IMG-20200618-WA0041

New Normal, Karanganyar Buka Destinasi Wisata

Kominfo

Vcon Bupati Karanganyar dengan Gubernur Jateng terkait dibukanya beberapa destinasi wisata di wilayah Karanganyar, Kamis (18/6).

KARANGANYAR-Memasuki masa new normal ditengah pandemi covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar telah membuka beberapa destinasi wisata di wilayah Karanganyar.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat melakukan video conference (Vcon) dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang berlangsung diruang SIC Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar, Kamis (18/6) siang.

Menurutnya, Pemkab Karanganyar sudah jelas memetakan penyebaran covid-19 ada dimana. Sehingga apabila ada pihak yang menanyakan keamanan kondisi suatu daerah, Pemkab pasti menjamin keamanannya karena memang tidak ada yang terpapar covid-19. Selaku pemerintah mempersilakan untuk  beraktifitas tetapi tetap dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Saya berpesan untuk tetap waspada dan berhati hati. Supaya tidak ada yang terkena lagi dalam artian semua pihak harus dapat membangun harapan barunya,”katanya.

Pada VCon tersebut Bupati mengatakan untuk di Tawangmangu obyek wisata perlahan telah dibuka, tetapi dengan catatan keras pengawasan yang telah dilakukan sudah terkoordinasi baik dari Dinas Pariwisata, Satpol PP, Camat, Koramil, Polsek, Babinsa, Kantibmas, Tokoh Masyarakat  semuanya karena pagarnya disiplin itu adalah masyarakat.

Disampaikannya seperti hotel, restoran, penginapan, homestay semuanya terpantau terkoordinasi dengan baik.. Sehingga ada sedikit saja melanggar dipastikan mendapat sanksi, sehari dua hari untuk  ditutup dulu dan diviralkan supaya masyarakat  juga mengetahui pihak-pihak yang melanggar.

“Mengerakkan ekonomi dengan cara yang cermat dan hati-hati. Yang bertamu juga harus melapor supaya bisa dicek lokasi. Sehingga sampai hari ini kita sudah laporan dengan Gubernur semua kondusif tidak ada masalah apapun,”terangnya.

Pihaknya pun berharap masyarakat dapat kembali mengunjungi obyek-obyek wisata di Karanganyar dan dipastikan wilayah Karanganyar aman, tertata dengan baik, destinasi wisata juga terjaga dengan aman karena semuanya telah mentaati himbauan Pemerintah.

“Sikapi dengan tenang situasi seperti ini karena banyak pelajaran berharga  bisa kita ambil dari Tuhan yang diberikan kepada kita yakni kesabaran karena semua adalah proses dan berharap semua baik-baik saja,”tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo pada kesempatan tersebut menghimbau, kepada semua pihak dimasa new normal untuk benar-benar memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan saat mengunjungi obyek-obyek wisata.

“Karena semuanya akan terasa nyaman, aman bila sesuai dengan aturan,”pesannya.

Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More
IMG-20200312-WA0026

Pembinaan Gapoktan, Bupati Berharap Karanganyar menjadi Destinasi Wisata Pertanian

Kominfo

Foto bersama: Kelompok Tani Berprestasi di wilayah Kabupaten setelah menerima penghargaan dari Bupati Karanganyar, Kamis (12/3).

Karanganyar,
Bupati Karanganyar, Juliyatmono berharap Kabupaten Karanganyar menjadi destinasi wisata pertanian. Hal ini menyusul melimpah potensi pertanian di Bumi Intanpari ini.

Hal ini diungkapkan Bupati Karanganyar dalam pembinaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kabupaten Karanganyar di pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (12/3/2020).
Menurutnya daerah daerah di Kabupaten Karanganyar dikaruniai
sektor pertanian melimpah. Karena diharapkan potensi ini terus berkembang dan menjadi destinasi wisata pertanian.

“Hasil pertanian di Karanganyar melimpah dari mulai sayuran, buah, empon-empon hingga beras. Semoga ini dapat maju menjadi destinasi wisata pertanian di Karanganyar,”ujarnya.

Ditambahkannya  wabah virus corona memang berdampak pada sektor pertanian yang komiditasnya telah ekspor. Namun kondisi ini, sektor pertanian seperti empon-empon menjadi laku di dalam negeri dan menjadi ketahanan pangan sendiri. Pihaknya sendiri berharap para petani dapat memaksimalkan potensi lahan dengan baik. Apalagi dibeberapa daerah Karanganyar merupakan sumber air. Pemkab  pun siap mendukung dengan bantuan pompa air bagi daerah-daerah lain untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Manfaatkan tegalan untuk sektor petanian. Selain padi, pekarangan juga digunakan  menanam tanaman apotek hidup,”pesannya.

Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More
DSC_5299

Ada Destinasi Wisata Baru di Karanganyar, Namanya Passibo. Kulinernya Semua Olahan Singkong

Karanganyar – 23 November 2019

Mengusung konsep pasar wisata yang diberi nama Pasar Singkong Jatisobo (Passibo), diharapkan dapat menghidupkan kembali Pasar Klerong yang berada di Dusun Klerong Desa Jatisobo Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar.

Passibo menawarkan tempat wisata yang unik. Tempat berjualan para pedagang dibuat seperti gubuk di pematang sawah. Selain itu untuk transaksi jual-belinya, para pengunjung dapat menukarkan uang rupiah dengan uang bernilai Rp 1.000, Rp 2.000, dan Rp 5.000 yang terbuat dari kayu berbentuk bulat dan persegi panjang di gubuk “Pangisi Duwit” yang berada di dekat pintu masuk.

Ide pasar wisata bermula dari kelompok Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat melakukan pengabdian di wilayah tersebut.

Passibo secara resmi dilauncing oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono di kawasan yang dulunya bernama Pasar Klerong, Sabtu (23/11/2019).

Kedepannya Bupati Juliyatmono sampaikan akan merehap bangunan pasar agar nampak lebih bagus dan lebih memiliki daya tarik bagi wisatawan untuk mampir dan belanja disini.Ini semua juga upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.(Ard/Tgr)

 

 

Read More
07_Karanganyar Menulis 2019 Terpilih mei juni

Artikel Terpilih Karanganyar Menulis 2019 Periode 6

Berikut ini daftar artikel terpilih untuk rubrik Karanganyar Menulis 2019:

  1. Pelabuhan Ramai Nan Sunyi oleh Sigit Budiyarto
  2. Membangun Kemampuan Berinteraksi Di Kereta Ekonomi oleh Dhimas Wihandoko
  3. Ancaman Mengintai Gunung Lawuku Yang Malang oleh Nabila Nindi Radiawati
  4. Pengoptimalan Sektor Pariwisata di Bumi Intanpari Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah oleh Novita Sari
  5. Budaya Kita, Budaya Bangsa dan Dunia oleh Nareswati Kintoko

Jurnal Warga dapat Anda akses disini : http://www.karanganyarkab.go.id/category/berita/jurnal-warga/

Ayo ikut berpartisipasi dalam penulisan jurnal warga untuk membantu menyebarkan informasi dan berita kepada masyarakat. Seluruh warga Kabupaten Karanganyar dapat mengirimkan berita-berita dan informasi di lingkungan Anda kepada kami. Tulisan yang menarik akan mendapatkan reward menarik dan akan dipublikasikan di website karanganyar serta share ke sosial media karanganyar. Kami tunggu tulisanmu!

Read More
_MG_9063 (FILEminimizer)

Destinasi Wisata Kuliner Klasik Pasar Jadoel Tradisional di Matesih, Karanganyar

JUARA 4 Rubrik Karanganyar Menulis 2019 Periode 5

Destinasi Wisata Kuliner Klasik Pasar Jadoel Tradisional di Matesih, Karanganyar
Oleh: Wisang Nugraha Ardyansa
Matesih, Karanganyar

 

Karanganyar, Bumi Intanpari, tempat seni budaya, historia, dan pariwisata melengkapi klasiknya keindahan sebuah kabupaten yang terletak di timur kota Solo ini. Belum lagi keindahan alam lereng Lawu dengan eksotis mampu memberikan sebuah sentuhan keajaiban Tuhan Yang Maha Kuasa. Ratusan destinasi wisata, sudah terhampar dalam sebuah frame cita rasa negeriku, Indonesia.

Dari ratusan destinasi wisata, sebuah tempat bersejarah yang banyak menyimpan cerita bagaimana dahulu, masyarakat leluhur berjibaku dengan kehidupan yang masih terbilang kuno. Sapta Tirta Pablengan, Matesih, Karanganyar. Yang menyimpan tujuh sumber mata air dengan berbagai keunikan tersendiri.

Tetapi, kali ini kita tidak akan membahas obyek wisatanya , tetapi kita akan merekonstruksi kembali, bagaimana dahulu masyarakat mampu membuat sebuah peradaban pada zaman itu. Melalui berbagai kuliner klasik yang dibangkitkan kembali dari mati surinya. Menunjukkan kembali nikmatnya citarasa kuliner masyarakat lampau dengan balutan nama Pasar Jadoel Sapta Tirta.
Sejenak saja bayangkan, sebuah suasana desa, dengan berbagai gubuk bambu dan atap jerami, beralaskan tanah. Sesederhana itu, begitu juga dengan apa yang mereka makan, apa yang disediakan oleh alam, dengan bungkus daun, dengan berbagai umbi dan singkong, yang semesta sudah sediakan untuk mereka.

Tahukah kalian dengan makanan dan kuliner ini?

Klepon, sawut, tiwul, timus, kemplang, cenil, dele, kembang goyang, balung kethek, gendar, pondoh, jadah, klenyem, onde-onde, rempah, nogosari, ketan, peyek, rangin, corobikang, suweg, gayam, gudangan, urap, dan sebagainya.

Dari beberapa diatas, berapa yang kalian pernah makan?

Kalau sudah lebih dari sepuluh, berarti kalian termasuk makhluk yang tergolong klasik. Karena bagi sebagian masyarakat yang lahir pada masa dinasti hamburger, makanan-makanan ini cenderung terlupakan.


Oleh karena itu, Pasar Jadoel Sapta Tirta ini berusaha merekonstruksi kembali sejarah ke dalam sebuah lembaran kisah klasik dari generasi ke generasi selanjutnya. Meskipun tidak sesempuna yang bisa kita imajinasikan dalam pikiran kita masing-masing, namun, Pasar Jadoel ini sudah mampu menjadi pengobat rindu bagi para sesepuh, dan para generasi muda penggemar kuliner yang menjadi identitas kita dahulu sebagai orang pedalaman.

Berbagai gubuk yang ada di lokasi wisata Sapta Tirta Pablengan ini menyediakan berbagai makanan masa lalu beserta seluruh kenangannya. Seperti seorang ibu yang bercerita bahwa dahulu sepotong ubi begitu berharga untuk dimakan sekeluarga, atau seorang bapak dulu menceritakan kisahnya tentang kerasnya makanan balung kethek waktu beliau kecil.

Semua memori dan sisi historis itu seperti sebuah lentera bahwa ada cerita yang mampu membuat kita merasa bahagia, membuat kita merasa terharu karena mampu mengulang, mampu merekonstruksi kembali potongan-potongan kenangan mereka yang tersimpan di sentong-sentong kuno pikiran mereka. Setidaknya itulah yang para sesepuh coba ungkapkan.
Tidak hanya itu, generasi muda yang penuh dengan curiousity mereka, atau dari cerita orang tua mereka, akan berbondong-bondong untuk berburu berbagai kuliner khas yang ada pada masa simbah mereka. That’s it, they are so exited to see, they are exited to taste something else.

Dan perlu kalian tahu, generasi muda FKPI, EKRAF, dan berbagai lapisan masyarakat Pablengan bersatu demi sebuah kisah senja yang membanggakan sebagai dongeng ketika anak kita tidur, ketika kita memiliki mimpi-mimpi yang sama untuk ikut serta menunjukkan bahwa ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuk Karanganyar.

Setelah itu, mereka akan lebih memahami apa arti narimo ing pandum dan memiliki paradigma yang sederhana, memiliki senses untuk lebih menjaga kelestarian budaya, dan sekaligus memiliki empati untuk bersama-sama ikut melestarikan ratusan juta memori sebagai bekal nanti generasi selanjutnya menceritakan kisah-kisah klasik ini kembali ke anak cucu mereka. Dan dengan ini, setiap dari kita, akan lebih memiliki sikap memayu hayuning bawana , menjaga alam sekitar yang sudah tercipta begitu indah. Menjadi generasi yang sadar wisata, sadar sejarah dan memahami betapa berharganya setiap sisi kehidupan manusia.

Sebagai penutup, iringan gamelan dari lagu gugur gunung, let’s do something untuk Karanganyar, untuk bumi tempat kita berpijak, untuk negeri tempat kita berdiri. Paling tidak dari hal yang paling mendasar, paling tidak dari hal yang paling sederhana, yaitu memiliki rasa bangga menjadi bagian masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan keberagamannya.

Salam Hangat dari Pasar Jadoel Sapta Tirta Pablengan.

Bumi Intanpari, Karanganyar.

Read More
07_Karanganyar Menulis 2019 Terpilih_

Artikel Terpilih Karanganyar Menulis 2019 Periode 5

 

Berikut ini daftar artikel terpilih untuk rubrik Karanganyar Menulis 2019:

  1. Generasi Muda Yang Berbudaya Dengan Aksara oleh Nareswari Kintoko
  2. Lawu Percussion : Bermula Dari Lomba 17an Agustus Hingga Event Nasional oleh Andrianto Dwi Saputro
  3. Menghidupkan Lagi Permainan Tradisional Di Kawasan Perbatasan oleh Intan Khotimah
  4. Destinasi Wisata Kuliner Klasik Pasar Jadoel Tradisional Di Matesih, Karanganyar oleh Wisang Nugraha Ardyansa
  5. Kelinci Sang Menteri oleh Luthfia Devi Romadhoni

 

Jurnal Warga dapat Anda akses disini : http://www.karanganyarkab.go.id/category/berita/jurnal-warga/

 

Ayo ikut berpartisipasi dalam penulisan jurnal warga untuk membantu menyebarkan informasi dan berita kepada masyarakat. Seluruh warga Kabupaten Karanganyar dapat mengirimkan berita-berita dan informasi di lingkungan Anda kepada kami. Tulisan yang menarik akan mendapatkan reward menarik dan akan dipublikasikan di website karanganyar serta share ke sosial media karanganyar. Kami tunggu tulisanmu!

Read More
IMG-20190504-WA0027

Water Park dan Resto di Desa Jatirejo, Resmi Menjadi Destinasi Wisata Baru

Read More
DSC_4217

Terus Kembangkan Potensi Destinasi Wisata

Kominfo

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan pidato sambutannya dalam acara Pembinaan RT dan RW Kec. Tawangamngu, (08/12).

Karanganyar – 08 Desember 2018

Sosialisasi pembinaan lembaga RT dan RW kecamatan Tawangmangu diselenggarakan oleh Bagian Pemerintahan Desa Setda Karanganyar di Pendopo rumah Dinas Bupati, Sabtu(08/12).

Hadir Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Kabag Pemerintahan Desa, dan Kepala BKD.

“ Saat ini Rt dan Rw kerjaan sudah banyak, banyak orang yang punya hajat di kampung yang kerja duluan Rt dan Rw, lurah biasanya datangnya belakngan “, canda orang Nomor satu di Bumi Intanpari ini.

Banyak ketua Rt dan Rw beda dusun aja tidak saling kenal, dengan adanya acara seperti pembinaan ini juga untuk silaturahmi biar saling kenal, tegasnya.

Alokasi dana desa 2019 harus diprioritaskan untuk sumber daya manusia, Desa berlomba untuk menjadi yang terbaik, ini dilombakan makanya penataanya harus bener dan bagus.

“ Rt dan Rw sekaligus kepala Desanya harus kompak, jangan ada yg serakah. Terus kembangkan dan jadikan Tawangmangu sebagai destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan, dan terus jadikan Tawangmangu sebagai icon wisata Kabupaten Karanganyar dengan pesona keindahan alamnya “, tegas Bupati.

Beliau berjanji akan menambah kesejahteraan bagi Rt dan Rw mulai tahun depan secara bertahap, karena ujung tombak terhadap peristiwa apapaun yg terjadi di desa adalah tugas mereka.

Amankan Pilkades, PilLeg,PilPres, boleh beda pilihan tetapi harus aman, akur, damai dan kondusif suasananya.(Kris/Ard).

 

Read More
DSC_0019

De Tjolomadoe Destinasi Wisata Baru Di Karanganyar

De Tjolomadoe siap dibuka secara umum tanggal 24 Maret Mendatang

KARANGANYAR – 20 Maret 2018

De Tjolomadoe bakal menjadi sorotan baru wisata budaya di Karanganyar. Eks Pabrik Gula Colomadu yang berdiri tahun 1861 telah ‘disulap’ menjadi venue bernilai sejarah dan comercial. Rencananya, De Tjolomadoe bakal dibuka oleh Presiden Joko Widodo, tanggal 24 Maret mendatang.

Menjelang pembukaan tersebut, De Tjolomadoe mengadakan serangkaian kegiatan. Yakni tanggal 22 Maret musik Solo Jazz Society, tanggal 21 Maret Fotografi Seni Sketsa Seni Rupa Video, Kirab Band, tanggal 22 Maret Diskusi Urip iku urup : Arsitektur dan warisan budaya, fesyen FSRD Isi Surakarta dan Solo Batik Karnival. Berbagai venue terdiri dari sejumlah ruangan yang diberi nama dengan nama asli ruangan PG Colomadu. Yakni Stasiun Gilingan yang akan difungsikan sebagai museum Pabrik Gula, Stasiun Ketelan sebagai area f&B, stasiuan penguapan sebagai area arcade, stasiun karbonatasi sebagai aarea Art dan Craf, Besali Cafe, Tjolomadoe Hall. “Pada stasiun masakan misalnya, untuk memperkokoh bangunan, struktur ditambahkan dengan kontruksi beam. Dengan mesin tetap terpasang, Guna dapat difungsikan sebagai concert hall dengan kapasitas 3000 orang,” papar Edison Suardi, GM Konstruksi PT Sinergi Colomadu.

Dia menambahkan untuk menyambut opening De Tjolomadoe akan digelar acara selama tiga hari. Yakni Pameran Sketsa, pameran Fotografi dan seni rupa Video. Untuk arena outdoor akan ada penampiuilan musik band, Solo Batik Karnival dan Green Fashian Heritage. “Juga akan diselenggarakan diskusi budaya dan sejarah dengan pembicara dari UGM dan beberapa pakar dibidang budaya,” tambahnya. (hr/Adt/Ard)

Read More