Longsor, Jalan Jatiyoso-Matesih Lumpuh

DSC_0141Karanganyar, Kamis (20/12/2012)

Longsor yang terjadi di Desa Jatiyoso, Selasa (18/12) malam kemarin, mengakibatkan terputusnya ruas jalan di Karangsari yang menghubungkan Jatiyoso, Matesih, dan Karangpandan. Longsoran tanah itu menutup ruas jalan itu memiliki ketinggian antara tiga hingga delapan meter.

Data Pemkab Karanganyar menyebutkan longsoran tersebut ada tiga titik longsoran. Titik tersebut berada di Dusun Pacet, Plobosempun, dan Tlobo. Hingga Rabu (19/12), alat berat belum bisa memasuki area longsoran. Akibatnya, warga dan petugas berusaha menyingkirkan tanah longsoran itu dengan alat seadanya.

Salah seorang staff Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Supriyadi menjelaskan, jalan di Dusun Pacet yang tertimbun longsong sepanjang 30 meter dengan ketinggian lima meter. Sementara itu, titik longsor di Dusun Plobosempun memiliki panjang 50 meter dan tinggi delapan meter. “Kalau jalan di Desa Tlobo, longsor menutup jalan sepanjang 1 meter dengan ketinggian sekitar tiga meter,” kata Supriyadi saat ditemui di lokasi longsoran.

Terkait dengan penanganan longsor, Pemkab menegaskan jika langkah pengerukan longsoran memerlukan waktu yang cukup lama. Tidak hanya satu hingga dua hari, akan tetap dinas memprediksi pengerukan membutuhkan waktu hingga sebulan ke depan.

Perkiraan tersebut disampaikan oleh Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU, Suparmin. Pihaknya beralasan jika lamanya waktu pengerukan lantaran jalan yang tertutup tanah longsor sangat panjang. Apalagi, ketinggian longsoran juga bisa dikatakan sangat tinggi. “Kemungkinan memerlukan waktu sekitar satu bulan untuk menyelesaikan itu,” ungkap Suparmin.

Dia mengaku kesulitan untuk mengerahkan backhoe besar, karena harus memakai trailer. Oleh karena itu, pihaknya hanya bisa menggunakan backhoe kecil. “Jumlahnya juga hanya satu. Itu karena alat berat yang kami punya pun juga harus dipergunakan untuk pengerjaan proyek lainnya,” jelas Suparmin.

Ditemui di lokasi longsoran, salah seorang warga, Elis memaparkan jika aktivitasnya dan warga sekitar terganggu akibat longsor yang memutus jalur Matesih-Karangpandan itu.

“Jalan itu benar-benar tidak bisa dilalui motor. Kalau warga ingin nekat ya harus berjalan. Tapi alternatif lainnya, warga bisa memutar arah melewati Jatipuri atau Desa Beruk,” ujar Elis.

 

 

.pd

Read More

Rencana Umum Pengadaan Barang/ Jasa Perubahan Tahun Anggaran 2012 Disdukcapil, Dishubkominfo, DPU, Kantor Ketahanan Pangan dan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Karanganyar

Berdasarkan Prepres 54 Tahun 2010, dengan ini Pengguna Anggaran SKPD di Kabupaten mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/ Jasa Perubahan Tahun Anggaran 2012 untuk diketahui masyarakat dan seluruh pihak yang berkepentingan.

Download: RUP_P_2012_disdukcapil, RUP_P_2012_dishubkominfo,  RUP_P_2012_DPU,  RUP_P_2012_ketahanan_panganRUP_P_2012_perpusda

Read More

Rencana Umum Pengadaan Barang/ Jasa Perubahan Tahun Anggaran 2012 BAPPEDA, BLH, DISDIKPORA, DISPERTANBUNHUT, DKP & DPU Kabupaten Karanganyar

Berdasarkan Prepres 54 Tahun 2010, dengan ini Pengguna Anggaran SKPD di Kabupaten mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/ Jasa Perubahan Tahun Anggaran 2012 untuk diketahui masyarakat dan seluruh pihak yang berkepentingan.

Download: BAPPEDA, BLH, DISDIKPORA, DISPERTANBUNHUT, DKP & DPU

Read More

Jalan Utama Kawasan Wisata Sukuh-Cetho Rusak Parah

Jalan utama kawasan wisata Candi Sukuh, Ngargoyoso, hingga Candi Cetho, Jenawi di Kabupaten Karanganyar rusak parah.

Pada 2012 ini perbaikan jalan baru sepanjang dua kilometer. Padahal jalur Ngargoyoso hingga Jenawi menyuguhkan objek wisata milik Kabupaten Karanganyar yang sangat berlimpah. Di jalur tersebut dapat kita jumpai objek wisata unggulan Candi Sukuh dan Cetho. Lainnya, ada hamparan kebun teh Kemuning, Air Terjun Jumog, Air Terjun Parang Ijo,Telaga Madirda, Tahura dan jajaran tempat pribadatan umat Hindu.

Sayang, berdasarkan pantauan, Kamis (20/9/2012), banyak lubang menganga di sepanjang jalur utama kawasan wisata tersebut. Salah satu area paling parah terlihat di jalan depan Polsek Ngargoyoso.  “Beberapa wisatawan mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan minimnya petunjuk arah menuju objek wisata,” ungkap seorang petugas pintu masuk kawasan wisata Sukuh-Cetho, Saimin, saat ditemui, Kamis.

Camat Ngargoyoso, Sugiyarto, Kamis itu mengatakan kondisi jalan utama yang rusak memang mempengaruhi pariwisata di daerahnya. Namun, menurutnya masih bisa terbantu dengan kondisi jalan masuk masing-masing objek wisata yang sudah cukup baik berkat pengelolaan desa.

Sebenarnya sudah ada anggaran rutin tiap tahunnya yang digelontorkan Pemkab Karanganyar lewat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk merawat jalan utama. Namun, entah kondisi tanah atau material penambal lubang jalan yang kurang berkualitas membuat jalan kembali berlubang. Saat ini, perbaikan jalan utama baru dilaksanakan sepanjang dua kilometer dari titik Sudimoro hingga Ngargoyoso.

“Tender proyek baru saja dilaksanakan. Pengerjaan baru dimulai dari penyelesaian gorong-gorong. Tak perlu menunggu lama, jalan akan kembali mulus,” jelas Kepala DPU Karanganyar, Priharyanto.

Read More

Sosialisasikan Rencana Fly Over

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karanganyar menggelar rapat dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rabu (27/6) terkait rencana pembangunan flu over Palur yang akan dimulai Juli 2012 nanti.
Ketua Komisi III DPRD Karanganyar, Sadiyo, menjelaskan bahwa pembahasan yang dilakukan antara DPU dan DPRD Karanganyar terkait sosialisasi, pemasangan patok, dan ganti rugi untuk lahan yang tergusur akibat proyek pembangunan fly over tersebut.
Menurutnya, hal yang paling utama harus dilakukan oleh DPU adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat. “Secepatnya sosialisasi itu harus dilakukan. Setidaknya pekan depan sudah harus dilakukan. Setelah sosialisasi maka dapat langsung memasang patok lahan, dan mengurus ganti rugi kepada warga,” terang Sadiyo kepada wartawan, Rabu (27/6).
Sadiyo mengingatkan agar dalam proses ganti rugi lahan yang akan terkena proyek pembangunan fly over, tidaklah merugikan masyarakat. Menurutnya kisaran harga ganti rugi harus disepakati antara warga dengan pihak DPU. “DPRD tidak ikut campur terkait ganti rugi. Hanya saja jangan sampai warga dirugikan. Setidaknya harga ganti rugi itu di atas Nilai Jual Objek pajak (NJOP). Kalau di sekitar situ sekitar Rp 4 juta per meter,” tambah Sadiyo.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mengawasi proses proyek pembangunan fly over Palur tersebut. “Kami akan terus mengawal dan mengawasi proyek pembangunan tersebut. Karena proyek tersebut untuk kepentingan umum, proyek negara tersebut akan tetap dilanjutkan,” jelas Sadiyo.
Sementara itu, Kepala DPU Karanganyar, Priharyanto, menjelaskan bahwa terkait kisaran harga akan ditaksir oleh tim penaksir. Menurutnya, angka tersebut masih belum dipastikan dan masih dalam tahap penghitungan.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com

Read More

JALAN RUSAK: DPU Perbaiki Jalan Dagen-Tasikmadu Tahun Ini

Perbaikan Jl Mojo atau jalan alternatif yang menghubungkan Desa Dagen,Kecamatan Jaten dengan wilayah Kecamatan Tasikmadu masuk dalam perencanaan pembangunan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar tahun 2012  ini.

Plot anggaran dana perbaikan jalan sepanjang dua kilometer itu sekitar Rp1,25 miliar.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Darmanto mewakili Kepala DPU Karangayar Priharyanto mengatakan proses lelang proyek ini belum dimulai. “Kemungkinan akhir Mei baru dilelang. Kami sedang mempersiapkan dokumen administrasinya.

Menanggapi kondisi jalan yang rusak parah akibat sering dilalui truk bermuatan berat melebihi batas tonase, Darmanto mengatakan Pemkab Karanganyar tidak bisa menaikkan kelas jalan karena keterbatasan dana APBD. “Kalau menaikkan kelas jalan jelas tidak mungkin, prosedurnya rumit karena harus membebaskan lahan untuk pelebaran jalan. Kalau meningkatkan mutu jalan masih bisa tetapi itu juga disesuaikan dengan kemampuan APBD Karanganyar,” imbuh dia.

Ia menguraikan besaran dana untuk meningkatkan mutu jalan itu biayanya tidak sedikit. Perbaikan jalan kabupaten (kelas IIIC) dengan batas tonase maksimal 8 ton sepanjang sekitar 2 kilometer menghabiskan dana Rp1,25 miliar. Sedangkan untuk menaikkan mutu jalan, dana sekitar Rp1 miliar hanya cukup untuk memperbaiki jalan sepanjang 200 meter.

“Kalau mutu jalan ditingkatkan batas tonasenya naik menjadi 20 ton. Tapi kendaraan yang lewat di jalan itu kan muatannya hingga 30 ton. Anggaran dana perbaikan jalan juga diplot untuk beberapa wilayah, tidak ada terpusat di satu tempat. Kalau di sana dinaikkan mutu jalannya kasihan jalan lain tidak bisa diperbaiki,” ungkap Darmanto.

Untuk meningkatkan mutu jalan dibutuhkan ketebalan lapis pondasi bawah (LPH) sekitar 20-30 cm, sedangkan lapis atas pondasi 30-40 sentimeter . Tebal aspal minimal 4 sentimeter , sedangkan lapisan aspal buton (lataston) minimal 4 sentimeter .

Menurutnya, saat ini DPU Karanganyar juga tengah mengusulkan kepada Dinas Pekerjaan Umum tingkat Provinsi untuk menaikkan kelas jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. Ruas jalan yang diusulkan di antaranya Jl Colomadu-Banyuanyar dan Jl Grompol-Jambangan.
DPU Karanganyar sudah mengirimkan surat kepada DPU Provinsi Jawa Tengah, tetapi hingga saat ini belum ada konfirmasi ataupun realisasi dari pihak terkait.

Read More

JEMBATAN AMBROL, Warga Tasikmadu Harus Memutar

Lubang cukup lebar mengangga di jembatan Ngamban penghubung antar kecamatan Jaten dan Tasikmadu, tepatnya di Dusun Buran, Tasikmadu.

Jembatan sepanjang 14 meter ini nyaris putus karena pondasi jembatan rapuh tak kuat menahan gerusan air sungai yang banjir, Minggu (12/2). Akibatnya akses warga terputus dan harus memutar melalui jalur lain yang lebih jauh.

Informasi dihimpun menyebutkan jembatan yang berada di perbatasan antara Buran, Tasikmadu dan Jumog, Jaten, Karanganyar ini ambrol setelah tergerus banjir pada Minggu malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah Karanganyar hingga beberapa jam menyebabkan arus sungai naik.

Puncaknya pada Senin pagi pondasi tengah jembatan hancur dan membuat badan jalan amblas membentuk lubang menganga hingga sekitar satu meter. Sementara di bawah jembatan, pondasi telah hancur tergerus banjir.

Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas. Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Saat ini, baik kendaraan roda dua maupun empat tidak bisa lagi melintas diatas jembatan tersebut. Namun sebagian warga masih tetap nekat melintas meski dihantui perasaan waswas.

Warga setempat terpaksa menutup dan berjaga di ujung jalan menuju jembatan. Mereka memperingatkan para pengguna jalan agar memutar balik karena jembatan putus. Warga Buran, Sugiyanto mengatakan sejak dibangun tahun 1968 silam, pondasi jembatan tidak pernah direnovasi.

Namun talut di sekitar jembatan sempat diperbaiki. Menurutnya, jembatan ini sangat vital karena menjadi akses tercepat menuju kota. ”Dengan jembatan putus, kami terpaksa mutar jauh. Akses perekonomian juga menjadi terhambat,” tuturnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Aji Pratama Heru K meminta warga tidak nekat melintas di jembatan tersebut. Saat ini, Heru menambahkan kondisi jembatan tidak bisa dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat. ”Meski jalan kaki warga jangan nekat melintas. Karena kondisi jembatan sudah sangat rawan jika dilalui,” tegas Heru.

Heru mengatakan telah melaporkan jembatan ambrol ke BPBD Provinsi serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Heru mengatakan tim teknis terdiri atas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) serta BPBD telah melakukan penghitungan teknis kondisi jembatan. Dengan demikian perbaikan jembatan akan diusulkan dalam anggaran bencana.

Heru mengatakan hujan deras yang mengguyur Karanganyar tidak hanya membuat beberapa sungai meluap. Namun juga merusak infrastruktur Jalan Raya Solo-Karanganyar, tepatnya di perempatan Papahan. Kondisi jalan sepanjang hampir 10 meter merekah sedalam 10 sentimeter. ”Kondisi jalan langsung ditangani dan diperbaiki oleh DPU”.

Read More

SEKDA KARANGANYAR Akhirnya Dilantik

Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, akhirnya melantik sekretaris daerah (Sekda) Karanganyar, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (7/2/2012) sore. Jabatan Sekda akhirnya jatuh kepada Samsi, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Karanganyar.

Ia mengalahkan dua kandidat lainnya, yakni staf ahli, Utomo Sidi dan Asisten Bidang Pemerintahan, Any Indriastuti. Samsi dilantik bersamaan dengan pelantikan sekitar 200 pejabat eselon II, III, IV dan V serta kepala sekolah di lingkungan pemerintah Kabupaten Karaganyar. Sementara itu, jabatan Sekretaris DPRD yang ditinggalkan Samsi, kini dijabat oleh Achmad Sapari, yang sebelumnya sebagai Asisten Perekonomian.

Jabatan Asisten Perekonomian lalu dijabat oleh Didik Djoko Bakdono, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Sedangkan Kepala DPU dijabat oleh Priharyanto, yang sebelumnya sebagai staf ahli. Dengan telah dilantiknya Samsi sebagai Sekda Karanganyar, maka Plt Sekda, Sri Suranto, dikembalikan ke jabatan semula yakni Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

Dalam kesempatan itu, Rina mengatakan bahwa orang yang telah mendapatkan jabatan tidak boleh sembrono. “Bukan hanya Sekda, tapi juga jabatan lain yang saat ini sudah dilantik,” ujar Rina saat ditemui wartawan usai pelantikan, Selasa sore. Ia berpesan agar dalam menjalankan jabatan harus berhati-hati. Kalau tidak sesuai dengan aturan yang telah tertulis, maka jutru akan menjerumuskannya sendiri.

Read More

Jalan Tembus Selesai 2013

Jalan tembus Tawangmangu–Magetan sepanjang 9,15 kilometer yang telah dikerjakan sejak tahun 2006 ditargetkan akan selesai pada tahun 2013. Dengan kucuran dana dari pusat sebesar Rp 5 miliar yang baru saja cair, Pemkab Karanganyar optimis bisa menyelesaikan proyek ini tahun 2013 depan.
“Mudah-mudahan dengan kucuran dana dari pusat, awal tahun 2013 proyek jalan ini bisa selesai,” ujar Didik Joko Bakdono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Kamis (19/1). Ia mengatakan selama ini proyek jalan ini terkendala alokasi pendanaan yang menunggu gelontoran dana.
“Karena menunggu dana itu makanya pelaksanaannya agak tersendat. Pasalnya semua meminta dana ke pusat jadi harus antre,” terang dia.
Joko menjelaskan pembangunan jalan tembus yang menghubungkan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut meliputi pembuatan infrastruktur jalan dan jembatan penghubung, di mana tiga di antaranya mempunyai ukuran yang lumayan besar.
“Kalau dipaksakan dari APBD tentunya tidak cukup. Karena itu Rp 5 miliar tadi rencananya akan digunakan menyelesaikan dua jembatan yang belum digarap,” tekan Joko. Ia menambahkan selain akan menyelesaikan dua buah jembatan tahun ini, pihaknya juga akan melakukan pengeprasan bukit yang terlalu curam yang berpotensi longsor dan membahayakan pemakai jalan.
“Nanti akan kita kepras dengan model cut and fill yakni potong dan uruk. Tapi itu nanti di tahun 2013 dengan anggaran baru,” ucap dia.

Read More

44 Jabatan Eselon Kosong

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar mencatat ada sekitar 44 kursi jabatan struktural eselon III, IV dan V di Lingkungan Pemkab Karanganyar yang kosong sejak tiga bulan yang lalu. Kekosongan tersebut disebabkan karena adanya pegawai yang telah memasuki masa pensiun dan mutasi jabatan.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Suwarno menyatakan kursi jabatan yang kosong di antaranya Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU), sejumlah kursi di tingkat Kepala Seksi dan sejumlah dinas atau instansi. Kekosongan juga terjadi pada posisi Kepala Sekolah Negeri, yang mana sejumlah Kepala Sekolah telah memasuki masa pensiun ataupun dipindah.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo meminta agar kursi jabatan yang kosong tersebut agar segera diisi, pasalnya jika dibiarkan berlarut-larut akan mengganggu kinerja terutama dalam melayani masyarakat. Dirinya pun berharap agar pengisian sejumlah jabatan struktural yang kosong tersebut tidak berdasarkan kepada masalah kedekatan atau faktor non teknis lainnya, tetapi lebih mengacu kepada kompetensi PNS yang memang dipunyai.
“Saya berpesan kepada siapa pun dalam penempatan PNS agar mengesampingkan masalah kedekatan atau faktor non teknis yang ada. Sesuaikan saja dengan kemampuannya,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (11/1). Ia mengatakan Karanganyar sudah menerbitkan Perda tentang Pengangkatan PNS khususnya dalam jabatan struktural, di mana di dalamnya tercantum untuk pengangkatan pejabat eselon III diwajibkan untuk melalui uji kompetensi. “Karena sudah dianggarkan oleh dewan, semestinya uji kompetensi itu harus dilakukan untuk pejabat eselon III,” tandas dia.

Read More