DSC_0347

Launching Car Free Day Kec. Gondangrejo

DSC_0295

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar melepas burung sebagai tanda dibukanya Car Free Day Kec. Gondangrejo, (Minggu Pagi, 30/03)

Karanganyar – Launching car Free Day Kecamatan Gondangrejo dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Karanganyar, Muspika Kec. Gondangrejo, Kepala Desa se-Kec. Gondangrejo dan masyrakat Gondangrejo khususnya warga Tuban Gondangrejo. Minggu pagi (30/03)

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar Juliyatmono menyambut antusias dan mengapresiasi dengan adanya kegiatan Car Free Day ini. Pemerintah Kabupaten Karanganyar terus berupaya menjadikan Kec. Gondangrejo sebagai kota yang maju. Selain dengan mengadakan CFD, Bupati Karanganyar juga akan melaksanakan pembangunan fisik di Kec. Gondanrejo antara lain perbaikan jalan yang rusak di beberapa lokasi di Kec. Gondangrejo.

DSC_0408

Bupati Karanganyar menanam pohon setelah launching car free day Kec. Gondangrejo, (Minggu Pagi, 30/03)

“Kalau dimulai pukul 06.00 dan selesai pukul 09.00 maka harus dilaksanakan. Jangan seenaknya buka tutup jalan walaupun CFD sudah sepi”, pesan Juliyatmono.

Dalam laporannya Sriyono Widodo selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa CFD Kec. Gondangrejo akan dilaksanakan secara rutin tiap minggu dan mengambil rute di sepanjang jalan depan Puskesmas Gondangrejo ke timur sampai perempatan akhir dusun Tuban Kidul. Untuk meningkatkan taraf ekonomi warga sekitar, diperbolehkan untuk berjualan dengan kontribusi Rp. 2.000,-

Launching car free day kali ini dimeriahkan dengan senam bersama Bupati Karanganyar beserta warga Tuban dan pertunjukkan hiburan, seperti pertunjukan tradisional lokal dan organ tunggal. Setelah meninggalkan lokasi launching CFD, Bupati Karanganyar beserta rombongan melakukan gerakan penghijauan dengan menanam pohon disekitar lingkungan Kecamatan Gondangrejo. ad

Read More

Gerbang Tol Soker di Desa Ngasem akan Digeser

Proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono (Soker) akan mengalami sedikit perubahan dari rencana awal. Pintu masuk tol yang awalnya berada di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, nantinya bakal digeser sedikit ke sisi utara.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Karanganyar, Any Indrihastuti belum lama ini. Menurutnya, penggeseran pintu tol itu juga berdampak pada dibatalkannya penggusuran tanah kas Desa Ngasem. Tapi belum bisa dipastikan apakah penggeseran itu akan berdampak pada penggusuran lahan baru milik warga atau tidak. “Kami masih menunggu informasi lebih jauh mengenai hal itu,” katanya.

Terkait alasan pergeseran pintu gerbang tol itu, Any belum bisa menjelaskan karena belum mendapat informasi dari pelaksana proyek. Selain itu, pembebasan lahan seluas 35 meter persegi juga akan dilakukan di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu yang rencananya akan digunakan sebagai interchange tol Soker.

Any menjelaskan untuk wilayah Karanganyar yang akan dilalui tol Soker ini akan dibangun tiga interchange, yakni di Desa Ngasem dan Klodran, Kecamatan Colomadu dan Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat.

Sementara itu, perkembangan proyek pembangunan tol sudah mencapai sekitar 80 persen. Beberapa lahan yang berada di Desa Jatikuwung dan Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo yang sebelumnya alot, kini sudah selesai dibebaskan. “Sementara untuk Desa Karangturi yang juga masuk Kecamatan Gondangrejo belum, memang agak alot,” ujar Any.

Diungkapkannya, pembebasan lahan mulai berjalan lancar setelah P2T menawarkan harga baru yang telah disetujui oleh tim appraisal. Harga baru tersebut meningkat cukup signifikan yakni sekitar 200 persen. Seperti yang terjadi di Desa Jatikuwung, harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 800.000 per meter persegi.

Camat Colomadu, Joko Budi Utomo saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui rencana pergeseran pintu gerbang tol Soker di Desa Ngasem tersebut. Begitu juga terkait pembebasan lahan baru yang akan digunakan untuk interchange, ia juga mengaku belum mendapat informasi. “Tapi sejauh ini pembebasan lahan di Kecamatan Colomadu sudah beres semua. Untuk perkembangan itu akan saya cek dulu,” katanya.

Read More
DSC_0066 (FILEminimizer)

Peletakan Batu Pertama Masjid Al Maming 20 Gondangrejo

DSC_0066 (FILEminimizer)

Bupati Karanganyar didampingi SKPD Saat Peletakan Batu Pertama Masjid Al Maming Wonorejo, Gondangrejo

Peletakan Batu Pertama – Bupati Karanganyar, Rina Iriani, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Maming 20, di Desa Ceplukan RT. 03 RW. 17 Wonorejo, Gondangrejo Karanganyar, Sabtu (23/11). Adapun lokasi pembangunan Masjid Al Maming 20 tersebut merupakan tanah wakaf pak Sukino (40) yang berprofesi sebagai tukang becak. ad+dt

Read More

Disnakan Perketat Pengawasan Sirkulasi Kambing dan Sapi

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Karanganyar bersiap memperketat pengawasan sirkulasi hewan ternak, khususnya kambing dan sapi, menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pasalnya, tingginya angka sirkulasi sapi dan kambing dari berbagai daerah menjelang masa kurban membuat hewan ternak rawan tertular penyakit.

Kepala Disnakan Karanganyar, Sumiarto, menjelaskan terdapat lebih kurang 80.000 ekor sapi serta ratusan ribu kambing dan domba yang dihasilkan peternak di Bumi Intan Pari. Menurutnya, jumlah tersebut dapat mencukupi seluruh kebutuhan hewan kurban dalam lebaran haji mendatang. Namun, pihaknya tidak dapat mencegah mekanisme pasar yang mengakibatkan adanya pertukaran hewan ternak dari Karanganyar ke daerah lain, maupun sebaliknya.

“Biasanya, menjelang Idul Adha banyak pedagang yang membeli ternak dari Karanganyar untuk dijual ke daerah lain. Sebaliknya, pedagang di Karanganyar justru membeli ternak dari daerah lain. Mekanisme seperti itulah yang tidak bisa kami kendalikan, karena itu termasuk permainan pasar, ” terang dia saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (12/9/2013).

Antraks

Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan (P3H) Disnakan Karanganyar, Sri Ambarwati, menegaskan perdagangan ternak antar daerah rawan memicu terjadinya penularan penyakit hewan. Salah satu penyakit yang dikhawatirkan timbul akibat tingginya sirkulasi ternak yakni antraks.Virus itu pernah menyerang puluhan sapi di Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, dua tahun silam.

Guna mencegah penyebaran virus antraks, Disnakan  rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak, khususnya sapi, di wilayah Gondangrejo setiap tahunnya.“Terakhir, kami melakukan vaksinasi pada April lalu. Kami hanya memberikan vaksin kepada ternak di daerah endemik, supaya virus tidak menyebar di daerah lain yang aman. ”

Selain antraks, Disnakan juga mewaspadai keberadaan cacing hati dalam tubuh sapi ataupun kambing dari berbagai daerah yang masuk ke Kabupaten Karanganyar.

Lebih lanjut, Kabid Kesehatan Hewan Disnakan Karanganyar, Sutardi, menyatakan seluruh hewan ternak yang masuk ke Karanganyar wajib disertai dengan surat pengantar dari daerah pemasok. “Kami akan mengecek setiap kali ada hewan ternak yang masuk untuk memastikan apakah hewan-hewan itu sehat atau tidak,” kata dia.

Selain itu, Disnakan juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tempat penampungan maupun lapak pedagang di biasa tersebar di pinggir-pinggir jalan pada H-7 Idul Adha. Empat orang dokter hewan serta belasan mantrai hewan juga diterjunkan di 17 kecamatan untuk memantau kesehatan hewan kurban hingga masa penyembelihan berlangsung.

Read More

Jumlah Kasus DBD di Karanganyar Melonjak 300%

Jumlah kasus penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Karanganyar melonjak hingga sekitar 300 persen.

Kasus penderita penyakit DBD pada 2012 lalu sebanyak 76 kasus sementara pada tahun ini sekitar 300 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, mengatakan peningkatan jumlah penderita DBD dipengaruhi kondisi cuaca saat masa pergantian musim. Diperkirakan jumlah kasus penyakit DBD bakal bertambah hingga akhir tahun.

“Musim pancaroba sangat mempengaruhi bertambahnya jumlah kasus DBD. Diperkirakan jumlah kasus DBD bisa mencapai 400 lebih hingga akhir tahun,”.

Selain kondisi cuaca, peningkatan jumlah penderita DBD dipengaruhi siklus lima tahunan yang puncaknya pada pertengahan tahun ini. Menurutnya, peningkatan jumlah kasus penyakit DBD terjadi di lima kecamatan endemis penyakit DBD. Kelima kecamatan tersebut yakni Colomadu, Gondangrejo, Jaten, Tasikmadu dan Kebakkramat.

Warga yang berdomisili di wilayah endemis penyakit DBD diminta mewaspadai penularan penyakit DBD. Tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk aedes aegypti harus dilakukan pengecekan. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penularan penyakit menular tersebut.

Bila terdapat kasus penyakit DBD yang menyerang warga maka petugas langsung turun lapangan untuk mencegah agar tak terjadi penularan terhadap warga lainnya. Wilayah yang diserang penyakit DBD akan dilakukan pengasapan atau fogging. Pihaknya juga akan mengoptimalkan para juru pemantau jentik (jumantik) di setiap desa.

Read More

DKK Karanganyar Temukan Makanan Mengandung Formalin dan Rhodamin B

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar menemukan sejumlah makanan mengandung formalin dan rhodamin B yang masih dijual bebas di pasar tradisional.

Makanan berformalin dan mengandung rhodamin B itu diketahui setelah dilakukan uji laboratorium pada sampel yang diambil dalam inspeksi mendadak (sidak) DKK di Pasar Gondangrejo dan Pasar Karangpandan, Senin (29/7/2013).

“Berdasarkan hasil sidak hari ini [Senin], kami menemukan 11 jenis makanan yang tidak layak konsumsi, seperti mie basah dan teri asin yang berformalin, serta cendhol, kerupuk, dan roti yang mengandung rodhamin B,” urai Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Karanganyar, Fatkul Munir.

Munir mengatakan sebagian besar makanan berformalin dan mengandung rhodamin B justru merupakan jajanan tradisional yang banyak dicari masyarakat selama Ramadan. Oleh sebab itu, dia mengimbau masyarakat lebih selektif dalam memilih makanan. Menurutnya, para pedagang secara otomatis tak akan lagi menjual makanan berbahaya jika masyarakat tak meminati.

“Makanan yang tidak sehat itu dapat terlihat dari penampilannya, misalnya cendol yang warnanya terlalu mencolok atau mie yang terlalu kenyal. Kalau kelihatan berbahaya jangan dibeli, jadi pedagang juga akan enggan menjual,” tambah dia.

Lebih lanjut, Munir menjelaskan pihaknya tak memiliki wewenang menarik makanan berbahaya dari para pedagang. Oleh karena itu, DKK hanya bisa memberi arahan bagi para pedagang untuk tak lagi menjual makanan berbahaya kepada masyarakat. “Kami hanya bisa memberi pembinaan dan mengimbau agar makanan tak layak konsumsi itu jangan dijual lagi sebab bukan kami yang berwenang menarik,” jelasnya.

Selama bulan Ramadan, DKK Karanganyar telah melakukan sidak di tujuh pasar tradisional, yaitu di Pasar Dadapan Matesih, Pasar Matesih dan Pasar Nglano pada Senin (15/7/2013), Pasar Jungke dan Pasar Tegalgede pada Rabu (10/7/2013), serta Pasar Karangpandan dan Pasar Gondangrejo pada Senin (29/7/2013).

Berdasarkan sidak di tujuh pasar tersebut, DKK menemukan 21 jenis makanan dan minuman mengandung bahan tambahan yang dilarang, 12 jenis makanan mengandung rhodamin B, tujuh jenis makanan berformalin, serta dua jenis makanan mengandung borak. Selain itu, DKK juga mendapati makanan kemasan tanpa label, makanan dengan kemasan rusak, serta telah kadaluarsa.

Read More

MUSEUM DAYU : 2014, Museum Ditargetkan Resmi Dibuka

Pembangunan museum purbakala di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, ditargetkan rampung pada pengujung 2013. Museum yang didirikan di tempat penemuan fosil gading gajah belasan tahun silam itu dapat mulai dinikmati wisatawan pada 2014. (more…)

Read More

Aset Desa di Karanganyar Segera Dibebaskan

Sejumlah aset desa berupa jalan dan saluran drainase desa di Karanganyar yang terkena proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono (Soker) bakal segera dibebaskan. Pemkab Karanganyar telah mengajukan pembebasan jalan dan saluran drainase desa ke Gubernur Jateng untuk disetujui.

Wakil Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Karanganyar, Any Indrihastuti, mengatakan jalan dan saluran drainase desa yang terkena proyek pembangunan jalan tol Soker terdapat di beberapa titik seperti Desa Wonorejo (Gondangrejo), Waru dan Kemiri (Kebakkramat).
“Sekarang hanya tinggal menunggu persetujuan dari Gubernur Jateng. Setelah disetujui Gubernur langsung dilakukan ganti rugi,” Selasa (21/5/2013).

Jalan desa di Desa Wonorejo, Gondangrejo seluas 15.499 m2 sementara saluran drainase sepanjang 230 m2. Sementara jalan desa di Desa Waru, Kebakkramat seluas 3.300 m2 dan Desa Kemiri, Kebakkramat seluas 2.496 m2.

Menurutnya, harga ganti rugi aset kas desa tak berbeda jauh dengan harga lahan milik warga. Hanya, proses pembebasan lahannya yang sedikit berbeda. Sebab, pembebasan lahan aset kas desa harus mendapat persetujuan dari Gubernur Jateng.

“Harganya sama dengan lahan milik warga hanya mekanisme pembebasan lahan yang berbeda,” terangnya.

Soal tanah wakaf yakni Masjid At-Taqwa di Dusun Jetak, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Ani menjelaskan sesuai surat dari Kementerian Agama (Kemenag) bahwa pembebasan lahan masjid tersebut bisa dilaksanakan sambil menunggu surat rekomendasi dari Kemenag.

Hingga sekarang, lahan di Karanganyar yang belum dibebaskan mencapai 28,59 persen. lahan yang belum dibebaskan terdapat di lima desa yakni Kemiri, Kebak, Klodran, Karangturi dan Jeruksawit.

“Kami optimistis pembebasan lahan tol Soker bakal rampung hingga akhir 2013,” jelasnya.

Sementara Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Solo-Mantingan I, Waligi, menjelaskan mayoritas lahan milik warga yang belum dibebaskan karena pemilik lahan ngotot meminta harga ganti rugi di atas harga patokan tim appraisal. Pihaknya masih melakukan pendekatan kepada pemilik lahan agar terjadi kesepakatan terkait harga ganti rugi.

Pihaknya bakal mengundang para pemilik lahan yang belum sepakat dengan harga ganti rugi yang ditawarkan tim appraisal.

Read More

Tiga Kecamatan di Karanganyar Rawan Kebakaran

Tiga kecamatan di wilayah Karanganyar rawan terkena bencana kebakaran selama musim kemarau. Ketiga kecamatan itu yakni Jaten, Kebakkramat dan Gondangrejo yang menjadi zonasi industri dan pabrik. (more…)

Read More

DPU Karanganyar Tetap Tunggu Pengerjaan Pada Musim Kemarau

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar bakal memperbaiki beberapa titik jalan yang rusak saat musim kemarau. Perbaikan ruas jalan bakal diprioritaskan di wilayah Colomadu dan Gondangrejo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Priharyanto, mengatakan pihaknya tidak akan melakukan pengaspalan jalan karena intensitas hujan masih tinggi. Jalan yang kondisinya rusak bakal ditambal dengan pasir dan kerikil untuk sementara.
“Menunggu musim kemarau karena kualitas aspal tidak akan sempurna jika dipaksakan saat musim penghujan,” katanya kepada Solopos.com, Senin (1/4/2013).

Menurutnya, aspal jalan mempunyai unsur kimia yang bersifat tak dapat menyatu dengan air. Sehingga proyek pengaspalan jalan dilaksanakan saat datangnya musim kemarau agar kualitas aspal sempurna.

Terdapat beberapa penyebab kerusakan jalan seperti struktur tanah yang labil dan gerak serta frekuensi kendaraan bertonase tinggi yang melewati jalan tersebut. Pihaknya berkomitmen bakal memperbaiki jalan rusak di wilayah Karanganyar secara bertahap.

“Kami tidak mau menyalahkan kendaraan bertonase tinggi, mereka juga membayar pajak kok. Yang jelas jalan yang rusak bakal diperbaiki secara bertahap,” ujarnya.

Menurut Priharyanto, kondisi struktur tanah di wilayah Karanganyar berbeda-beda. Misalnya, struktur tanah di wilayah Gondangrejo bersifat labil dan gerak. Kondisi struktur tanah tersebut memicu mengelupasnya aspal jalan sehingga muncul lubang-lubang jalan.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More