DSC_8772

Pemkab Karanganyar Adakan Festival Durian

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan perwakilan Forkopimda memegang durian di Festival Durian Karanganyar 2018

Karanganyar, Jumat (05/01/2018)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan Festival Durian 2018 yang diikuti puluhan peserta dan bagi yang menang juara 1,2 dan 3 mendapatkan penghargaan berupa piala dan uang, Kamis (04/01) pagi, di Terminal Wisata Mbangun Makutoromo, Karangpandan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo, mengatakan 25 peserta berasal dari petani yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

“Lomba ini ada setelah dua tahun berturut-turut vakum, karena merosotnya produksi durian yang disebabkan musim,”kata Supramnaryo.

Lebih dari itu, juga menemukan dan mengenalkan pohon durian lokal dari Karanganyar, dengan harapan kedepan ada penamaan varietas unggul yang akan diajukan ke Kementerian Pertanian dan akan dijadikan pohon induk bagi perbanyakan bibit.

Kali ini, pihak penyelenggara mengandeng juri dari latar belakang pakar holtikultura, dan pakar buah. Hasilnya, mereka memutuskan juara 1 yakni Wando, dari Mranggen, Pendem, Mojogedang. Juara 2, Wardoyo, dari Pablengan, Matesih, dan Juara 3 yakni Paino, Gendon, Jumantono.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat pembukaan mengatakan dengan adanya festival ini dapat lebih mengenalkan produk durian lokal dari Karanganyar, apalagi Kecamatan penghasil durian.

“Kalau kita lihat, banyak pedagang durian saat musim, berjualan yang strategis, ada pula di desa-desa yang banyak dicari pembeli. Rasa dan aroma khas menjadi incaran penyuka durian,”katanya.

Diakhir acara, ada lelang durian yang dimasukkan di tengok . Sebanyak 38 tengok ditawarkan dengan harga yang berbeda. Ada berisi 10 durian laku Rp. 600 ribu, bahkan ada pula yang sampai Rp. 1,2 juta. (pd)

Read More
DSC_0207 copy

Durian 11 Kilogram Jadi Primadona

Para juri Festival Durian Karanganyar 2014 saat menilai durian yang dilombakan

Para juri Festival Durian Karanganyar 2014 saat menilai durian yang dilombakan

DSC_0207 copy

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengangkat durian jumbo seberat 11 kilogram

Karanganyar, Sabtu (08/03/2014)

Ratusan warga Karanganyar memadati Balai Desa Matesih, Kabupaten Karanganyar dan berpartisipasi dalam Festival Durian Karanganyar 2014, Sabtu (08/3) pagi. Dari belasan jenis durian yang dilombakan, buah berduri tajam seberat 11 kilogram menjadi pusat perhatian masyarakat.

Acara yang dimulai pukul 07.30 pagi itu berisi perlombaan durian bagi perorangan, instansi pemerintahan maupun organisasi. Panitia memiliki kriteria penilaian buah berbau menyengat tersebut. Di antaranya bentuk, bobot buah, tekstur daging, kematangan, warna daging buah dan lainnya. Data dari panitia menyebutkan ada 43 peserta lomba.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dsipertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, Siti Maesyaroch, mengungkapkan acara tersebut menjadi salah satu program dinasnya dan sebagai upaya pengenalan komoditi durian dari Karanganyar. Pasalnya, wilayah Karanganyar terkenal sebagai daerah penghasil durian varietas unggul. “Ada tujuh kecamatan menjadi sentra penghasil durian. Yakni Kecamatan Matesih, Jatipuro, Jumapolo, Jumantono, Ngargoyoso, Mojogedang, Tawangmangu,” kata dia.

Tidak hanya itu, panitia juga melakukan pelelalangan durian dan terbuka untuk masyarakat umum. Dalam acara lelang itu, petani durian melelangnya per keranjang atau buah. Nilainya pun bervariasi antara Rp 1 juta hingga Rp 2,6 juta/ keranjang.

Hanya saja, dari puluhan keranjang yang siap dilelangkan, durian super jumbo dan memiliki berat 11 kilogram merebut perhatian semua pihak. Tak terkecuali Bupati Karanganyar Juliyatmono yang membuka acara festival tersebut. Ditemani Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo begitu terkesima dengan ukuran durian yang sangat besar. Alhasil, Juliyatmono membeli dengan uang Rp 1 juta untuk memilikinya.

“Ini salah satu potensi Kabupaten Karanganyar dan harus tetap dilestarikan. Oleh karena itu, kami menyelenggarakan acara ini. Dengan harapan, durian dari Karanganyar bisa dikenal oleh masyarakat umum sehingga berdampak pada kesejahteraan para petani,” katanya.

Usai pelaksanaan lomba dan lelang, masyarakat berduyun-duyun mengambil dan menyicipi durian unggulan Bumi Intanpari. Bahkan, durian yang dilombakan ludes dimakan oleh warga. pd

 

Read More
DSC_8257

Kabupaten Karanganyar Adakan Festival Durian

DSC_8257

Bupati Karanganyar, Kapolres Karanganyar dan Dandim 0727 Karanganyar saat hadiri Festival Durian di Lapangan Tugu, Genengan, Jumantono, Minggu Pagi (23/02)

Buah durian dengan ciri dan bau khasnya telah menjadi daya tarik bagi para penikmat durian. Tak hanya itu, rasa yang manis dengan sedikit pahit merupakan rasa durian yang kerap dicari masyarakat.  Dari hal tersebut Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan Festival Durian untuk tingkat Kecamatan dilapangan Tugu, Dusun Genengan, Kecamatan Jumantono. Minggu (23/02).

Kegiatan yang melibatkan petani durian se-Kecamatan Jumantono ini diikuti sebanyak 58 peserta perlombaan difestival durian dimana acara ini cukup menarik perhatian masyarakat. Selain perlombaan, Kardi selaku ketua panitia pelaksana mengatakan dalam festival ini diharapkan Pemerintah Kab. Karanganyar dapat meresmikan daerah dari pemenang lomba buah durian sebagai Desa wisata buah durian di Kecamatan Jumantono.

“Kriteria penilaian berdasarkan dari ketebalan, kekenyalan dan warna dari daging durian serta dari besarnya ukuran buah durian.” Terang Wiji Suparmanto perwakilan Disperindagkop Kab. Karanganyar yang menjadi salah satu juri dalam festival durian tersebut.

Darmi warga Dusun Genengan Kecamatan Jumantono akhirnya menjadi pemenang perlombaan dengan perolehan skor 285 dan berhak atas hadiah LCD TV 21 inc + Sertifikat + Uang Tunai dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan Karanganyar. “Setelah bu Darmi keluar menjadi pemenang perlombaan, maka saya resmikan Dusun Genengan sebagai Desa wisata buah durian di tingkat Kecamatan serta Bu Darmi akan mendapatkan pembinaan dari Dinas Pertanian untuk penanaman bibit unggul tersebut”. Lengkap Juliyatmono. ch/ds

Read More