara bersama-sama, alat tusuk untuk akupuntur, tato, melubangi telinga harus steril, dan jika ingin tranfusi darah sebaiknya pastika darah tidak tercemar HIV. pd

Read More
DSC_0050

Kabupaten Karanganyar Serius Tanggulangi HIV/AIDS

Kabupaten Karanganyar, Senin (1/12/2014)

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat menjadi pembicara pada Seminar Hari HIV/AIDS sedunia, Senin (1/12) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat menjadi pembicara pada Seminar Hari HIV/AIDS Sedunia, Senin (1/12) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Guna memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karanganyar, mengadakan Seminar dengan tema Cegah dan Lindungi Diri, Keluarga, Masyarakat dari HIV dan AIDS dalam Rangka Perlindungan HAM, Senin (01/12).
Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan KPA telah berupaya untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Karanganyar.

Upaya terebut dengan melalui berbagai penyebaran informasi tentang pencegahan HIV /AIDS melalui kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS), Siaran radio program Bupati Menyapa, khotbah jumat, dan kelompok pengajian.

“Kami juga memasang spanduk, kampanye di lokasi kelompok resiko tinggi, dan peringatan Hari AIDS sedunia,” kata Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Lebih lanjut dikatakan, juga melalui pengembangan Klinik Konseling dan testing HIV di RSUD dan Puskesmas Kerjo, pengembangan Klinik Perawatan dan Pengobatan penderita HIV/AIDS di RSUD, melaksanakan Klinik Konseling dan Testing HIV secara mobile/keliling, pengembangan Klinik IMS (Infeksi Menular Seksual) di 12 Puskesmas.

Rohadi Widodo juga menjelaskan juga dilakukan penjangkauan kelompok-kelompok resiko tinggi oleh LSM Pendampingan penderita melalui Kelompok Dukungan Sebaya Kadar Lawu.
“Penguatan Sosial Ekonomi penderita HIV/AIDS melalui Dinsosnakertrans, pencegahan HIV melalui transmisi seksual dengan pelayanan kondom bagi pasangan resiko tinggi dan kelompok-kelompok beresiko, pemberdayaan masyarakat melalui Pengembangan Desa WPA (Warga Peduli AIDS) telah terbentuk kepengurusan WPA di 50 desa,” kata dia.

Sementara itu, Edy Purwanto, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menuturkan HIV/AIDS dapat menular melalui kontak seksual, kontak darah dengan penggunaan jarum suntik berulang, dan Ibu ke anak melalui proses persalinan dan pemberian ASI.

“Adapun pencegahan melalui tidak melakukan hubungan seks bagi yang belum menikah, setia pada pasangan bagi yang sudah menikah, gunakan kondom jika berhubungan seks beresiko, jahuhi narkoba dan ajari orang-orang dekat tentang HIV/AIDS dengan benar,” ujar Edy Purwanto. pd

Read More

Penderita HIV/AIDS di Jateng Capai 5.584 Orang

Jumlah penderita HIV/AIDS di Jawa Tengah mencapai 5.584 orang. Dari jumlah tersebut, 676 penderita diantaranya telah meninggal dunia hingga akhir 2012.

Sekretaris II Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jateng, Sigit Setyabudi, mengatakan jumlah penderita HIV di Jateng sebanyak 3.200 orang sementara penderita AIDS sebanyak 2.384 orang. Mereka tersebar di 35 kotamadya/kabupaten di Jateng.

“Jumlah penderitanya selalu meningkat setiap tahun, ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditanggulangi,” katanya seusai rapat koordinasi penanggulangan HIV/AIDS di aula Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Selasa (5/2/2013).

Pihaknya mengaku prihatin karena mayoritas penderita HIV/AIDS adalah para ibu rumah tangga (IRT) dan angkatan kerja berusia 25-29 tahun. Kondisi ini disebabkan beberapa hal seperti penularan lewat hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan dan penggunaan jarum suntik secara bergantian.

“Yang mencengangkan, para IRT menempati rangking dua penderita HIV/AIDS. Sementara rangking satunya para wiraswasta,” ujar Sigit.

Selama ini, Pemprov Jateng telah menerbitkan regulasi yakni Perda No5/2009 tentang Penanggulangan HIV/AIDS. Regulasi tersebut menjadi payung hukum untuk mengendalikan penularan penyakit HIV/AIDS di Jateng.

Sementara Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Karanganyar, Fatkul Munir, menyatakan jumlah penderita HIV/AIDS di Karanganyar mencapai 137 orang. Rinciannya, penderita laki-laki sebesar 69 persen sementara perempuan sebesar 31 persen.

Read More