WhatsApp Image 2021-04-01 at 07.48.15

Pendataan Keluarga Dimulai, Petugas Datangi Rumah Bupati di Pokoh, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu

Bupati Karanganyar, Drs Juliyatmono MM dan isteri, Siti Khomsiyah Amd menjawab pertanyaan dari petugas pada saat pendataan keluarga

 

KARANGANYAR – Untuk memulai pendataan keluarga di Kabupaten Karanganyar, Bupati didatangi sejumlah petugas di rumahnya Pokoh, Ngijo, Kecamatan Tasikmadu. Dalam kesempatan itu, juga hadir kepala DP3APPKB Kabupaten Karanganyar, Agam Bintoro. Dalam kesempatan itu, bupati diberi pertanyaan sebanyak 30 mengenai keluarga.

“Ada 30 pertanyaan yang diajukan semua ke saya. Semoga pertanyaan-pertanyaan tersebut yang juga akan ditanyakan seluruh keluarga di Kabupaten Karanganyar dapat meningkatkan kualitas keluarga,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Pihaknya berharap dengan pendataan keluarga tersebut akan dapat menambah kualitas keluarga. Disamping juga untuk pelayanan KB dan mencegah Stunsing pada balita.

Sementara Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan penggerakan DP3APPKB, Anik Rahayu Setyaningrum SH menyatakan kader yang akan melakukan pendataan berjumlah 1984 Kader pendata. Pendataan akan dilakukan mulai 1 April sampai 31 mei 2021 mendatang. Tujuan pendataan keluarga ini adalah untuk perencanaan pembangunan di masa depan dan meningkatkan kualitas keluarga. “Petugas semua sudah diminta untuk mematuhi protokol kesehatan dan kami datang dari rumah ke rumah,” imbuhnya.

Read More
DSC_9037

Pengecekan Tempat Penyimpanan Surat Suara di Balai Desa Ngijo, Tasikmadu

Read More
DSC_0096

Sosialisasi Pasar Darurat

kominfo

Bupati Juliyatmono saat menyampaikan arahannya dalam sosialisasi pasar darurat di Balai Desa Ngijo, Tasikmadu, Senin (22/2).

Senin, 22 Februari 2016

Menindaklanjuti rencana pembangunan Pasar Nglano yang akan dilengkapi dengan Pasar Burung maka Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan segera mendirikan Pasar Darurat di daerah Ngijo, Tasikmadu, Karanganyar. Tepatnya berada di lapangan Ngijo yang akan segera di rampungkan dan dilengkapi dengan pembanguna MCK dan sumur diesel di harapkan akan membuat lebih nyaman pasar darurat.

Sosialisasi  tersebut dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Kepala DKP, SEKDA dan SKPD terkait ini membahas mengenai rencana pembangunan pasar darurat yang di dukung dengan pembayaran PBB sekaligus sedekah agar lebih berkah, Senin (22/2) di Balai Desa Ngijo, Tasikmadu Karanganyar.

Tidak kalah menjadi perhatian yaitu kebersihan sungai dengan melakukan penyebaran bibit ikan di sungai Ngijo, yang di harapkan bisa menyeimbangkan ekosistem sungai tersebut.

Selain itu, sekitar sungai juga akan di tanami pohon trembesi. Pohon tersebut di kenal sebagai pohon yang banyak menyerap gas CO2 sehingga nantinya juga akan membantu memfiltrasi udara kotor.

Program sekedah sampah tidak luput menjadi hal yang di tekankan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar, dengan memisahkan antara sampah organik dan non organik serta sampah yang dapat di daur ulang dan tidak dapat di daur ulang. Harapannya setelah Pasar Darurat tdak dipakai lagi untuk kegiatan Pemerintah, pasar tersebut bisa lebih bagus dari pasar yang sekarang agar kedepannya bisa hidup 24 jam.

Dishubkominfo Karanganyar (umi/ch)

Read More
DSC_0089

PMI Karanganyar Beri Bantuan Untuk Penderita Penyakit Kronis

PMI Cabang Karanganyar memberikan bantuan uang sebesar Rp. 1 juta untuk penderita katarak, Brahim Cipto Wiyono (duduk, tengah), Rabu (01/07)

PMI Cabang Karanganyar memberikan bantuan uang sebesar Rp. 1 juta untuk penderita katarak, Brahim Cipto Wiyono (duduk, tengah), Rabu (01/07)

Karanganyar, Rabu (01/07/2015)
Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar memberikan bantuan uang kepada warga kurang mampu.
Pemberian bantuan uang itu bagi penderita penyakit kronis, yang tingkat ekonomi kurang mampu sebanyak 79 orang di 17 Kecamatan se Kabupaten Karanganyar.
Kepala Markas PMI Cabang Karanganyar Sugiarto menuturkan setiap penderita kronis menerima bantuan sebesar satu juta rupiah.
“Sumber dana bantuan berasal dari pengumpulan bulan dana PMI,” ujarnya, Rabu (01/07) di Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu.
Di Desa Ngijo, warga yang mendapatkan bantuan yakni Brahim Cipto Wiyono, 74 tahun, bertempat tinggal di Ngijo Wetan, RT 01, RW 03. Dia selama dua tahun terakhir menderita penyakit katarak sehingga penggelihatan kurang jelas.
Selain dalam bentuk uang, juga ada pemberian kursi roda, namun akan diberikan pada saat tarawih keliling (tarling) Pemkab Karanganyar terakhir, pada 15 Juli 2015 di Kelurahan Gayamdompo, Kecamatan Karanganyar. pd

Read More

412 Orang Berebut Formasi Jabatan Perangkat Desa

SERIUS- salah satu peserta terlihat serius mengerjakan soal dalam ujian  tertulis bagi calon perangkat desa, di Balai Desa Ngijo, Tasikmadu, Selasa (03/12)

SERIUS- Salah satu peserta terlihat serius mengerjakan soal dalam ujian tertulis bagi calon perangkat desa, di Balai Desa Ngijo, Tasikmadu, Selasa (03/12)

Karanganyar, Rabu (04/12/2013)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) mengadakan seleksi tes tertulis bagi perangkat desa dikarenakan terdapat kekosongan jabatan perangkat desa.

Kepala Bagian Pemdes Sunarno menuturkan merespon kekosongan yang terjadi, dari pihak Pemdes mengadakan seleksi tertulis. Kekosongan pada 91 formasi itu diperebutkan oleh 412 peserta calon perangkat desa. Mereka terbagi dalam tiga kelompok yang mengikuti ujian tertulis di tiga lokasi berbeda.

 

“Jumlah peserta di tiap lokasi ujian tertulis tidak sama. Di hari pertama diikuti oleh sekitar 112 peserta. Di hari kedua diikuti sekitar 160 dan sisanya mengikuti besok (hari ini),” ujar Sunarno, di Balai Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Selasa (03/12) kemarin.

Hari pertama ujian tertulis di Balai Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, diikuti oleh calon perangkat dari Tawangmangu, Karangpandan, Matesih, Ngargoyoso, Jenawi dan Kerjo. Sementara di Balai Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu diikuti oleh peserta dari Tasikmadu, Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, Jatipuro dan Jatiyoso. Selanjutnya ujian tertulis di Balai Desa Jati, Kecamatan Jaten diikuti calon perangkat dari Jaten, Kebakramat, Mojogedang, Colomadu dan Gondangrejo.

Secara umum, materi dari ujian tertulis terbagi dalam dua kategori. Untuk soal dari Pemkab berisikan materi tentang bahasa Indonesia, Pancasila, Pengetahuan tentang UUD 45 serta UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Sementara soal dari desa bermaterikan pengetahuan tentang pemerintahan desa dan pengetahuan umum. “Soal dibuat sebanyak 100 soal. Jadi soal yang diujikan kali ini sebanyak 200 soal,” tuturnya.

Dia menuturkan kekosongan formasi perangkat desa ini terdiri dari sejumlah jabatan. Dari mulai kepala dusun (kadus), Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Urusan (kaur). “Kekosongan terjadi karena perangkat yang lama telah pensiun. Kekosongan mulai terjadi sejak bulan Februari hingga sekarang ini,” ungkapnya.

Kendati terjadi kekosongan, dipastikan kinerja pelayanan desa selama ini tetap berjalan lancar. Sunarno menegaskan, setiap formasi yang kosong sementara waktu ditangani oleh perangkat lainnya. “Jadi pelayanan kepada masyarakat desa tetap berjalan normal. Sebab yang mengurusi di formasi yang kosong itu ada, meskipun belum secara definitif,” urainya.

Dalam ujian ini peserta dianggap lolos bila berhasil meraih nilai minimal 6,0. Standar nilai terendah itu merupakan akumulasi dari perhitungan setiap soal yang memiliki bobot nilai 0,5. “Namun jika  dalam satu formasi terdapat lebih dari satu pelamar, maka ditetapkan nilai tertinggi. Bila ada nilai tertinggi sama, maka peserta yang bersangkutan akan mengikuti ujian ulang saat itu juga. Sebab hasil dari ujian tertulis ini juga langsung diumumkan beberapa saat setelahnya,” paparnya.

Saat ujian kemarin ternyata ada dua peserta yang nilainya sama, sehingga dilakukan ujian tertulis cadangan sampai dengan pukul 17.00

Untuk pelantikan peserta yang lolos nanti langsung dilakukan di tiap desa oleh kades yang bersangkutan. Sebab untuk melantik perangkat desa cukup hanya dengan mengeluarkan SK Kades setempat saja.  “Pelantikan dari 91 formasi yang kosong itu nanti langsung oleh kades dengan difasilitasi oleh camat selaku pembimbing wilayah setempat,” imbuhnya.pd

Read More

LAMPU PENERANGAN JALAN: DKP Karanganyar Tambah LPJU

Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar bakal melakukan penambahan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di beberapa titik. Hal ini dilakukan untuk menambah kenyamanan bagi para pengendara bermotor.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar, Maulan, mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat terkait masih minimnya penerangan jalan di beberapa wilayah. Minimnya penerangan jalan itu dapat memicu terjadinya tindak kriminalitas.

“Memang banyak laporan masyarakat yang meminta agar PJU ditambah terutama di lokasi rawan tindak kriminal,”.

Menurutnya, pihaknya telah melakukan penambahan PJU di Jl Adi Soemarmo, Colomadu sebanyak enam titik. Selain itu, penambahan PJU juga dilakukan di jalan menuju Sragen sebanyak sembilan titik.  Maulan menjelaskan jumlah LPJU di Karanganyar sebanyak 1.650 lampu yang tersebar di wilayah Karanganyar.

“Kami tetap prioritaskan penambahan lampu PJU di jalan yang berdekatan dengan fasilitas umum (Fasum) dan sering dilewati pengendara bermotor,” jelasnya.

Sementara itu, seorang warga Desa Ngijo, Tasikmadu, Prayitno, meminta agar penambahan LPJU juga dilakukan di jalan perkampungan. Selama ini, masih banyak kondisi jalan perkampungan yang gelap gulita. Selain itu dia juga meminta penambahan LPJU di jalan sekitar lahan persawahan. Sehingga, pengendara bermotor lebih nyaman saat melewati area persawahan yang kondisinya sepi.

Read More

SERANGGA BERBAHAYA: Waduh! Tomcat Serang Warga Tasikmadu

Warga Karanganyar dan sekitarnya diminta waspada.Pasalnya serangga berbahaya tomcat kini mulai ditemukan di Kecamatan Tasikmadu, Karangnyar.

Bahkan, salah seorang warga Desa Ngijo Kulon yang tinggal di perumahan Griya Karya Sejahtera, Ny Ningtyas telah menjadi korban serangga beracun tersebut. Ibu rumah tangga tersebut mengalami iritasi kulit di bagian pinggang disertai gatal-gatal dan kemudian melepuh.
“Tahu-tahu, kulit saya seperti keluar cairan dan melepuh. Rasanya gatal sekali.

Pantauan di lokasi, perumahan Griya Karya Sejahtera tersebut berdiri di lahan persawahan yang telah dikeringkan. Meski demikian, area persawahan dengan hamparan tanaman padi di sekelilingnya masih tumbuh lebat.

Akibatnya, serangga tomcat banyak ditemukan warga dan berkeliaran di permukiman mereka sempat memotret jenis serangga tomcat tersebut berkeliaran di kebun belakang perumahan warga yang berbatasan dengan area persawahan itu.

“Sejauh ini, warga memang tak pernah memperhatikannya. Kami justru baru tahu bahwa itu jenis tomcat setelah melihat berita TV,” kata Giyanto, warga setempat yang juga pernah menjadi korban racun serangga tomcat.

Atas kejadian itulah, kini warga mulai bersikap waspada menghadapi serangan serangga tomcat. Terutama saat malam hari ketika warga istirahat. Sebab, serangan tomcat diduga dilakukan malam hari ketika warga tengah istirahat.

“Dari sejumlah kasus yang ada, rata-rata korbannya baru menyadari setelah bangun tidur. Warga tiba-tiba merasakan perih dan gatal-gatal ketika mandi,” papar Giyanto

Read More

Sidak, DKK Karanganyar temukan label makanan tak diperbarui

Tim Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar menemukan kemasan makanan yang labelnya sudah lama dan tidak diperbarui, dalam inspeksi mendadak (Sidak) di salah satu toko roti Desa Ngijo, Tasikmadu, Senin (8/8/2011) siang. Selain itu, tim DKK juga menemukan roti yang diduga pembuatannya dicampur dengan pewarna tekstil. (more…)

Read More