DSC_1879

Launching Desa Bawaslu Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar

Read More
DSC_1836

Desa Karanglo, Tawangmangu, Karanganyar Lounching Desa Bawaslu

Bupati Karanganyar memberikan sambutan dalam lounching Desa Bawaslu di Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar

 

KARANGANYAR – 04 Februari 2019

Komitmen masyarakat Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar untuk menyelenggarakan demokrasi yang bersih dan bermartabat bukan hanya Impian belaka. Senin (04/02), Bawaslu Kabupaten Karanganyar menjadikan desa di lereng Gunung Lawu tersebut sebagai pilot project desa Bawaslu di bumi intanpari. Desa tersebut dinilai dengan partisipasi memilih mencapai 80 persen dalam pemilu.

“Ini satu-satunya desa di Jawa Tengah untuk dijadikan pilot project penyelenggaran pemilu yang bersih dan bermartabat. Arftinya desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu ini mempunyai kesadaran berdemokrasi cukup baik,” papar Fajar S.A.K Arief saat memberikan sambutan di Lounching Desa Bawaslu, di Aula Balai Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

Dia menambahkan ini tentu menjadi modal yang luar biasa untuk menjadi pemilu yang demokratis dan bermartabat. Pihaknya melihat semangat masyarakat untuk ikut membuat pemilihan menjadi baik dan menolak praktek-praktek pemilu menyimpang. Sebab prilaku menyimpang akan merusak kualitas dari pemilu itu sendiri. “Saya berharap tumbuh di desa-desa lain agar terwujud pemilu yang jujur, adil dan demokratis,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, masyarakat juga membawa papan-papan seruan anti pemilu menyimpang. Seperti penyebaran hoax, stop politik uang, stop politik sara, stop ujaran kebencian, tolak radikalisme dalan lain sebagainya. Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Karanganyar, Nuning Ridwanita mengatakan pencanangkan desa bawaslu ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mensukseskan pemilu yang demokratis dan bermartabat. Masyarakat mengantarkan suksesnya pemilu dengan datang ke TPS pada hari pencoblosan dan tidak ada praktek-praktek menyimpang.

Sementara, Bupati Karanganyar, Drs Juliyatmono merasa bangga dan mengucapkan terima kasih karena Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu dijadikan desa Bawaslu. Pihaknya menantang dalam penyelenggaran pilkades 20 Februari mendatang agar dilaksanakan pemilu yang jujur, bersih dan baik. Juliyatmono meminta dalam pilkades nanti tidak usah memakai uang atau politik uang. “Apa artinya uang Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu membuat masyarakat menjadi tidak rukun satu sama lain. Saya minta dalam pilkades nanti hindari politik uang,” ungkap orang nomor satu di Karanganyar ini.

Dia meminta jika nanti dalam penyelenggaran benar-benar bersih atau tanpa politik uang, Pemkab akan memberikan pembangunan yang baik untuk desa Karanglo. Tidak usah menerima uang dari calon kepala desa, dan jika ini berhasil pihaknya akan memberikan suport dana untuk pembangunan di Desa Karanglo. “Lounching desa Bawaslu bukan hanya upacara saja tapi saya ingin benar-benar melihat demokrasi yang bersih dan bermartabat di desa inim,” imbuhnya, (hr/adt)

Read More
DSC_7473

Ratusan Guru MI Kecamatan Paciran Lamongan Belajar ke Kampung Matematika

Para Guru di MI Kecamatan Paciran, Lamongan melihat langsung aktivitas pembelajaran di kampung Matematika, Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu

KARANGANYAR – 6 September 2018

140 Guru, Pengawas dan Tenaga Kependidikan Kecamatan Paciran, Lamongan Jawa Timur ‘ngangsu Kawruh’ di Kampung Matematika Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar. Mereka ingin mengetahui dari dekat, aktivitas di kampung matematika. Baik anak didik, relawan dan suasana pembelajaran di kampung yang terkenal sayur mayur tersebut.

            “Kami ingin melihat dari dekat aktivitas di Kampung Matematika. Soalnya matematika ini adalah pelajaran yang sulit, namun disini justru dijadikan nama tempat dengan aktivitas belajar Matematika,” papar Ketua Rombongan dari Lamongan, Anwar Anas.

            Menurut Anas potensinya SD jumlahnya 624 sekolah dan MI 567 sekola kabupatan lamongan. Yang datang kesini, adalah MI di se Kecamatan Paciran dengan maksud ke kampung Matemtika tentu ingin menambah wawasan dan tambah Belajar SD Dan MI Paciran belum ada nilai UAS Matematika 100. Paciran ingin belajar dan melihat dan kemudian dipraktekkan. “Guru matematika dan kepala MI bisa 10 persen ada yang mendapatkan nilai 100 matematika di Lamongan. Kiat-kiatnya bagaimana mangatasi soal-soal matematika,” imbuhnya.

            Sementar Kasi SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Karanganyar, Sri Wiyanto mengatakan ada 17 kantor UPT di Kecamatan. Awalnya, masyarakat mempunyai impian dan harapan bagaimana anak-anak yang ada di Tawangmangu nilai UAS nilainya 100 bidang matematika. Ternyata, dukungan dari desa yang mengadakan relawan untuk pembelajaran matematika. Selanjutnya dengan adanya kampung Matematika akhirnya membuahkan hasil. “Nilai UAS matematika yang nilai 100 tahun pelajaran 2015-2016, 625 anak. Yang banyak terdapat di daerah Karanglo dan Bandar Dawung kecamatan Tawangmangu. Namun karena ada perubahaan kurikulum tahun 2017-2018 yang mendapatkan nilai akhir ujian sekolah mendapatkan 100 hanya menurun,” ungkapnya. (hr/ina)

 

Read More
web

Lomba Desa Tingkat Nasional, Karanglo Unggulkan Kampung Matematika

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan pada Klarifikasi Lapangan Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2017, di gedung pertemuan Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu.

Karanganyar, Sabtu (22/07/2017)

Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar optimis dapat memenangi Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2017. Hal tersebut dapat terdlihat dari kesiapan, dan berbagai faktor unggulan yang dimiliki, seperti adanya Kampung Matematika.

Dalam paparan dihadapan Tim Klarifikasi Lapangan, yang di Ketuai Raden Gani Muhammad, Kepala Desa Karanglo, Parjo, Jumat (21/07), di gedung pertemuan desa tersebut, menjelaskan terdapat tujuh kelompok belajar, dengan jumlah siswa 336 orang, dan relawan 63 orang.

“Di tempat kami, siswa-siswi yang belajar selama 6 hari seminggu. Waktunya antara jam 15.30-17.00 WIB,” kata Parjo.

Dengan ada Kampung Matematika itu, semangat belajar dan prestasi siswa jadi meningkat, dari rata-rata 80,1di tahun 2015, terjadi peningkatan nilai menjadi 90,2 di tahun 2016.

“Dukungan dari masyarakat disini juga sangat baik. Pembentukannya dari Pemerintah Desa Karanglo, Lembaga Desa dan tokok masyarakat,” katanya.

Ditempat yang sama, Ketua Tim Klarifikasi, mengatakan Desa Karanglo sudah lolos seleksi administrasi, masuk dalam 5 besar Nasional mewakili Provinsi Jawa Tengah. Setelah itu diambil tiga besar sebagai pemenang.

“Prioritas kami bagaimana upaya-upaya di Pemerintah Desa memberikan pelayanan kepada masyarakat, disamping itu produk-produk unggulan yang dimilikinya. Saya berharap potensi-potensi yang ada dapat didayagunakan,” katanya.

Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan kehidupan gotong royong dan guyup rukun di Desa Karanglo sangat baik, tanpa ada gesekan, pendidikan dan potensi-potensi yang ada disini membuat optimis memenangi juara nasional.

“Adanya Kampung Matematika ini mencerdaskan anak-anak didik disini. Cara pembelajaran pun juga dibuat menarik, sehingga tidak menakutkan bagi mereka,” kata Bupati.

Harapan menang juara satu tingkat Nasional menjadi kado spesial Kabupaten Karanganyar ditahun ini yang genap berusia 100 tahun, di bulan November mendatang. (pd)

Read More
web (2)

Karanglo Juara Lomba Desa Tingkat Jawa Tengah

Tim Juri dari Provinsi Jawa Tengah saat melakukan penilaian Lomba Desa Tingkat Jawa Tengah di Karanglo.

Karanganyar, Jumat (16/06/2017)

Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu dalam penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah menjadi pemenang juara 1, berhasil menyisihkan Kabupaten Sragen dan Kebumen.

“Lomba desa tahun 2017 ini, Karanglo berhasil menjadi juara pertama, dan mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk bersaing di tingkat Nasional,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Jumat (16/06) saat di Kantor Bupati Karanganyar.

Bupati menjelaskan, aspek yang paling menonjol adalah adanya Kampung Matematika di Desa Karanglo. Inovasi, sumberdaya, administrasi, letak desa juga baik.

“Kita optimis juara nasional. Siap bersaing dengan juara yang mewakili provinsi lain,” katanya.

Saat di depan Tim Penilai Lomba Desa, yang di ketuai oleh Ibnu Kuncoro, Bupati, menjelaskan dalam persiapan untuk Penilaian Lomba Desa ini sangat serius dan siap menang juara nasional, Selasa (23/05) di Gedung Serba Guna, Desa Karanglo.

“Kami siap menang Juara Nasional, dan mendukung penuh dalam persiapan untuk meraih juara itu, jika kurang apa akan dicukupi,” kata Bupati Karanganyar.

Saat itu, Ibnu Kuncoro menjelaskan jika juara menjadi tempat percontohan dan segi perekonomian juga berputar dengan baik, apalagi disini sudah ada kampung matematika, pasti banyak tamu yang datang. (pd)

Read More
web

Karanglo Targetkan Juara Nasional Lomba Desa

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat memberikan sambutan pada Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Karanganyar, Selasa (23/05/2017)

Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, targetkan Juara Nasional Lomba Desa mewakili Provinsi Jawa Tengah, jika berhasil menyisihkan dua Kabupaten lainnya (Sragen dan Kebumen).

“Kita targetnya memenangi lomba desa tingkat Provinsi Jawa Tengah, kemudian menang di tingkat Nasional,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Di depan Tim Penilai Lomba Desa, yang di ketuai oleh Ibnu Kuncoro, Bupati, menjelaskan dalam persiapan untuk Penilaian Lomba Desa ini sangat serius dan siap menang juara nasional, Selasa (23/05) di Gedung Serba Guna, Desa Karanglo.

“Kami siap menang Juara Nasional, dan mendukung penuh dalam persiapan untuk meraih juara itu, jika kurang apa akan dicukupi,” kata Bupati Karanganyar.

Ditempat yang sama, Ibnu Kuncoro, mengatakan terkait dengan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan, tim ingin melihat desa berkembang berdasarkan dengan dokumen-dokumen indikator yang harus dan telah diisi.

“Tahun ini yang ikut 19 kabupaten, setelah pemeriksaan dokumen administrasi yang lolos ada tiga kabupaten, kemudian tim penilai ke lapangan melihat langsung realisasi apakah sesuai dengan dokumen tersebut,” kata Ibnu.

Dari tiga kabupaten itu, dipilih satu juara dan penghargaan akan diberikan saat peringatan Hari Jadi Jawa Tengah. Ibnu juga meminta jika ingin menjadi juara satu nasional harus benar-benar  mempersiapkan dan totalitas.

“Jika juara menjadi tempat percontohan dan segi perekonomian juga berputar dengan baik, apalagi disini sudah ada kampung matematika, pasti banyak tamu yang datang,” katanya.

Terkait dengan penilaian, ada indikator-indikatornya yakni Kewilayahan, Pemerintahan, dan Partisipasi. Tim terbagi sesuai dengan penilaian bidang masing-masing. Menariknya, dari tingkat partisipasi, BUMDES dan gedung sangat baik.

Sementara itu, Kepala Desa Karanglo, Parjo, mengatakan di wilahnya mempunyai visi “Karanglo Bagus (Bertakwa, Aspiratif, Guyub, Unggul, Sejahtera)” yang sejalan dengan Visi Kabupaten Karanganyar.

“Di desa kami ada program desa vokasi berupa kelompok usaha produktif unggulan, ada kelompok usaha tela unggu, kelompok usaha pertukangan, usaha pertanian, kampung matematika,” katanya.(pd)

Read More