55 Desa Di Karanganyar Gelar Pilkades Akhir 2012

Sebanyak 55 desa di Kabupaten Karanganyar akan menggelar pesta demokrasi pemilihan kepala desa (Pilkades) Desember 2012. Setelah itu, tepatnya bulan Februari 2013, Pilkades juga akan digelar di 91 desa di Bumi Intanpari.

Penjelasan itu disampaikan Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) dan Kelurahan Kabupaten Karanganyar, Sunarno, di kantornya.

“Pilkades Desember untuk desa yang masa bakti kepala desanya habis Januari 2013, sedangkan Pilkades Februari untuk desa yang masa bakti kepala desanya selesai Maret,” katanya, Rabu (3/10/2012).

Menurut dia seharusnya Pilkades digelar serentak/bersamaan di 162 desa di Karanganyar. Tapi pada praktiknya Pilkades di 16 desa harus digelar di luar agenda semestinya lantaran kepala desa (Kades) berhalangan tetap seperti meninggal dunia. Untuk pengamanan pesta akbar tingkat desa itu akan dikerahkan personel dari Satpol Pamong Praja (PP) dibantu kepolisian, TNI dan pasukan Hansip/Linmas.

Sunarno menjelaskan Pilkades akhir tahun ini akan diikuti sebagian besar Kades incumbent. Terkait agenda besar Pilkades, Sunarno, mengimbau masyarakat tidak termakan umpan kosong berupa money politics dan sejenisnya. Melainkan harus menyalurkan hak suara sesuai hati nurani.

“Karena ini demokrasi maka pilihlah calon yang mempunyai kompetensi di bidang pemerintahan, punya kapasitas sebagai Kades,” tegasnya.

Namun menurut Sunarno saat ini belum ada manuver politik baik dari incumbent maupun tokoh yang bakal maju dalam pertarungan Pilkades. Penyebabnya wacana perpanjangan masa bakti kades dari lima tahun menjadi delapan tahun.
Sebagian besar Kades incumbent disinyalir berharap bahwa rencana perpanjangan masa jabatan tersebut bisa direalisasikan sebelum masa jabatan mereka habis.

Lebih lanjut Sunarno menerangkan jabatan Kades di masa datang bakal lebih menjanjikan. Alasannya mulai dari banyaknya bantuan keuangan, tunjangan jabatan Kades dan tunjangan perbaikan penghasilan.

Kades Pandeyan, Agung Wijayanto, menyatakan siap maju kembali dalam perebutan kursi Kades di wilayahnya. Hanya saja menurut dia saat ini belum ada manuver terkait agenda Pilkades. “Saat ini belum tampak juga siapa-siapa saja yang bakal maju sebagai calon Kades,” akunya.

Read More

E-KTP: 73.000 Jiwa Di Karanganyar Belum Lakukan Perekaman

Sekitar 11 persen atau 73.000 orang wajib elektronik-KTP (e-KTP) belum melakukan perekaman data hingga Jumat (21/9/2012). Mereka mayoritas kaum boro yang melakukan perekaman data e-KTP di daerah perantauan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karanganyar, Sucahyo mengatakan sesuai aturan kaum boro diperbolehkan melakukan perekaman data e-KTP di daerah perantauan dengan membawa surat keterangan domisili dari RT/RW setempat.

Semestinya instansi terkait melaporkan wajib e-KTP yang telah melakukan perekaman data ke Disdukcapil dari asal wajib e-KTP tersebut. “Tidak semua instansi terkait melaporkan ke kami sehingga mengetahui para perantau yang telah melakukan perekaman data di wilayah perantauan.

Saat ini, capaian perekaman data e-KTP hingga pertengahan September mencapai 89 persen. Sementara capaian perekaman data e-KTP di atas rata-rata yakni sekitar 85 persen. Karena capaian tersebut maka dua alat perekaman data dipinjamkan ke Kabupaten Grobogan. Alat perekaman data tersebut berasal dari Kecamatan Ngargoyoso dan Karangpandan.

Pihaknya memberikan daftar wajib e-KTP yang belum melakukan perekaman data ke setiap kecamatan. Data tersebut bakal divalidasi ulang oleh pihak kecamatan setempat sehingga diketahui wajib e-KTP yang telah meninggal maupun merantau.

“Nanti kepala dusun yang akan memvalidasi ulang data wajib e-KTP yang belum melakukan perekaman data,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Kependududkan Disdukcapil Karanganyar, Edi Sukiswandi menjelaskan optimistis dapat merampungkan perekaman data e-KTP hingga pertengahan Oktober mendatang. Pihaknya juga bakal menambah honor para petugas operator non PNS dari Rp700.000/bulan hingga Rp1 juta/bulan.

Selain itu uang makan para petugas operator juga ditambah dari Rp7.500/hari menjadi Rp15.000/hari. Penambahan honor ini untuk meningkatkan kesejahteraan para petugas operator yang melayani perekaman data e-KTP setiap hari.

“Dananya sudah diusulkan di APBD-P 2012, ini untuk menyesuaikan honor para petugas operator di wilayah lainnya,” jelasnya.

Berdasarkan data Disdukcapil, wajib e-KTP di Karanganyar berjumlah 759.496 jiwa. Setiap kecamatan rata-rata telah menyelesaikan perekaman data e-KTP. Saat ini, Disdukcapil bakal menyisir ke setiap kecamatan dengan mobil yang dimodifikasi dengan alat perekaman data untuk mencari wajib e-KTP yang menderita cacat fisik.

Read More

Bupati Karanganyar Pilih Naik Angkutan Umum

Berbeda dengan hari-hari biasanya, pada Senin, (4/6), Bupati Karanganyar, Rina Iriani, tidak menggunakan mobil dinas saat berangkat menuju kantornya di Sekretariat Daerah Karanganyar. Rina lebih memilih menggunakan angkutan umum. Hal tersebut dilakukannya untuk penghematan energi bahan bakar minyak.
Mendapati atasannya memiliki keinginan tersebut, Ajudan Bupati Karanganyar, Arip Purwanto mengaku kewalahan “Ini membuat sedikit repot. Tapi ini juga membuat senang, karena bisa lebih berbaur dengan warga. Hal utama yang membuat repot itu, kalau tiap pagi pasti banyak anak sekolah dan orang kerja menggunakan angkutan umum”.
Sementara itu, Bupati Karanganyar, menyatakan tidak terlalu bermasalah untuk menggunakan angkutan umum saat pergi ke kantor dinas. “Naik angkutan umum bagi saya itu tidak jadi masalah. Kalau semua kendaraan dinas harus pakai Pertamax, itu baru jadi masalah. Di APBD juga belum dianggarkan. Kalau ada perubahan, pasti menjadi besar nanti. Kita harus cari solusi, seperti ini tidak apa-apa walau agak rekoso,” jelas Rina, Senin (4/6).
Menurut Rina, seharusnya kebijakan penggunaan Pertamax pada semua kendaraan dinas tidaklah tepat. Ia mengharapkan adanya penyesuaian antara tahun keluaran mobil dengan bahan bakar yang diwajibkan. “Di Karanganyar, masih banyak mobil dinas yang mobil-mobil lama. Tidak bisa kalau harus pakai Pertamax,” tambah Rina.
Terkait pembagian stiker pembatasan Premium, dirinya menyatakan belum berani membagikan stiker tersebut. Menurutnya, akan menjadi lebih buruk, jika masih ada kendaraan dinas yang menggunakan premium setelah dibagikan stiker tersebut. “Sekarang saya tidak akan memaksakan penggunaan Premium atau Pertamax. Saya beri contoh saja. Silakan bagi yang mau mengikuti,” jelas Rina.
Rencananya, Rina akan menggunakan angkot selama 2-3 hari dalam seminggu. Ia juga merencanakan untuk menggunakan sepeda motor dan sepeda onthel. Dirinya juga sudah memesan angkutan umum untuk dijadikan langganan.

Read More

Cari Formula sejak 10 Tahun Lalu

Siapa yang tidak mengenal buah durian? Selain kulitnya yang menyerupai kumpulan duri, baunya yang sangat menyengat mudah untuk dikenali oleh siapa pun. Jika buah ini begitu digemari oleh masyarakat Indonesia lain ceritanya bagi para bule yang menganggap buah durian ini sebagai buah tropis yang menjijikkan karena baunya yang menusuk hidung.
Di Karanganyar, setelah dibudidayakan buah semangka yang beratnya mencapai 30 kilogram dan masuk dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) beberapa waktu lalu, kini giliran seorang pembibit sekaligus petani di Dusun Badran Tawun Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono berhasil membudidayakan buah durian montong yang rata-rata mencapai delapan kilogram per buah.
Bahkan dari 179 pohon yang ditanam di kebun tersebut, lima persen produksi buah durian itu dapat mencapai ukuran hingga 10 kilogram. Penanam pohon durian montong itu dirintisnya sejak tahun 2000 silam, dengan sistem trial and error, namun lama kelamaan ketemulah sebuah formula bagaimana durian montong tersebut dapat berbuah secara maksimal dan besar yakni dari teknik penanaman dan pupuk khusus.
“Setelah ketemu caranya, akhirnya mulai kita budidayakan dengan serius. Dan hasilnya bisa dilihat sendiri,” ujarnya. Di lahan seluas 1, 5 hektare tersebut, dengan 179 pohon dirinya mampu menghasilkan durian hingga 1.900 buah kendati pohon duriannya tersebut tidak begitu tinggi dan begitu besar.
Kebunnya tersebut dia membudidayakan dua macam jenis durian yakni durian montong yang dagingnya tebal dan durian kani yang berwarna oranye. Buah itu dijual dengan sistem per kilo yakni satu kilogram durian montong dihargai Rp 24.000 sedangkan untuk durian kani seharga Rp 20.000.

Read More

20 Puskemas di Karanganyar siaga 24 jam

Mulai H-7 sampai H+7 lebaran, sebanyak 20 Puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar siaga 24 jam nonstop.

Semua Puskesmas ini berada di jalur utama nasional dan berada di jalur rawan kecelakaan, bencana dan sekitar obyek wisata. “Kami telah menginstruksikan kepada 20 Puskesmas melalui Dinas Kesehatan untuk buka 24 jam nonstop selama lebaran. Kalau ada yang mbolos bakal ada sanksi,” tegas Bupati Karanganyar Rina Iriani, Senin (22/8/2011).

Di Karanganyar, Rina menyebutkan sedikitnya ada 20 puskesmas dan Puskesmas pembantu (Pustu) yang tersebar di 17 kecamatan akan disiagakan.  Setiap Puskesmas akan dilengkapi dengan dokter dan tenaga kesehatan. “RSUD Kartini Karanganyar menjadi rujukan jika Puskesmas tidak mampu menangani pasien yang sakit,” ujarnya.

Rina mengatakan tidak ada istilah cuti bagi petugas kesehatan selama arus Lebaran ini. Pihaknya mengancam akan memberikan sanksi tegas apabila menemukan maupun menerima laporan adanya petugas jaga yang mbolos tidak melaksanakan tugas. “Jangan seperti kemarin ada puskesmas yang tutup. Kalau kedapatan lagi tenan ada sanksinya,” ancam Bupati.

Bupati menegaskan pelayanan kesehatan terutama selama arus Lebaran harus diutamakan. Menurutnya keselamatan warga yang diprioritaskan. Tidak hanya rumah sakit yang harus standby. Namun seluruh Puskesmas, Pustu, juga Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) harus siaga 24 jam untuk melayani warga.

“Petugas harus siap melayani dan memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Jangan sampai saya menerima laporan ada warga ini itu tidak dilayani,” pinta Bupati.

Read More

Kabupaten Karanganyar

Perindustrian memegang peran yang sangat penting bagi peningkatan perekonomian dan taraf hidup masyarakat. Industri terbanyak dalam masyarakat adalah industri kecil yang dilaksanakan oleh rumah tangga dengan produksi dan pendapatan relatif lebih rendah.

Read More

Potensi Perkebunan

Tanaman Perkebunan

Tanaman perkebunan rakyat di Kabupaten Karanganyar yang sangat potensial adalah cengkeh   yang mencapai luas sebesar 1.802,15Ha produksinya mencapai  685,80  ton.  Tanaman  lain yang  juga potensialuntuk dikembangkan   adalah   kelapa,   mete, tebu dan jahe. Sementara itu untuk tanaman  perkebunan besar  yang potensial adalah teh dan karet.

Hasil Perkebunan Di Karanganyar

DATA INFORMSI SDA BIDANG PERTANIAN DAN HORTIKULTURA

Tanaman Perkebunan Tahun 2014

Tanaman Perkebunan Tahun 2014

Data Perkebunan

No Data 2013 2014
1
Karet 5,25 22,23
2
Teh 0,00 0,00
3
Kopi Arabika 26,28 25,08
4
Kopi Robusta 16,90 15,90
5
Kelapa 2.334,30 2.282,09
6
Tembakau 130,04 126,00
7
Kakao 102,88 96,23
8
Lada 12,39 12,39
9
Tebu 2.169,80 2.161,41
10
Cengkeh 1.827,25 1.714,75
11
Jelutung 102,88 96,23
12
Karet 5,25 22,23
13
Kelapa 2.334,30 2.282,09
14
Lada 12,39 12,39

DATA METE

No Data Tahun 2014
Luas Mete Produksi Mete Produksi per Hektar
1 Jatipuro 58,95 11,90 0,20
2 Jatiyoso 23,02 1,17 0,05
3 Jumapolo 1,75 0,41 0,23
4 Jumantono 0,00 0,00 0,00
5 Matesih 0,00 0,00 0,00
6 Tawangmangu 0,00 0,00 0,00
7 Ngargoyoso 44,67 5,39 0,12
8 Karangpandan 0,00 0,00 0,00
9 Karanganyar 0,00 0,00 0,00
10 Tasikmadu 0,00 0,00 0,00
11 Jaten 0,00 0,00 0,00
12 Colomadu 0,00 0,00 0,00
13 Gondangrejo 0,00 0,00 0,00
14 Kebakkramat 0,70 0,22 0,31
15 Mojogedang 8,15 0,88 0,11
16 Kerjo 4,65 1,18 0,25
17 Jenawi 0,00 0,00 0,00

kOPI ROBUSTA

No Data Tahun 2014
Luas Kopi Robusta Produksi Kopi Robusta Produksi per Hektar
1 Jatipuro 0,00 0,00 0,00
2 Jatiyoso 0,00 0,00 0,00
3 Jumapolo 0,00 0,00 0,00
4 Jumantono 5,00 0,10 0,02
5 Matesih 0,00 0,00 0,00
6 Tawangmangu 0,00 0,00 0,00
7 Ngargoyoso 0,00 0,00 0,00
8 Karangpandan 0,00 0,00 0,00
9 Karanganyar 0,00 0,00 0,00
10 Tasikmadu 0,00 0,00 0,00
11 Jaten 0,00 0,00 0,00
12 Colomadu 0,00 0,00 0,00
13 Gondangrejo 0,00 0,00 0,00
14 Kebakkramat 2,30 0,14 0,06
15 Mojogedang 0,00 0,00 0,00
16 Kerjo 0,00 0,00 0,00
17 Jenawi 8,60 1,02 0,12

KOPI ARABIKA

No Data Tahun 2014
Luas Kopi Arabika Produksi Kopi Arabika Produksi per Hektar
1 Jatipuro 0,00 0,00 0,00
2 Jatiyoso 0,00 0,00 0,00
3 Jumapolo 0,00 0,00 0,00
4 Jumantono 2,23 0,08 0,04
5 Matesih 0,00 0,00 0,00
6 Tawangmangu 0,00 0,00 0,00
7 Ngargoyoso 0,00 0,00 0,00
8 Karangpandan 0,00 0,00 0,00
9 Karanganyar 0,00 0,00 0,00
10 Tasikmadu 0,00 0,00 0,00
11 Jaten 0,00 0,00 0,00
12 Colomadu 0,00 0,00 0,00
13 Gondangrejo 0,00 0,00 0,00
14 Kebakkramat 0,20 0,00 0,00
15 Mojogedang 0,00 0,00 0,00
16 Kerjo 0,00 0,00 0,00
17 Jenawi 22,65 2,85 0,13

DATA CENGKEH

No Data Tahun 2014
Luas Cengkeh Produksi Cengkeh Produksi per Hektar
1 Jatipuro 40,05 12,45 0,31
2 Jatiyoso 124,15 41,22 0,33
3 Jumapolo 32,65 9,15 0,28
4 Jumantono 324,75 41,66 0,13
5 Matesih 132,20 18,56 0,14
6 Tawangmangu 46,55 10,80 0,23
7 Ngargoyoso 0,00 0,00 0,00
8 Karangpandan 183,65 50,30 0,27
9 Karanganyar 216,70 53,83 0,25
10 Tasikmadu 0,00 0,00 0,00
11 Jaten 0,00 0,00 0,00
12 Colomadu 0,00 0,00 0,00
13 Gondangrejo 0,00 0,00 0,00
14 Kebakkramat 259,66 11,78 0,05
15 Mojogedang 66,98 5,21 0,08
16 Kerjo 3,71 4,65 1,25
17 Jenawi 294,25 19,93 0,07

DATA TEBU

No Data Tahun 2014
Luas Tebu Produksi Tebu Produksi per Hektar
1 Jatipuro 101,67 66.371,00 652,81
2 Jatiyoso 18,06 11.174,00 618,72
3 Jumapolo 227,56 142.702,00 627,09
4 Jumantono 399,90 251.906,00 629,93
5 Matesih 0,00 0,00 0,00
6 Tawangmangu 0,00 0,00 0,00
7 Ngargoyoso 0,00 0,00 0,00
8 Karangpandan 29,23 18.308,00 626,28
9 Karanganyar 484,51 325.232,00 671,25
10 Tasikmadu 236,06 161.792,00 685,39
11 Jaten 21,91 16.530,00 754,59
12 Colomadu 40,63 27.955,00 688,00
13 Gondangrejo 167,20 111.516,00 666,95
14 Kebakkramat 200,06 122.204,00 610,83
15 Mojogedang 280,94 178.123,00 634,04
16 Kerjo 10,13 8.521,00 840,83
17 Jenawi 0,00 0,00 0,00

Sumber : DISPERTANBUNHUT

Satuan : Ha, Ku, Ku/Ha

 

 

 

Read More