KOMINFO

Delapan Kelompok Reog Meriahkan Festival Reog Kabupaten Karanganyar

DISKOMINFO

Bupati didampingi Wakil Bupati Karanganyar membuka acara reog festival ditandai dengan pemukulan gong, Minggu(5/11)

Karanganyar, Minggu (5/11/2017)

Delapan Kelompok Reog ikut tampil untuk memeriahkan Festival Reog yang bertempat di Alun-alun Karanganyar, Minggu (5/11) pagi.

Kesenian budaya itu tampak menyedot perhatian masyarakat. Ratusan penonton memadati lokasi festival.

Ketua Festival Reog Kabupaten Karanganyar, Sumarno, mengatakan festival ini diikuti delapan kelompok reog dari sekitar Kabupaten Karanganyar.

“Ada delapan kelompok reog dari Kecamatan Tawangmangu, dan satu dari Kecamatan Jumantono” Kata Sumarno yang juga Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat (Formi) Kabupaten Karanganyar.

Festival itu juga sebagai rangkaian acara Jambore Formi Jawa Bali tahun 2017 yang di buka, Sabtu (4/11), di Lapangan GOR RM Said, Tegalasri, Karanganyar.

Adapun delapan kelompok itu antara lain, Reog Putra Pringgodani, Reog Singo Guno, Reog Singo Utama, Reog Gembong Lawu, Reog Singo Dinar, Reog Pancot Mulyo, Reog Singo Gilang, dan Reog Singo Langit.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, dan beberapa Kepala OPD tampak hadir di acara tersebut.

“Reog asli milik bangsa Indonesia, untuk itu kewajiban kita adalah melestarikan budaya, ini juga hiburan untuk masyarakat,”Kata Juliyatmono.

DISKOMINFO

Salah satu penari cilik yang sangat lincah menarik perhatian warga

Dari pengamatan, kelompok-kelompok reog tampak piawai memainkan peran tokoh masing-masing.

Ada penabuh gamelan, Warok, Jathil, Dadak Merak, Prabu Klono Sewandono, dan Bujang Ganong.

Setiap kelompok mendapatwaktu 30 menit untuk sekali penampilan. Demikian Diskominfo(yoga)

Read More

FESTIVAL REOG KARANGANYAR 2012

Karanganyar, Sabtu (08/12/2012)

Ribuan orang menyaksikan Festival Reog Karanganyar 2012 di Alun-Alun  Karanganyar, Sabtu (08/12). Festival ini diikuti oleh sejumlah kelompok reog yang ada di Bumi Intanpari.

Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani itu memberikan kesempatan pada masing-masing kelompok diberikan waktu hingga 25 menit untuk menampilkan atraksi tari warok.  Seniman juga bisa menampilkan kebolehannya melalui penari Jathilan, Bujangganong, klonosewandono. Selain itu, kelompok seni juga bisa unjuk kebolehan mempertunjukkan tari merak tarung dengan iringan dan kreativitas masing-masing.

Pagelaran festival ini dimaksudkan untuk memberikan rangsangan dan dorongan dalam upaya pembinaan, pengembangan serta peningkatan kesenian yang ada di masyarakat.

“Kita turut berupaya memelihara, melestarikan dan memajukan kesenian reog yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar. Tentunya itu sebagai khasanah budaya daerah dalam menunjang kebudayaan nasional,” kata Ngadimin, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar di sela-sela acara, kemarin.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Rina Iriani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi bagi panitia dan peserta. Dikarenakan kesenian reog bisa hilang jika tidak dilestarikan. Rina menjelaskan jika pihaknya juga menghormati budaya lokal tradisional yang ada di wilayahnya.

“Keanekaragaman budaya merupakan perwujudan kebhinekaan yang merupakan alat pemersatu bangsa. Kami pun akan terus mendukung upaya pelestarian budaya daerah di Karanganyar,” kata kepala daerah yang biasa mengenakan jilbab itu.

 

.pd

Read More