DSC_8120

Ki Manteb Sudarsono Beri Kado Ultah Ke 23 Ilyas Akbar Al Madani Dengan Gunungan Wayang

Ki Manteb Sudarsono memberikan gunungan wayang kepada Ilyas Akbar Al Madani

 

KARANGANYAR – Hari jadi Ilyas Akbar Al Madani ke 23 pada tanggal 30 Mei kemarin bertepatan dengan pengukuhan Dalang Remaja Karanganyar Jaya (Darmakarya) di Resto Bali Ndeso, Kecamatan Ngargoyoso Karanganyar, kemarin berlangsung istimewa. Pasalnya, putra Bupati Karanganyar, Juliyatmono tersebut mendapatkan hadiah Gunungan Wayang langsung diukir dari maestro dalang, Ki Manteb Sudarsono.

Sesepuh dalang sekaligus penerima penghargaan dari Unesco tersebut menilai saat ini Ilyas mulai mendarmabaktikan diri kepada orang tua. Darma bakti anak kepada orang tua itu adalah ‘mikul ndhuwur mendem jero’. Yakni upaya untuk tetap menjaga nama baik orang tua dengan prestasi yang gemilang. “Saat inilah mas Ilyas menujukkan bakti kepada kedua orang tua dengan menjaga nama baik orang tua dan membuat orang tua bangga,” papar Ki Manteb Sudarsono.

Mengenai pengukuhan dalang remaja dalam nama Darmakarya, Ki Manteb Sudarsono mengatakan darma adalah kewajiban. Sehingga mengandung maksud darma adalah kewajiban untuk terus melestarikan budaya wayang. Ki Manteb berpesan kepada para dalang muda, nilai-nilai wayang berupa kebijakan, kentreteman (kedamaian) dan katresnan (kasih sayang) harus terus dipupuk. “Saya minta setiap hari kelahiran saya pada tanggal 31 Agustus diperingati dengan menggelar wayang dari Darmakarya. Dari dalang sampai senimanya harus dari warga Karanganyar,” imbuhnya.

Sementara Ilyas Akbar Al Madani dalam mengucapkan syukur dan terima kasih pada dalang-dalang remaja di Kabupaten Karanganyar. Sebab Bumi Intanpari ini banyak sekali tokoh-tokoh dalang dan generasi mudanya saat ini sudah mencintai kebudayaan jawa. Pihaknya mengajak para dalang tersebut untuk terus mencintai dan melestarikan wayang yang sudah menjadi bagian warisan dunia. Seperti pesan pejuang sekaligus pendiri Kabupaten Karanganyar, Raden Mas Said yang ajarannya sangat bagus yakni Mulat Sarisa angrasa wani, Rumangsa Melu Andarbeni dan Wajib Melu angrungkebi. “Saya berharap kegiatan dapat memberikan inspirasi kepada siapapun. Mohon terus bimbingannya dan semoga Ki Manteb Sudarsono selalu sehat dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” tambahnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan bangga dengan hadirnya dalang-dalang muda. Dengan usia yang masih muda diharapkan dapat menorehkan tinta emas seni budaya di kabupaten Karanganyar. Pihaknya mengajak para pemuda untuk terus bermimpi sebab dengan mimpi itu mengarahkan tujuan dan cita-cita terbaik. “Darmakarya lahir tanggal 30 Mei berbarengan dengan hari lahir anak saya. Setiap tanggal, silahkan mengadakan pentas wayang khususnya dalang remaja biar anak saya yang memberikan suport,” ungkap Juliyatmono. (hr/adt)

Read More
DSC_3503

Ratusan Warga Berebut Gunungan Dalam Napak Tilas Perjanjian Giyanti di Karanganyar

Sekda Karanganyar Sutarno saat memberikan sambutan dalam acara ceremonial Perjanjian gianti di Jantiharjo

Karanganyar – 14 Februari 2020

Ratusan warga berebut gunungan berisi hasil bumi, arum manis dan brondong dalam acara napak tilas Perjanjian Giyanti di Kelurahan Jantiharjo Kecamatan/ Kabupaten Karanganyar, Kamis (13/2/2020) malam.

Napak tilas ini merupakan upaya memperkenalkan dan melestarikan Perjanjian Giyanti yang berlangsung pada 13 Februari 1755 silam. Dimana dalam perjanjian tersebut menandai pembagian dua wilayah yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Jalan kampung sepanjang sekitar 300 meter di padati bazar jajanan serta dihiasi arum manis yang digantung. Tampak ratusan pengunjung memadati kawasan situs Perjanjian Giyanti sebelum dilangsungkan kirab gunungan.

Tepat saat prosesi persembahan gunungan, pengunjung yang didominasi warga sekitar tak canggung berdesakan demi mendapatkan arum manis dan hasil bumi. Tradisi tahunan tersebut menjadi momen yang ditunggu-tunggu warga Kerten Jantiharjo maupun sekitarnya.

Meski telah lanjut usia, warga Kerten RT 2/9, Muhammad Sujak (72) rela berdesakan dengan warga lainnya demi mendapatkan hasil bumi dan arum manis yang disajikan dalam empat gunungan.

Jerih payahnya berdesakan dikerumuman warga membuahkan hasil. Perempuan itu tampak mendekap beberapa jagung dan cabai yang didapatkannya setelah berebut gunungan dengan warga lainnya.

“Ini dapat cabai, jagung dan kentang. Saya ikut karena kepingin. Setiap tahun pasti ke sini tapi tidak selalu ikut rebutan,” katanya sembari mendekap hasil gunungan.

Petugas Linmas, Parno (40) mengungkapkan, perayaan tahun ini lebih ramai dibandingan tahun lalu. Parno terlihat kerepotan mengamankan jalannya prosesi berebut hasil gunungan.

“Lebih mudah tahun lalu. Tahun ini lebih ramai. Kalau kemarin kan berebutnya di luar (jalan kampung), ini di dalam dan ruangannya sempit,” terangnya.

Lurah Jantiharjo, Agus Cahyono menyampaikan, serangkaian acara napak tilas Perjanjian Giyanti berlangsung mulai 8-13 Februari 2020. Perayaan ini dikemas dengan adat budaya Jawa dilengkapi iringan musik karawitan serta tari gambyong.

“Ada sekitar 2.000 arum manis yang dibagikan kepada warga. Arum manis itu merupakan hasil UKM warga sekitar. Ada empat gunungan yang disajikan, dua hasil UKM warga sekitar dan sisanya berisi hasil bumi,” ujarnya.

Dijelaskannya, gunungan tersebut merupakan wujud syukur dari masyrakat. Ibarat apa yang dihasilkan masyarakat dibagikan kembali kepada masyarakat.

Ia berharap melalui kegiatan ini bisa memperkenalkan dan melestarikan situs Perjanjian Giyanti di Kelurahan Jantiharjo.(Ard/Tgr)

 

 

 

Read More
WhatsApp Image 2019-11-17 at 10.07.30

Wakil Bupati Jalan Sehat Di Jumantono

Wakil BUpati Karanganyar, Rober Cristanto foto bersama dengan salah satu peserta Gunungan di Kecamatan Jumantono

 

KARANGANYAR – 17  November 2019

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto jalan sehat bersama Majelis Wilayah Cabang (MWC) NU Kecamatan Jumantono. Dalam event tersebut, sejumlah warga dari ormas Islam tersebut juga membuat gunungan dari sayur-mayur kebun mereka. Lomba Gunungan itu juga diadakan untuk mengingatkan masyarakat untuk selalu hidup sehat.

Informasi yang dihimpun, sejak pukul 06.00 masyarakat setempa sudah memenuhi lapangan desa Ngunut, Kecamatan Jumantono. Mereka berjalan sehat di sekitar desa tersebut dan dilanjutkan dengan lomba gunungan. Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto sangat mengapreasi kegiatan tersebut. “Jalannya sehat dan gunungan sayurnya juga mengingatkan untuk makan makanan yang sehat. Tubuh sehat dan Karanganyar maju,” papar Rober Cristanto. (hr/adt)

Read More

Upacara Adat Pasar Kumandang

a. Latar Belakang Diselenggarakan Upacara Pasar Kumandang

Pasar Kumandang diselenggarakan dalam rangka mengisi bulan Suro (penanggalan Jawa). Sudah menjadi kegiatan rutin/tradisi oranng Jawa pada bulan Suro dianggap sebagai bulan untuk melakukan tirakat. Banyak permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk mencari berkah, kesehatan, keberhasilan baik dibidang pertanian maupun perdagangan dan atau kesuksesan. Bulan untuk perenungan dengan apa yang telah dilakukan. Bulan untuk bebenah diri. (more…)

Read More

Grebeg Lawu

Grebeg lawu adalah Sebuah rangkaian kegiatan yang menampilkan berbagai kesenian dan upacara adat dari beberapa daerah di karanganyar dan sekitarnya.

Read More