00137_00_00_04_34

Gelar Literasi Digital Pelajar, Diskominfo Tumbuhkan Talenta Muda di Dunia Digital

Karanganyar – Hampir semua orang saat ini bisa mengoperasikan perangkat digital, termasuk anak – anak dan orang tua. Literasi sangat penting untuk mengedukasi masyarakat agar tidak sekedar tahu tetapi juga mengerti dunia digital terlebih anak pelajar. Hal tersebut disampaikan Plt. Sekretaris Diskominfo Karanganyar, Eko Supriyadi, S.S., M.Eng, ketika memberikan sambutan mewakili Kepala Diskominfo Karanganyar dalam kegiatan Literasi Digital Pelajar yang digelar di SMPN 01 Ngargoyoso, Kamis (05/09).

Eko Supriyadi, S.S., M.Eng ketika memberikan sambutan

“Kalau sekedar bisa orang tua pun bisa, anak kecil, adik – adik semua bisa, tapi yang namanya literasi itu lebih dari sekedar tahu tapi bisa mengerti”, tuturnya.

Sementara itu, Wakasek Bidang Kurikulum SMPN 01 Ngargoyoso, Agus Hagnanto, S.Pd., berharap dengan adanya literasi untuk pelajar mampu memberikan dorongan kepada anak didiknya untuk ikut berkreasi memproduksi konten kreatif yang bermanfaat tidak hanya menjadi penonton di dunia digital.

“Siapa tahu salah satu diantara anak- anak ini akan menjadi selebgram atau youtuber terkenal, kalian jangan hanya jadi konsumen saja tapi kita harapkan jadi produsennya”, tambahnya.

Para peserta tampak aktif dan antusias hingga sesi tanya jawab. Prahum Diskominfo Karanganyar, Sopiyatun, S.Sos., M.I.Kom, ketika ditanya siswa tentang cara mengenali hoaks memaparkan beberapa tips diantaranya judul yang bombastis dan pastikan untuk cek alamat sumbernya. Berita hoaks lebih sering muncul dari sumber – sumber diluar media mainstream. Selain itu juga untuk selalu mengecek kesesuaian judul dengan isinya.

“Kadang antara isi dengan judul tidak sama, bila menemukan hal seperti itu kita harus compare dengan pemberitaan di media mainstream”, tambahnya.

Hans Digital Creator dan Terra Sudiro

Kegiatan Literasi Digital Pelajar ini menghadirkan narasumber Dwi Hantoro, S.I.Kom seorang konten kreator bersama dengan MC kondang Terra Sudiro. Dalam paparannya, Hans menyampaikan pentingnya literasi, hal – hal yang tidak boleh ditiru, hingga peluang dapat cuan dari dunia digital (Oki)

Read More
DSC_0005

PNS Antri Tukar Uang Baru

Antrian PNS dan masyarakat umum untuk menukarjan pecahan uang baru di mobil layanan BI, Selasa (07/07) di halaman Setda Karanganyar

Antrian PNS dan masyarakat umum untuk menukarjan pecahan uang baru di mobil layanan BI, Selasa (07/07) di halaman Setda Karanganyar

Karanganyar, Rabu (08/07/2015)
Kehadiran layanan mobil keliling Bank Indonesia di halaman Setda Kabupaten Karanganyar, cukup membantu bagi para PNS dan masyarakat umum yang menukarkan uang baru untuk bagi-bagi rejeki lebaran nanti.
Mereka antri satu persatu untuk menukarkan uang baru pecahan Rp. 2 ribu, Rp. 10 ribu, dan Rp. 20 ribu. Namun untuk pecahan Rp. 5 ribu telah habis, Selasa (07/07). Seperti di tempat penukaran Bank yang sudah ditunjuk, maksimal penukaran hanya Rp. 3,9 juta.
Ini sudah ke dua kali selama puasa, Kamis (02/07) juga ada pelayanan mobil keliling ditempat yang sama.
Salah satu PNS di lingkup Setda Kabupaten Karanganyar yang ikut antri, Eko Supriyadi mengatakan menukarkan uang dengan pecahan baru sebanyak Rp 2 juta. “Iya, ini menukarkan pecahan baru untuk anak-anak, keponakan dan anak kecil disekitar rumah,” ujarnya.
Caranya pun cukup mudah, hanya antri kemudian menukarkan uang baru pecahan yang diinginkan. pd

Read More
DSC_0029

Manisnya Duku Matesih

Karanganyar, Selasa (16/12/2014)

DSC_0029

Letak Kabupaten Karanganyar yang wilayahnya sebagian berada di lereng Gunung Lawu mempunyai berbagai potensi buah-buahan dan sayuran. Seperti salah satunya di Kecamatan Matesih, merupakan salah satu penghasil buah duku. Tepatnya di desa Plosorejo, sabagai salah satu sentra penghasil buah duku.

Salah satu warga setempat, Eko Supriyadi mengatakan di desanya rata-rata warga mempunyai pohon duku. Ada yang mempunyai lima hingga 10 pohon di pekarangan rumanya.
“Ciri khas buah duku dari sini terasa lebih manis, jumlah biji sedikit, dan kulitnya lebih kuat sehingga tidak mudah membusuk,” jelas Eko Supriyadi, Senin (15/12) sore saat di temui di rumahnya.

Di desa ini, lanjut Eko, mudah menjumpai pohon duku dengan diameter cukup besar, antara 60 sampai 100 cm dengan ketinggian mencapai diatas 30 meter. Usia pohon duku di sini ini rata-rata sudah berumur ratusan tahun.

“Pohon duku yang berdiameter besar, sudah ada sebelum mereka menghuni pekarangan tersebut. Sebagai contoh, untuk duku dengan diameter 60 cm usianya bisa mencapai 100 tahun. Jadi mereka mewarisi pohon duku itu dari nenek moyang mereka turun temurun,” jelasnya.

Masyarakat di desa Ploserejo mendapatkan penghasilan tambahan lumayan disamping profesi pokoknya sebagai petani. Untuk satu pohon duku saja bisa menghasilkan antara satu sampai lima kuintal buah duku. “Jika per kilonya harga tengkulak Rp. 15.000,00 saja, maka mereka mendapatkan hasil 1,2 juta hingga 7,5 juta untuk sekali musim panen,” kata Eko.

Selain di desa Plosorejo, setidaknya ada tiga desa di kecamatan Matesih sebagai sentra tanaman duku, yaitu di desa Gantiwarno, desa Dawung, desa Pablengan, desa Matesih, dan desa Koripan. Tempat ini sangat berpotensi sebagai sentra budidaya tanaman duku. Kedepan, Karanganyar akan memiliki ikon baru yang lebih menonjol dalam bidang agrowisata khususnya dalam hal produksi buah duku. pd

Read More