Karanganyar Peringati Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah Ke-79 dengan Gerakan Pangan Murah dan Kampanye “Kenyang Tidak Harus Nasi”

KARANGANYAR – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar kembali menggelar gerakan pangan murah dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke-79 pada hari Kamis, (8/8/24). Acara yang berlangsung di halaman kantor PUD Aneka Usaha (Kolam renang Intanpari) ini menyajikan beberapa komoditas seperti beras, minyak, gula, minyak goreng premium, telur, sayuran, beras gapoktan dan makanan olahan.

Gerakan Pangan Murah bertujuan untuk menyediakan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat, sementara kampanye “Kenyang Tidak Harus Nasi” mengajak masyarakat Karanganyar untuk mengurangi konsumsi nasi dari padi dan makan diluar nasi bisa mengenyangkan dapat diatasi dengan makan bahan makan lain, seperti memakan makanan lokal yaitu umbi-umbian dan jagung. Dengan makan bahan lokal seperti ubi-ubian dan jagung bisa kenyang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Pangan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto menyampaikan laporan terkait signifikan data dari statistik konsumsi beras Karanganyar menurun, konsumsi non beras meningkat. “Kita optimis ada tanda-tanda berhasil, karena kami juga kirim surat edaran ke masyarakat melalui Camat, Kepala Desa, dan Lurah dari Dinas Kesehatan bahwa, makan nasi beras terlalu banyak itu kurang sehat, jadi kalau dilengkapi dengan makanan non beras untuk karbonya akan lebih sehat bahkan dari Bupati melalui Dinas Kesehatan sudah mengedarkan surat ini ke masyarakat.” ungkapnya.

Terakhir, beliau juga menyatakan harapannya “Mudah-mudahan apa yang kami mimpikan untuk mengurangi konsumsi nasi dari beras padi itu berkurang, sehingga kita bisa membantu tetap ada surplus beras yang selama ini kita 150 ribu ton, bahkan besuk akan meningkat karena konsumsinya semakin menurun.” pungkasnya.

Read More

Hari Jadi ke-73 DPRD, Wakil Rakyat Harus Tingkatkan Semangat Kerja dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

KARANGANYAR – Dalam rangka memperingati Hari Jadi DPRD Kabupaten Karanganyar ke-73, DPRD Kabupaten Karanganyar melaksanakan Rapat Paripurna kedua yang dilaksanakan di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Karanganyar, Rabu (24/01) dengan mengusung tema “Gotong Royong Bersama untuk Kemajuan dan Persatuan”.

Hadir dalam Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi DPRD ke 73 ini Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar Timotius Suryadi, Forkompimda, Sekretaris DPRD Kabupaten Karanganyar, Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar, Kepala OPD Kabupaten Karanganyar, dan juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar.

Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Bagus Selo dalam sambutannya menyampaikan bahwa penetapan hari jadi DPRD Kabupaten Karanganyar menjadi momentum strategis mawas diri dan muhasabah bagi penyelenggara pemerintah daerah juga masyarakat masyarakat.

“ Setiap lembaga legistlatif, eksekutif, dan yudikatif harus dapat bersinergi dan menghasilkan karya nyata sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat kabupaten karanganyar “, jelasnya.

Pada kesempatan ini juga dibacakan Sejarah singkat DPRD oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Karanganyar, dimana tanggal 24 Januari 1951 ditetapkan sebagai tanggal berdirinya DPRD Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar dalam sambutannya berharap dengan adanya Hari Jadi DPRD Kabupaten Karanganyar ke 73 ini setiap anggota DPRD diharapkan termotivasi sehingga akan meningkatkan semangat kerja dan memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat.

“Posisi pejabat bukan di atas rakyat, Pejabat berasal dari rakyat, harus bisa melayani dan mengayomi rakyat “, pungkas beliau.
Diskominfo

Read More
Baliho Hari Jadi Ke-106_

Desain Baliho dan Spanduk Peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar Ke-106 Tahun 2023

Preview Desain Baliho uk 4 x 6 m

Preview Desain Spanduk uk 1 x 5 m

 

 

Link download desain :

Download Desain Disini

 

Read More
Normalized Logo Hari Jadi Ke-106

Logo Hari Jadi Ke-106 Kabupaten Karanganyar Tahun 2023

Angka satu membentuk siluet Candi Cetho yang merupakan salah satu wisata unggulan di Karanganyar.
Siluet 2 orang yang bergandengan tangan mencerminkan kerukunan dan kegotong royongan masyarakat karanganyar.
Tiga anak panah melesat ke atas representasi dari kemajuan pembangunan yang sudah dicapai oleh Kabupaten Karanganyar dalam berbagai bidang.
Angka 6 yang membentuk tangan mengacungkan ibu jari melambangkan di usia yang ke 106 Kabupaten Karanganyar semakin mantap dan percaya diri.
Pita bertuliskan 1917 – 2023 menandakan perjalanan Kabupaten Karanganyar dari berdiri hingga saat ini.

Unduh Logo Hari Ke-106 Kabupaten Karanganyar Tahun 2023 di :

  1. Logo Gradasi, peruntukan : Flyer, MMT, dan media cetak lainnya. Link Download.
  2. Logo Normalisasi, peruntukan : Sablon, Bordir, dan media cetak lainnya. Link Download.

Read More
WhatsApp Image 2021-01-24 at 12.29.15

Peringatan Hari Jadi Ke-70 DPRD Kabupaten Karanganyar

Read More
WhatsApp Image 2020-11-28 at 06.58.29 (1)

Peringatan Hari Jadi Sekar, Bupati Ingatkan Untuk Selalu Memberikan Pesan Moral

BUpati Karanganyar, Juliyatmno memberikan tumpeng kepada Ketua Sekar Karanganyar Joko Kendang

 

KARANGANYAR  – Peringatan hari jadi Seniman Karanganyar (Sekar) ke 7 dipusatkan di Studio Pagelaran wayang Watu Jodo, Kecamatan Matesih. Dalam kesempatan itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengingatkan dalam setiap pentas hendaknya ada pesan-pesan moralnya. Bukan hanya sekedar menghibur tapi pesan moral harus ada dalam pentas menghibur masyarakat.

“Pangetan Ambal Warsa (Peringatan Hari Jadi) Sekar yang ke tujuh  momen untuk terus bersatu, guyub rukun dalam mengisi kebudayaan di Karanganyar. Saya juga bangga, karena sebagian besar anggota Sekar adalah para pemuda,” papar Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam HUT Sekar ke 7 di Watu Jodo, Sabtu (27/11)

Bupati sangat bangga karena usia sekar sudah menginjak 7 tujuh. Ibarat seorang anak, usia 7 sudah mulai berlari. Pihaknya melihat sekar sangat luar biasa. Dengan melihat Sekar saat ini, kabupaten lain pasti iri dengan kabupaten Karanganyar.  Bersama pemerintah, seniman adalah orang orang pelaku kebudayaan. Budaya adalah seni, yang didalamnya termasuk seni pertunjukkan, seni musik, seni yang lainnya bisa bersatu untuk memberikan yang terbaik bagi Karanganyar. “Kesenian termasuk ekonomi kreatif. Tidak sekedar menghibur tapi juga memberikan kesan moral, “ tambahnya.

Di saat pandemi seperti sekarang ini, rejeki sedikit-sedikit tidak masalah. Yang terpenting bisa menjaga kesehatan. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2020-11-26 at 08.18.05 (1)

Memperingati Hari Jadi, Jalan Sehat Sambil Kenalkan Waduk Jlantah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengangkat garis star tanda dimulai jalan sehat di Waduk Jlantah, Jatiyoso

 

KARANGANYAR – Puncak peringatan hari jadi Kabupaten Karanganyar ke 103 dilaksanakan jalan sehat di Waduk Jlantah, Jatiyoso, Kamis (26/11). Kegiatan jalan sehat juga diikuti oleh PGRI, Forkopimda, Korpri, dan masyarakat desa setempat. Kegiatan dimulai dari Lapangan Sempon, Tlobo sampai Waduk Jatiyoso kurang lebih 3 KM.

Kegiatan jalan sehat di Jatiyoso tersebut juga berdoa semoga Pembangunan Waduk Jlantah lancar dan diharapkan tahun 2022 selesai. Sebentar lagi juga akan ada pembebasan tanah di beberapa blok. Sejauh ini, menurut Bupati Karanganyar tidak ada hambatan selama proses pengerjaan waduk kebanggan masyarakat Jatiyoso tersebut. “Kita itu bejo, satu daerah mendapatkan dua anggaran untuk pembangunan dua waduk sekaligus,” ujar Juliyatmono.

Dia menambahkan dibangunnya waduk Jlantah ini berarti akan mendatangkan keberkahaan karena air sangat penting untuk pengairan di wilayah Karanganyar. Yang lebih penting lagi, daerah ini akan menjadi tujuan wisata baru yang strategis. Ke depan Jatiyoso menjadi daerah kunjungan wisata. Dibandingkan waduk Gajah Mungkur, keindahaan waduk Jlantah sangat memakau karena berada di lerang Gunung Lawu. “Kita sudah punya modal terbuka, guyub rukun dan tentram. Sesuai dengan harapan dicanangkannya Life center Nusantara,” tambahnya.

Beberapa waktu yang lalu dari Pemirintah Provinsi akan menyanyikan lagu nasional dinyanyikan di kompleks candi cetho dan akan diputar di beberapa negara. Secara tidak langsung, nama Karanganyar akan menggema di seluruh dunia. Pihaknya berharap akan membawa dampak kemajuan untuk Karanganyar lebih baik,” tambahnya.

Di akhir acara ada pembagian dorprize tiga buah sepeda, lemari es dan hadiah lainnya. (hr/ard)

Read More
WhatsApp Image 2020-11-18 at 16.43.30 (1)

Hari Jadi Karanganyar ke 103 Digelar Sederhana dan Virtual

Upacara hari jadi Karanganyar ke 103 dilaksanakan di RM Said

KARANGANYAR – Peringatan Hari Jadi Karanganyar ke 103 digelar secara sederhana dan virtual. Pemkab Pemkab Karanganyar menggelar di GOR Raden Mas Said, Rabu (18/11/2020). Berbeda dengan upacara Hari Jadi Kabupaten Karanganyar pada tahun sebelumnya yang digelar cukup meriah dengan sajian tarian dan marching band yang digelar di Alun-alun Karanganyar.

Upacara Hari Jadi ke-103 tahun ini digelar secara virtual dan diikuti semua pegawai di masing-masing kantor OPD, Kecamatan, Desa dan Kelurahan di Karanganyar karena bertepatan dengan pandemi virus Covid-19. Selain itu upacara digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ditandai dengan adanya pengaturan jarak antar peserta upacara dan peserta wajib mengenakan masker. Terlihat peserta upacara laki-laki mengenakan beskap hitam lengkap dengan blangkon sedangkan peserta upacara perempuan mengenakan kebaya Dalam pelaksanaanya, tata cara upacara dilakukan dengan bahasa jawa. Bertindak selaku inspektur upacara dalam rangka Hari Jadi ke-103, Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Orang nomor satu di Karanganyar mengatakan banyak penghargaan yang telah dicapai oleh Pemkab di tahun 2020. Meskipun di masa Pandemi, Bumi Intanpari tetap mendapatkan penghargaan. 1, SAKIP Award dari Kementrian Pendayahunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Bikrokrasi (Kemenpan RB) karena kinerja pemerintahaan yang profesional dan efektif, 2 Nata Mukti Award dari ICSB karena komitmen Pemkab membantu dan memberikan akses UMKM, 3. Good Indonesia Tourism menjadi juara 1 kegiatan dan program acara pariwisata yang kreatif dan inovatif dan mempunyai nilai kebaharuan dan 4 Opni Wajar Tanpa Pengeculian dari BPK akibat laporan pengelolaan keuangan yang baik. “Penghargaan-penghargaan tersebut tentu akan menjadi penyemangat agar Karanganyar lebih maju lagi. Saya berharap capaian itu semakin memotivasi Pemkab dalam mengembangkan Bumi Intanpari ini,” tambahnya.

Lanjutnya, setiap peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar selalu disemangati dengan Tri Dharma perjuangan Raden Mas Said atau Pangeran Samber Nyawa. “Tua sebuah usia kabupaten itu justru makin terlihat kemanfaatannya. Karena usia kabupaten diukur dari sisi kemanfaatannya. Karena seluruhnya bergerak dalam rangka memenuhi kesejahteraan bersama,” katanya

Dia mengungkapkan, Kabupaten Karanganyar memiliki nilai historis apabila dilihat dari aspek kesejarahan. Ditandai dengan adanya kampung purba di Gondangrejo, Raden Mas Said dan Gunung Lawu. Ini memberikan getaran batin agar siapapun serius dan sungguh-sungguh mengelola Karanganyar. “Kita tinggal merawat dan memoles serta membekali masyarakat supaya memiliki daya juang dan etos kerja,” tambahnya.

Yuli menambahkan, dalam upaya pemulihan dampak pandemi virus Covid-19 dua tahun kedepan, Pemkab akan mendorong supaya pelaku UMKM semakin banyak dan berkembang. Sekaligus mendorong Kabupaten Karanganyar sebagai Center Life of Nusantara pada 2030 mendatang. “Kita dorong dalam dua tahun kedepan, siapapun akan berjuang untuk recovery. Dalam upaya itu pelaku UMKM harus makin banyak, mengandalkan wisatawan domestik untuk menggerakan sektor ekonomi,” jelasnya.

Di samping menawarkan kepada wisatawan pilihan destinasi wisata, baik itu religi, adventur, sejarah dan alam. Dalam kesempatan itu juga dilakukan pelepasan 103 derkuku dan balon yang menandakan usia dari Kabupaten Karanganyar. (hr/adt)

Read More
DSC_8976

CONGWAYDUT Hibur Masyarakat Karanganyar Saat Malam Tirakatan Hari Jadi Karanganyar Ke 103

 

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam acara malam tirakatan menyambut Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 103 tahun 2020 yang digelar di GOR RM SAID, Selasa(17/11/20).

KARANGANYAR – Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar juga segenap jajaran FORKOPIMDA hadiri malam tirakatan memperingati Hari Jadi ke-103 secara virtual di GOR Raden Mas Said Karanganyar, Selasa (17/11/2020) malam.

Acara jelang Hari Jadi ke-103 yang diperingati pada Rabu (18/11/2020) tersebut juga disaksikan secara virtual di 17 kecamatan dan semua desa serta kelurahan yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Penampilan Congwayndut turut memeriahkan malam tirakatan yang dihadiri jajaran Forkopimda, OPD  serta BUMD itu.

Terlihat para tamu undangan laki-laki mengenakan beskap lengkap dengan blakon. Sedangkan tamu perempuan mengenakan kebaya. Pada kesempatan itu juga dilangsungkan penyerahan hadiah berupa piala kepada pemenang beberapa lomba dalam rangka Hari Jadi ke-103 Karanganyar. Di antaranya  lomba desain baliho sosialisasi pencegahan Covid-19, napak tilas Joko Songo, inovasi UMKM dan lainnya.

Ketua pelaksana, Suprapto menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Jadi ke -103 Kabupaten Karanganyar. Digelar di GOR Raden Mas Said dan disaksikan secara virtual di kantor kecamatan serta desa.

“Sebelumnya telah digelar khataman Al-Qur’an di Masjid Rumah Dinas Bupati oleh santri peserta program satu desa satu hafidz. Sekaligus memberikan santunan kepada 20 yatim piatu. Masing-masing di kecamatan, desa dan kelurahan juga memberikan santunan kepada yatim piatu,” katanya, Selasa (17/11/2020) malam.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, malam tirakatan ini untuk mendoakan para pejuang dan sesepuh yang telah andil dalam membangun Kabupaten Karanganyar. Lebih lanjut, karena masih dalam kondisi pandemi virus Covid-19, serangkaian lomba dan kegiatan digelar secara virual.

Meski begitu, menurut Yuli sapaan akrabnya tidak mengubah esensi serta kualitas dari kegiatan tersebut. “Jangan pernah kehilangan harapan di tengah kondisi ini. Ujian ini kita maknai untuk menggembleng kita supaya tangguh. Mari kita terus bekerja sama memberikan yang terbaik untuk Karanganyar,” ucapnya.

Yuli mengungkapkan, Tri Dharma perjuangan pangeran Raden Mas Said akan selalu menjadi penyemangat dalam rangka membangun Bumi Intanpari ini.

Dia menambahkan, bertepatan dengan Hari Jadi ke-103 Karanganyar juga akan dilaksanakan peletakan batu pertama sebagai awal mula proses pembangunan Masjid Agung Karanganyar. Demikian KOMINFO(Ard/Tgr)

 

Read More
2021ce6c-96b3-4882-a0a8-c5ca5f2ba2a1

Pergelaran Wayang Peringatan Hari Wayang Nasional dan Hari Jadi Kab. Karanganyar ke 103 Digelar di 5 Titik Secara Virtual

Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, MM menyerahkan wayang kepada Ki H. Manteb Sudarsono sebagai simbol dimulainya pergelaran wayang memperingati Hari Wayang Nasional serta Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-103 di GOR RM Said, Karanganyar (07/11)

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, MM bersama jajaran Forkompinda Kab. Karanganyar dan Kepala OPD menghadiri Pergelaran Wayang Kulit Virtual dalam rangka Hari Jadi Kab. Karanganyar dan Hari Wayang Nasional 2020 dengan dalang Ki H. Manteb Sudarsono di GOR RM Said, Sabtu (07/11).

Didampingi para asisten bupati dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Sekda Karanganyar, Drs. Sutarno, M.Si melaporkan kegiatan pergelaran wayang yang melibatkan 17 dalang. Selain itu, pergelaran akbar ini juga didukung 103 sinden dan 103 pengrawit.

Pergelaran wayang ini juga disiarkan secara virtual. Yang mana, masyarakat dari manapun bisa mengakses dan menyaksikan pergelaran dengan leluasa. Dan hal ini juga untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan yang dijalankan.

Kegiatan dibagi dalam 5 titik berbeda. Yang pertama adalah GOR RM Said, dimana menjadi pusat dari perhelatan ini dan dengan dalang Ki H. Manteb Sudarsono. Kemudian, Rumah Makan Bali Ndeso, Ngargoyoso. Disini turut ambil andil, 7 dalang remaja dari Pepadi.

Untuk wilayah Jumantono, Jumapolo, Jatiyoso dan Jatipuro, kegiatan berpusat di rumah drh. Heru Santoso. Kemudian, acara juga digelar di rumah Ki Anom Dwijokangko. Ki Anom Dwijokangko selain menjadi tuan rumah, juga menjadi dalang dalam pergelaran untuk wilayah Jaten.

Titik terakhir yakni pergelaran dilaksanakan di pendopo dr. Kisti, Kecamatan Colomadu, dengan dalang Ki Cahyo Kuntadi. Yang menarik disini adalah, pergelaran wayang akan diterjemahkan kedalam beberapa bahasa, sehingga pergelaran juga bisa dinikmati oleh kalangan lebih luas.

Dalam kesempatannya, Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, MM menyampaikan bahwa pergelaran ini selain untuk memperingati Hari Wayang Nasional, juga untuk menyongsong Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 103.

“Pada tahun ini, tagline Kabupaten  Karanganyar  adalah Maju dan tangguh. Sangat sesuai dengan kondisi saat ini, dimana kita harus tetap maju dan selalu tangguh, terlebih dalam kondisi pandemi seperti ini” ujar pemimpin Kabupaten Karanganyar ini.

“Upaya kita adalah untuk berdoa, semoga covid19 segera berlalu. Sesuai dengan harapan kita, maju dan tangguh. Karena, semangat sosial kita adalah saling guyub dam rukun antar sesama,” tambahnya.

Wayang adalah perekat diantara kita semua. Semar memberikan nasihat penting, betapa kita semua membutuhkan nasehat para sesepuh supaya hidup kita tetap bermakna untuk mencapai tujuan. Itulah alasan lakon yang akan dimainkan, yakni Semar Puthul.

Harapan dan semangat harus tetap berkobar ditengah pandemi. Diharapkan semoga kegiatan ini bisa mendapatkan semangat dan restu sambil terus berikhtiar, dan semoga covid19 segera berlalu. Sehingga kita bisa mendapatkan penghidupan yg lebih baik. (ard/tgr)

Read More