DSC_0120 copy

Tiga Pejabat Eselon 2 Hasil Lelang Jabatan Dilantik

Bupati Karanganyar Juliyatmono melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon 2, 3, 4 dan Kepala Sekolah di lingkungan Pemkab Karanganyar, Rabu (01/07)

Bupati Karanganyar Juliyatmono melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon 2, 3, 4 dan Kepala Sekolah di lingkungan Pemkab Karanganyar, Rabu (01/07)

Karanganyar, Kamis (02/07/2015)
Hasil lelang jabatan bagi eselon 2 yang diadakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar pada tahun 2015,dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Rabu (01/06)
Dari hasil lelang jabatan itu, terpilih nama-nama yang mengisi Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Karanganyaryang kosong, yakni Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K), dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).
Titis Sri Jawoto sebelumnya menjabat Sekretaris DKP menjadi Kepala DKP, kemudian Tarsa sebelumnya menjabat Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda menjabat Kepala Disparbud. Selanjutnya Bambang Harsono sebelumnya menjadi Sekretaris di BP4K, kini menjadi Kepala di tempat yang sama.
Ditempat yang sama, juga dilantik dan diambil sumpah pejabat di Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) eselon 2, eselon 3 dan eselon 4 sebanyak 17 prang.
Hal itu dikarenakan ada perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) berubah dari sebelumnya BPPT menjadi Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), namun kepala badan masih dijabat Sucahyo.
Bupati Karanganyar Juliyatmono setelah acara itu mengatakan dari hasil seleksi lelang jabatan, ada tiga nama yang lolos seleksi dan memenuhi persyaratan.
“Dari 21 peserta lelang jabatan sudah melewati beberapa tahapan. Kemudian terpilih sembilan nama untuk di wawancara Bupati, selanjutnya dipilih tiga nama untuk menjabat eselon 2 yang di lelang,” ujar Bupati Juliyatmono.
Juliyatmono dalam kesempatan kemarin, menegaskan bahwa hasil seleksi itu tidak ada faktor apapun.
“Tidak ada faktor kedekatan. Dari ketiga nama itu yang dinyatakan lulus itulah disebut kompetensi dan layak ditempatkan diposisi itu,” ujarnya.
Selain itu di acara yang sama juga dilantik sebanyak 24 Kepala Sekolah, yakni untuk Kepala Sekolah SD sebanyak 22 orang, untuk SMP dan TK masing-masing sebanyak satu orang. pd

Read More
P_20150508_132512

Lelang Jabatan Eselon II, Formasi Kepala Disparbud Paling Diminati

Berkas lamaran dikirmkan ke Panitia Seleksi Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar Cq. Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar

Panitia Seleksi Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah mengumumkan hasil seleksi yang lolos administrasi

Karanganyar, Selasa (02/06/2015)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar pada tahun ini mengadakan lelang jabatan eselon 2 antara lain, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), dan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K).

Dari data pengumuman yang di keluarkan Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Karanganyar, diantara ke tiga formasi tersebut, yang paling banyak diminati adalah jabatan Kepala Dinas Parbud, kemudian Kepala BP4K, dan Kepala DKP.

Hasil seleksi adminitrasi menyebutkan, berdasarkan pemeriksaan kelengkapan berkas persyaratan administrasi panitia seleksi menyatakan bahwa sejumlah 10 orang lulus untuk Formasi Kepala Disparbud, tujuh orang untuk Formasi BP4K, dan empat orang lulus adminitrasi untuk Formasi Kepala DKP.

Selanjutnya, nama-nama yang lulus tersebut diundang untuk mengikuti assesment tes. “Diselenggarakan pada Kamis-Jumat (04-05/06), jam 07.00 sampai selesai di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNS,” kata Sekretaris Panitia Seleksi Siswanto, Senin (01/06).

Selanjutnya, setiap perkembangan tahapan seleksi dan pengumuman akan disampaikan melalui website Pemerintah Kabupaten Karanganyar. pd

Read More
DSC_0011

2 Hari Berturut-turut PEMKAB Karanganyar Kerja Bakti

DSC_0011

Bupati Karanganyar Juliatmono bersama Ka DKP Kab. Karanganyar meninjau proses pembersihan Taman Pancasila dari abu vulkanik gunung Kelud, senin (17/02)

Dihari ke tiga pasca erupsi gunung Kelud, para PNS di Kabupaten Karanganyar  mengadakan kerja bakti bersama membersihkan abu vulkanik di lingkungan komplek perkantoran Kab. Karanganyar pasca erupsi gunung kelud. Senin (17/02). Kegiatan ini sebagai tindak lanjut kerja bakti bersama pada hari minggu pagi (16/02) dimana Bupati Karanganyar dan Wakil Bupati Karanganyar ikut turun tangan membersihkan abu vulkanik di sepanjang jalan Lawu dimulai dari perempatan Papahan sampai depan Kantor BPPT Kab. Karanganyar.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Karanganyar dengan dibantu para warga dan pegawai di masing – masing SKPD yang  dimulai dari depan Taman Gerakan Sayang Ibu ( Taman GSI ) dan berakhir di Taman Pancasila. Pembersihan ini dilakukan secara berkala mengingat keterbatasan sarana yang dimiliki, dimana dalam kerja bakti ini Pemkab bekerjasama dengan DKP Kab. Karanganyar yang mengerahkan 4 unit mobil pemadam kebakaran.

“Mengapa Taman Pancasila menjadi salah satu pusat kerja bakti, karena di sini merupakan salah satu tempat rekreasi bagi masyarakat Karanganyar.” lengkap Juliyatmono, saat memantau kerja bakti. ad/sas/ds

Read More
DSC_0086 (FILEminimizer)

Dinas Kebersihan dan Pertanaman Kab. Karanganyar Dijadikan Pelopor Kebersihan di Tingkat SKPD

DSC_0086 (FILEminimizer)

Bupati Karanganyar, Juliatmono Meninjau Kendaraan Operasional Kebersihan DKP Kab. Karanganyar, Senin Pagi (27/01)

Karanganyar – hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kabupaten Karanganyar, Juliatmono pada senin pagi (27/01) saat membina PNS dan CPNS Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karanganyar di aula kantor DKP. Dalam pembinaan tersebut, Bupati menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan khususnya bagi DKP Kab. Karanganyar.

“Saya bukan orang baru di Karanganyar, sudah 16 tahun sebagai anggota DPRD dimana tugasnya mengawasi jalanan roda pemerintahan di Kab. Karanganyar, dan melalui proses demokrasi tahun 2013 sampai dengan 2018 dipercaya masyarakat Karanganyar sebagai Bupati”, ujarnya.

Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih berdasar undang-undang diberi waktu 6 bulan untuk menuangkan visi dan misi tersebut dalam produk hukum Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Perda RPJMD) 5 tahun kedepan. Hal ini (Perda RPJMD) dapat berjalan kalau diisi anggaran, sedangkan bahasan anggaran Kebijakan Umum Anggaran Plafond Perkiraan Anggaran Sementara (KUA PPAS) saat ini sudah masuk di DPRD Kab. Karanganyar untuk dibahas dalam rapat yang kemudian akan menjadi APBD Kab. Karanganyar 2014. “ dibandingkan kabupaten / kota lain, Kab. Karanganyar memang mundur untuk penetapan APBD 2014 dikarenakan Bupati dan Wakil Bupati terpilih baru dilantik 15 Desember 2013 kemarin”, kata Juliatmono. Hal ini berdampak kepada Tenaga Harian Lepas (THL) dan Tenaga Kontrak lainnya terlambat menerima honor.

Terkait penerimaan tenaga honorer, berdasar PP No. 48 Tahun 2005, bahwa pemerintah tidak diperbolehkan lagi untuk mengangkat honorer. Untuk itu pemerintah hanya diperbolehkan mengangkat THL yang mana honor nya melekat pada anggaran kegiatan dan THL tersebut tidak bisa diangkat menjadi CPNS maupun PNS.

“kalaupun pemerintah membutuhkan tenaga PNS baru, hal itu akan dilaksanakan melalui tahapan seleksi umum dimana semua masyarakat yang memenuhi boleh mengikutinya dan proses seleksi hingga pengumuman semua oleh pemerintah pusat”, tambah Juliatmono.

Sebelum mengakhiri pembinaannya, Juliatmono berpesan agar PNS, CPNS maupun THL dan tenaga kontrak di DKP Kab. Karanganyar agar profesional dalam bekerja dan mencintai pekerjaannya. “tidak ada bedanya PNS maupun THL semua harus profesional, jika tidak mau bekerja bilang kepada saya hari ini juga tidak usah bekerja lagi”, tegas dia.

Sementara itu, Ir. Didik Joko Bakdono, M.Si melaporkan bahwa jumlah PNS dan CPNS di DKP Kab. Karanganyar sebanyak 140 orang, Tenaga Kontrak 66 orang dan THL sebanyak 80 orang. ad

Read More

Puting Beliung Terjang 5 Kecamatan di Karanganyar

Angin puting beliung kembali menerjang wilayah di lima kecamatan, Kabupaten Karanganyar, Rabu (23/10), siang. Akibat kejadian tersebut 17 rumah mengalami kerusakan berat dan puluhan rumah lainnya rusak ringan. Total kerugian bencana alam ini masih dalam penghitungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.

Satu rumah milik Bu Broto (65), warga Dusun Mendalan RT 2 RW V, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Karanganyar, tertimpa pohon yang tumbang. “Awalnya ada awan hitam dari atas, terus muter-muter sampai mengangkat pohon. Di bawahnya seperti ada asap putih lalu pohon itu seperti dicabut dan jatuh ke rumah Bu Broto,” terang Dahyono (54), warga dusun setempat.

 Beruntung saat kejadian, rumah sedang dalam kondisi kosong. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Kejadiannya sekitar pukul 13.30 WIB. Saat kejadian empat anggota keluarga sedang tidak ada di rumah,” ujar Dahyono.

 Dahyono mengatakan, satu pohon durian yang tumbang menimpa satu rumah. Sedangkan dua pohon kelapa yang juga tumbang, kata Dahyono, ambruk ke tambak ikan milik Bu Broto. “Iya yang tumbang ada tiga pohon. Tapi yang menimpa rumah Bu Broto hanya satu pohon durian. Tapi ini sampai membuat rumahnya hancur,” tandasnya.

 Ia menambahkan, kerugian yang diderita pemilik rumah ditaksir mencapai sekitar Rp 12 juta.  Kondisi rumah milik Bu Broto sendiri sudah hancur, atapnya dan dinding-dindingnya ambruk akibat dihantam pohon durian tersebut. “Rumahnya langsung hancur dihantam pohon. Tapi syukur tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

 Selain di Kuripan, Matesih, puting beliung juga menerjang Desa Karanglo, Tawangmangu, Tankluk Jumantoro, Jumapolo, Klumprit Jatipuro dan Kota Karanganyar. Sementara itu, Kepala BPBD Karanganyar Aji Pratama Heru Kristanto saat mengunjungi lokasi kejadian mengatakan sedikitnya ada 14 titik yang terkena bencana akibat angin puting beliung dan pohon yang tumbang. “Ada 14 titik yang telah dilaporkan kepada kami. Salah satunya di sini (rumah Bu Broto-red),”.

 Menurutnya, berdasar laporan yang diterima ada 17 rumah rusak berat dan puluhan lainnya rusak ringan.

 “Akibat bencana yang melanda wilayah tersebut, kami mencatatkan terdapat kerugian material yang diderita warga setempat karena sedikitnya 17 rumah mengalami kerusakan cukup berat, sedangkan masih ada puluhan rumah lainnya yang rusak ringan,” kata dia.

 Disinggung soal total kerugian yang diakibatkan puting beliung tersebut, katanya, sampai sekarang masih dalam proses penghitungan ulang.

 Heru menambahkan, pohon tumbang belakangan banyak terjadi di wilayah Karanganyar. Mengingat ini sudah mulai memasuki musim pancaroba. Dia berharap masyarakat agar senantiasa waspada karena bencana sewaktu-waktu bisa datang. “Iya ini sudah mulai pancaroba jadi masyarakat harus waspada. Biasanya angin itu kan datang sebelum hujan tiba. Jadi kalau ada angin warga wajib langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri barangkali ada kejadian seperti ini,” ungkap dia.

Disinggung soal upaya yang bakal dilakukan BPBD terkait bencana yang kerap terjadi ini, Heru menjelaskan, pihaknya akan senantiasa mengantisipasi bencana dengan melakukan arahan-arahan kepada warga agar siap siaga ketiga hujan turun. Ia juga akan bekerja sama dengan   pihak DKP Karanganyar untuk meminta menebang pohon-pohon yang dinilai sudah seharusnya ditebang agar tidak terjadi kejadian seperti ini lagi. “Nanti kita akan sampaikan ke DKP Karanganyar agar memotong pohon-pohon yang sudah harus ditebang agar tidak menimpa korban. BPBD akan terus bersiaga selama 24 jam untuk menangani setiap bencana yang terjadi di Karanganyar,” pungkasnya.

Read More

Revitalisasi Tahap II, Fokus Bangun Fasilitas Public Space

Pemkab Karanganyar mulai mengerjakan proyek revitalisasi Taman Pancasila tahap II pada akhir September. Anggaran yang dikucurkan untuk membiayai proyek revitalisasi tersebut sekitar kurang lebih Rp500 juta.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar, Didik Joko Bakdono, mengatakan proyek revitalisasi Taman Pancasila tahap I telah dikerjakan pada akhir Desember 2012. Sementara proyek revitalisasi Taman Pancasila tahap II dikerjakan hingga pertengahan Desember 2013. Revitalilasi Taman Pancasila tahap II difokuskan untuk membangun berbagai fasilitas public space.

 “Taman Pancasila menjadi salah satu public space di Karanganyar, makanya fasilitas public space akan ditambah,” ujarnya kepada wartawan, awal pekan kemarin.

 Menurutnya, revitalisasi Taman Pancasila dilakukan untuk menata keberadaan PKL yang berjualan di lokasi tersebut. Taman Pancasila dibangun menjadi public space bagi keluarga dan para anak-anak. Masyarakat dapat bermain leluasa di Taman Pancasila bersama keluarganya masing-masing.

 Setelah pengerjaan proyek revitalisasi tahap II rampung maka para PKL akan direlokasi ke sekitar Alun-alun Karanganyar. Konsepnya, penataan PKL dilakukan layaknya Gladak Langen Bogan (Galabo) di Solo. “Silakan berdagang asalkan lapak-lapak PKL dibersihkan seusai berjualan sehingga kondisi sekitar Alun-alun tetap bersih dan nyaman,” jelasnya.

 Pihaknya segera mensosialisasikan rencana relokasi tersebut kepada para PKL Taman Pancasila. Diharapkan, para PKL berminat direlokasi ke Alun-alun Karanganyar karena lokasinya lebih representarif. Sementara seorang PKL Taman Pancasila, Sunardi, mengatakan instansi terkait belum melakukan sosialisasi terkait rencana relokasi para PKL Taman Pancasila. Menurutnya, sebagian PKL enggan direlokasi ke lokasi baru lantaran telah mempunyai pelanggan tetap. Apalagi, lokasi Taman Pancasila dinilai lebih strategis untuk menggelar dagangan dibanding lokasi lainnya.

Read More

Pemeriksaan Hydran Dipatok Rp 150.000/ Unit/ Sistem

Karanganyar, Senin (04/03/2013).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menetapkan retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran jenis hydran sebesar Rp 150.000/ unit/ sistem. Besaran retribusi ini merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2012.

Dalam Perda yang mengatur tentang Retribusi Jasa Umum itu dijelaskan jika untuk pemeriksaan hydran ditetapkan sejumlah Rp 150.000/ unit/ sistem. Nominal yang sama juga diperuntukkan bagi pemeriksaan instalasi pemadam jenis springkler dan gas dektator.

Pemeriksaan tiga jenis alat pemadam kebakaran itu meliputi pemeriksaan gambar, visual, pengujuan tanpa beban, pengujian beban, dan rekomendasi teknis. Sementara itu, Pemkab juga sudah menyiapkan personil untuk melakukan pengecekan alat-alat itu.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karanganyar, Didik Joko Bakdono mengungkapkan, alat pemadam kebakaran  harus dicek secara berkala. Dengan demikian, maka fungsi alat tersebut bisa maksimal. “Ya harus dicek. Jangan sampai alat pemadam kebakaran hanya ditaruh tanpa ada pemeliharaan khusus,” kata Didik, Sabtu (02/03).

Selain hydran, springkler, dan gas dektator, alat pemadam kebakaran lainnya seperti busa/ super busa, drypowder (serbuk kering, gas CO2, halon) juga harus diperiksa secara berkala. Untuk busa dan super busa retribusinya dipatok antara Rp 7.500 hingga Rp 10.000/ tabung. Sedangkan untuk drypowder retribusinya juga ditetapkan Rp 5.000 hingga 10.000. Nominal retribusi tersebut disesuaikan dengan berat dari alat pemadam kebakaran tersebut. “Semakin berat isinya, ya semakin tinggi retribusinya. Jadi, memang berbanding lurus antara berat dengan retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran,” ujar dia lagi.

Guna memberikan acuan teknis di daerah, Perda tersebut juga dilengkapi dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 Tahun 2012 yang terbit pada 3 Juli 2012. Perbup yang juga mengatur tentang Retribusi Jasa Umum itu sebagai petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) di lapangan. “Informasi ini akan kami sebarkan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan tempat-tempat umum yang memiliki alat pemadam kebakaran,” katanya.pd

Read More

Rencana Umum Pengadaan Barang/ Jasa Perubahan Tahun Anggaran 2012 BAPPEDA, BLH, DISDIKPORA, DISPERTANBUNHUT, DKP & DPU Kabupaten Karanganyar

Berdasarkan Prepres 54 Tahun 2010, dengan ini Pengguna Anggaran SKPD di Kabupaten mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/ Jasa Perubahan Tahun Anggaran 2012 untuk diketahui masyarakat dan seluruh pihak yang berkepentingan.

Download: BAPPEDA, BLH, DISDIKPORA, DISPERTANBUNHUT, DKP & DPU

Read More

DKP Usulkan Tambah Lampu Tenaga Surya di 20 Titik

Pemasangan lampu tenaga surya untuk penerangan jalan di 20 titik di sejumlah kecamatan digagas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar. Rencana tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Kami sebenarnya mengusulkan program penambahan penerangan jalan kepada Pemprov sejak tahun 2009 lalu,” ujar Kepala DKP Karanganyar, Maulan, Jumat (5/10).
Penambahan penerangan lampu jalan dengan tenaga surya tersebut, menurutnya, menjadi prioritas karena banyaknya aspirasi dari masyarakat. Wilayah yang nantinya akan mendapatkan penambahan penerangan jalan di antaranya ruas jalan di wilayah Kecamatan Jumantono, Jumapolo, Jatiyoso, Jatipuro (4J), Karangpandan, dan Tawangmangu.
Maulan menjelaskan lampu tersebut rencananya juga akan dipasang di jembatan-jembatan yang ada di beberapa ruas jalan. Untuk wilayah 4J rencananya ada lima titik yang akan dipasangi lampu tersebut. Sedangkan untuk Tawangmangu, pemasangan lampu akan dilakukan di daerah Kali Samin dan daerah Gumeng menuju Candi Cetho.
Maulan berharap usulan penambahan penerangan jalan tersebut bisa masuk dalam APBD 2013 mendatang. Sehingga jika disetujui bisa dipastikan angka kecelakaan lalu lintas di daerah tersebut di malam hari akan berkurang. “Harapannya angka kecelakaan bisa berkurang,” kata Maulan.
Sementara itu, Kanit Laka Sat Lantas Polres Karanganyar, Iptu Andi Kadesma, menyambut baik program DKP tersebut. Menurutnya, penambahan penerangan jalan di daerah-daerah tersebut sangat membantu para pengguna jalan khususnya di malam hari. “Di daerah tersebut seperti wilayah 4J, Karangpandan, dan Tawangmangu diketahui sangat minim penerangan jalan sehingga rawan kecelakaan,” ujar Andi.
Andi menambahkan selain minimnya penerangan, jalan yang berkelok-kelok dan curam juga berbahaya bagi pengguna jalan. “Walaupun penerangan jalan nanti telah ditambah, kami harap masyarakat juga tetap disiplin dalam berlalu lintas,” imbaunya.

Read More

Lampu Jalan di Kebakkramat Ditambah

Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar segera menambah jumlah penerangan jalan di sembilan titik di wilayah Kecamatan Kebakkramat. Penerangan tambahan tersebut utamanya di sepanjang jalan dari arah Palur ke Kebakkramat untuk mengantisipasi tingginya angka kecelakaan.
“Pada tiap titik akan dipasang dua lampu, sehingga jumlahnya 18 lampu jalan. Sehingga bisa menerangi sisi kanan dan kiri, utamanya di malam hari,” kata Kepala DKP Karanganyar, Maulan, Sabtu (28/7).
Dijelaskannya, jarak pemasangan antartitik pemasangan lampu jalan tersebut akan dibuat agak renggang, yaitu sekitar 50 meter. “Sengaja dibuat agak renggang, agar penerangan jalan merata,” ujarnya.
Saat ini proses lelang berupa pengadaan barang untuk pemasangan lampu jalan di Kebakkramat sudah selesai. “Jika semua lancar maka paling tidak bulan depan sudah bisa dimulai pemasangan lampunya,” jelasnya.
Di jalur Solo-Sragen, utamanya di wilayah Kebakkramat angka kecelakaan memang cukup tinggi. Apalagi mendekati musim lebaran seperti sekarang, dipastikan intensitas kendaraan yang melintas semakin tinggi. “Kita coba antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Maulan.
Maulan menambahkan, penambahan lampu jalan juga akan dilakukan di sejumlah tempat secara bertahap. Untuk saat ini saja jumlah lampu jalan yang dikelola DKP Karanganyar sebanyak 1.600-an lampu. “Itu tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar,” ujarnya.

Read More