20190213_112640

Monitoring Persiapan Pilkades Serentak Di Balai Desa Ngunut, Jumantono

Read More
20190213_111351

Bupati Karanganyar adakan Monitoring Pelaksanaan Pilkades Serentak di Desa Ngunut, Jumantono

Diskominfo

Bupati Karanganyar berikan arahan terkait pelaksaan pilkades serentak di Balai Desa Ngunut, Jumantono

 

Karanganyar, 13 Februari 2019

Bupati Karanganyar, Juliyatmono adakan monitoring persiapan pilkades serentak di 5 desa di Karanganyar jelang pilkades serentak pada 20 Februari 2019.

Kelima Desa tersebut yakni Desa Tohudan Colomadu, Desa Ngunut Jumantono, Desa Kemiri Kebakkramat, Desa Nglebak Tawangmangu dan Desa Karang Karangpandan.

Pada tinjauan di Desa Ngunut Jumantono Bupati tekankan beberapa hal diantaranya agar Panitia harus paham tahapan pilkades yang akan diselenggarakan mulai dari sosialisasi, masa kampanye, pemungutan suara serta penulisan suara.

Kepada Pjs Kades se Kecamatan Jumantono Bupati berpesan agar semua yang beliau sampaikan terkait pelaksanaan pilkades serentak ini agar di sosialisasikan ke desanya masing masing.

Ditambahkan agar apapun hasilnya nanti agar selalu menjaga kerukunan dan paseduluran, yang menang bersyukur dan yang belum mendapat suara banyak agar bisa legowo.

” Bagaikan bayi yang hendak dilahirkan, jangan sampai ada pendarahan sehingga musti dipersiapkan dengan baik apa saja yang diperlukan” terangnya.

Demikian Diskominfo (an/ina).

 

 

 

Read More
DSC_0093 copy

Toga Desa Ngunut Dinilai Tim PKK Provinsi Jawa Tengah

Karanganyar, Jumat (28/11/2014)

Tim PKK Provinsi Jawa Tengah, Tuty Hendrawan didampingi Ketua PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono, saat melihat lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Jumat (28/11) pagi.

Tim PKK Provinsi Jawa Tengah, Tuty Hendrawan (kedua dari kanan) didampingi Ketua PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono, (baju kuning) saat melihat lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Jumat (28/11) pagi.

Tim Evaluasi Penilaian Lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Provinsi Jawa Tengah meninjau langsung kondisi hasil toga (Tanaman Obat Keluarga) di Kabupaten Karanganyar yang diwakili Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono.

Rombongan tim dipimpin langsung Tuty Hendrawan, Wakil Ketua IV Pengerak PKK Provinsi Jawa Tengah, meninjau lahan toga di belakang Kantor Kepala Desa Ngunut, poliklinik kesehatan desa (PKD) yang sudah menggunakan saintifikasi jamu, pos pengumpulan jamu, dan lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut. Mereka disambut oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Ketua Tim PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono.

“Apotek hidup seperti toga dapat dimanfaatkan keluarga sebagai obat penaggulangan penyakit dan juga membantu masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan,” ujar Tuty Hendrawan, Jumat (28/11) di Kantor Kepala Desa Ngunut.

Lebih lanjut ditambahkan, sistem pengobatan ini murah, mudah dan cepat. Yang dapat di tanam di kebun maupun pekarangan rumah dalam mememenuhi obat keluarga. “Toga juga berfungsi sebagai bahan obat bagi keluarga dan tambahan penghasilan keluarga,” kata nya.

Sementara itu, Siti Komsiah Juliyatmono mengatakan masyarakat Desa Ngunut mempunyai gerakan menanam toga di pekarangan dan di kebun rumah mereka. Warga desa juga mempunyai pastisipasi dalam membangun desa wisata toga. “Terdapat tanaman toga seperti jahe, kunir, temu lawak dan dewa. Kalau berasal dari daun ketepang dan daun salam. Sedangkan dari akar yakni teki dan alang-alang,” ujar Siti Komsiah.

Dalam mengembangkan hasill toga, juga mendapatkan pendampingan dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Karanganyar.

Saat ini sudah terdapat pusat pelatihan dengan pelatihan pembuatan instan, jamu gendong dan makanan ringan. Selain itu juga ada warung herbal, pondok herbal, dan jamu gendong. pd

Read More

Ratusan Rumah Diterjang Puting Beliung

Ratusan rumah di tiga Desa Kecamatan Jumantono rusak parah akibat terjangan angin puting beliung yang disertai hujan gerimis, Rabu (11/1) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Akibatnya puluhan pohon tumbang dan langsung menimpa sebuha rumah di Desa Genengan, Desa Ngunut dan Desa Tugu di Kecamatan Jumantono Karanganyar.
Dari data yang dikumpulkan Joglosemar di lokasi kejadian ada sekitar sembilan rumah yang rusak parah tertimpa pohon dan sebuah masjid, sementara 91 rumah lainnya genteng dan atapnya dibawa terbang oleh angin puting beliung yang datang bersama dengan hujan gerimis.
Enam rumah rusak parah di antaranya berada di Dusun Kakum Desa Genengan, dua rumah dan sebuah masjid di Dusun Ngadirejo Desa Ngunut, sebuah rumah di Dusun Sugat Desa Ngunut sementara 91 lainnya berada di Desa Tugu. Kendati tidak mengalami rusak berat namun sebagian besar genteng dan atapnya terbawa oleh angin sejauh beberapa ratus meter.
Salah satu warga sekitar, Owin (28) mengaku terhenyak dan kaget dengan adanya angin puting beliung yang merusak sebagian besar rumah di kampungnya itu. Pasalnya saat itu dirinya baru sampai di rumah dan mendapati hujan disertai angin kencang telah menerbangkan atap rumah ibunya. “Sontak, saya langsung masuk dan mengajak ibu saya untuk keluar dari rumah mencari tempat yang aman,” ujarnya, Rabu (11/1).
Camat Jumantono, Timotius Suryadi mengatakan saat angin puting beliung terjadi dirinya beserta sejumlah staf masih berada di kantor kecamatan. Saat mendengar suara bergemuruh di luar kantor, otomatis saya langsung melihat keluar. “Ternyata genteng dan atap kantor sudah mulai beterbangan diterjangan angin itu,” ucap dia.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto mengungkapkan kerugian yang ditimbulkan dari angin puting beliung itu jelas banyak, tetapi dirinya belum bisa menaksir semuanya karena masih dalam tahap perhitungan.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/ratusan-rumah-diterjang-puting-beliung-64917.html

Read More