WhatsApp Image 2021-03-22 at 07.56.03

Sosialisasi Tetap Taat Protokol Kesehatan Untuk ASN Oleh Dinas Kesehatan Karanganyar

Read More
DSC_4482

Dinas Kesehatan Gelar Rapid Tes Di Sejumlah Pusat Perbelanjaan

Salah satu pegawai pusat perbelanjaan Amigo Karanganyar sedang menjalani Rapid Tes yang digelar Dinas Kesehatan Karanganyar, Rabu(27/05/20)

KARANGANYAR – Pusat Perbelanjaan AMIGO di Karanganyar menjadi tempat pertama digelarnya Rapid Tes yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar(27/05/20). Kegiatan ini bermaksud memantau perkembangan covid-19 di Kabupaten Karanganyar yang notabene memiliki bebrapa tempat pusat perbelanjaan dan sudah menerapkan New Normal kembali pasca hari raya Idul Fitri.

Kali ini sasarannya pegawai di kasir, SPG dan pengunjung. Kegiatan ini nantinya akan berkelanjutan, tidak hanya sekali dua kali saja untuk memastikan bahwa di Karanganyar tetap aman tidak ada yang terjangkit kembali. Bahkan rapid tes kali ini jugadiikuti 2 warga Papua yang sekolah di Kabupaten Karanganyar(SMAN Karangpandan) yang akan mencari surat keterangan sehat sebelum balik ke Papua karena telah selesai masa belajarnya,  terang Kepala Lab Dinas Kesehatan Karanganyar.

Agus Dwi Haryanto selaku Manager Amigo Karanganyar mengaku dari pihak managemen sudah menerapkan protokol kesehatan di Amigo. Mulai dari masuk toko wajib cuci tangan terlebih dahulu, kemudian disemprotkan handsanitizer, wajib menggunakan masker, dicek suhu tubuhnya, pemberlakuan untuk jaga jarak antar pengunjung, bahkan pengunjung yang datang tidak membawa masker diberi gratis oleh managemen., jelasnya.

“ Setiap satu jam sekali managemen di Amigo melakukan penyemprotan disinfektan “, imbuhnya.

Diskominfo(Ard/Adt).

 

Read More
WhatsApp-Image-2019-10-14-at-12.26.52-1

Pemberantasan Makanan Dan Obat Ilegal Oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar

Read More

Dinas Kesehatan Karanganyar Launcing Program Super Pinter

KARANGANYAR-Dinas Kesehatan karanganyar melauncing program super pinter atau semua persalinan dipimpin dokter.
Program ini sudah di uji cobakan di tiga puskesmas dengan menyediakan pelayanan persalinan. yaitu di puskesmas colomadu, kebakkramat dan jumapolo. Pj.Sekda Karanganyar, Sutarno, Kepala DKK Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, dan sejumlah pejabat di lingkungan DKK Karanganyar mengahadiri launcing program super pinter di aula kantor Dinas kesehatan Kanganyar, Selasa(18/06).

Kepala DKK Karanganyar menyampaikan ada 20 kasus selama uji coba. Hasil evaluasi adalah 10 persen dari 20 kasus itu belum menjalankan sesuai dengan yang hirapkan. Rencana, progam uji coba sampai akhir tahun 2019. bapak kepala dinas kesehatan juga menyampaikan untuk rekan media agar bisa mensosialisaikan kepada masyarakat sehingga masyarakat medapatkan manfaat yang luas dengan adanya program super pinter ini.

Program super pinter mempunyai arti semua persalian di pimpin dokter. Dengan adanya program ini diharapkan dapat membatu mengurangi angka kematian ibu atau anak. Digarapkan Konsep program super pinter ini diterapkan di  rumah sakit atau puskesmas dan semua persalian harus di awasi oleh dokter.

Demikian Diskominfo(ard/fjr)

Read More
KOM_8115

Komisi D DPRD Kabupaten Majalengka Kunjungi Karanganyar

KOMINFO

Sekda Kabupaten Karanganyar saat membacakan sambutan Bupati Karanganyar pada acara Kunker DPRD Majalengka di ruang Podang II Setda Kabupaten Karanganyar, Rabu (14/6).

Karanganyar, Rabu 14 Juni 2017

Komisi D  DPRD Kabupaten Majalengka untuk bidang kesehatan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karanganyar, Rabu (14/06/2017) di ruang Podang II Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar.

Kunjungan kerja Komisi D DPRD Kabupaten Majalengka yang dipimpin oleh dr. Hamdi tersebut diterima Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar.

Dalam kunjungan kerja ini, Samsi selaku yang mewakili Bupati Karanganyar mengapresiasi Komisi D DPRD Majalengka menjadikan Kabupaten Karanganyar sebagai lokasi untuk melakukan study banding. Diharapkan saling berbagi pengalaman yang diberikan nantinya bisa menjadikan ilmu untuk dapat diterapkan di Kabupaten Majalengka.

Pada kesempatan tersebut, Samsi dalam sambutannya menyampaikan, Pemkab melalui Dinas Kesehatan mencanangkan program Karanganyar Sehat dengan menggandeng sejumlah pihak hingga perusahaan.

“Tahun ini Karanganyar Nol BABS dan tahun ini pula Karanganyar menggarap 3000 jamban masing-masing sebesar tiga juta rupiah, sehingga total jumlah untuk jambanisasi sebesar kurang lebih Rp. 9 miliar,”terangnya.

Samsi juga mengatakan bahwa pembangunan jambanisasi ini adalah hasil kerjasama BUMD, BUMN dan Baznas untuk CSRnya.

“Baznas Karanganyar menjadi unggulan, karena untuk perolehan ZISnya tertinggi se Jawa Tengah, yakni mampu mengumpulkan Rp. 1 miliar tiap bulannya,”ujarnya.

Lebih lanjut Samsi menyampaikan berbagai penghargaan yang diraih Kabupaten Karanganyar sebagai peringkat kedua kinerja Pemerintahan terbaik tingkat Nasional, Juara Lomba Desa untuk maju ke tingkat Nasional, penilaian opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian sebanyak tiga kali berturut-turut, penghargaan  Hukum dan HAM, penghargaan dari Kementerian Agama  untuk BAZNAS Terbaik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Tjujuk Heru Kusumo menekankan pentingnya regulasi menjadi tugas utama Dinas Kesehatan Karanganyar sekaligus mengupayakan kesehatan untuk perseorangan dan masyarakat.

“Desa Siaga sudah ada di setiap Puskesmas, yakni guna menanggulangi bencana kesehatan dan kejadian luar biasa, dengan tim gerak cepat yang terdiri dari tenaga kesehatan dan masyarakat yang berkolaborasi dengan RSUD,”jelasnya.

Ditambahkannya, dalam rangka ikut serta mengembangkan program pemerintah pusat  yakni Indonesia Sehat, di setiap Puskesmas di 17 Kecamatan di Karanganyar telah membuka layanan IVA Tes yang mana bulan lalu dikunjungi oleh Ibu Negara Iriana Jokowi beserta isteri-Isteri Kabinet Kerja.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

 

 

Read More
web

Pantau Daging dan Mamin, Tim Sidak Temukan Sejumlah Temuan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, saat melihat makanan mentah di salah satu kios pedagang Pasar Palur.

Karanganyar, Senin (12/06/2017)

Tim Sidak makanan dan minuman dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perikanan dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, yang mengadakan pantuan di pasar tradisional dan supermarket, menemukan sejumlah temuan.

Dua tim itu bergerak memasuki pasar Palur, Kecamatan Jaten, Senin (12/06) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Tim dari Dinas Perikanan dan Peternakan memeriksa kualitas daging yang dijual. Sedangkan dari Dinas Kesehatan memantau kemasan, kandungan zat berbahaya, masa kadaluarsa, dan label.

Hasilnya, setelah melalui pengamatan dan uji sampel, kualitas daging secara umum dinyatakan baik. Namun tim menemukan jeroan ayam yang tidak layak konsumsi di salah satu pedagang. Daging itu diletakkan di kotak pendingin dengan berisi es didalamnya. Lantas daging tersebut disita.

“Pernah diketemukan pasar Nglano dan Karangpandan daging tidak layak konsumsi, namun dulu, tahun kemarin tidak ada,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar, Sumijarto.

Lantas, dari hasil pantuan makanan dan minuman, Dinas Kesehatan menemukan sejumlah makanan dengan kemasan rusak, telah kadaluarsa, tidak ada label makanan, dan mengandung zat berbahaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, saat dilokasi mengatakan, ada makanan yang belum registrasi yang formal, dan mengunakan bahan berbahaya.

“Itu jadi problem bersama. Untuk mengatasinya secara terpadu, tidak bisa sendiri-sendiri, karena tidak bisa selesai. Mudah-mudahan ada langkah strategis mengendalikan itu. Minimal kepala pasar bisa berperan aktif dalam kendali itu,” kata Cucuk Heru Kusumo.

“Kita tidak mempunyai kewenangan eksekusi tapi hanya edukasi. Konsumen perlu perhatikan warna, bentuk, legalitas, kemasan secara benar, komposisi bahan, masa kadaluarsa. Dari pabrikan jika kaleng rusak perlu diwaspadai,” jelasnya.

Untuk pedagang, jika ada pemasok dikomunikasikan jika tidak mempunyai persyaratan layak konsumsi tentu dipertanyakan. Untuk yang curah, lanjut Cucuk, harus ada kejelasan, ada labelnya.

“Jika dikemas lagi menjadi kecil harus menyantumkan produksinya. Pengemas juga harus bertanggung jawab,” katanya.

Seusai dari pasar tradisonal, dilanjutkan ke supermarket terdekat. Disitu, tim Dinas Kesehatan tidak menemukan temuan, hasilnya layak konsumsi. Uji sampel bakso juga dinyatakan bebas zat berbahaya.(pd)

Read More
DSC_0151

Introduksi Imunisasi Measles Rubella, Bupati : Karanganyar Potensi Menolak Vaksin, Dinkes dan MUI Harus Gencar Sosialisasikan ke Masyarakat

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono membuka acara Sosialisasi dan Advokasi Vaksin Measles Rubella di Aula Rumdin Wabup Karanganyar, Senin (16/5).

Karanganyar, Selasa 16 Mei 2017

Beberapa daerah di wilayah Karanganyar karena pemahaman keyakinan sebagian warga dan kurangnya sosialisasi ke masyarakat mengenai vaksin, menyebabkan Karanganyar berpotensi menolak imunisasi.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada kegiatan kebijakan kampanye dan introduksi imunisasi measles rubella, Senin (16/5/2017) di aula Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Penolakan orang tua terhadap pemberian vaksin masih terjadi di Karanganyar, seperti di Ngargoyoso, Tawangmangu. Untuk menekan penolakan tersebut, Bupati meminta Dinkes dan MUI untuk bersinergi menyosialisasikan kepada masyarakat.

“Sosialisasi harus dilakukan secara terus menerus dan sinergi semua pihak untuk menyakinkan kepada warga , karena pemberian vaksin ini untuk menyelamatkan nyawa,”tandasnya.

Bupati mengatakan, merupakan tugas semua pihak baik Pemerintah melalui Dinas Kesehatan, Puskesmas, Posyandu bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia untuk dapat menyampaikan secara gamblang mengenai kandungan vaksin, dampak maupun manfaatnya. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan keragu-raguan warga terhadap pemberian vaksin.

“Pemerintah jangan masa bodah, ini tugas kita semua untuk menyakinkan warga. Kita berbicara dhorurot, daruratnya untuk menyelamatkan nyawa. Mari lakukan gerakan serentak semua pihak, agar warga masyarakat selamat karena apa yang dilakukan pemerintah untuk melindungi warga masyarakat, karena fungsi vaksin sendiri adalah upaya pencegahan dari berbagai penyakit  yang telah melalui penelitian, uji coba, jalur yang benar/legal untuk menyelamatkan jiwa,”ajaknya.

Sementara itu dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Karanganyar, Zuhaid, Lc, M.Ud mengatakan Islam sangat mendorong pemeluknya untuk senantiasa menjaga kesehatan. Dalam prakteknya, hal tersebut bisa dilakukan melalui upaya preventif, agar tidak terkena penyakit dan berobat manakala sakit.

Disampaikannya, Komisi Fatwa MUI Pusat, Tanggal 23 Januari 2016 di Bogor, memutuskan/menetapkan kembali bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Ditambahkannya, vaksin untuk imunisasi wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci. Penggunaan vaksin imunisasi yang berbahan haram dan/atau najis hukumnya haram, tidak dibolehkan kecuali pada kondisi darurat (keterpaksaan jika tidak dilakukan mengancam jiwa) atau hajat (keterdesakan, jika tidak dilakukan dikhawatirkan menyebabkan penyakit berat atau kecacatan pada seseorang atau belum ditemukan bahan vaksin yang halal dan suci dan ada keterangan tenaga medis yang kompeten dan dipercaya bahwa tidak ada vaksin yang halal.

“Seandainya seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen hingga mengancam jiwa berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

“imunisasi tidak boleh dilakukan jika berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dapat dipercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan,”imbuhnya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Tjujuk Heru Kusumo menyampaikan  kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) dalam rangka meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella secara cepat, memutuskan transmisi virus campak dan rubella, menurunkan angka kesakitan campak dan rubella serta menurunkan angka kejadian CRS.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

 

 

 

Read More
DSC_2936

Cuaca Panas, Calon Haji Diminta Jaga Kesehatan

Calon Haji dari Kabupaten Karanganyar diminta untuk menjaga kesehatan sebelum, saat dan sesudah pelaksanaan ibadah haji, dengan memperhatikan kesiapan fisik yang prima.

Karanganyar, Rabu (17/05/2017)

Calon Haji dari Kabupaten Karanganyar diminta untuk menjaga kesehatan sebelum, saat dan sesudah pelaksanaan ibadah haji, dengan memperhatikan kesiapan fisik yang prima.

Pemkab Karanganyar melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar meminta Calon Haji untuk menjaga kondisi fisik dan menyiapkan bekal kesehatan sebelum berangkat haji. Tak hanya itu saja, dokumen keterangan status kesehatan, juga perlu disiapkan.

“Kondisi masing-masing seperti apa, apakah ada kondisi yang perlu kekhususan atau tidak. Misalkan saja ada riwayat sakit, biasa konsumsi untuk kebugaran badan, hal itu perlu diketahui dulu, setelah itu disiapkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, Selasa (16/05) saat Pengarahan Manasik Haji, di Gedung Wanita Karanganyar.

Ada persyaratan orang datang ke negara lain dan kembali ke negara asal, dilarang membawa penyakit saat pergi dan pulang. Syarat secara baku yakni punya kekebalan tubuh penyakit Meningitis, dengan bukti sertifikat imunisasi Meningitis, tidak dicek fisik lagi, tapi cek sertifikatnya. Yang dapat sertifikat dinyatakan telah imunisasi.

“Sebelum berangkat minta dicek semuanya. Jika ada obat yang digunakan secara rutin disiapkan sendiri dan disertai daftar obatnya,” kata Cucuk.

Lebih lanjut, Cucuk mengatakan, jika ada masalah kesehatan, diimbau menghubungi Dinas Kesehatan atau  puskesmas terdekat. Pemerintah dari sisi kesehatan juga memberikan bimbingan melalui puskesmas di wilayah Kecamatan masing-masing. Jika ada jadwal manasik, puskesmas dilibatkan sekalian mendampingi. Setelah pulang dari ibadah haji, disarankan aktif ke puskesmas untuk dipantau lagi kesehatannya.

“Kami meminta agar latihan patuh terhadap aturan yang ada agar lancar. Yang perlu diperhatikan ibadah haji tahun ini yakni suhu di Tanah Suci diperkirakan diatas 40 derajat celcius bisa 54 derajat celcius. Lebih dua kalinya di Kabupaten Karanganyar,” katanya.

Cucuk juga meminta Calon Haji tidak perlu takut, yang terpenting jaga kesiapan fisik, dan jaga cairan tubuh jangan sampai dehidrasi dengan minum cukup.

“Jika tidak ada rasa haus, itu salah satu pertanda kekurangan cairan tubuh yang agak berat. Selama ada kesempatan, silakan minum karena disana udara disana lembab, kering, panas,” katanya.

Yang perlu diperhatikan lagi yakni makan yang cukup terutama sayur, buah, memakai masker, dan membasahi masker. Secara teknis akan diberikan saat jadwal manasik berikutnya.

“Kami memohon maaf, jika ada yang mengidap penyakit tertentu tidak diperbolehkan untuk berangkat, walaupun itu ibadah. Selain itu,  untuk kondisi tertentu seperti hamil,” katanya.

Calon Haji Kabupaten Karanganyar Tahun 2017 awalnya berjumlah 555 orang, mengundurkan diri sebanyak 15 orang, meninggal dunia satu orang. Sehingga jumlahnya menjadi 539 orang ditambah dari TPHD.

“Kloter dari Kabupaten Karanganyar terbagi menjadi dua. Kloter 21 sejumlah 355 orang, akan berangkat Rabu 2 Agustus 2017, dan Kloter 77 sebanyak 188 orang, berangkat Sabtu, 18 Agustus 2017,” kata Asisten Pembangunan, Siti Maisyaroch, ditempat yang sama.

Tim Medis ada dua dokter dan empat perawat, yang memantau kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji. Setiap kloter ada satu dokter dan dua perawat.(pd)

Read More
DSC_9029 copy

Tim Sidak Mamin Temukan Roti Berjamur

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Kesehatan pada bulan ramadhan ini, melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional dan toko modern di berbagai tempat di Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/06)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Kesehatan pada bulan ramadhan ini, melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional dan toko modern di berbagai tempat di Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/06)

Karanganyar, Rabu (15/06/2016)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Kesehatan pada bulan ramadhan ini, melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional dan toko modern di berbagai tempat di Kabupaten Karanganyar. Bahkan tim menemukan roti yang sudah berjamur di salah satu kios di Pasar Palur, Rabu (15/06) pagi.

Selain itu, tim juga menemukan makanan dan minuman (Mamin) kadaluwarsa, tanpa label,  juga kemasan yang sudah rusak.

Kepala Bidang Bina Kesehatan Keluarga, Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Rita Sari Dewi, di sela sidak mengatakan, petugas menemukan semua jenis makanan tak layak jual di beberapa kios penjual makanan dan minuman.

“Temuan kami, mulai dari produk mendekati tanggal kedaluwarsa, sudah kedaluwarsa, tanpa pencantuman tanggal kedaluwarsa hingga kue kering rekondisi. Kepada penjual, kami ingatkan supaya tidak menjualnya ke pembeli dan segera mengembalikan ke distributor,” kata Rita.

Di juga berharap agar pembeli untuk pintar dan teliti untuk memilih. Patut diwaspadai produk tanpa label dan tanggal kedaluwarsa.

“Tadi ada roti berjamur tetap dijual. Kemudian makanan kering memasuki ED (expired date). Kemasan sudah rusak,” katanya.

Selain mengawasi peredaran makanan kemasan, tim juga menguji kandungan zat kimia berbahaya pada makanan olahan seperti cendol, karak, janggelang, kue kering dan mi basah.

Usai di Pasar Palur, sidak berlanjut ke dua toko modern di wilayah Kecamatan Jaten. Disana, tim mendapati permen kedaluwarsa dan kemasan rusak dijual bebas.pd

Read More
DSC_0273

Serentak, Pejabat Struktural Eselon II dan III Karanganyar lakukan Tes Urin

kominfo

Bupati bersama Wakil Bupati dan Pejabat SKPD lainnya melakukan test urin sebagai bentuk komitmen bebas dari narkoba, Rabu (23/3)

Karanganyar, Rabu 23 Maret 2016

Bertempat di Aula Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, seluruh pejabat struktural eselon II, III melakukan tes urin dalam rangka mengantisipasi penyalahgunaan narkoba dikalangan pejabat pemerintahan Karanganyar, Rabu pagi (23/3).

Sebelumnya di tempat yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan pembinaan dihadapan kepala SKPD Karanganyar yang menekankan pentingnya kerjasama yang baik.

“Curahkan ilmu secara total dan jalin kerjasama yang baik antar SKPD dan semua pihak, agar dapat saling mengisi dan melengkapi. Kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas untuk bersama memajukan Karanganyar,” pesan Juliyatmono.

Tes urin dilakukan secara ketat dengan melibatkan tim medis dari Dinas Kesehatan Karanganyar. Jalur pemeriksaan urin dijaga ketat oleh petugas kesehatan untuk mengantisipasi seluruh pejabat eseolon II, III serta jajaran Kepala SKPD supaya benar-benar tidak ada yang terlewatkan melakukan tes urin.  Dishubkominfo Karanganyar (ad/bn/ind/umi)

 

Read More