PILKADES KARANGANYAR: Siang ini, Calon Kades 55 Desa Kampanye

Sebanyak 120 bakal calon (balon) kades dari 55 desa di Kabupaten Karanganyar akan mengikuti penetapan menjadi calon kades Jumat (21/12/2012) jam  09.00 WIB di balaidesa masing-masing.

Penetapan calon kades akan dilakukan serentak di 55 desa. Setelah penetapan calon kades, mereka dibolehkan menyosialisasikan diri mereka atau berkampanye hingga pukul 24.00 WIB.

Namun dalam pelaksanaan kampanye diharapkan semua calon kades menjunjung tinggi nilai nilai kebersamaan. Jangan sampai masa kamoanye yang 15 jam diisi dengan sikap tercela menjelek jelekkan lawan politik.

Camat Gondangrejo, Karanganyar, Suhardi, menyatakan akan memantau langsung kampanye calon kades. “Tidak boleh saling menjatuhkan dan menjelek jelekkan lawan. Kondusivitas harus selalu dijaga,” ajaknya.

Read More

JALAN TOL SOLO-KERTOSONO: Alat Berat Bongkar Rumah Warga Jetak

Sejumlah rumah warga Dusun Jetak, Wonorejo, Gondangrejo, dibongkar, beberapa hari terakhir menyusul dilanjutkannya pembangunan jalan tol Solo-Kertosono (Soker).

Pada Selasa (23/10), pembongkaran rumah warga sudah hampir rampung. Satu alat berat berupa ekskavator dioperasikan untuk merobohkan rumah-rumah permanen warga. Proses pembongkaran rumah menjadi tontonan warga dan pengguna Jl Solo-Purwodadi yang sedang melintas.

Informasi yang diperoleh di lokasi pembongkaran terdapat dua bangunan besar yang belum bisa dirobohkan pelaksana proyek. Dua bangunan itu yakni Masjid At Takwa dan sekolah luar biasa (SLB). Pelaksana proyek memasang pagar dari seng sebagai pembatas area masjid dengan lahan proyek.

Kepala Desa (Kades) Wonorejo, Suhud Ansori, mengungkapkan dua bangunan tersebut belum dirobohkan lantaran belum ada ganti rugi. Proses pemberian ganti rugi/kompensasi masih dalam tahap pengurusan berkas-berkas. “Tanah masjid ini tanah wakaf, prosesnya masih berjalan. Selain masjid, ada juga SLB yang belum akan dibongkar waktu dekat ini,” katanya.

Mengenai pembongkaran rumah, Suhud menjelaskan, ada enam bangunan yang disasar. Enam pemilik rumah sudah mendapatkan ganti rugi/kompensasi sejak beberapa waktu lalu. Artinya, dia menegaskan, warga pemilik rumah tidak memprotes langkah pembongkaran rumah itu. “Ada enam rumah yang dibongkar. Warga tidak keberatan karena sudah dapat ganti rugi,” imbuhnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Karanganyar, Any Indrihastuti, menjelaskan secara prinsip pembebasan lahan di Gondangrejo tidak ada masalah. Di sisi lain menurut dia bakal ada tiga interchange atau jalur masuk dan keluar jalan tol Soker, ke wilayah Karanganyar. Tiga interchange tersebut di Desa Ngasem dan Klodaran, Colomadu serta Desa Kemiri, Kebakkramat.

Interchange tol Soker diyakini bisa berdampak positif bagi wilayah di sekitarnya. Utamanya untuk meningkatkan geliat ekonomi masyarakat. Seperti potensi pengembangan usaha warung makan hingga melonjaknya harga tanah milik warga. Any menargetkan pembebasan seluruh lahan untuk jalan tol Soker rampung tahun depan, bersamaan dengan selesainya masa jabatan Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR.

Read More

90 Dokter Disiagakan di Pos-pos Kesehatan

Sebanyak 90 dokter dan 180 perawat disiagakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar selama arus mudik dan balik lebaran. Mereka bakal bertugas di posko-posko kesehatan yang didirikan terpadu dengan pos pengamanan (Pospam) milik Polres Karanganyar.
“Pos kesehatan kami tambahkan di dua tempat yakni Gondangrejo dan Karangpandan karena padatnya kendaraan saat ini,” ujar Kepala Dinkes Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, Jumat (10/8).
Meskipun arus mudik belum begitu padat, namun pos kesehatan tersebut akan beroperasi mulai hari ini, Sabtu (11/8). Namun pengoperasiannya bakal dimaksimalkan mulai Minggu (12/8) dan berakhir pada H+7 lebaran.
Selain itu, sebanyak 21 puskesmas yang ada di Karanganyar juga akan tetap beroperasi 24 jam selama arus mudik dan lebaran. Koordinasi terkait sarana kesehatan dengan bidan desa dan balai kesehatan juga sudah dilakukan. “Selama arus mudik ini kami akan intensifkan tim gerak cepat,” tambah Cucuk.
Sementara itu, Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Karanganyar, Yaqub Iskandar, mengatakan stok darah yang ada hingga saat ini masih cukup untuk musim lebaran. Tercatat masih ada stok sedikitnya 300 kantong darah. “Bagi yang membutuhkan darah nanti bisa melalui RSUD Karanganyar atau PMI Karanganyar,” jelasnya.

Read More

Jelang Puasa, Harga Daging Sapi Naik

Menjelang bulan puasa, harga daging sapi mulai merangkak naik. Kenaikan harga daging tersebut terjadi di sejumlah pasar tradisional di Karanganyar. Selain itu, stok daging sapi juga mulai menipis.
Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Karanganyar, Muhammad Hatta, harga daging sapi yang biasanya Rp 60.000 per kilogram dalam sepekan ini sudah menjadi Rp 65.000 per kilogram.
“Kenaikan ini masih cukup normal dan pasti terjadi menjelang puasa dan lebaran. Untuk Karanganyar sendiri harga itu masih dapat dijangkau. Sebab dibanding dengan daerah lain, harga daging sapi kenaikannya mencapai Rp 75.000 per kilogram,” terang Hatta, Senin (9/7).
Terkait pasokan daging sapi di Karanganyar, Hatta mengaku masih stabil yaitu tetap memotong 13-14 ekor per hari. “Hanya saja, permintaan kebutuhan daging sapi dari masyarakat terus meningkat,” jelasnya.
Menurutnya, untuk pemotongan sapi sendiri dipusatkan di Gondangrejo. Daging sapi dari Karanganyar juga didistribusikan ke Kota Solo.
Sementara itu, untuk mengantisipasi maraknya daging sapi gelonggongan, pihaknya akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar-pasar tradisional. “Sidak pasti akan kita lakukan,” kata Hatta. n

Read More

Sidak, Komisi IV Temukan Kuota Siswa Dikurangi

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karanganyar mempertanyakan adanya pengurangan kuota siswa di sebuah sekolah atau disebut Rombongan Belajar (Rombel) di Kabupetan Karanganyar. Pengurangan Rombel tersebut didapati dari Inspeksi Mendadak (Sidak) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilakukan Komisi IV ke beberapa sekolah, Rabu (4/7).
Dari Sidak tersebut Komisi IV mendapati bahwa kuota di beberapa sekolah berkurang dibandingkan dengan kuota tahun lalu. Salah satunya di SMPN 2 Jenawi, pada tahun ajaran sebelumnya berjumlah lima Rombel, saat ini hanya dibuka empat Rombel saja. Pengurangan kuota tersebut ditetapkan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten setempat.
Wakil Ketua DPRD Karananyar, Rohadi Widodo  juga menjelaskan bahwa hal serupa juga dijumpai di SMPN 1 Jenawi. “Jumlah pendaftar di SMPN 2 Jenawi tersebut mencapai 182 peserta. Jika sebelumnya sekolah tersebut dapat menampung 160 siswa, namun tahun ini mereka hanya menerima kuota 128 siswa,” ungkap Rohadi.
Selain pengurangan jumlah peserta didik, Komisi IV juga menemukan beberapa sekolah di Karanganyar kekurangan pendaftar. Salah satu siswa yang kekurangan siswa adalah SMAN 1 Gondangrejo. “Dari total 5 Rombel di SMAN 1 Gondangrejo yang disediakan saat ini baru sekitar 65 siswa yang mendaftarkan diri di sekolah tersebut. Mungkin ini karena permasalahan lokasi sekolah yang berada di perbatasan kabupaten,” jelas Rohadi.
Sementara itu, Kabid Dikdas Disdikpora Kabupaten Karanganyar, Slamet Wiyadi, menjelaskan bahwa terkait jumlah Rombel yang ada di SMPN 2 Jenawi tersebut sudah sesuai dengan Juklak yang ada. “Tahun ini memang telah di buat sejumlah empat Rombel untuk SMPN 2 Jenawi. Tahun lalu, untuk sekolah tersebut, sebenarnya juga berjumlah empat Rombel,” jelas Slametr, Rabu (4/7).
Menurutnya, jika tahun lalu, SMPN 2 Jenawi telah membuka lima Rombel, berarti mereka justru telah menyalahi aturan. “Harusnya jika menambah Rombel dari yang telah ditetapkan, sekolah harus melapor ke dinas. Kalau tidak, berarti itu telah menyalahi aturan,” jelasnya.

Read More

Karanganyar Tercepat Tuntaskan E-KTP

Pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Karanganyar masuk menjadi peringkat tiga tercepat di Jawa Tengah. Banjarnegara dan Temanggung menduduki peringkat satu dan dua dalam menyelesaikan pelayanan e-KTP tersebut.
Hingga akhir bulan Juni 2012 ini, Kepala Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Karanganyar, Sucahyo, menjelaskan sekitar 447.756 wajib KTP melakukan rekam data. “Untuk pencapaian penyelesaian e-KTP, kami sudah mencapai sekitar 68,66 persen,” jelas Sucahyo, Jumat (29/6).
Menurutnya target perampungan pelayanan wajib KTP maju dari 31 Oktober 2012 menjadi pertengahan Oktober. “Kami optimistis selesai Oktober nanti. Sisa wajib KTP tersebut masih ada sekitar 204.335 dari 652.091 wajib KTP. Bupati bahkan berharap kami menyelesaikan pada Agustus nanti,” jelas Sucahyo.
Sucahyo juga berharap pihak kecamatan yang telah mencapai pelayanan sebesar 75 persen untuk membagi alat rekam data dengan kecamatan yang masih banyak belum melakukan rekam data.
“Ada sembilan kecamatan yang masih belum mencapai 75 persen hingga saat ini. Ada Karanganyar Kota, Jatiyoso, Jumapolo, Tasikmadu, Jaten, Colomadu, Gondangrejo, Kebakkramat, dan Mojogedang,” tambah Sucahyo.

Read More

Launching Museum Keris dan Fosil

Bagi para penggemar, pedagang, pemerhati keris dan juga kolektor senjata kuno khususnya keris sekarang memiliki tempat baru yang bisa dijadikan alternatif untuk menghilangkan dahaganya akan dunia perkerisan. Sekarang mereka bisa mengunjungi Museum Keris dan Fosil Padepokan Keris Brojobuwono. Museum yang baru di-launching Sabtu (26/5) malam itu terletak di Wonosari, Wonorejo , Gondangrejo, Karanganyar. Meski terbilang sebagai museum baru, tetapi koleksi keris mencapai lebih dari 300.
Keris-keris yang dikoleksi di Padepokan Keris Brojobuwono sebagian ditemukan pada tahun 2010 hingga 2011. Keris-keris yang tersimpan adalah keris yang tersohor di antara abad V SM hingga abad ke XVIII. Yang menarik dari Museum ini adalah pemrakarsa atau sesepuh padepokannya justru bukan berasal dari dunia yang berhubungan dengan benda-benda kuno. Melainkan dari ilmu kedokteran, yakni dokter kandungan. Dialah Bambang Gunawan.
Dalam sambutannya semalam Bambang mengatakan, jika kecintaannya pada keris bermula pada rasa penasarannya akan senjata nenek moyang itu. ”Sebelumnya saya hanya memiliki satu koleksi keris, dan kemudian saya ingin menambahnya lagi,” terang Bambang, kemarin. Bambang pun berusaha mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang keris. Dan rasa penasarannya itu pun yang akhirnya mempertemukannya dengan Basuki Teguh Yuwono.
”Dan saat itu saya berangkat ke Bali bersama istri saya, tetapi tidak untuk berlibur melainkan menemui beliau (Basuki),” katanya. Dari pertemuan itu, keduanya pun memiliki satu arah pemikiran yang sama dan keduanya pun sepakat mendirikan museum keris dan fosil. Disisi lain, setelah mendapatkan pengakuan dari Unesco Bambang pun berpikir, kebanggaan akan keris tidak hanya cukup dengan mengoleksinya saja. ”Melainkan bagaimana menciptakan keris-keris baru dengan pakem yang sama dengan pakem keris zaman dulu,” terangnya.

Read More

KWARRAN Gondangrejo Selenggarakan Gladian Pinru

Gerakan Pramuka Kwartir Ranting  (Kwarran) 13.16 Gondangrejo, Karanganyar menyelenggarakan Gladian Pemimimpin Regu  (Pinru), di SMP Negeri 2 Gondangrejo.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Kwarran Gondangrejo Purwanto SPd pada Sabtu kemarin pukul 15.30 WIB. Dalam amanatnya dia mengatakan generasi muda merupakan calon pemimpin bangsa yang harus mulai ditanamkan jiwa kepemimpinannya sejak dini.

“Berawal dari kepemimpinan regu inilah yang kelak akan melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang andal,” ujar Purwanto pada rilis yang diterima.

Menurut Purwanto, gladian Pinru kali pertama dilaksanakan di Kwarran Gondangrejo setelah sukses mengadakan kegiatan Pesta Siaga Ranting pada bulan Januari yang lalu. Agenda itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kecakapan memimpin regu agar dapat dikembangkan di gugus depannya masing-masing.

Peserta Gladian Pinru ini berasal dari  Pinru/Wapinru yang berpangkalan pada Gudep Kwarran Gondangrejo sebanyak 88 anak. Mereka terdiri atas 23 anak dari SMP Negeri 1 Gondangrejo, 32 anak dari SMP Negeri 2 Gondangrejo, 15 anak dari SMP Negeri 3 Gondangrejo, 10 anak dari MTs Al Huda Gondangrejo dan 8 anak dari SMP Al Islam Gondangrejo.

Pada sela-sela kegiatan ini pula, tepatnya pada pukul 22.00 WIB diselenggarakan secara khidmat Upacara Pengukuhan Anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) Gondangrejo

Read More

PDAM KARANGANYAR: Antisipasi Kemarau, PDAM Bersihkan Sumur

PDAM Karanganyar akan melakukan pembersihan sumur terutama di wilayah yang rawan kekeringan. Hal ini untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau.

Direktur PDAM Karanganyar Aris Wuryanto mengatakan pembersihan akan dilakukan pada 14 sumur di Karanganyar terutama di wilayah rawan kekeringan seperti Colomadu, Gondangrejo dan Palur. Setelah dibersihkan maka debit air bakal stabil untuk memasok kebutuhan air ke pemukiman penduduk. “Pembersihan sumur akan dilakukan bulan depan untuk mengantisipasi kekeringan,” ujarnya saat ditemui Espos, Sabtu (31/3/2012).

Selain itu, pihaknya akan telah menyiapkan pompa sumur cadangan yang digunakan saat kondisi darurat. Pompa ini juga akan disiagakan di beberapa sumur di wilayah rawan kekeringan. “Tingkat efisien jika membersihkan sumur akan naik mencapai 2-3 persen,” paparnya.

Biaya operasional untuk membersihkan sumur senilai Rp5 juta /sumur. Artinya, biaya operasional pembersihan seluruh sumur senilai Rp 70 juta. Setiap sumur dilakukan pembersihan selama sepekan. Selain memasok kebutuhan air ke pemukiman penduduk, sumur itu juga memasok air di lahan persawahan. Setiap musim kemarau, pihaknya selalu membersihkan sumur agar pasokan kebutuhan air lancar.

Read More

PDAM Ekspansi Waduk Gajah Mungkur

Guna memenuhi permintaan pelanggan air di Palur Gondangrejo dan Kebakkramat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lawu berniat menggunakan air dari Waduk Gajah Mungkur Wonogiri sebagai bahan baku air bersih.

Rencana tersebut akan dimulai pada tahun 2014. Pasalnya kualitas air waduk saat ini dirasa masih bagus dan mempunyai kandungan koloid yang rendah. “Karena kadar koloidnya rendah, sehingga jika digunakan sebagai bahan baku air bersih siap minum masih sangat memungkinkan,” ujar Aris Wuryanto, Direktur PDAM Tirta Lawu, Rabu (14/3).

Langkah penggunaan air waduk Gajah Mungkur itu dilakukan karena pihaknya masih kesulitan menggunakan bahan baku air dari sekitar Gunung Lawu, padahal wilayah Ngargoyo mempunyai potensi sumber air yang lumayan cukup besar. “Potensi airnya memang besar, tapi warga menolak, jadi kita mencari alternatif lainnya. Padahal itu semua murni untuk melayani warga Karanganyar ,” tandas dia.

Menurutnya, saat ini ada sekitar 38.000 pelanggan yang menggunakan jasa PDAM Karanganyar. Mereka tersebar di wilayah Karangpandan, Karanganyar Kota dan bahkan wilayah Sukoharjo. Aris mengatakan sejauh ini pihaknya tidak berani menargetkan adanya penambahan pelanggan karena mereka masih kesulitan menjadi sumber mata air. “Paling setahunnya hanya menambah sekitar 150 pelanggan baru sejak 2006 silam,” kata Aris.

Read More