20190429_105203

Lomba Desa Tingkat Kabupaten Karanganyar digelar Di Desa Kalisoro, Tawangmangu

Pejabat terkit hadiri Penilaian Perlombaan Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Karanganyar di Kelurahan Kalisoro, Tawangmangu.

Karanganyar, 29 April 2019

Kelurahan Kalisoro, Tawangmangu mengunggulkan kebersihan area wisata dalam lomba kelurahan tingkat Kabupaten Karanganyar. Komitmen dengan paguyuban pedagang menjadi faktor penting penentu kemenangan.
Lurah Kalisoro mengungkapkan bahwa unggulan dalam penilaian di Kalisoro ada pada UMKM terutama makanan olahan. Selain itu, penataan area wisata yang ramah dan bersih turut menjadi aspek andalan dalam penilaian lomba.
 Suratno secara optimistis meraih nilai tinggi di bidang pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan pariwisata. Di wilayahnya, wisata paling moncer di Sekipan, Grojogan Sewu dan Balekambang. Terdapat dua paguyuban pedagang yang ikut berperan, yakni Sidomukti dan Ikatan Pedagang Wisata Sekipan (IPWS).
“Sampah dari aktivitas wisata, langsung diangkut. Tidak ada yang tercecer. Kami memegang komitmen paguyuban. Dengan area wisata yang bersih, tertata dan ramah, mampu meningkatkan kunjungan,” katanya.
Ia juga menyebut, hasil sayur mayur warganya langsung bisa dinikmati wisatawan di lokasi terdekat obyek.
“Buah dan sayur dari lereng Lawu merupakan komoditas untuk membranding. Termasuk macam olahannya yang dijual di sana,” katanya.

Atraksi reog sebagai penyambut tim penilai

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (Dispermasdes) Karanganyar, Utomo Sidi Hidayat mengatakan penilaian untuk lomba kelurahan berlangsung satu hari di Kelurahan Kalisoro, Tawangmangu dan Tegalgede, Karanganyar Kota pada Senin (29/4). Sedangkan penilaian lomba desa di Desa Ngringo, Jaten; Karangbangun, Matesih; dan Desa Jeruksawit, Gondangrejo. Tiga desa ini akan dinilai pada 10 Mei mendatang.
“Aspek pengelolaan BUMDes adalah poin penting pengelolaan. Terutama pada pemberdayaan masyarakatnya. Dua kelurahan dan tiga desa ini berprestasi,” kata Utomo.
Tim penilai menyasar pula pada keamanan lingkungan, kesiapsiagaan bencana, PKK, Paud dan sebagainya. Lebih lanjut dikatakan, Kabupaten Karanganyar ingin mengulang sukses ketika Desa Karanglo, Tawangmangu yang menjadi jawara pada lomba desa tingkat nasional pada 2017.
Demikian Diskominfo, (tgr/ard)

Read More
DSC_0035

Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah di Balai Desa Kalisoro, Tawangmangu

Read More
DSC_0207 copy

Adat Mondosiyo, Serunya Berebut Ayam

Karanganyar, Kamis (12/06/2014)

Rebutan ayam, acara yang menarik saat adat tradisi Mondosiyo, di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu

Rebutan ayam, acara yang menarik saat adat tradisi Mondosiyo, di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu

Upacara adat Mondosiyo sudah ada sejak puluhan tahun. Bagi masyarakat lereng Gunung Lawu di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu merupakan tradisi turun temurun sebagai ungkapan rasa syukur kelahiran dusun, Selasa (12/06) sore.
Atraksi menarik reog Ponorogo dari tiga kelompok Gembong Lawu, Singo Pancot Mulyo, dan Singo Gilang menandai dimulainya adat tradisi yang didatangi ribuan orang. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menyiram air tape di situs Batu Gilang setelah diambil dari Punden Bale Patokan.
Sesaat setelah itu, acara menjadi menarik. Ratusan warga mulai mendekat dan mengepung joglo Balai Pasar Pancot yang terletak ditengah dusun. Mereka dengan serius mengamati atap joglo untuk menangkap belasan ayam. Hewan unggas itu sengaja dilempar di atas atap untuk diperebutkan jika turun. Berbagai usaha dilakukan agar bisa menangkap ayam itu tanpa menaiki atap rumah. Sorak sorai bergemuruh menambah keramaian. Mereka hanya boleh berpegangan pada pinggir atap saat mencoba menangkap ayam itu.
Dalam adat Mondosiyo, ayam-ayam itu diberikan pemilik sebagai nazar atas keberhasilan yang diraih dengan menyerahkan dua ekor ayam. Namun bagi warga yang berhasil menangkap ayam tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi, tetapi hanya dipelihara.
Seperti halnya yang dilakukan Harno, warga Dusun Pancot mempunyai nazar bila mempunyai anak.”Keinginan ini jika istri melahirkan seorang anak laki-laki,” kata Harno.
Kepala Lingkungan (Kaling) Dusun Pancot, Sulardiyanto menuturkan, upacara adat Mondosiyo yang diadakan setiap tujuh bulan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur. Tradisi ini diselenggarakan setiap Selasa kliwon wuku Mondosiyo. pd

Read More

Harga Anjlok: Pascapanen Harga Wortel Tawangmangu Anjlok

Para petani wortel di Tawangmangu mengeluhkan harga wortel lokal anjlok dipasaran. Kondisi ini sering terjadi pascapanen sehingga para petani enggan memanen wortel. Seorang petani wortel, Parsidi, mengatakan harga wortel lokal sering anjlok pascapanen hingga Rp500/kg. Sebelumnya, harga wortel lokal di pasaran senilai Rp2.000/kg. Sehingga tidak sedikit petani wortel yang enggan memanennya.

“Bahkan harganya merosot tajam hingga Rp300/kg pada Mei lalu. Buat apa memanen jika harganya anjlok, kami pasti rugi. Saat ini harganya masih normal,” katanya saat ditemui, Selasa (4/9/2012).

Menurutnya, salah satu penyebab anjloknya harga wortel lokal karena semakin banyak wortel impor yang ditanam petani. Wortel impor lebih bagus secara fisik dibanding wortel lokal. Sehingga para konsumen lebih memilih wortel dari Jepang tersebut.

Sebenarnya, kualitas wortel lokal tidak kalah dibandingkan wortel impor. Maka dari itu dia meminta instansi terkait agar para petani wortel lokal mendapatkan bantuan saat harganya anjlok.

“Konsumen memilih wortel impor karena Harganya lebih mahal dan fisiknya lebih bagus. Kami minta bantuan kepada instansi terkait karena yang menjadi korban para petani wortel lokal,” terang dia.

Selama ini, Tawangmangu menjadi salah satu pemasok wortel di wilayah Karanganyar dan se-Soloraya. Namun, sejak adanya bibit wortel impor maka sebagian petani memilih menanam wortel impor dibanding lokal.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroch, mengatakan pihaknya meminta agar para petani wortel menanam bibit wortel yang berkualitas unggul dan diminati pasar. Sehingga dapat bersaing dengan wortel impor di pasaran.

Saat ini, lanjut Siti, pihaknya sedang mengembangkan wortel unggulan di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu. Rencananya, pola pengembangan wortel unggulan itu diterapkan di seluruh sentra pertanian wortel. “Secara fisik tak kalah dengan wortel impor, nanti akan dikembangkan di wilayah lain seperti Ngargoyoso,” imbuhnya.

Read More