KOM_9318

Hari Pertama Masuk Lerja, Sejumlah OPD Karanganyar Adakan Halal Bihalal Bupati : DPU Harus Jadi Leader Pembangunan infrastruktur Karanganyar

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan sambutan dalam acara Halal Bi Halal Keluarga Besar DPU-PR di Halaman DPU-PR Karanganyar, Senin (3/7).

Karanganyar, Senin 03 Juli 2017

Bupati Karanganyar meminta DPUPR untuk meningkatkan kinerja dalam peningkatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karanganyar. Karena DPUPR merupakan garda terdepan pembangunan di Karanganyar.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menghadiri pembinaan dan halal bihalal di halaman DPUPR, Senin (03/07/2017) pagi.

Menurut Bupati sebagai instansi terdepan dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karanganyar, DPUPR harus terus meningkatkan pelayanan dan kinerjanya. Salah satunya dengan menggandeng konsultan yang berkualitas dalam pembangunan.

“Pilih dan jalin kerjasama dengan konsultan yang baik dan berkualitas di masing-masing kecamatan, jangan asal-asalan, tp kualitas infrastruktur harus diperhatikan,”ujarnya.

Tetap perhatikan kualitas bahan dan bangunan, sehingga anggaran biaya yang dihabiskan untuk pembangunan infrastruktur benar-benar dirasakan masyarakat. Karena semakin padat masyarakat menggunakan fasilitas umum semakin tinggi tuntutanya,”tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga  menghimbau agar para ASN di DPUPR juga semakin meningkatkan kinerjanya dan untuk selalu menjaga kekompakan satu sama lain. Karena teamwork yang bagus akan menghasilkan kerja yang baik.

“Sesama ASN harus dapat bekerjasama supaya hasil yang dicapai maksimal,”tandasnya.

Demikian Diskominfo Karanganyar (adt/ind)

 

Read More
DSC_0076 copy

Pembangunan Infrastruktur Jalan Menjadi Prioritas Utama

Perbaikan infrastruktur jalan bisa mempermudah akses dan menggerakkan perekonomian rakyat

Pengguna jalan saat melintas di ruas jalan Jatipuro-Jatiyoso yang akan ditingkatkan dan diperlebar, Rabu (17/06)

Karanganyar, Rabu (17/06/2015)
Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengawali pelebaran dan peningkatan dua ruas jalan dengan meletakkan batu pertama (Groundbreaking)
Dua ruas jalan tersebut yakni, Jatipuro-Jatiyoso yang diawali di Dusun Bombong, Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipuro dan ruas jalan Beji-Pojok tahap II, di Kecamatan Mojogedang diawali di Dusun Pulosari, Desa Kaliboto.
Bupati Karanganyar Juliyatmono menekankan agar Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan.
“Pembangunan infrastruktur jalan untuk mendongrak pergerakan ekonomi. Roda ekonomi berputar dengan cepat jika jalan dan jembatan semuanya baik,” kata Bupati Juliyatmono, saat di lokasi groundbreaking jalan Jatipuro-Jatiyoso, Rabu (17/06).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengatakan agar DPU Kabupaten Karanganyar untuk membuka akses jalan dengan disertai perencanaan kedepan, pembangunan jalan dari Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso sampai Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu.
“Dengan kualitas jalan yang bagus tentunya akan memudahkan akses jalan” kata Juliyatmono.
Dia juga meminta kepada pihak terkait agar saat mudik lebaran tahun ini, pembangunan jalan jangan sampai menganggu pengguna jalan.
Saat peletakan batu pertama pembangunan jalan di Desa Kaliboto, Bupati mengatakan agar tahun ini ruas jalan sampai Jambangan bisa tuntas.
“Dari Grompol ke timur sampai Jambangan juga diperbaiki dan jembatan putih akan dilebarkan,” katanya.
Juliyatmono juga meminta kepada Camat dan Kepala Desa agar menginventarisir jalan-jalan yang mengalami kerusakan parah. Setelah itu akan dimasukkan ke pembahasan pada KUA PPAS pada APBD Perubahan 2015 dan skala besar dilanjutkan pada tahun 2016. pd

Read More

Daftar Alamat SKPD Kabupaten Karanganyar

SETDA, BAPPEDA, BKD, BPPT, DPPKAD, DPU, RSUD, Kecamatan, Kelurahan

Read More
DSC_0029

Rapat Koordinasi Jelang Lebaran

DSC_0029

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo Pimpin Rakor Persiapan Menghadapi Idul Fitri Tahun 2014, Pendopo RD Bupati (15/07)

Dalam rangka persiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri Tahun 2014, Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan rapat koordinasi (Rakor) bekerjasama dengan Polres, Kodim 0272 Karanganyar, Dishubkominfo Kabupaten Karanganyar. Disperindagkop & UKM Karanganyar, Selasa (15/7) di Pendopo Dinas Bupati.

Rakor ini bertujuan guna mengantisipasi hal-hal menjelang lebaran berkaitan dengan lalu lintas, keamanan dan keselamatan di Kabupaten Karanganyar. Adapun permasalahan yang biasa terjadi menjelang lebaran yaitu permasalahan kebutuhan lebaran, persiapan kebutuhan pokok masyarakat, dan persiapan infrastruktur sarana dan prasarana menjelang lebaran. Hal ini disampaikan oleh Assisten II Perekonomian & Kesra Setda Karanganyar, Agus Cipto Waluyo. “Beberapa hal tersebut yang menjadi permasalahan, kita telah mengambil langkah antisipasi seperti penyaluran raskin, pengadaan pasar murah di setiap kecamatan, dan pembagian sembako untuk masyarakat miskin”, terang Ass II dihadapan Wakil Bupati, Kapolres, SKPD dan peserta Rakor terkait.

Sementara itu dalam arahan Bupati yang hal ini diwakilkan oleh Wakil Bupati, Rohadi Widodo menyampaikan bahwa untuk benar-benar dikoordinasikan antara Kepolisian dan Dishubkominfo, DPU, Disperindagkop & UMKM. “Saya tekankan untuk jalan-jalan di wilayah utama dan rame menjadi perhatian utama seperti di daerah wisata Tawangmangu dan Ngargoyoso. Dishubkominfo untuk terus memantau rambu-rambu, petujuk jalan dan marka jalan serta bekerja sama dengan Kepolisian untuk  memantau titik rawan kemacetan sebelum dan sesudah lebaran. Disperindagkop untuk mengoptimalkan operasi pasar dan monitoring kebutuhan pokok. Satpol PP terus melakukan sidak pasar guna meninimalisir penjualan produk-produk makanan dan minuman kadaluarsa jelang lebaran. DKK untuk mengantisipasi lonjakan pasien setelah lebaran”, jelas Wabup dihadapan peserta Rakor.

Selanjutnya pada kesempatan tersebut disampaikan paparan dari masing-masing instansi maupun dinas. Paparan Kapolres yang disampaikan AKBP. Marti Reni menyampaikan Operasi Ketupat 2014 sudah direncanakan dan siap dilaksanakan. Nunung Susanto selaku Kepala Dishubkominfo Karanganyar menyampaikan bahwa marka dan petunjuk jalan akan terus dipantau sebelum dan sesudah lebaran, dan untuk tanggal 22-23 Juli kita akan ke Jakarta untuk mengkoordinir mudik bareng gratis yang akan diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ka. DPU, Priharyanto mengatakan H-10 jalan utama dan alternatif dimulai dari Colomadu-Gondangrejo, Palur-Tawangmangu, Palur-Kebakkramat, sudah siap dilewati pemudik. Ka. Disperindagkop, Nur Halimah menyampaikan sidak pasar sudah kami lakukan yang mana masih ditemukan makanan mengandung formalin dan beberapa produk expired yang masih dijual di pasaran. Ad (Ind/V3/Nda).

Read More

Saluran Air Terlalu Dalam, Sawah Tidak Kebagian Air

Sejumlah petani di Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, mengancam akan menimbun drainase di tepi Jl. Adi Soemarmo. Drainase sepanjang kira-kira 1,9 kilometer dengan kedalaman 1,2 meter dan lebar 1,2 meter dinilai terlalu dalam.

“Sawah petani di tepi Jl. Adi Soemarmo kesulitan mengalirkan air dari drainase yang dulu saluran irigasi teknis. Karena dasar drainase itu jauh lebih rendah dari sawah para petani, sehingga air tidak bisa mengalir ke sawah,” ujar Kaurbang Desa Gedongan, Karenganyar, Dabid Sawaldi ketika ditemui di sela-sela pertemuan Kaurbang se-Colomadu di Tohudan, Selasa (31/12/2013).

Sebenarnya, papar dia, pihaknya telah melaporkan persoalan ini ke DPU Karanganyar paling tidak dua kali. Namun hingga Selasa, dinilai belum ada tindakan riil mengatasi persoalan tersebut.

Menurut dia jika persoalan ini tak segera diatasi kira-kira 40 hektare sawah di Tohudan dan Gedongan terancam bera. Karena jika petani akan menanam padi, mereka harus menyedot air dari sumur dalam tanah. Dengan demikian tidak semua petani mampu membiayai ongkos penyedotan air dengan mesin penyedot air tersebut.

“Kalau ternyata DPU tetap tidak memberi solusi dengan baik, saya mungkin juga akan menggerakkan petani di Tohudan untuk menguruk drainase itu sampai kedalamannya seperti dulu. Dengan demikian petani tidak usah susah payah mencari air sudah bisa tercukupi dari saluran irigasi.”

Keluhan serupa juga dilontarkan salah seorang petani Tohudan, Yoko, 52. Sebab setelah saluran irigasi di dekat sawahnya di Jl. Adi Soemarmo diperbaiki hingga menjadi dalam, dia kesulitan mengairi sawahnya. Sebab permukaan air di drainase itu sekarang menjadi jauh di bawah permukaan sawahnya. Akibatnya, jika ingin mengairi tanaman padi di sawah, dia harus menyedot dengan mesin pompa air.

“Hal ini mengakibatkan saya harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli bahan bakar kalau menyedot air. Karena tanpa menyedot air, sawah para petani yang ada di sini tidak bisa mendapatkan air secara gratis.”

Sedangkan Petugas Operasional Pengairan Kecamatan Colomadu, Mukijo mengatakan pihaknya juga mengaku telah melaporkan persoalan ini ke DPU Karanganyar. Namun hingga saat ini dinilai belum ada penanganan secara tuntas.

Read More

Kelanjutan Fly Over Tunggu Kesepakatan Bersama

Kelanjutan proyek pembangunan jembatan layang (fly over) Palur hingga kini belum ada kejelasan. Saat ini baik warga, pemerintah Kecamatan Jaten, maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar masih melakukan pembahasan terkait waktu pengerjaan dan pembebasan lahan milik warga yang terkena pembangunan.

Menurut Camat Jaten, Titik Umarni, proyek pembangunan fly over yang bakal menelan dana Rp 82 miliar ini hingga kini belum jelas kapan akan dilanjutkan kembali. “Untuk pastinya kapan belum final. Kita masih akan merundingkannya dengan warga dan pihak terkait lainnya,” ungkapnya, Jumat (1/11).

 Kendati informasi yang beredar pada Desember proyek fly over ini akan kembali dilanjutkan, Titik menegaskan masih harus menunggu kesepakatan bersama. Pasalnya, pembebasan lahan sendiri hingga kini juga belum selesai. “Yang jelas kita menunggu hasil perundingan dulu. Kalau soal pembebasan lahan Desa Dagen memang warga cenderung sudah menerima, tidak ada masalah,” terangnya.

 Ia menambahkan terkait pembebasan lahan Desa Ngringo sejauh ini belum dibicarakan. Pihaknya berencana melakukan pendataan terlebih dahulu kepada seluruh warga yang rumahnya terkena dampak pembangunan fly over ini. “Minggu depan kita akan adakan pertemuan dengan warga untuk membahas biaya pembebasan lahan. Khususnya untuk Desa Ngringo karena sejauh ini belum dibicarakan lagi setelah proyek ditunda,” tandasnya.

 Sementara, salah seorang warga Palur yang rumahnya terkena proyek fly over mengatakan berdasarkan informasi yang didapatkannya dari DPU Karanganyar pembangunan akan dilanjutkan Desember atau Januari nanti. Namun ia juga masih belum mendapatkan kejelasan kapan tepatnya proyek ini akan kembali berjalan.

 Diyono menuturkan warga sekitar khususnya wilayah Dagen dan Palur tidak mempermasalahkan dengan pembebasan lahan. Karena sebelumnya warga dan pemerintah sudah melakukan pertemuan untuk membahas soal pembebasan lahan dan warga cenderung tidak mempermasalahkan. “Kalau soal pembebasan lahan warga sih tidak terlalu mempermasalahkan. Karena sudah dibicarakan secara baik-baik,” ujar pria yang berprofesi sebagai petugas parkir di sebuah rumah makan di Jalan Raya Palur ini.

 Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi mengatakan setelah proses pembebasan lahan selesai, proyek pembangunan fly over akan segera dimulai kembali. Ia menjelaskan proyek ini bila sesuai jadwal akan selesai pada pertengahan tahun 2015 mendatang.

Berdasarkan informasi, terdapat 81 bidang tanah dengan 61 pemilik di wilayah yang terkena proyek pembangunan fly over. Untuk rinciannya, sebanyak 21 bidang tanah dengan 16 pemilik di jalan Palur-Sragen dan di jalan Palur-Dagen sebanyak 25 bidang tanah dengan 21 pemilik.  Sedangkan 35 bidang tanah dengan 24 pemilik terdapat di jalan Palur-Mojolaban, Sragen.

Sumber : joglosemar.co/2013/11/kelanjutan-fly-tunggu-kesepakatan-bersama.html

Read More

GEDUNG PERKANTORAN KARANGANYAR Bakal Ditata Ulang

Gedung perkantoran di Kabupaten Karanganyar bakal ditata ulang untuk memudahkan akses pelayanan publik. Perombakan tatanan gedung itu rencananya dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu lima hingga 10 tahun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, menjelaskan nantinya seluruh kantor pemerintahan khususnya yang berhubungan dengan pelayanan publik akan ditata berjajar di sekitar Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU).  “Nanti kantor pelayanan publik ditata menghadap selatan [Jl. Lawu], seperti kantor DPU, supaya lebih mudah diakses masyarakat ,” terang dia saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin.

 Menurut Samsi, penataan ulang itu penting dilakukan lantaran sebagian gedung perkantoran di Kabupaten Karanganyar belum tersentra dalam satu kawasan. Selain itu, keberadaan gedung perkantoran pun masih terkesan tak tertata dengan baik. Bahkan, terdapat sejumlah instansi memiliki lebih dari satu gedung perkantoran yang terpisah.

 Sedikitnya, terdapat sembilan badan, 12 dinas, tiga kantor pemerintahan, satu gedung sekretaris dewan, satu kantor Satpol PP, satu gedung arsip dan perpustakaan daerah (Arpusda), satu gedung inspektorat, satu gedung pertahanan , 10 bagian kantor Sekda, serta sebuah rumah sakit umum daerah (RSUD) yang ada di Kabupaten Karanganyar.

 “Sekarang letak gedung perkantoran itu masih terpencar-pencar. Misalnya Disperindagkop, gedungnya malah ada tiga, lokasinya juga jauh-jauh. Nantinya seluruh gedung perkantoran akan dijadikan satu induk,” ujarnya.

 Samsi mengatakan proyek penataan ulang gedung-gedung perkantoran bakal dimulai setelah tahap pembuatan site plan usai.  “Site plan targetnya selasai tahun ini. Kalau bisa dalam satu tahun menata dua gedung kemungkinan proyek ini selesai dalam 10 tahun, tapi kalau dalam setahun minimal bisa membangun empat gedung berarti lima tahun selesai.”

 Sementara itu, Kepala DPU Karanganyar, Priharyanto, mengatakan pihaknya tengah menggodok pembuatan site plan penataan gedung perkantoran. Dia tidak dapat memprediksi kapan proyek itu dapat dimulai karena proses pembuatan desain tata kota itu masih memerlukan kajian yang panjang. “Kajiannya masih tahap awal, kami masih membuat model, memetakan kantor mana saja yang mendesak dipindah dan lokasi mana yang cocok,”.

Hingga saat ini, Priharyanto juga belum dapat memastikan besar anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek itu. Setelah pembuatan model penataan gedung perkantoran rampung, DPU baru dapat membuat estimasi anggaran yang diperlukan. Namun, dia memastikan seluruh biaya yang akan digunakan dalam proyek itu dialokasikan dari APBD Karanganyar secara bertahap.

Read More
DSC_0025

Kerja Bakti Masal APPMD Wahyu Sekar Mulyo

Kerja bakti masal warga desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Minggu (02/06)

Kerja bakti masal warga desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Minggu (02/06)

Karanganyar, Minggu (02/06/2013)

600 warga Dusun Ngelosari dan Dondong, Desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, Karanganyar yang tergabung dalam Asosiasi Paguyuban Peduli Masyarakat Desa (APPMD) Wahyu Sekar Mulyo menggelar kerja bakti masal memperbaiki jalan rusak sepanjang satu kilometer, Minggu (2/6) pagi. Kegiatan tersebut murni dengan tenaga dan dana mandiri.

Langkah ini menjadi bukti bahkan masyarakat tidak terlalu bergantung kepada Pemkab Karanganyar. Pasalnya, sering kali masyarakat lebih mengedepankan aksi frontal untuk menyampaikan aspirasinya. Di antaranya dengan menanami jalan rusak dengan pohon atau lainnya.

Ketua APPMD Wahyu Sekar Mulyo, Suparman juga mengaku kegiatan itu dilaksanakan untuk menumbuhkan kembali jiwa gotong royong di dalam masyarakat. Menurutnya, selama ini gotong royong mulai terkikis sedikit demi sedikit. “Dalam kegiatan ini, kami melibatkan semua pihak. Baik karang taruna hingga orang tua di Dusun Ngelosari dan Dondong. Tapi ada juga masyarakat di luar dusun juga ada yang membantu kegiatan itu,” kata dia.

Dia menambahkan, masyarakat tidak ingin terlalu bergantung kepada Pemkab Karanganyar. Oleh karena itu, masyarakat bersama-sama menanggung semua pembiayaan untuk memperbaiki jalan yang rusak. “Jalan yang rusak ini sepanjang satu kilometer. Informasi menyebutkan jika jalan ini milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU), tapi ada juga yang mengatakan bukan milik DPU. Kami pun memutuskan untuk memperbaikinya sendiri,” ujar Suparman.

Kegiatan itu menurut dia sudah dirancang sedemikian rupa. Baik dari sisi peralatan, logistik, material maupun tenaga. “Kami semua bahu membahu dalam memperbaiki jalan yang rusak. Kami tidak perlu menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai wujud protes. Dengan seperti itu, jalan juga tidak akan bagus dengan sendirinya,” tuturnya. pd

Read More

DPU Karanganyar Tetap Tunggu Pengerjaan Pada Musim Kemarau

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar bakal memperbaiki beberapa titik jalan yang rusak saat musim kemarau. Perbaikan ruas jalan bakal diprioritaskan di wilayah Colomadu dan Gondangrejo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Priharyanto, mengatakan pihaknya tidak akan melakukan pengaspalan jalan karena intensitas hujan masih tinggi. Jalan yang kondisinya rusak bakal ditambal dengan pasir dan kerikil untuk sementara.
“Menunggu musim kemarau karena kualitas aspal tidak akan sempurna jika dipaksakan saat musim penghujan,” katanya kepada Solopos.com, Senin (1/4/2013).

Menurutnya, aspal jalan mempunyai unsur kimia yang bersifat tak dapat menyatu dengan air. Sehingga proyek pengaspalan jalan dilaksanakan saat datangnya musim kemarau agar kualitas aspal sempurna.

Terdapat beberapa penyebab kerusakan jalan seperti struktur tanah yang labil dan gerak serta frekuensi kendaraan bertonase tinggi yang melewati jalan tersebut. Pihaknya berkomitmen bakal memperbaiki jalan rusak di wilayah Karanganyar secara bertahap.

“Kami tidak mau menyalahkan kendaraan bertonase tinggi, mereka juga membayar pajak kok. Yang jelas jalan yang rusak bakal diperbaiki secara bertahap,” ujarnya.

Menurut Priharyanto, kondisi struktur tanah di wilayah Karanganyar berbeda-beda. Misalnya, struktur tanah di wilayah Gondangrejo bersifat labil dan gerak. Kondisi struktur tanah tersebut memicu mengelupasnya aspal jalan sehingga muncul lubang-lubang jalan.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Jelang Natal, Penjagaan Gereja Ekstra Ketat

Mendekati Hari Natal, pengamanan tempat ibadah umat Kristiani di Karanganyar ditingkatkan.

Personel Satuan Sabhara Polres Karanganyar mulai melakukan sterilisasi gereja. Tempat ibadah yang disterilisasi yakni Gereja Katolik St Pius X Karanganyar.

Belasan petugas Sabhara mulai menyisir kompleks gereja yang beralamat di Jl Lawu (depan kantor DPU) tersebut sekitar pukul 11.00 WIB. Satu demi satu ruang, bagian dan perabot gereja diperiksa. Pemeriksaan dilakukan baik secara manual oleh petugas, alat pendeteksi logam (metal detector), reflektor dan seekor anjing pelacak.

Dengan didampingi pengurus gereja, tim polisi tidak melewatkan satu pun bagian gereja termasuk ruang-ruang pengurus gereja. Laci-laci meja juga tidak luput dari pemeriksaan petugas. Sebuah tas berwarna hitam yang tergeletak di salah satu kursi ruang peribadatan gereja sempat menarik perhatian petugas. Secara spontan petugas langsung melakukan pemeriksaan fisik termasuk isi tas. Namun setelah dicek ternyata tas tersebut berisi barang-barang pribadi. Tidak lama kemudian seorang jemaat gereja datang dan menyatakan tas tersebut miliknya.

Di sela pemeriksaan gereja, Kasat Sabhara Polres Karanganyar, Iptu Weldi Rozika, menjelaskan, sterilisasi gereja yang akan digunakan untuk peribadatan Natal mutlak dilakukan. Rencananya sterilisasi gereja akan dilakukan jajaran Polres Karanganyar hingga polsek Senin (24/12/2012).

“Gereja kami sterilkan serentak baik dari polres hingga polsek mulai hari ini. Besok sterilisasi juga akan kami lakukan termasuk polsek,” katanya.

Selain sterilisasi gereja, sterilisasi pengunjung gereja akan dilakukan pada Hari Natal. Jemaat dan pengunjung gereja hanya boleh membawa benda yang dibutuhkan untuk peribadatan ke gereja.

Sementara pastur Gereja Katolik St Pius X Karanganyar, Suyadi, menjelaskan, selama ini jumlah jemaat yang mengikuti peribadatan Natal mencapai ribuan orang. Untuk itu dia menyambut positif upaya pengamanan peribadatan yang dilakukan polisi termasuk dengan langkah sterilisasi gereja. Kendati menurutnya selama ini belum pernah ada ancaman atau gangguan keamanan.

Read More