DSC_0129

Seminar Bonus Demografi

DSC_0391

Suasana Seminar Bonus Demografi BPPKAB Karanganyar

DSC_0129

Bupati Karanganyar Juliyatmono Keynote Speaker Dalam Seminar Bonus Demografi

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak keluarga Berencana (BP3AKB) bekerja sama dengan Yasasan Cipta Cara Padu Foundation mengadakan seminar dalam rangka program Advance Family Planning dengan tema “Mengoptimalkan dan memanfaatkan potensi bonus demografi untuk bersama memajukan Kabupaten Karanganyar”. Diadakan di Hotel Taman Sari karanganyar dan diikuti oleh 53 peserta, seminar yang bertujuan untuk memperkuat Konsep-konsep dasar pemanfaatan bonus demografi ini dimulai pukul 10.00 WIB dengan mendatangkan narasumber DR. Sony Harry B. Harmadi (Kepala Lembaga Demografi UI, Jakarta).

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengangkat topik tentang pemaanfaatan bonus demografi dalam penyusunan perencanaan pembangunan di Kabupaten Karanganyar. Keikut sertaan pemerintah dalam menekan pertumbuhan, bukan lain agar terkendalinya pertumbuhan dan majunya negara Indonesia di masa depan.

“Kalau pertumbuhan penduduk tidak terkendali dari sekarang, dua puluh atau lima puluh tahun lagi kalau kita masih hidup tidak bisa membayangkan Indonesia seperti apa” ujar Juliyatmono.

Perbedaan jaman menjadikan pemerintah mengambil kebijakan yang berbeda pula. Dahulu pemerintah pernah berhasil menekan angka pertumbuhan penduduk dengan mengharuskan menggunakan alat kontrasepsi tetapi sekarang dengan cara membuka kesadaran penduduk itu sendiri.

sementara itu, ketua panitia sekaligus Kepala BP3KAB Karanganyar Any Indrihastuti melaporkan bahwa kerjasama ini merupakan bentuk upaya kontribusif untuk mempersiapkn diri menghadapi bonus demografi, dan sebagai media penghubung untuk instansi-instansi di berbagai bidang kemudian masyarakat pada umumnya untuk bersama menciptakan kepeduliaan terhadap fenomena kependudukan serta mampu untuk memberikan manfaat yang konkret terkait peran serta masing-masing individu maupun instansi dalam menghadapi tantangan bonus demografi. ad

Read More

PEMKAB KARANGANYAR TANDA TANGANI MoU dengan KOREA

Sesuai program penanganan maslah sampah, Bupati Karanganyar DR. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum tak mai-main untuk mewujudkan “Sampah Menjadi Berkah”, dibuktikan Sabtu 28 Januari 2012 telah menanda tangani kesepahaman dengan PT. Energy Korea Green Indonesia yang ditanda tangani Direktur Utama Lee Su Keun di Jakarta dalam nota kesepakatan bersama No. 658.1/05/2012 tentang Pemanfaatan Tanah Milik Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk Pembangunan Pabrik Pengolahan Limbah/Sampah dan Energi yang Terbaharukan (RDF). Pemkab Karanganyar yang mempunyai program menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat secara umum serta menuntaskan permasalahan limbah/sampah sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat, telah menemukan mitra yang memiliki metode penanggulangan sampah secara efektif dan efisien dan telah berpengalaman membangun pabrik pengolahan dari perencanaan, rancang bangun, konstruksi dan pembangunan pabrik. Sehingga mengurangi polusi (zero polution) serta mengelola sampai habis semua limbah/sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga dan industri untuk menjadi energi terbaharukan (renewable) atau produk yang dapat dimanfaatkan dari proses daur ulang (recycle) sehingga sampah/limbah tersebut menjadi berkah karena akan mempunyai nilai ekonomis.

Pabrik yang akan dibangun di atas tanah 3 hektar terletak di Desa Sukosari Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar akan di lengkapi dengan taman, resto maupun fasilitas publik.

Penyediaan pasokan limbah/sampah secara berkelanjutan minimal 100 tan/hari. Dari kapasitas kemampuan pabrik yang direncanakan terwujud akhir tahun 2012 tersebut wajar kalau Bupati Rina berkelakar “kalau ingin membuang sampah, silahkan ke karanganyar…” karena memang pabrik nantinya membutuhkan bahan baku yang tidak sedikit. Dishukominfo Kra (bgt)

Read More

Pasar Jumat

Wisata belanja karanganyar terletak di dekat Jalan Perkantoran Pemkab Karanganyar. Anda akan melihat pemandangan yang tidak biasa dibandingkan hari-hari lainnya. Bukan hal istimewa memang, tetapi itulah kerumunan orang yang sedang tawar-menawar di “pasar tiban” pasar yang berada di Kabupaten karanganyar ini  hanya buka setiap hari jumat dan tidak ada sangkut paut dengan penanggalan jawa yang sering disebut “pasaran”.

Itulah alasan pasar ini disebut pasar jumat. Pasar ini sendiri dibuka dan mulai diresmikan oleh Ibu Bupati Karanganyar DR. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih,  M.Hum. Di Pasar Jumat anda biasa melihat keramaian di sana diwarnai pemajangan beraneka ragam komoditas dagang. Mulai dari kebutuhan sembilan bahan pokok hingga kebutuhan skunder lainnya, terpajang di sana. Para pedagang yang berjualan di tempat itu tidak hanya berasal dari Karanganyar. Beberapa di antara mereka datang dari Solo, Sukoharjo, Sragen dan lain-lain.

Read More