dayu

Museum Purbakala Dayu

dayu

Museum purbakala Dayu menempati lahan seluas  kurang lebih 10.500 m2 yang terletak di desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, Museum purbakala Dayu beserta situs arkeologinya merupakan bagian dari situs manusia purba Sangiran yang dikelola oleh Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran yang berpusat di Desa Krikilan Kec. Kalijambe Kab. Sragen. Di Desa Dayu selain menjadi lokasi temuan Fosil-fosil yang merupakan jejak kehidupan manusia purba juga  menjadi pusat penelitian ilmu pengetahuan tentang kehidupan Pra sejarah, museum ini dapat menjadi Destinasi Wisata yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pendidikan generasi selanjutnya.

Di museum ini kita dapat melihat  dan mempelajari jejak kehidupan manusia purba dari struktur dan lapisan tanah yang telah ada berjuta-juta tahun silam. Di museum ini dapat diperoleh informasi lengkap tentang kehidupan manusia purba di pulau Jawa yang dapat menyumbang perkembangan  ilmu pengetahuan seperti antropologi, arkeologi, geologi, paleoantropologi, magantropus, erektus, dll.

dayu2

Di sekitar lokasi museum ini  ditemukan jejak peninggalan berumur 2 juta tahun silam masih dapat ditemukan hingga kini dengan benda yang relatip utuh sehingga para ahli dapat marangkai sebuah benang merah sebuah sejarah yang pernah terjadi di Desa Dayu secara berurutan.

Read More
gue copy

TMMD Pererat Guyub Rukun TNI Dengan Rakyat

Karanganyar, Rabu (29/10/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat meninjau talud di Dusun Gayaman, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Rabu (29/10)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat meninjau talud di Dusun Gayaman, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Rabu (29/10)

Masyarakat ikut membantu program pembangunan fisik pada Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II, yang berlangsung selama 21 hari. Di mulai pada 9 sampai 29 Oktober 2014.

Letkol Inf Marthen Pasunda, Komadan Kodim 0727/Karanganyar menuturkan kemanunggalan TNI dengan rakyat sangat kental terasa. “Warga di Dusun Gayaman dan Kedung Ulo terlibat pembangunan. Bahkan ibu-ibu secara sukarela ikut membantu, kadang masyarakat ikut sampai malam,” ujar Letkol Marthen Pasunda, sesaat setelah peresmian talud oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Di jelaskan lebih lanjut, TMMD di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo meliputi sasaran fisik berupa rabat beton jalan sepanjang 700 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 8 sentimeter. “Ada juga pembangunan talud jalan, panjang 40 meter, tinggienam hingga delapan meter.Selain itu juga pembangunan gorong-gorong sebanyak satu unit dengan panjang empat meter dan lebar satu meter. Selanjutnya, rehab/plesterisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 unit,” jelas nya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono, menjadi Inspektur upacara membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah mengatakan,sikap gotong royong masyarakat terus dikembangkan sebab pekerjaan berat menjadi ringan,dan ringan semakin ringan.

“Kedepan akan ditingatkan sarana prasarana pelayanan dasar masyarakat desa, pembangunan jamban, tangki septic tank komunal, penyediaan air bersih, pembuangan air limbah, dan RTLH,” kata Bupati Juliyatmono, Rabu (29/10) saat acara Upacara Penutupan TMMD, di Lapangan Desa Dayu.

Bupati juga menyerahkan secara simbolis bantuan dana PNPM Mandiri Perdesaan dari APBD Perubahan Kabupaten Karanganyar sebesar Rp. 151.335.000.00, dana sosial hasil surplus UPK Tahun 2013 sebanyak Rp. 145.500.000.00, bazaar sembako1.400 paket dengan dana sebanyak Rp. 42.000.000.00, dan honor, seragam pelaku PNPM Mandiri Perdesaan se Kecamatan Gondangrejo. Setelah Upacara, Bupati didampingi Muspida meresmikan talud di Dusun Gayaman.pd

Read More
gue copy

TMMD Sengkuyung II, Buat Talud Untuk Halau Longsor

Karanganyar, Kamis (09/10/2014

Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Marthen Pasunda, bersama Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, dengan Muspida saat meninjau lokasi TMMD, Kamis (09/10) di Dusun Gayaman, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo

Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Marthen Pasunda, bersama Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, dengan Muspida saat meninjau lokasi TMMD, Kamis (09/10) di Dusun Gayaman, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo

Dalam pelaksanaan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2014, jajaran Kodim 0727/Karanganyar bersama warga Dusun Gayaman, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo membuat talud setinggi enam hingga delapan meter dengan panjang 40 meter.

“Talud jalan ini dibuat karena kondisi awal sering longsor, sehingga perlu pembangunan talud permanen, agar jalan tidak terkikis dan longsor. Selain itu, ditempat ini kondisi jalan sempit, menikung dan curam. Bahaya bagi pengendara kendaraan,” jelas Letkol Inf Marthen Pasunda, Komandan Kodim 0727/Karanganyar, saat meninjau lokasi TMMD, Kamis (09/10) bersama Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Muspida, Kamis (09/10).

Dalam laporan Upacara Pembukaan di Lapangan Desa Dayu, yang dibacakan Sekretaris Dansatgas TMMD Tahun 2014, Kapten Inf Pranoto, mengatakan pelibatan personil TMMD dari Komando dan staf Satgas sebanyak 10 personil, SST Satgas TMMD Kodim 0727/Karanganyar sebanyak 30 personil. “Terdapat pula unsur pendukung dari Polsek, Senkom, Linmas, Ormas dan masyarakat sebanyak 125 orang. Sedangkan dukungan anggaran sebanyak Rp. 460 juta,” kata Kapten Inf Pranoto.

Pelaksanaan tahun ini dimulai dari tanggal 9 sampai 29 Oktober, selama 21 hari, dengan sasaran fisik rabat beton jalan sepanjang 700 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi delapan sentimeter. Selain itu juga pembangunan gorong-gorong sabnayk satu unit dengan panjang empat meter dan lebar satu meter. Selanjutnya, rehab/plesterisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 unit. pd

Read More

Proyek Pembangunan Jalan Museum Dayu Capai 80%

Pengerjaan proyek pembangunan akses infrastruktur yang menghubungkan  jalan raya menuju museum purbakala di Desa Dayu, Gondangrejo mencapai sekitar 80 persen.  Anggaran yang digelontorkan untuk membiayai proyek  pembangunan akses jalan itu senilai Rp2,5 miliar yang berasal dari APBN.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Istar Yunianto, mengatakan pembangunan akses jalan menuju museum purbakala di Desa Dayu ditargetkan rampung pada akhir 2013. Pembangunan akses jalan tersebut untuk mendukung program promosi pariwisata di museum purbakala.

 “Proyek pembangunan akses jalan sekarang mencapai sekitar 80 persen. Dulu kan akses jalannya tak memadai, aspalnya banyak lubang dan bergelombang,” katanya saat ditemu di kantornya, Rabu (20/11/2013).

 Sementara pengerjaan pembangunan museum purbakala ditargetkan kelar pada pertengahan 2014 mendatang. Pembangunan museum purbakala itu menyedot anggaran senilai Rp28 miliar. Rinciannya, anggaran pembangunan gedung senilai Rp23 miliar sementara taman hijau senilai Rp5 miliar. Rencananya, museum itu bakal diresmikan secara langsung oleh Presiden  Susilo Bambang Yudoyono (SBY).

 Museum purbakala Dayu bakal menjadi objek wisata prasejarah yang tak kalah dengan Museum Sangiran di Sragen. Menurutnya, potensi purbakala di Desa Dayu cukup tinggi. “Ada lapisan tanah yang dapat menggambarkan potensi arkeologi. Jadi potensi purbakalanya sangat tinggi. Kami juga akan bekerjasama dengan Museum Sangiran,” jelasnya.

 Kepala Seksi Museum, Kepurbakalaan Sejarah dan Nilai Tradisi Disparbud Karanganyar, Ismu Suprihatin, menyatakan fosil purbakala yang ditemukan di Desa Dayu antara lain tengkorak manusia homo erectus, hewan purba dan peralatan manusia purba. Terakhir, ditemukan fosil bagian tubuh gajah purba yakni rahang, iga oleh warga setempat.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

MUSEUM DAYU : 2014, Museum Ditargetkan Resmi Dibuka

Pembangunan museum purbakala di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, ditargetkan rampung pada pengujung 2013. Museum yang didirikan di tempat penemuan fosil gading gajah belasan tahun silam itu dapat mulai dinikmati wisatawan pada 2014. (more…)

Read More

Karanganyar antisipasi antraks, ratusan sapi divaksinasi massal

Guna mencegah penyakit antraks yang telah menyerang sejumlah kecamatan di Kabupaten Sragen, sejumlah petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar memberikan vaksin dan vitamin ke ratusan ternak di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo.

VAKSINASI — Petugas melakukan vaksinasi terhadap ternak di wilayah Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Senin (20/6). Wilayah ini berbatasan dengan wilayah Sragen yang mengalami sejumlah kasus antraks. Desa tersebut merupakan salah satu kawasan yang berbatasan dengan Sragen. Dikhawatirkan jika tidak divaksin, ternak di wilayah tersebut bisa tertular antraks. Menurut data dari Disnakkan Karanganyar, ada sekitar 350 sapi di desa tersebut. Sedangkan yang divaksinasi sekitar 60 persen dari populasi itu. Ada tiga pos pengumpulan ternak yang akan divaksin. “Terutama memang untuk mencegah antraks dan penyakit ternak yang dikeluhkan masyarakat,” ujar Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakkan, Rusdjajanto, di pos vaksinasi ternak Dusun Suruhan, Desa Dayu.

Beberapa penyakit yang dikeluhkan masyarakat itu antara lain seperti koreng atau gudig, kekurangan nutrisi (malnutrisi), tidak nafsu makan, cacingan dan permasalahan reproduksi.
Beberapa bulan sebelumnya, sejumlah ternak di Desa Krendowahono, Wanasari, Kragan dan Tuban sudah divaksinasi. Minimal untuk vaksinasi ternak diberikan enam bulan sekali. Selain itu, lanjut Rusdjajanto, pihaknya juga menyemprot disinfektan ke sejumlah kandang hewan ternak ke sejumlah daerah tersebut.

Untuk ternak yang kurang sehat diberi vaksin. Ternak yang hamil hanya diberi vitamin dan ternak yang terkena koreng disemprot antibiotik. “Itu diperlukan agar sakitnya tidak terlalu parah dan mengusir lalat yang hinggap di luka,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakkan Karanganyar, Muhammad Hatta, dalam vaksinasi tersebut menekankan agar para peternak selektif memberikan pakan ternaknya. Biasanya, kata dia, peternak memberikan pakan jerami kepada ternak. Namun para peternak banyak yang tidak memperhatikan bahwa jerami tersebut ada yang mengandung insektisida yang diseprotkan petani saat membasmi wereng. “Sapi bisa keracunan insektisida dan bisa mati mendadak.

Salah satu peternak di Dusun Suruhan, Narto, mengaku banyak sapi yang cacingan dan korengan. Bahkan ada juga sapi salah satu warga yang mati karena sebelumnya sakit. “Kalau untuk sapi betina ada juga yang tidak bisa bunting. Padahal sudah saatnya untuk bunting

Read More