WEB copy

IKATANI UNS Sumbang 2000 Pohon Flamboyan Untuk Kawasan Wisata

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo () dan Dekan Fakultas Pertanian UNS seusai menanam pohon flamboyan di Terminal Wisata Karangpandan

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo (jongkok, kedua dari kanan) dan Dekan Fakultas Pertanian  UNS Prof. Dr. Bambang Pujiasmanto, MS  (jongkok, ketiga dari kiri) seusai menanam pohon flamboyan di Terminal Wisata Karangpandan

 

 

Karanganyar, Senin (06/02/2017)

Ikatan Alumni Fakultas Pertanian (IKATANI) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberi sumbangan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, berupa 2000 pohon flamboyan untuk ditanam di sejumlah kawasan wisata, Sabtu (03/02).

Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof. Dr. Bambang Pujiasmanto, MS, mengatakan, bantuan berupa 2000 pohon flamboyan itu untuk melestarikan lingkungkan hidup di Kabupaten Karanganyar.

“Ini juga sebagai bentuk kepedulian kami terhadap pengembangan kawasan wisata di Kabupaten Karanganyar, selain itu untuk menambah estetika lingkungan,” kata Prof. Dr. Bambang Pujiasmanto, MS.

Penerimaan bibit flamboyan itu sendiri diterima langsung dan secara simbolis oleh Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, di Terminal Wisata  Karangpandan. Selain itu acara juga dihadiri sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar, dan Pimpinan BUMD Kabupaten Karanganyar.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, mengatakan diharapkan seluruh pohon flamboyan yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.

“Pohon flamboyan ini nantinya dapat menambah daya tarik pengunjung untuk mengunjungi seluruh objek wisata yang berada di Kabupaten Karanganyar. Apalagi saat ini kegemaran untuk foto selfie,” kata Rohadi.

Dari 2000 pohon yang diberikan pada daerah wisata yang berada di Kabupaten Karanganyar dapat dirinci sebagai berikut, Terminal Wisata Karangpandan (200 batang), objek wisata Cumpleng (75 batang), objek wisata Pablengan (75 batang), objek wisata Candi Sukuh (75 batang), objek wisata Candi Cetho (75 batang), Bumi Perkemahan (500 batang), lahan sebelah Timur Terminal Wisata Karangpandan (50 batang).

Selain itu juga untuk Taman Pancasila dan waduk Lalung (200 batang), taman lalu lintas (50 batang), objek wisata Edupark (100 batang), desa Trengguli (100 batang), desa Anggrasmanis (100 batang), desa Selomoro (100 batang), desa Berjo (100 batang), desa Kemuning (100 batang), dan desa Karang (100 batang).

Pada akhir acara, dilakukan penanaman pohon flamboyan di tiga titik di Terminal  Wisata Karangpandan.(pd/by)

Read More
dsc_0050

22 Desa Menjadi Lokasi KKN

Kominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan KKN UNS di Pendopo RD Bupati, Selasa(10/01)

Karanganyar, Selasa 10 januari 2017

Sejumlah 194 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di dua Kecamatan di wilayah Karanganyar yang tersebar di dua puluh dua desa.

Penyerahan mahasiswa KKN UNS dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar oleh Ketua Koordinator Lapangan, Hendro Saputra yang diterima langsung Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Selasa (10/01/2017).

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati menyambut positif dan mendukung penuh kegiatan KKN yang berlangsung selama 45 hari kedepan di dua kecamatan yakni Kecamatan Jenawi tersebar di sembilan desa dan Kecamatan Mojogedang tersebar di tiga belas desa.

“KKN ini sebagai sarana menerapkan ilmu dan memperoleh ilmu dikehidupan masyarakat. Jangan malu, jangan sungkan untuk melakukan sesuatu yang membawa manfaat di lokasi KKN,”terang Rohadi Widodo saat menyampaikan sambutannya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemkab melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Karanganyar  telah bekerjasama dengan Fakultas Pertanian UNS Surakarta mengembangkan kawasan organik yakni di Matesih dan Karangpandan yang terkenal dengan produksi beras merah, beras hitam, beras mentik susu dan beras mentik wangi dengan kemasan yang cukup bagus dan menjual secara pemasaran.

“Di Jenawi sendiri menjadi pusat budidaya pisang dengan empat varietas. Yang terkenal dengan pisang Semar, karena bibit dari Fakultas Pertanian Sebelas Maret sampai sekarang terus kita kembangkan,”kata Wabup.

Sementara itu, untuk wilayah Mojogedang merupakan kawasan kering sehingga jumlah warga miskinnya relatif banyak.

“Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi di daerah Jenawi dengan udaranya yang dingin, sejuk dan jumlah penduduk relatif sedikit,”tuturnya.

Rohadi Widodo berharap kehadiran mahasiswa KKN ini dapat membantu mengangkat potensi yang ada di wilayah masing-masing KKN sebagai pilar marketing.

“Bentuk kerjasama yang baik sebagai upaya perbaikan disegala bidang untuk lebih meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,”harap Rohadi dihadapan mahasiswa UNS.

Demikian Diskominfo (ind/ft)

Read More
DSC_0209 copy

Jenawi Dijadikan Sentra Pisang

Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S (kiri), Bupati Karanganyar, Juliyatmono (dua dari kiri) setelah penanaman pohon pisang di halaman belakang Kecamatan Jenawi, Kamis (07/04)

Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S (kiri), Bupati Karanganyar, Juliyatmono (dua dari kiri) setelah penanaman pohon pisang di halaman belakang Kecamatan Jenawi, Kamis (07/04)

Karanganyar, Kamis (07/04/2016)

Kecamatan Jenawi di Kabupaten Karanganyar dijadikan sentra pisang, sebagai salah satu wilayah yang menjadi sentra buah-buahan. Seperti buah duku di Kecamatan Matesih, jambu di Kecamatan Ngargoyoso, durian di Kecamatan Jumantono, Jumapolo, dan Jatipuro, kakao di Jatiyoso.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan kerja sama dengan Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan sentra pisang di Kecamatan Jenawi.

“Setelah adanya pengembangan ini, diharapkan adanya kunjungan wisata kawasan pisang di Kecamatan Jenawai. Namun tidak menutup kemungkinan bisa dikembangkan di Kecamatan lain, seperti di Kecamatan Tawangmangu, tetapi pasar pisang ada di Jenawi,” kata Bupati Karanganyar sesuai acara Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian, dalam rangka Lustrum ke 8 UNS, di halaman Kecamatan Jenawai, Kamis (07/04) pagi.

Sementara itu, ditempat yang sama Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S, mengatakan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat oleh Fakultas Pertanian untuk pengembangan pisang.

“Karena pisang di Indonesia ada yang impor, kita ingin buah itu bisa expor dengan mengembangkannya dan mengajak masyarakat untuk menanam pisang,” katanya.

Dia juga menjelaskan karena Pemkab Karanganyar memiliki sentra pengambangan pisang, maka UNS serius mendukung program itu sehingga menghasilakn produk unggulan serta mensejahterakan masyarakat.

“Pisang bisa berdimensi banyak, bisa obat, makanan, sosial ekonomi dan pendidikan,” katanya.

Fakultas Pertanian, UNS saat ini telah menghasilkan varietas pisang jenis Semar (Sebelas Maret), sebagai hasil riset dari laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Bioteknologi.

“Kualitas jenis Semar ini lebih baik, buah lebih bagus dan pertahanan lebih baik. Umur 9 bulan sudah bisa dipanen,” katanya.

Ditambahkan pula oleh Dekan Fakultas Pertanian, UNS, Prof. Dr. Ir. Bambang Puji Asmanto, MS, sebanyak 3.250 bibit pisang jenis Raja dan Cavendish diberikan untuk warga, dan nantinya juga akan diberikan 4.000 bibit.

“Berbagai koleksi jenis pisang ada disini. bahkan pisang yang tidak disukai sebagai untuk menyilangkan,” katanya. pd

Read More