Open Hours : Mon – Fri: 8.00 am. – 4.00 pm.
+1 800 123 456 789

Calon Haji dari Kabupaten Karanganyar diminta untuk menjaga kesehatan sebelum, saat dan sesudah pelaksanaan ibadah haji, dengan memperhatikan kesiapan fisik yang prima.
Karanganyar, Rabu (17/05/2017)
Calon Haji dari Kabupaten Karanganyar diminta untuk menjaga kesehatan sebelum, saat dan sesudah pelaksanaan ibadah haji, dengan memperhatikan kesiapan fisik yang prima.
Pemkab Karanganyar melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar meminta Calon Haji untuk menjaga kondisi fisik dan menyiapkan bekal kesehatan sebelum berangkat haji. Tak hanya itu saja, dokumen keterangan status kesehatan, juga perlu disiapkan.
“Kondisi masing-masing seperti apa, apakah ada kondisi yang perlu kekhususan atau tidak. Misalkan saja ada riwayat sakit, biasa konsumsi untuk kebugaran badan, hal itu perlu diketahui dulu, setelah itu disiapkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, Selasa (16/05) saat Pengarahan Manasik Haji, di Gedung Wanita Karanganyar.
Ada persyaratan orang datang ke negara lain dan kembali ke negara asal, dilarang membawa penyakit saat pergi dan pulang. Syarat secara baku yakni punya kekebalan tubuh penyakit Meningitis, dengan bukti sertifikat imunisasi Meningitis, tidak dicek fisik lagi, tapi cek sertifikatnya. Yang dapat sertifikat dinyatakan telah imunisasi.
“Sebelum berangkat minta dicek semuanya. Jika ada obat yang digunakan secara rutin disiapkan sendiri dan disertai daftar obatnya,” kata Cucuk.
Lebih lanjut, Cucuk mengatakan, jika ada masalah kesehatan, diimbau menghubungi Dinas Kesehatan atau puskesmas terdekat. Pemerintah dari sisi kesehatan juga memberikan bimbingan melalui puskesmas di wilayah Kecamatan masing-masing. Jika ada jadwal manasik, puskesmas dilibatkan sekalian mendampingi. Setelah pulang dari ibadah haji, disarankan aktif ke puskesmas untuk dipantau lagi kesehatannya.
“Kami meminta agar latihan patuh terhadap aturan yang ada agar lancar. Yang perlu diperhatikan ibadah haji tahun ini yakni suhu di Tanah Suci diperkirakan diatas 40 derajat celcius bisa 54 derajat celcius. Lebih dua kalinya di Kabupaten Karanganyar,” katanya.
Cucuk juga meminta Calon Haji tidak perlu takut, yang terpenting jaga kesiapan fisik, dan jaga cairan tubuh jangan sampai dehidrasi dengan minum cukup.
“Jika tidak ada rasa haus, itu salah satu pertanda kekurangan cairan tubuh yang agak berat. Selama ada kesempatan, silakan minum karena disana udara disana lembab, kering, panas,” katanya.
Yang perlu diperhatikan lagi yakni makan yang cukup terutama sayur, buah, memakai masker, dan membasahi masker. Secara teknis akan diberikan saat jadwal manasik berikutnya.
“Kami memohon maaf, jika ada yang mengidap penyakit tertentu tidak diperbolehkan untuk berangkat, walaupun itu ibadah. Selain itu, untuk kondisi tertentu seperti hamil,” katanya.
Calon Haji Kabupaten Karanganyar Tahun 2017 awalnya berjumlah 555 orang, mengundurkan diri sebanyak 15 orang, meninggal dunia satu orang. Sehingga jumlahnya menjadi 539 orang ditambah dari TPHD.
“Kloter dari Kabupaten Karanganyar terbagi menjadi dua. Kloter 21 sejumlah 355 orang, akan berangkat Rabu 2 Agustus 2017, dan Kloter 77 sebanyak 188 orang, berangkat Sabtu, 18 Agustus 2017,” kata Asisten Pembangunan, Siti Maisyaroch, ditempat yang sama.
Tim Medis ada dua dokter dan empat perawat, yang memantau kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji. Setiap kloter ada satu dokter dan dua perawat.(pd)
Karanganyar, Senin (19/09/2016)
Satu jemaah Haji dari Kabupaten Karanganyar meninggal dunia di Tanah Suci. Tini binti Diro Sentono, (54), Kloter 20, beralamat Beji, RT. 02 RW. 08, Kecamatan Tawangmangu, pada 17 September 2016.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar, Mustain Ahmad Minggu (18/09) menginformasikan almarhumah meninggal diduga terkena serangan jantung.
“Sebenarnya almarhumah bukan termasuk jemaah resiko tinggi (risti). Tidak ada yang perlu dirisaukan berdasar catatan kesehatannya. Dugaan sementara karena serangan jantung,” kata Mustain.
Mustain juga menginformasikan jenazah telah disalatkan usai menunaikan salat subuh di Makah, waktu setempat. Kemudian dimakamkan di kompleks permakaman khusus bagi jemaah haji di Tanah Suci.
“Sudah mendapat persetujuan suaminya, Sutono yang mendampinginya menjalankan rukun Islam kelima itu dan izin keluarga di rumah,” katanya.
Dia juga menjelaskan, seluruh rukun haji sudah dikerjakan oleh almarhumah. Rencana pulang ke Tanah Air tanggal 25 September 2016.
“Saat itu, sedang berada di kamar Hotel Al Sa’awi Makah pada Sabtu pukul 15.30 waktu setempat. Sedang duduk di tempat tidur, tiba-tiba mengeluh lemas dan pingsan. Dokter yang datang memeriksanya menyatakan sudah meninggal dunia,” katanya.
Kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil laporan Certificate Of Death (COD) otoritas berwenang. Namun berdasarkan informasi yang diperoleh Mustain dari keluarga di rumah duka, almarhumah pernah dirawat di RS akibat serangan jantung beberapa waktu lalu.
Kementerian Agama kini memproses asuransi dan akan memberikan fasilitas penjemputan dari debarkasi ke rumah duka bagi suaminya, Sutono. Ibadah haji pasangan suami istri ini merupakan kali kedua setelah 2004 silam. pd
Karanganyar, Selasa (30/06/2015)
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar, Senin 29-06-2015 kemarin mulai memanfaatkan Instalasi Gawat Darurat (IGD) baru, terletak di sisi barat.
Direktur RSUD Karanganyar dr Mariyadi menuturkan gedung IGD baru ini dapat menampung sampai 40 pasien, bahkan jika terjadi bencana besar bisa ditangani.
“Disini juga ada ruang tindakan dan ruang observasi. Bahkan tindakan parah pun bisa dilakukan, juga sudah dilengkapi lampu operasi,” ujar dr Mariyadi, Senin (29/06) kemarin, di RSUD Karanganyar.
Gedung IGD itu sesuai master plan memerlukan dana sebesar Rp. 3,7 miliar, namun pada tahap pertama baru menggunakan dana sebesar Rp. 2,7 miliar, sehingga penggunaannya juga mundur.
“Ternyata kurang satu miliar rupiah, otomatis penggunaan juga mundur. Kemudian dilengkapi dari anggaran BLUD namun setelah di audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menuturkan peresmian pembangunan gedung tahap pertama direncanakan pada bulan Januari tahun 2016 terdiri gedung Mawar 1, Mawar 2, Radiologi, Ruang Operasi, IGD, Kamar Jenazah, Gudang Obat dan juga IPAL.
Di gedung IGD itu juga dilengkapi apotek, tempat pendaftaran, ruang dokter, ruang tunggu, dan kamar mandi.pd