Clip_3

Sanitasi, Antara Perilaku dan Kepedulian

Sanitasi adalah usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yg baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat (http://kbbi.web.id/sanitasi). Sedangkan dalam  https://id.wikipedia.org/wiki Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Secara singkat sanitasi dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan untuk mewujudkan  kondisi lingkungan yang sesuai dengan persyaratan kesehatan.

Clip_3Sanitasi yang memadai (sesuai dengan persyaratan kesahatan) dapat mendorong peningkatan derajat kesehatan dan derajat perekonomian masyarakat. Namun sanitasi yang tidak memadai dapat mengundang munculnya berbagai penyakit dan menghabiskan dana untuk mengatasinya. Untuk mencegah meluasnya dampak tersebut, masyarakat dan pemerintah perlu meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya sanitasi. Urusan sanitasi meliputi pengolahan tinja dengan penyediaan jamban pada tiap keluarga, pengelolaan pembuangan akhir sampah, dan drainase di lingkungan masyarakat.

Berdasarkan data RPJMD Kabupaten Karanganyar Tahun 2014-2018, Persentase cakupan layanan sanitasi dikaranganyar Tahun 2013 sebesar 57% dan ditargetkan pada tahun 2018 mencapai 67,5%. Sementara itu data dari http://stbm-indonesia.org (25/8/15 jam 10.02 AM) bahwa akses yang dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar terkait dengan  akses sanitasi (jamban) mencapai 93.31%, dengan jumlah KK yang masih BABS sebanyak 16.013 KK dari 257.041 KK.

Informasi dari Dinas Kesehatan, bahwa pemerintah kabupaten Karanganyar bertekad untuk dapat menyelesaikan persoalan akses sanitasi (jamban) sekaligus menjadikan karanganyar sebagai Kabupaten yang bebas BABS pada tahun 2017.

Dalam upaya mendukung target tersebut, bahwa pembenahan sanitasi (jamban) tidak mungkin hanya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten saja, tetapi perlu kolaborasi penanganan sanitasi oleh berbagai pihak baik itu masyarakat, pemerintah desa, stakeholder/perusahaan dan  lembaga-lembaga keswadayaan masyarakat.

Terkait dengan hal tersebut, saya selaku Koordinator Kota P2KKP (Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman) mengusulkan ide Kolaborasi pencapaian 100% akses sanitasi (dalam hal ini jamban) melalui beberapa kegiatan atau Gerakan.

1. Gerakan Serbu Sanitasi (Gerakan Seribu Sanitasi)

Sasaran : siswa/I Sekolah mulai dari SD sampai dengan SMA sederajat di Kabupaten Karanganyar
Substansi kegiatan : Belajar memupuk rasa kepedulian terhadap warga miskin yang tidak memiliki akses/sarana sanitasi minimal di desa/ kecamatan dimana sekolah itu berada.
Konsep : Siswa berinfaq dengan menyisihkan uang jajannya sebesar Rp. 1000 per bulan
Teknis : Infaq siswa dikoordinir oleh ketua kelas. Kemudian menyerahkan dana serbu Sanitasi ke organisasi Siswa Sekolah / Pramuka.
Penggerak : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepala Sekolah
Pelaku : Ketua Kelas dan Osis/Pramuka

2. Gerakan BerceSan (Berbagi Cemban Sanitasi)

Sasaran : PNS pegawai Pemda / Dinas se-Karanganyar
Substansi kegiatan : PNS menjadi bagian dalam penyelesaian masalah sanitasi di Kabupaten Karanganyar
Konsep : Setiap PNS menghimpun dana sosial Bercesan minimal Rp. 10.000 per bulan.
Teknis : Dana Bercesan di kumpulkan kepada Relawan sanitasi di masing-masing SKPD. Relawan Sanitasi menerima, mencatat dan menyerahkan dana Bercesan kepada Relawan Sanitasi Tingkat Kabupaten.
Penggerak : Sekda, Kepala Dinas, Kabid masing-masing SKPD
Pelaku : Relawan Sanitasi SKPD dan Relawan Sanitasi Tingkat Kota

3. Gerakan Berambisi Sanitasi  (BERANI AMBIL SANITASI)

Sasaran : Organisasi Sosial, Perusahaan, Organisasi profesi (IDI, IBI,  INI, dll)
Substansi kegiatan : Perwujudan tanggungjawab social terhadap masyarakat miskin yang belum memiliki akses/sarana sanitasi.
Konsep : Kesanggupan organisasi social, perusahan dan organisasi profesi mewujudkan sarana dan prasarana sanitasi secara periodic.
Teknis : Perusahaan, Organisasi sosial, organisasi profesi BERAMBISI membangun jamban masyarakat miskin (data dari DKK) secara mandiri dengan biaya dari perusahaan/ormas/ organisasi profesi sesuai dengan kesanggupan.
Penggerak : Sekda, Disperindagkop, DKK, Kesbanglinmaspol, Kodim
Pelaku : Penanggungjawab Organisasi Sosial, Perusahaan, Organisasi profesi (IDI, IBI,  INI, dll)

4. Gerakan Desa Bebas BABS

Sasaran : Desa/Kelurahan se-Kab. Karanganyar
Substansi kegiatan : Persoalan sanitasi menjadi bagian prioritas pembangunan desa/Kelurahan
Konsep : Kesanggupan desa untuk percepatan Bebas BABS
Teknis : Desa mengalokasikan dana desa dan dana program lainnya untuk pembangunan sarana sanitasi secara periodik sesuai target penanganan.
Penggerak : Pemdes, Bapermasdes, Dinas Pekerjaan Umum, Camat
Pelaku : Kepala Desa dan BPD, BKM, UPK

5. GEMESI (Gerakan Menangani Sanitasi)

Sasaran : Warga Masyarakat Peduli (Segmen Menengah ke atas)
Substansi kegiatan : Kepedulian masyarakat terhadap penanganan persoalan sanitasi di desa/ lingkungan sekitarnya.
Konsep : Masyarakat mengumpulkan dana Gemesi sesuai dengan kemampuannya sendiri secara periodic.
Teknis : Dana Gemesi dikumpulkan via pertemuan warga, kemudian disetorkan kepada Lembaga/Badan Keswadayaan Masyarakat untuk dijadikan alokasi pembangunan sarana sanitasi.
Penggerak : Bappermasdes, DPU, BKM, Kepala Desa, Camat
Pelaku : RT/RW, Relawan Masyarakat, BKM

6. Gerakan Arisan Jamban

Sasaran : Warga yang mampu tetapi tidak memiliki Jamban
Substansi kegiatan : Warga yang mampu, secara swadaya dapat memenuhi kebutuhan sanitasinya secara mandiri.
Konsep : Warga sasaran berkelompok menghimpun diri dan mengadakan arisan jamban.
Teknis : Besar arisan jamban ditentukan dikelompok dan pembangunan secara bergilir sesuai dengan target waktu yang ditetapkan kelompok.
Penggerak : Kepala Desa, Kadus
Pelaku : Penerima manfaat

7. Gerakan  Somasi (Sosialisasi Masalah Sanitasi)

Sasaran : Masyarakat, Pemdes, Stakeholder
Substansi kegiatan : Mensosialisasikan program 100% akses sanitasi, mendorong perubahan sikap dan perilaku hidup sehat, menyebarluaskan informasi pelaksanaan program.
Konsep : Melakukan sosialisasi kepada khalayak melalui media yang dimiliki, media social, media masa baik cetak-audio-audio visual maupun media warga sehingga dapat mempengaruhi khalayak untuk ikut berpartisipasi dan merasa memiliki.
Teknis : Melakukan sosialisasi kepada warga atau stakeholder, melakukan peliputan, menayangkan berita/kejadian melalui media yang dimilikinya.
Penggerak : Kepala Daerah, Sekda, Dinas Kesehatan, TKPKD
Pelaku : Dishubkominfo, RSPD, Forum Wartawan Karanganyar, Relawan, Sanitarian, DKK

Gerakan Kolaborasi

Mengapa pencapaian 100% akses sanitasi di Kabupaten Karanganyar harus dilaksanakan melalui gerakan kolaborasi ?

Pertama: Persoalan sanitasi sudah sangat kompleks dan kronis (tidak sekedar keterbatasan sarana prasarana, pendanaan, tetapi juga terkait dengan perilaku), sehingga tidak ada satu pihak pun yang dapat mengklaim memahami persoalan yang dihadapi.  Keberhasilan tidak sekedar diakui oleh Dinas Kesehatan Kabupaten, tetapi merupakan kolaborasi dengan stakeholder/SKPD/Masyarakat.

Kedua: Pergeseran posisi pelaku utama dari pemerintah dan swasta ( sebagai pemasok) ke masyarakat. Masyarakat menjadi bagian utama dalam penyelesaian masalah sanitasi, sehingga masyarakat bisa merencanakan, melaksanakan dan memonitoring kegiatan.

Ketiga: Keterbatasan sumberdaya di semua pihak baik pemerintah sebagai penyelenggara pembangunan maupun di pihak pelaku pembangunan lainnya; swasta maupun masyarakat, sehingga perlu dilakukan sinergi untuk mencapai tujuan bersama. Sehingga dalam kegiatan ini melibatkan berbagai pihak yang dapat mendorong pencapaian 100% sanitasi sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki

Keberhasilan gerakan kolaborasi 100% akses sanitasi bisa berjalan apabila ada komitmen dan kepedulian yang kuat dari seluruh pelaku dan penggerak kegiatan, disertai dengan perubahan sikap dan perilaku warga yang tidak memiliki akses jamban.

Pengirim:
Dade Saripudin
Koordinator Kota P2KKP Kab. Karanganyar

 

Read More
DSC_0160

Juliyatmono : “ Optimis Karanganyar Capai Swasembada Pangan”

DSC_0160

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Memberikan Sambutan Pengarahan di Hadapan Peserta Rakor Dewan Ketahanan Pangan, Senin Siang (28/09)

DSC_0141

Sadi, Kabid Ketersediaan Pangan BKP Prop Jateng Saat Menyampaikan 3 Kebijakan Pokok Nasional Dalam Menghadapi Situasi Pangan Global

Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu Lumbung Pangan untuk Tingkat Jawa Tengah bahkan Nasional. Hal ini disampaikan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya pada Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan, Senin (28/09/15) di Gedung Pandusita PG. Tasikmadu Sondokoro.

“Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat ini tengah mencanangkan tercapainya swasembada pangan di daerah-daerah khususnya Jawa Tengah dalam rangka mewujudkan Kedaulatan Pangan. Maka untuk itu, fokus pemerintah agar pangan tersedia dengan baik. Nah, Karanganyar kita ini merupakan salah satu Lumbung pangan, karena setiap panen padi mampu menghasilkan 9,6 ton/hektar dan lebih tinggi dibandingkan di daerah lain di Jawa Tengah yang rata-rata hanya 8,8 ton/hektar. Saya optimis Karanganyar cukup bisa bahkan dapat melebihi target pencapaian swasembada pangan,” terang Juliyatmono dihadapan peserta Rakor.

“Untuk itu, saya minta SKPD terkait di Karanganyar seperti Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan, Kantor Ketahanan Pangan, BP4K dan Dinas Kesehatan untuk selalu bersinergi guna mewujudkan kedaulatan pangan khususnya di Karanganyar. Begitu pula untuk bantuan kepada Kelompok Tani, agar diberikan bibit dan benih varietas unggul supaya panen lebih maksimal hasilnya dan berkualitas ” tutur Bupati saat menghimbau kepada stake holder agar lebih teliti dan akurat mengenai data terkait luas lahan yang dapat dikelola dan hasil panen yang dicapai.

Sementara itu, Sadi Kabid Ketersediaan Pangan yang mewakili Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Jawa Tengah mengatakan kegiatan ini memiliki posisi yang sangat strategis sebagai upaya pencapaian target swasembada pangan tahun 2015. Berdasar UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang merupakan kebutuhan dasar manusia.

“Guna menghadapi situasi pangan secara global, Pemerintah mengeluarkan tiga kebijakan pokok strategi ketahan pangan nasional yakni : Peningkatan kualitas lahan dengan penerapan teknologi (irigasi, varietas), pengembangan pola konsumsi produksi yang sesuai dengan kapasitas pangan nasional melalui program diversifikasi pangan serta kebijakan stok dan ekspor impor pangan.”, Terang Sadi

Masih dalam kesempatan yang sama Uning Sri Wahyuni, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kab. Karanganyar melaporkan kegiatan ini bertujuan untuk menyamaikan persepsi guna mewujudkan ketahanan pangan di Kab. Karanganyar sekaligus meminimalisir kendala yang dihadapi guna pencapaian ketahanan pangan di wilayah Karanganyar.

Acara menghadirkan nara sumber diantara nya : Sumpramnaryo (Kepala Distanbunhut Karanganyar) yang menyampaikan materi tentang produksi tanaman pangan Kabupaten Karanganyar dalam mendukung ketahanan pangan, Ani Dwiyanti (Dinas Kesehatan Karanganyar) terkait ketersediaan pangan dan gizi serta Bambang Harsono (Kepala BP4K Karanganyar) yang membahas swasembada Pajale (Padi, Jagung dan Kedelai) dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ad+Ind

Read More
aku (3)

Ditemukan Puluhan Bahan Makanan Mengandung Zat Berbahaya

Tim sidak dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar saat mengambil sampel makanan di pasar Kebak Kramat, Senin (06/07) pagi

Tim sidak dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar saat mengambil sampel makanan di pasar Kebak Kramat, Senin (06/07) pagi

Karanganyar, Senin (06/07/2015)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar saat inspeksi mendadak (sidak) menjelang lebaran tahun 2015, di lima pasar tradisional di Kecamatan Matesih, Tawangmangu, Jumapolo, Kebak kramat, dan pasar Jambangan Mojogedang masih mendapati berbagai bahan makanan yang mengandung zat berbahaya.
Di lima pasar tradisional tersebut, tim sidak menemukan sebanyak 32 zat berbahaya yang terkandung di bahan makanan, seperti borak, formalin, dan rhodamin b (pewarna pakaian).
Di pasar Kebakkramat, tim mendatangi dan mengambil bahan makanan yang diduga mengandung zat-zat tersebut. Hasilnya, setelah di uji lab dilokasi pasar ternyata ditemukan kandungan zat berbahaya.
Dari hasil sampel 14 bahan makanan, yang mengandung rhodamin b (pewarna pakaian) antara lain cendol, dan cemilan. Mengandung borak yakni mie basah, bleng semar dan teri nasi. Selain itu juga formalin di teri nasi dan produk super rajawali.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Fathkul Munir, mengatakan pada sidak ini sebanyak 74 bahan makanan di uji laboratorium.
“Kita mengambil sampel bahan makanan, ternyata hasilnya 43,2 persen mengandung zat berbahaya. Yang paling banyak di teri nasi, mi basah, kerupuk gado-gado,” ujarnya seusai sidak, Senin (06/07) di kantornya.
Selanjutnya, lanjut Fathkul Munir dengan temuan tersebut pihaknya akan memberikan sosialisasi kepada penjual maupun pembeli untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi bahan makanan.
Pada sidak itu juga mengawasi label, kemasan, bahan tambahan makanan, legalitas dan kebersihan sanitasi. pd

Read More
DSC_0146

Sidak Makanan, Dinkes Temukan Zat Berbahaya

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar sedang menunjukkan hasil uji lab makanan mengandung formalin, Jumat (12/06) di Pasar Tegalgede

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar sedang menunjukkan hasil uji lab makanan mengandung formalin, Jumat (12/06) di Pasar Tegalgede

Karanganyar, Sabtu (13/06/2015)
Tim sidak makanan dan minuman dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar dalam pantuan makanan di pasar tradisional dan toko modern menemukan beberapa makanan yang mengandung zat berbahaya.
Di pasar Tegalgede, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, tim tersebut menemukan dua makanan yang tidak layak konsumsi.
“Setelah diambil sampel dan di uji laboratorium, Kami mendapati criping pohung positif mengandung Rhodamin B. Zat tersebut biasanya untuk pewarna tekstil. Juga di teri nasi yang mengandung formalin,” jelas Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Fathkul Munir, Jumat (12/06) di lokasi.
Fatkhul Munir juga menjelasakan tahun kemarin, juga di temukan zat-zat tersebut di kedua makanan itu.
“Sudah tiga tahun ini kita temukan positif mengandung Rhodamin b dan Formalin,” jelasnya.
Dia juga meminta kepada masyarakat untuk lebih hati-hati membeli makanan, selain itu pihaknya terus memberikan edukasi dan pengawasan terhadap bahan berbahaya itu di makanan.
“Uji lab juga dilakukan pada mi pentil, bakso, slondok, kikil, dan singkong keju, namun tidak diketemukan kandungan zat berbahaya,” ujarnya.
Selain di pasar Tegalgede, tim sidak juga disebar ke Pasar Nglano Tasikmadu, Pasar Palur, Pasar Karangpandan, dan Pasar Jatiyoso. pd

Read More
DSC_0041

Bangun Tiga Gedung, Habiskan Dana Rp. 13,1 Miliar

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo saat meletakkan batu pertama pembangunan gedung Dinas Kesehatan, BP3AKB, dan PMI, Jumat (12/06) di bekas RSU Kartini.

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo saat meletakkan batu pertama pembangunan gedung Dinas Kesehatan, BP3AKB, dan PMI, Jumat (12/06) di bekas RSU Kartini.

Karanganyar, Jumat (12/06/2015)
Pada pertengahan tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar membangun tiga gedung perkantoran sekaligus. Menandai pembangunan, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo melakukan peletakan batu pertama.
Tiga gedung tersebut terletak dalam satu tempat yang sama, yakni menempati bekas Rumah Sakit Umum (RSU) Kartini (saat ini pindah ke Jenglong, diberi nama RSUD Karanganyar). Total dana pembangunan sebesar Rp. 13.114.127.000,00.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar Didik Joko Bakdono menuturkan pembangunan gedung tersebut direncanakan selesai dalam waktu enam bulan untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) dan PMI, sedangkan untuk Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB) selesai dalam waktu lima bulan.
“Untuk Dinas Kesehatan dan PMI menghabiskan dana Rp. 9.896.687.000,00. Sebagai pemenang yakni PT Karya Bhakti. Sedangkan untuk BP3AKB oleh PT Rahmadannu Abadi Jaya dengan dana Rp. 3.217.440.000,00. Proses pembangunan ini semuanya melalui lelang,” katanya saat dilokasi peletakan batu pertama, Jumat (12/06).
Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta agar pembangunan dapat selesai tepat waktu dan jangan sampai molor. Apalagi didepan lokasi pembangunan merupakan DPRD Kabupaten Karanganyar.
“Dana pembangunan berasal dari APBD Kabupaten Karanganyar. Bahkan lokasinya berada di depan DPRD, jadi setiap saat wakil rakyat dapat mengawasi proses pembangunan,”
Dia juga berkata, dengan simbol pembangunan Dinkes ini, tentu bisa lebih bersemangat sebab, BP3AKB juga berkaitan dengan tupoksi untuk memberdayakan dan melindungi masyarakat juga mengurangi laju pertumbuhan penduduk. pd

Read More
DSC_0009 copy

Sosialisasi DAGUSIBU, Ajak Masyarakat Bijak Terhadap Obat

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat akan mengibarkan bendera star jalan sehat sosialisasi DAGUSIBU, Minggu (17/05).

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat akan mengibarkan bendera star jalan sehat sosialisasi DAGUSIBU, Minggu (17/05).

Karanganyar, Senin (18/05/2015)
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Karanganyar mengadakan Sosialisasi DAGUSIBU dengan mengadakan acara jalan sehat dengan membagikan leflet di sepanjang jalan rute yang dilewati.
DAGUSIBU merupakan ajakan masyarakat untuk bijak terhadap pengggunaan obat-obatan yang benar dimulai dari keluarga. Gerakan ini berupa “Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang” obat dengan benar.
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, pelaku kesehatan baik Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, Dokter, Bidan, dan Apoteker, ambil bagian terdepan pentingnya hidup sehat.
“Apoteker bisa terus mensosialisasikan ke masyarakat untuk mendapatkan obat yang benar dan baik. Pelaku kesehatan bergerak membangun keluarga yang sehat dan baik,” kata Bupati Juliyatmono, sebelum acara Jalan Sehat Sosialisasi DAGUSIBU, Minggu (17/05) di halaman Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar.
Sementara itu salah satu panitia kegiatan, Desi Suryani menuturkan kami ingin mengajak masyarakat sadar untuk mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar.
“Ini juga merupakan upaya melindungi masyarakat dari bahaya penggunaan obat yang tidak tepat dan benar,” kata Desi, seusai acara jalan sehat.
Desi juga menjelaskan ketidakpatuhan dan ketidaksepahaman pasien dalam menjalankan terapi merupakan salah satu penyebab kegagalan terapi. Hal ini sering disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman pasien tentang obat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan penggunaan obat untuk terapinya.
Adanya penyalahgunaan obat, pengguna-salahan obat, obat palsu, dan obat rusak kadaluwarsa yang tidak dikelola dengan benar menjadi latar belakang perlunya IAI menganjurkan kepada masyarakat mendapatkan pemahaman obat dari Apoteker. Di Apotek, Puskesmas, Rumah Sakit, dan Klinik, masyarakat dapat berkonsultasi dengan Apoteker agar obat dapat digunakan dengan tepat dan benar,” pungkasnya.
Jalan sehat yang diikuti 254 apoteker dari Karanganyar dan luar Kabupaten Karanganyar itu dimulai dari halaman Dinas Kesehatan, belakang DPU, Bank Jateng, Kodim 0727/Karanganyar, Cafe Jamu dan finis di Dinkes.pd

Read More
DSC_0428

Karanganyar Percepat Pencapaian SBS

DSC_0428

Bupati Karanganyar Juliyatmono Sedang Memberikan Pengarahan Saat Rakor Pencapaian Sanitasi Di Kab. Karanganyar.

DSC_0422

Suasana Rakor Pencapaian Sanitasi Di Kab. Karanganyar.

Dalam rangka Kabupaten Karanganyar bebas buang air besar sembarangan (STOP BABS) tahun 2017, Dinas Kesehatan Kab. Karanganyar mengadakan rapat koordinasi Percepatan Pencapaian Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) Kabupaten Karanganyar di Kantor Bupati Karanganyar senin (23/3). Rapat itu dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Sekda Karanganyar, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra, Kepala Bappeda dan perwakilan Dinas Kesehatan Kab. Karanganyar.

 Dalam sambutan pengarahannya Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan bahwa percepatan sanitasi yang layak hanya dapat dicapai jika masyarakat terlibat secara aktif mulai dari identifikasi dan penyelesaian masalahnya. Dalam hal ini, Pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) diharapkan mampu untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

 “Lakukan pendataan dilapangan terhadap siapa saja yang belum memiliki sanitasi. Bagi rumah yang belum memiliki sanitasi diwajibkan membuatnya, apabila disitu ternyata warga kurang mampu pemerintah akan membantu” menurut Juliyatmono

 Sementara itu, Munir Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Kabid P2PL) DKK Karanganyar melaporkan bahwa pada tahun 2014, masyarakat Karanganyar masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sebanyak 24.722 KK atau 21,36% dan 31.726 rumah atau 14,59% belum memiliki jamban sehat. Sedang akses jamban paling rendah ada di Kec. Tawangmangu. Adapun kendala yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup bersih dan sehat. ad

Read More
DSC_0015

Hari Kesehatan Nasional Ke-50 Kab. Karanganyar

DSC_0009

Upacara Peringatan HKN Ke-50 Kab. Karanganyar, di Aula Dinas Kesehatan Karanganyar, Rabu Pagi 12/11/2014

DSC_0015

Pengguntingan Pita Balon Peringatan HKN Ke-50 Kab. Karanganyar

DSC_0027

Assisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Setda Karanganyar, Agus Cipto Menyerahkan Piala Lomba Kepada Pemenang

Puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-50 Kab. Karanganyar melaksanakan upacara pada Rabu Pagi, 12/11/2014 di Halaman Dinas Kesehatan Kab. Karanganyar. Bertindak sebagai Irup Upacara Assisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra Setda Karanganyar Agus Cipto Waluyo. Hadir pula perwakilan Muspida Karanganyar dan SKPD terkait. Sebagai peserta upacara Instansi kesehatan di Kab. Karanganyar, Perguruan Tinggi Kesehatan se-Kab. Karanganyar.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar yang dibacakan oleh Agus Cipto menekankan pada peringatan HKN Ke-50 ini merupakan momentum untuk meningkatkan tekad dan semangat kita semua, untuk lebih memberi makna pada masyarakat akan pentingnya kesehatan.

“Semangat untuk melayani, semangat Menggerakkan, Semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan haruslah menjadi konsep pembangunan nasional kita”, ujar Agus

Sementara itu Ketua Panitia HKN Ke-50 Kab. Karanganyar dr. Supardi menjelaskan bahwa berbagai event dilaksanakan untuk memeriahkan HKN kali ini, antara lain seminar deteksi dini CA Serviks, seminar Primary Health Care, Lomba-Lomba (Tenis Meja, Catur, Bulu Tangkis dan Futsal), Lomba Dance Hand Hygiene, Lomba Balita Sehat, Lomba Tenaga Kesehatan Teladan, Lomba Puskesmas Terbersih, Lomba Kecamatan Sayang Ibu dan Gerak Jalan.

Supardi juga melaporkan bahwa tenaga kesehatan atas nama Karni, SKM telah menjuarai Lomba Kesehatan Masyarakat Teladan Tk. Nasional dan Agus Nuriyah, S.Gz sebagai juara 1 kategori Nutrisionist Teladan Tk. Propinsi Jateng. ad

Read More
gue copy

Percantik Kawasan Alun-Alun, Habiskan Dana Tiga Miliar

Karanganyar, Kamis (16/10/2014)

Alat berat digunakan untuk pengerjaan kawasan alun-alun Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/10)

Alat berat digunakan untuk pengerjaan kawasan alun-alun Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/10)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar menghabiskan dana sebesar Rp. 3 miliar untuk penataan kawasan seputar alun-alun. Dengan target pengerjaan selesai pada, Senin (15/12) tahun ini.

Penataan kawasan alun-alun juga dilengkapi dengan city walk dan dua lampu titik lokasi high mast dengan menggunakan sistem peredupan otomatis. Kepala Subbagian (Kasubag) Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karanganyar, Dwi Harjono mengatakan akses jalan dibuat lurus dengan pintu tengah Kantor Bupati, saat ini masih dalam proses pengerjaan.

“Untuk jalan lama, akan dibuat seperti Plaza Alun-Alun, memakai batuan andesit. Terdapat pula city walk sepanjang 600 meter dari depan Bank Daerah sampai Kantor BRI Cabang Karanganyar,” ujar Dwi Harjono, saat di temui di kantornya, Rabu (15/10) siang.

Dwi menambahkan Taman Gajah dan Monumen Gerakan Sayang Ibu masih tetap ada, namun lokasi terpisah dengan jalan baru yang dimuat lurus jalan sebelah timur Setda. “Alun-alun juga dibangun tempat tenda tamu undangan bila ada acara,” katanya. Selain itu, dari maket yang diperlihatkan, nampak akses jalan yang akan dibuat dari Kantor Dinas Kesehatan ke barat langsung menuju alun-alun. pd

Read More
DSC_0087

DKK Temukan Makanan Berbahaya

Karanganyar, Selasa (15/07/2014)

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar memeriksa sampel bahan makanan di Pasar Jambangan, Kecamatan Mojogedang, Senin (14/07) kemarin pagi.

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar memeriksa sampel bahan makanan di Pasar Jambangan, Kecamatan Mojogedang, Senin (14/07) kemarin pagi.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait peredaraan bahan makanan berbahaya di Pasar Jambangan, Mojogedang, Senin (14/07). Tim menemukan adanya mi basah, bakso, ikan teri yang mengandung bahan berbahaya jenis formalin dan boraks.

Hal itu terbukti saat tim dari DKK melakukan uji langsung di pasar tersebut. Di mana, DKK mengambil sempel bahan makanan yang memiliki warna dan bau yang tidak wajar. Saat dites, ternyata sempel-sempel tersebut positif mengandung formalin dan bahan berbahaya lainnya.

Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) DKK Karanganyar, Fatkhul Munir, mengungkapkan sempel tersebut diambil pada pedagang yang menjadi binaan dari dinasnya. Mereka yakni pedagang yang sudah ketahuan menjual bahan makanan yang mengandung zat berbahaya. “Ternyata mereka masih menjual bahan-bahan yang tidak layak konsumsi. Tapi dibandingkan dengan tahun lalu, sekarang jauh lebih baik,” kata Fatkhul yang juga selaku koordinator sidak, kemarin.

Agar para pembeli tidak dirugikan, DKK juga memberikan tips cara memilih bahan makanan yang layak konsumsi. Pihaknya menekankan kepada pembeli untuk melihat fisik dan label bahan makanan yang dibeli. Makanan yang bagus pastinya memiliki kemasan dan bentuk yang masih bagus serta utuh. Tidak hanya itu, DKK juga menghimbau kepada pembeli untuk meliohat tanggal kedaluarsa yang tertera dalam label bahan makanan yang dibeli.

Salah seorang penjual mi basah, Suratmi mengaku tidak mengetahui tingkat kelayakan makanan yang dia jual. Dia mengaku bahan makanan yang berada di lapaknya diperoleh dari Sragen dan Solo. Meski positif mengandung formalin, dirinya menegaskan selama ini tidak ada keluhan dari para konsumen. “Tidak ada keluhan dari para pembeli. Jadi, saya juga tidak tahu kalau mi saya mengandung bahan berbahaya,” ujarnya.

Tim pun melanjutkan sidak ke salah satu pasar modern di Mojogedang. Di sini, petugas mendapati makanan kering tak berlabel, kemasan rusak, dan kemasan jeli tanpa tanggal kedaluwarsa. Seluruh barang-barang mencurigakan didata untuk kemudian ditelusuri identitas penyalurnya. Cara penempatan bahan makanan dan lainnya juga tidak sesuai dengan aturan yang ada. Hal ini diketahui dari peletakan cairan berbahaya yang diletakkan berdekatan dengan makanan.

Sidak tersebut masih akan berlanjut Selasa (15/07) dengan sasaran sejumlah pasar tradisional di wilayah lain setelah empat tim merampungkan di Jatipuro, Kebakkramat, Colomadu dan Mojogedang. pd

Read More