Candi Sukuh & Cetho Jadi Primadona Wisatawan Mancanegara

Candi Cetho dan Sukuh di Kabupaten Karanganyar tetap menjadi primadona wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini. Kendati serentetan aksi terorisme dan penangkapan terduga teroris terus terjadi di Kota Solo dan sekitarnya.

Hal itu diakui Kasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Iskam, ditemui wartawan di kantornya. “Sejauh ini tingkat kunjungan wisman ke Cetho dan Sukuh relatif stabil,” katanya, Jumat (12/10/2012).

Menurut dia dari sejumlah obyek wisata dei Bumi Intanpari hanya Candi Sukuh dan Cetho yang menjadi tujuan berkunjung wisman. Sebab wisman lebih tertarik melihat obyek wisata sejarah atau kebudayaan ketimbang wisata alam.  Hingga Agustus 2012 tercatat 4.779 wisman telah berkunjung ke obyek wisata candi di Karanganyar. Jumlah itu terdiri 1.835 wisman berkunjung ke Candi Ceto dan 2.944 wisman ke Sukuh.

Angka itu tidak terpaut jauh dengan jumlah wisman di Candi Ceto bulan Januari hingga Agustus tahun lalu sebanyak 1.703 orang. Namun perbedaan angka terlihat sedikit mencolok dari kunjungan wisman di Candi Sukuh periode Januari hingga Agustus tahun lalu yang mencapai 3.981 orang. Secara keseluruhan jumlah wisman di Candi Cetho dan Sukuh tahun ini dan 2011 lebih banyak ketimbang 2010.

Jumlah keseluruhan wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Karanganyar tahun 2011 sebanyak 1.084.036 orang. Sedangkan jumlah keseluruhan wisatawan yang berkunjung ke Karanganyar tahun 2010 mencapai 1.100.314 orang.

Terdapat 21 obyek wisata di Bumi Intanpari yang rutin menjadi tujuan wisatawan. Tujuan utama wisatawan yakni air terjun Grojogan Sewu, agrowisata Sondokoro, Astana Giribangun, ari terjun Jumog dan Parang Ijo.  Kasi Sarana Wisata Disparbud Karanganyar, Trusni Totok, meyakini jumlah wisatawan yang berkunjung ke Karanganyar masih bisa digenjot tahun ini. Sebab masih ada event bulan Suro dalam penanggalan Jawa dan semarak perayaan pergantian tahun.

Read More

Pendaftar e-KTP Baru Mencapai 87 Persen

Selama musim Lebaran kemarin, pelayanan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Karanganyar hanya mengalami peningkatan 3 persen. Sehingga saat ini jumlah warga yang tercatat sudah memiliki bukti kependudukan dan mendaftar e-KTP menjadi 87 persen.
Kepala Dispendukcapil Karanganyar, Sucahyo, mengatakan pihaknya memprediksi pendaftar e-KTP pada musim Lebaran kemarin bakal melimpah. Namun prediksinya meleset karena jumlah pendaftar tidak sesuai dengan yang diperkirakan. “Lebaran kemarin hanya naik 3 persen, di luar dugaan,” katanya, Rabu (29/8).
Sucahyo menjelaskan, bahwa hal tersebut terjadi dimungkinkan karena adanya surat edaran dari pemerintah pusat yang menyatakan bahwa pelayanan e-KTP dapat dilakukan di daerah domisili. Dan tak harus di daerah asal warga. “Selain itu, mungkin juga ada warga yang masih malas mencari e-KTP ini,” jelasnya.
Hingga Agustus ini, Sucahyo menyampaikan bahwa total wajib e-KTP yang telah terlayani sudah sekitar 566.000 jiwa. Sedangkan total penduduk di Karanganyar yang wajib e-KTP ada sekitar 652.091 jiwa.
Untuk menyelesaikan pelayanan e-KTP tersebut, pihak Dispendukcapil akan melakukan sistem jemput bola. Nantinya satu alat rekam data yang ada di tiap kecamatan akan digunakan untuk mengelilingi penduduk dengan menggunakan 17 armada. Hal ini juga sebagai antisipasi bagi penduduk yang telah lanjut usia. “Kami sedang mengejar target selesai hingga akhir Oktober mendatang,” jelasnya.
Sucahyo yakin dapat menyelesaikan target dengan langkah tersebut jemput bola tersebut. Untuk sisa wajib e-KTP yang belum terdaftar nantinya dapat mengurus sendiri secara reguler.

Read More