WhatsApp Image 2024-12-02 at 13.27.37

Peninjauan Pengendalian Kegiatan Fisik di Kabupaten Karanganyar

Karanganyar – Penjabat Bupati Karanganyar, Timotius Suryadi, didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) serta Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda, melakukan peninjauan terhadap pengendalian kegiatan fisik di Kabupaten Karanganyar pada Senin, 2 Desember 2024.

Dalam kunjungan ini, Pj. Bupati memantau beberapa proyek pembangunan yang sedang berlangsung, antara lain:

  1. Pelebaran Jalan Dusun Karan – Bumi Perkemahan Delingan
  2. Rekonstruksi Jalan Desa Ngringo Perumnas Palur, Kecamatan Jaten
  3. Pembangunan Jembatan Dalon – Ngrancang, Desa Jatikuwung, Gondangrejo

Pj. Bupati berharap agar semua pengerjaan dapat segera diselesaikan dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Karanganyar. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak terkait dalam menyukseskan proyek-proyek pembangunan. Dengan dukungan yang baik, diharapkan semua infrastruktur dapat rampung tepat waktu dan berfungsi dengan baik untuk kepentingan masyarakat.

Dengan semangat pembangunan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur demi kesejahteraan warganya.

Read More
DSC_7113

Bersih Dusun Jurug Desa Ngringo, Warga Gelar Wayang Kulit Lakon “Banjaran GATOTKACA “

KARANGANYAR – ” BANJARAN GATOTKACA ” menjadi lakon dalam Pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh Dalang Ki Sri Susilo Tengkleng. Ini merupakan rangkaian agenda Bersih Dusun yang digelar warga Dusun Jurug Desa Ngringo Kecamatan Jaten pada Kamis (5/9/2024) malam.

Agenda bersih dusun warga Dusun Jurug Rt.01 Rw II Desa Ngringo ini disertai juga dengan bazar UMKM oleh warga sekitar.

Pj. Bupati Karanganyar Timotius Suryadi hadir didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Sosial, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan, Kepala Satpol PP, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Pj. Kepala Desa Ngringo mengaku sangat bangga pagelaran wayang kulit dalam rangka bersih dusun di Dusun Jurug ini terselenggara murni atas inisiasi warga dan juga guyupnya gotong royong warga.

Warganya guyup dan rukun. budayanya selalu di uri-uri. UMKM nya laris, ekonomi warganya bisa meningkat.

Read More
IMG-20240115-WA0054

Bertekad Membangun Smart Village Berbasis Kewirausahaan di Desa Ngringo, Mahasiswa KKN UNSA dilepas PJ Bupati Karanganyar

KARANGANYAR – Mengusung Konsep Smart Village Berbasis Kewirausahaan, Puluhan Mahasiswa Universitas Surakarta yang melaksanakan praktek Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Ngringo, Kabupaten Karanganyar dilepas secara langsung oleh Penjabat Bupati Karanganyar Timotius Suyadi S.Sos., M.Si di Ruang Anturium Rumah Dinas Bupati pada Senin( 15/01).

Praktek Kegiatan KKN Tematik mahasiswa UNSA ini akan dilaksanakan terhitung mulai tanggal 08 Januari hingga 25 Februari 2024 mendatang. Hadir dalam ceremonial pelepasan ini PJ Bupati Karanganyar, Pimpinan BPJS, Kepala BAPELITBANG, Kepala Dinas Pendidikan, Rektor dan Wakil Rektor UNSA, serta beberapa Pejabat pemangku wilayah yang akan menerima mahasiswa UNSA ini.

Nantinya KKN Tematik Mahasiswa UNSA akan dilaksanakan di Desa Ngringo yang tersebar 8 Dusun. Namun agar KKN Tematik terlaksana secara optimal maka difokuskan dalam 4 Dusun terlebih dahulu diantaranya yaitu Karangrejo, Plosokerep, Gunung Wijil, dan Benowo.
Mahasiswa peserta KKN Tematik UNSA gelombang pertama dari Fakultas Teknik diantaranya program studi Teknik Mesin, Teknik Elektro, serta Teknik Informatika.

Tema dari kegiatan KKN Tematik Universitas Surakarta yaitu “ Membangun Smart Village Berbasis Kewirausahaan”. Dimana, dari judul tersebut termasuk pilot project sebagai Smart Village pertama dalam mengimplemantasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di UNSA sendiri.

Rektor Universitas Surakarta Astrid Widyani, SE. SS. M.BA. menyampaikan bahwa penyerahan mahasiswa program KKN Tematik di Desa Ngringo sebagai pilot project yaitu Smart Village pertama dalam mengimplemantasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di UNSA.

Bahkan Astrid juga menjelaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti program ini juga mendapatkan bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan.

“ Tujuan dari kegiatan KKN Tematik Smart Village untuk mahasiswa dapat mengabdi di luar kampus agar berdampak ke masyarakat sekitar kampus juga. Dengan menggunakan prinsip-prinsip desa cerdas, untuk menggabungkan kebutuhan desa masing-masing.

Harapannya supaya output dengan integrasi dibidang digital serta wirausaha bisa berjalan dengan lancar dan baik” Jelas Astrid.

Dalam pidato sambutannya, Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar Timotius Suryadi, S. Sos., M.Si mengucapkan terimakasih kepada Rektor Universitas Surakarta karena wilayah kabupaten karanganyar menjadi tempat KKN Tematik Smart Village.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Timotius berharap program ini dapat membangun Kabupaten Karanganyar lebih baik dan bersinergi, terutama perkembangan di lingkungan Desa Ngringo.

“ Harapannya, agar masyarakat Ngringo memiliki kemauan untuk berinovasi dalam bidan kewirausahaan dan keunggulan desa dapat lebih dioptimalkan “ terang PJ Bupati yang linatik resmi 15 Desamber silam.

DISKOMINFO

Read More
DSC_0171

Program Teknologi Tepat Guna Daur Ulang Sampah Mandiri Desa Ngringo

Read More
DSC_0145

Peresmian Program Teknologi Tepat Guna Daur Ulang Sampah Mandiri Desa Ngringo

diskominfo

Bupati Karanganyar Melakukan Penandatanganan Prasasti

Karanganyar – 24 Januari 2019

Pagi ini Bupati meresmikan Taman Kridha Kusuma Asri Mandiri di Perumnas Ngringo RW 19, Jalan Salak 3, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Dalam peresmian tersebut Bupati didampingi oleh Direktur Politeknik Negeri Semarang, Ir. Supriyadi, MT dan anggota Komisi 10 DPR RI, Hj. Laila Istiana DS., S.E.

Ir. Supriyadi, MT selaku Direktur Politeknik Negeri Semarang (Polines) mengucapkan terimakasih kepada warga Desa Ngringo  karena telah mau bekerjasama untuk bersama – sama mengelola limbah dan sampah rumah tangga di lingkungan mereka. dalam hal ini, sebenarnya Polines hanya memberikan pendampingan dan pengarahan saja kepada warga Desa Ngringo. Selebihnya, mereka sendiri lah yang berhasil menjalankan program Teknologi Tepat Guna Daur Ulang Sampah Mandiri. Menurutnya, sampah yang ada di Desa Ngringo memunculkan ide terintegrasi bagi Polines karena dapat memanfaatkannya menjadi sesuatu yang lebih berguna bagi masyarakat. Program Teknologi Tepat Guna Daur Ulang Sampah Mandiri Desa Ngringo ini juga merupakan wujud pengabdian Polines kepada masyarakat.

“Tugas dari perguruan tinggi adalah Tri Dharma, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dan ini lah wujud pengabdian Polines kepada masyarakat”, kata Ir. Supriyadi.

Polines berharap apa yang telah dilakukan oleh mereka ada keberlanjutan, ada simbiosis mutualisme atau dpat saling menguntungkan kedua belah pihak, dan juga berharap untuk segera ada MoU agar Polines juga mendapat pengakuan bahwa telah berhasil melakukan pemberdayaan masyarakat Desa Ngringo.

Kemudian, dalam sambutannya Bupati menghimbau kepada seluruh warga Desa Ngringo dapat mengelola tempat daur ulang sampah/limbah mandiri dengan baik, tetap kompak, rukun, saling terbuka satu sama lain, dan mengedukasi anak – anak untuk tidak membuang sampah sembarangan. Beliau juga menyampaikan agar tahun ini Desa Ngringo sudah tuntas dengan permasalahan lingkungan yang kumuh dan menjadi lingkungan yang bersih. Beliu juga berharap agar ruang public yang ada bisa segera difasilitasi.

 

diskominfo (an/in/sr)

 

Read More
DSC_0183

Festival Kuliner Warga Perumahan RC, Desa Ngringo

Read More
akyu

Hujan Enam Jam, Empat Kecamatan Tergenang Banjir

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo (baju putih), saat meninjau lokasi banjir di Dusun Daleman, Desa Ngringgo, Kecamatan Jaten, Minggu (19/06) siang.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo (baju putih), saat meninjau lokasi banjir di Dusun Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Minggu (19/06) siang.

Karanganyar, Minggu (19/06/2016)

Hujan yang menguyur wilayah Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya selama enam jam pada, Sabtu (18/06), dari sore hingga tengah malam. Mengakibatkan empat kecamatan tergenang banjir.

Akibat hujan deras turun sejak sore, Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kecamatan Jaten, Kebak kramat, dan Gondangrejo meluap. Sedangkan beberapa wilayah di Kecamatan Tasikmadu juga tergenang banjir.

Beberapa warga yang menjadi korban luapan tersebut, Minggu (19/06)  pagi, terlihat sibuk menyelamatkan sejumlah barang barang berharga milik mereka dan angota keluarganya. Ada pula yang membersihkan harta benda yang terendam air dan terkena lumpur.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Czi Santy Karsa Tarigan, saat di Desa Waru, Kecamatan Kebak kramat meninjau langsung lokasi rumah warga yang terkena banjir dengan mengunakan perahu karet.

“Di Desa Waru, yang paling parah Dusun Tlumpuk, ada 85 Kepala Keluarga (KK) dengan ketinggian sekitar dada orang dewasa, namun tidak ada yang menggungsi, karena rumahnya sudah dibuat agak tinggi,” kata Wakil Bupati Karanganyar.

Selain ditempat tersebut, Wakil Bupati Karanganyar, juga meninjau lokasi banjir di Dusun Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten. Ditempat itu, terdapat 33 KK, 120 jiwa yang rumanya terkena luapan air sungai Bengawan Solo setinggi sekitar dua meter.

Sementara itu,  Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Nugroho, saat memantau banjir di Dusun Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, mengatakan, di Kabupaten Karanganyar, total korban banjir yakni sekitar 152 KK dan 440 jiwa, di tiga kecamatan yakni Jaten, Kebakramat dan Gondangrejo.

“Itu data sementara, masih belum selesai, karena saat ini kita masih berkonsentrasi terhadap proses evakuasi terhadap sejumlah warga yang rumahnya masih terendam. Serta menyiapkan posko,” kata Nugroho.

Hujan deras selama ena jam itu juga mengakibatkan sejumlah lahan pertanian padi siap panen yang ada di sejumlah wilayah di Kabupaten Karanganyar juga terendam.

Dari pendataan, di wilayah Kebakramat terdapat 15 hektar lahan pertanian siap panen, dan 10 hektar di wilayah Gondangrejo.pd

Read More
DSC_0071 copy

Operasi Pasar Gas 3 KG, Atasi Kelangkaan Elpiji

Antrian warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten untuk membeli gas elpiji 3 kg seharga Rp. 15.500, Selasa (12/05) di Balai Desa Ngringo

Antrian warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten untuk membeli gas elpiji 3 kg seharga Rp. 15.500, Selasa (12/05) di Balai Desa Ngringo

Karanganyar, Selasa (12/05/2015)
Operasi Pasar (OP) ukuran tiga kilogram dilakukan di empat tempat di wilayah Kabupaten Karanganyar. Untuk OP gas elpiji tiga kilogram setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua tabung dan menunjukkan KTP.
Selain di Desa Ngringo juga berlangsung di Desa Wonolopo, Tasikmadu. Lalu, pada hari berikutnya setelahnya, Rabu (13/5), OP akan beralih ke Mojogedang dan Jungke, Karanganyar Kota
Khusus untuk Desa Ngringo kuota ditambah. Jatah yang disiapkan 560 tabung gas terasa kurang, karena antrian warga untuk membeli gas bersubsidi itu masih panjang, saat berlangsung di Balai Desa Ngringo, Selasa (12/05).
Panitia OP dari Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Karanganyar dan Hiswana Migas Surakarta memutuskan untuk menambah satu truk lagi, dengan jumlah 560 tabung gas, setelah melihat masih banyak dan panjang antrian untuk menghindari kericuhan.
Ketua Hiswana Migas Surakarta, Suwardi Hartono Putro menuturkan untuk wilayah Desa Ngringgo, Kecamatan Jaten, kuota ditambah dua kali lipat. Sebab warga berjumlah ribuan, bahkan melebihi jumlah warga di Kecamatan Jenawi.
“Kuota menjadi 1.120 tabung karena melihat situasi antrian masih panjang,” jelas Suwardi.
Dijelaskannya pula, untuk OP harga jual gas itu Rp. 15.500 per tabung atau setara dengan harga jual dari pangkalan. Karena harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) maka langsung diserbu warga yang biasanya membeli seharga Rp.18.000 sampai Rp. 19.000 per tabung.
Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengatakan saat sidak (beberapa waktu lalu) ditemukan harga di pangkalan ada yang menjual Rp. 16.000 per tabung.
“Setelah sidak kita kumpulkan agen-agen di Kabupaten Karanganyar yang berjumlah 11 agen. Kita juga menindak tegas yang siapa pun menaikkan harga ke pangkalan selebih dari HET,” kata Rohadi Widodo,sat di lokasi OP
Ditambahkannya pula, masing-masing agen sudah punya wilayah sendiri dan tidak boleh keluar. Tugas Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengawal HET sampai di pangkalan.
“Jika ada pangkalan yang melebihi HET, ijin akan dicabut,” jelasnya.pd

Read More
a

WASPADA BENCANA

Tiga Kecamatan Rawan Banjir

Tiga kecamatan di Karanganyar rawan terkena bencana banjir selama musim penghujan. Ketiga kecamatan tersebut adalah Kebakkramat, Gondangrejo dan Jaten.

Selama ini, tiga kecamatan yang menjadi langganan banjir yakni Desa Waru dan Desa Kebak (Kebakkramat), Desa Kranggan dan Desa Karangturi (Gondangrejo) dan Desa Ngringo (Jaten). Wilayah tersebut kerap dilanda banjir lantaran berada di pinggiran aliran Sungai Bengawan Solo.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Aji Pratama Heru K, mengatakan selama ini, ketiga kecamatan tersebut menjadi daerah langganan bencana banjir di Karanganyar. Biasanya, bila air Sungai Bengawan Solo meluap di Kota Solo otomatis wilayah di pinggiran sungai di Desa Ngringo, Jaten dilanda banjir. “Kami sudah memetakan daerah rawan bencana banjir di Karanganyar yang berada di pinggir aliran Sungai Bengawan Solo,” katanya kepada solopos.com, Sabtu (25/1/2014).

Menurut dia, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika  (BMKG) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) puncak musim penghujan diperkirakan antara Januari-Februari. Artinya, bencana banjir mengintai warga yang berdomilisi di daerah rawan bencana alam.

Karena itu, pihaknya mendirikan posko antisipasi bencana banjir di Dusun Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten. Posko tersebut digunakan sebagai pusat koordinasi bila air Sungai Bengawan Solo meluap di Kota Solo. Selain itu, apabila aliran Sungai Bengawan mulai meluap maka sukarelawan segera mengevakuasi warga ke daerah yang lebih aman. “Posko bencana banjir sudah didirikan, sukarelawan siaga selama 24 jam selama musim penghujan,” papar Heru.

Pihaknya menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Apalagi bila terjadi hujan lebat selama berjam-jam. Biasanya, aliran Sungai Bengawan mulai meluap secara perlahan-lahan. Kondisi ini patut diwaspadai warga yang berdomisili di bantaran Sungai Bengawan Solo.

Sementara Camat Jaten, Titik Umarni, menyatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi terkait bila ketinggian Sungai Bengawan mulai naik. Pemerintah desa akan segera mengevakuasi warga yang berdomisili di pinggir sungai. Langkah ini dilakukan agar tak mengakibatkan korban jiwa.

sumber : http://www.solopos.com/2014/01/26/waspada-bencana-tiga-kecamatan-rawan-banjir-484835

Read More

Kelanjutan Fly Over Tunggu Kesepakatan Bersama

Kelanjutan proyek pembangunan jembatan layang (fly over) Palur hingga kini belum ada kejelasan. Saat ini baik warga, pemerintah Kecamatan Jaten, maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar masih melakukan pembahasan terkait waktu pengerjaan dan pembebasan lahan milik warga yang terkena pembangunan.

Menurut Camat Jaten, Titik Umarni, proyek pembangunan fly over yang bakal menelan dana Rp 82 miliar ini hingga kini belum jelas kapan akan dilanjutkan kembali. “Untuk pastinya kapan belum final. Kita masih akan merundingkannya dengan warga dan pihak terkait lainnya,” ungkapnya, Jumat (1/11).

 Kendati informasi yang beredar pada Desember proyek fly over ini akan kembali dilanjutkan, Titik menegaskan masih harus menunggu kesepakatan bersama. Pasalnya, pembebasan lahan sendiri hingga kini juga belum selesai. “Yang jelas kita menunggu hasil perundingan dulu. Kalau soal pembebasan lahan Desa Dagen memang warga cenderung sudah menerima, tidak ada masalah,” terangnya.

 Ia menambahkan terkait pembebasan lahan Desa Ngringo sejauh ini belum dibicarakan. Pihaknya berencana melakukan pendataan terlebih dahulu kepada seluruh warga yang rumahnya terkena dampak pembangunan fly over ini. “Minggu depan kita akan adakan pertemuan dengan warga untuk membahas biaya pembebasan lahan. Khususnya untuk Desa Ngringo karena sejauh ini belum dibicarakan lagi setelah proyek ditunda,” tandasnya.

 Sementara, salah seorang warga Palur yang rumahnya terkena proyek fly over mengatakan berdasarkan informasi yang didapatkannya dari DPU Karanganyar pembangunan akan dilanjutkan Desember atau Januari nanti. Namun ia juga masih belum mendapatkan kejelasan kapan tepatnya proyek ini akan kembali berjalan.

 Diyono menuturkan warga sekitar khususnya wilayah Dagen dan Palur tidak mempermasalahkan dengan pembebasan lahan. Karena sebelumnya warga dan pemerintah sudah melakukan pertemuan untuk membahas soal pembebasan lahan dan warga cenderung tidak mempermasalahkan. “Kalau soal pembebasan lahan warga sih tidak terlalu mempermasalahkan. Karena sudah dibicarakan secara baik-baik,” ujar pria yang berprofesi sebagai petugas parkir di sebuah rumah makan di Jalan Raya Palur ini.

 Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi mengatakan setelah proses pembebasan lahan selesai, proyek pembangunan fly over akan segera dimulai kembali. Ia menjelaskan proyek ini bila sesuai jadwal akan selesai pada pertengahan tahun 2015 mendatang.

Berdasarkan informasi, terdapat 81 bidang tanah dengan 61 pemilik di wilayah yang terkena proyek pembangunan fly over. Untuk rinciannya, sebanyak 21 bidang tanah dengan 16 pemilik di jalan Palur-Sragen dan di jalan Palur-Dagen sebanyak 25 bidang tanah dengan 21 pemilik.  Sedangkan 35 bidang tanah dengan 24 pemilik terdapat di jalan Palur-Mojolaban, Sragen.

Sumber : joglosemar.co/2013/11/kelanjutan-fly-tunggu-kesepakatan-bersama.html

Read More