FK Metra Ajak Hidup Sehat

FK Metra Kabupaten Karanganyar saat pentas di Grobogan

Karanganyar, Kamis (26/04/2018)

Forum Komunikasi (FK) Media Tradisional Kabupaten Karanganyar   ajak masyarakat untuk hidup sehat dan bersih mulai dari diri sendiri.

Ajakan tersebut digambarkan melalui pentas FK Metra Karanganyar dalam seleksi Tingkat Jawa Tengah yang juga diikuti oleh Kabupaten Kendal, Grobogan, Demak, Kota Salatiga dan Semarang, di Pendopo Bupati Grobogan, Rabu (25/04) siang.

Sutradara pentas tradisional itu, Joko Dwi Suranto menuturkan tema yang diambil adalah ajakan dan dukungan gerakan masyarakat (germas) untuk hidup sehat di lingkungan masing-masing.

“Sehat dimulai dari pribadi, keluarga dan lingkungannya. Pola  dan  kebiasaan menjadi tolok ukur hidup sehat,” kata Joko Dwi Suranto, sebelum pentas.

Dalam kesempatan itu, sandiwara tradisional tersebut juga mengedukasi masyarakat untuk tidak minum minuman keras, tidak buang sampah sembarangan dan tidak buang air besar sembarangan.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, Evi Sulistyorini, mengatakan tahun ini memang berbeda selain karena selain meningkatkan produk perekonomian daerah juga mengandung maksud untuk saling mengenal seni tradisi daerah lain.

“FK Metra mampu menjadi media alternatif untuk edukasi segala hal pembangunan di Jawa Tengah. Ada pesan-pesan sosial yang disampaikan selain pesan moral,” kata Evi Sulistyorini.

Lebih lanjut, dia mengatakan tahun ini ada tiga tema yang lombakan, yakni gerakan masyarakat sehat, pilkada damai dan bulan bakti gotong royong dengan pesan ajakan untuk masyarakat.

Pada kesempatan itu, dia mengimbau untuk menonjolkan budaya masing-masing apalagi saat ini berada di era digital, ada yang abai terhadap seni pertunjukan tradisional namun bangga kepada anak muda yang masih peduli terjadap seni lokal.(pd)

Read More
DSC_3746

Nonton Bareng Bersama Masyarakat dan FK Metra Kabupaten Karanganyar

Read More
DSC_0094

FK Metra Karanganyar Peringkat 2 Terbaik Nasional

diskominfo

salah satu aksi FK Metra Karanganyar saat tampil di Festival FK Metra Tingkat Nasional beberapa waktu lalu (Kamis Pagi, 23/11), Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Palembang, Sumsel.

 

Karanganyar – Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Karanganyar meraih dua penghargaan sekaligus yakni penampil terbaik 2 dan sutradara terbaik dalam kegiatan Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi (SAIK) Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, 21-24 Desember di Palembang, Sumatera Selatan.

Piagam dan trophy diterima langsung oleh Sekretaris Dinas KOMINFO Karanganyar, Agung Cahyo Nugroho pada acara Anugerah Media Humas 2017 yang sekaligus penutup rangkaian kegiatan SIAK 2017 di Hotel Novotel Palembang.

“Pemkab Karanganyar bangga akan prestasi yang telah diraih, diharapkan kedepan kesenian tradisional makin eksis dan dimanfaatkan untuk diseminasi informasi”, ujar Agung

FK Metra Karanganyar yang mewakili Propinsi Jawa Tengah bersaing dengan 10 Provinsi terbaik yang berhak tampil pada Festival FK Metra tingkat Nasional di Palembang Sport dan Convention Center (PSCC), Rabu Malam dan Kamis Pagi (22-23/11). Adapun propinsi tersebut yakni Propinsi Sumatera Selatan selaku tuan rumah, Jambi, Sumatera Barat, Papua, Papua Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara.

FK Metra Kabupaten Karanganyar menampilkan kesenian ketoprak dengan judul cerita Prahara Mbulak Gambul yang menceritakan tentang fenomena kehidupan manusia yang sering terjadi dalam mendapatkan jabatan dan kekuasaan dengan menghalalkan berbagai cara untuk meraihnya, seperti dengan cara menyebarkan berita yang tidak benar (hoax).

Perjalanan FK Metra Kabupaten Karanganyar sendiri tidak lah mudah, setelah berhasil lolos penyisihan tingkat regional (17/5) di Kabupaten Purworejo, dari 11 kabupaten /kota yang diundang, hadir 7 kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo, Kota Magelang, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Purworejo. Sedangkan Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Kebumen. Kemudian FK Metra harus kembali berjuang di tingkat Final yang diikuti oleh 6 Kabupaten/Kota yaitu FK Metra Kab./Kota yakni: Kabupaten Rembang, Karanganyar, Purbalingga, Pekalongan, Grobogan dan Magelang. Demikian Diskominfo (diskominfo)

Read More
1 (2)

FK METRA Karanganyar Raih Juara Propinsi Jateng

kominfo

salah satu aksi FK. Metra Kabupaten Karanganyar pada Final Lomba FK Metra Jateng Minggu Malam (20/8)

Karanganyar, Senin 21/8/2017

FK Metra Jawa Tengah adakan Festival Pertunjukan Rakyat (Pertunra) yang diikuti oleh FK Metra Kabupaten Kota se Jawa Tengah tahun 2017. Seleksi diadakan tingkat regional di tiga tempat yang berbeda yaitu Balai Budaya Kabupaten Kudus (16/05), Pendopo Kabupaten Purworejo (17/05) dan Kabupaten Brebes (19/05).

FK Metra Karanganyar sendiri mengikuti penyisihan di Kabupaten Purworejo dengan 10 peserta lainnya yaitu Kabupaten Wonosobo, Kota Magelang, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Kebumen

Putaran final FK Metra dilaksanakan Minggu (20/8) kemarin di Panggung Budaya Pusat Rekreasi dan Pusat Pembangunan (PRPP) Semarang, Jawa Tengah. Final diikuti oleh 6 Kabupaten/Kota yaitu FK Metra Kab./Kota yakni: Kabupaten Rembang, Karanganyar, Purbalingga, Pekalongan, Grobogan dan Magelang. FK. Metra Kabupaten Karanganyar menampilkan kesenian ketoprak dengan judul cerita Ontran – Ontran Mbulak Gambul yang menceritakan tentang fenomena kehidupan manusia yang sering terjadi dalam mendapatkan jabatan dan kekuasaan dengan menghalalkan berbagai cara untuk meraihnya, seperti dengan cara korupsi, kolusi, nepotisme, politik uang, dan lain sebagainya.

Sekda Propinsi Jawa Tengah Sri Puryono dalam sambutannya mewakili Gubernur Jawa Tengah memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. FK Metra sebagai pejuang budaya yang peduli akan kemajuan dan kelestarian budaya tradisional dinilai mampu sebagai media alternative dalam menyampaikan informasi kepada masyakat lewat seni budaya tradisional. Tidak hanya sebagai media penyalur informasi, diharapkan FK Metra juga mampu mengedukasi sekaligus nguri-uri budaya yang saat ini mulai luntur bahkan sudah mulai dilupakan.

“Ada pesan sosial dan pembangunan yang bisa disampaikan lewat pertunjukan pentas rakyat ini, kalau diperlukan sampaikan juga permintaan maap jika selama ini pemerintah belum bisa memuaskan warganya”, jelas Sri Puryono

Dijelaskan lebih lanjut oleh Sri Puryono, terbentuknya FK Metra dinilai efektif sebagai media komunikasi pemerintah dengan warganya dalam menghadapi isu-isu yang berkembang saat ini, untuk itu Propinsi Jawa Tengah akan memberikan edaran bagi daerah yang belum membentuk FK Metra.

Sementara itu Kepala Diskominfo Propinsi Jawa Tengah Dadang Somantri mengatakan bahwa FK Metra merupakan organisasi kemasyarakatan yang mewadahi seluruh komunitas tradisional yang ada di seluruh indonesia ditingkat pusat, propinsi dan kabupaten kota. Diharapkan dengan terbentuknya dapat membantu dan memperlancar penyebaran arus komunikasi publik kepada masyarakat sampai pelosok pedesaan sesuai dengan seni budaya daerah masing-masing.

Terkait pelaksanaan final FK Metra Minggu (20/8) lalu, Dadang melaporkan bahwa dewan juri lomba merupakan orang yang berkompeten di bidangnya seperti Maston Lingkar (Teator Lingkar), Daniel Hakiki (FK Metra Prop Jawa Tengah), dan Handry TM (Dewan Kesenian Semarang).

Setelah keenam FK Metra peserta final Pentura Jateng 2017 tampil, dewan juri memutuskan FK Metra Kabupaten Karanganyar sebagai juara 1 dan berhak mewakili Propinsi Jawa Tengah di pentas yang sama yang akan diselenggarakan oleh FK Metra Pusat. Diikuti kemudian oleh FK Metra Kabupaten Purbalingga sebagai juara 2 dan FK. Metra Kabupaten Rembang sebagai juara 3. Harapan 1 diraih oleh FK. Metra Kabupaten Pekalongan, disusul FK. Metra Kabupaten Grobogan, dan FK Metra Kabupaten Magelang. Demikian Diskominfo (tim liputan)

Read More
IMG_1699

Kesenian Tradisional sebagai sarana penyampaian program pemerintah

kominfo

Aksi pertunjukan oleh tim Kesenian Kabupaten Karanganyar saat Festival Pertunjukan Rakyat di Pendopo Purworejo, Rabu (17/5)

Karanganyar, Rabu 17/5/2017

Kesenian Kabupaten Karanganyar mengikuti Festival Pertunjukan Rakyat melalui media tradisional yang diselenggarakan oleh FK Metra Propinsi Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu Pagi (17/05).

Festival tersebut merupakan event tahunan yang dipersiapkan FK Metra Jawa Tengah dimana pemenang nya akan diikutkan pada event yang sama ditingkat nasional sebagai wakil dari Propinsi Jawa Tengah.

Festival Pertunjukan Rakyat diselenggarakan di tiga tempat yang berbeda yaitu Balai Budaya Kabupaten Kudus (16/05), Pendopo Kabupaten Purworejo (17/05) dan Kabupaten Brebes (19/05).

Penyisihan di Kabupaten Purworejo, dari 11 kabupaten /kota yang diundang, hadir 7 kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo, Kota Magelang, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Purworejo. Sedangkan Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Kebumen dipastikan tidak mengirim tim keseniannya.

Kabupaten Karanganyar menampilkan kesenian ketoprak dengan judul cerita Ontran – Ontran Mbulak Gambul yang menceritakan tentang fenomena kehidupan manusia yang sering terjadi dalam mendapatkan jabatan dan kekuasaan dengan menghalalkan berbagai cara untuk meraihnya, seperti dengan cara korupsi, kolusi, nepotisme, politik uang, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Daniel Hakiki Sekretaris FK Metra Propinsi Jawa Tengah dalam sambutannya mengatakan bahwa potensi kesenian di Jawa Tengah sangat besar, untuk itulah FK METRA bersama Dinas Kominfo di Propinsi Jawa Tengah giat melaksanakan kegiatan kesenian untuk mensosialisasikan program-program pemerintah yang ada.

“Yang tidak dapat disampaikan melalui media cetak maupun elektronik dalam penyebaran informasi saat ini adalah tersampaikannya secara langsung nilai luhur budaya bangsa dimana saat ini sudahlah sangat kritis”, tegas Daniel Hakiki

Ditambahkan lebih lanjut, FK Metra harus mampu bekerja sama dengan semua pihak, dan memberikan pengaruh kepada stake holder untuk menggunakan kesenian sebagai media penyebaran informasi.  Demikian Diskominfo (ad/adt)

Read More